15/04/2018
⛔ Awas ada Malas!!!
Diantara Penyakit jiwa yang menjadi musibah bagi kehidupan dunia dan akhiratnya seseorang adalah Kemalasan.
Dalam Hikmah Takdir-Nya, kemalasan Allah ciptakan untuk diperangi dan dimusuhi oleh hamba-hambaNya, Dia yang menciptakan dan mentakdirkannya akan tetapi Dia tidak mencintai dan meridhoinya.
“katakan! Aku berlindung kepada Tuhannya waktu subuh. Dari segala keburukan (makhluk) yang di ciptakan-Nya”. (QS. Al-Falaq; 1-2)
Malas merupakan penyakit jiwa yang berbahaya bagi setiap insan, Rasulullah mengajarkan kita untuk memerbanyk memohon perlindungn kepada Allah dari keburukannya, beliau senantiasa berdoa dengan doa:
( اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ ، وَالبُخْلِ وَالجُبْنِ ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ )
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegalauan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kepengecutan dan kekikiran, serta tindihan hutang dan penindasan orang”.
Malas amatlah berbahaya karena ia akan melahirkan keburukan, kehinaan, penyesalan serta musnahnya harapan dan cita-cita, sepenggal syair berkata:
دعى نـفـسى الـتكــاسـل والـتـوانـى # وإلا فـاثـــبــتـى فـى ذا الـــهـــوان
فلم أر للـكــسـالـى اـلحـظ [ يعطى] # ســوى نــدم وحــــرمــان الأمــانـى
“duhai diriku tinggalkanlah olehmu bermalas-malasan dan menunda,
Jika tidak!!! Maka bersabarlah engkau dalam kehinaan,
Aku tidak pernah melihat bagi pemalas ada hasil yang didapatkan,
Selain penyesalan dan musnahnya cita-cita harapan.”
Kemalasan bagi orang biasa adalah musibah adapun bagi para penuntut ilmu adalah petaka, Al-Imam Abu Hanifah berkata kepada Abu Yusuf muridnya:
كنت بليدا أخرجتك المواظبة، وإياك والكسل فإنه شؤم وآفة عظيمة
“dahulu engkau dungu tapi kegigihan menyelamatkanmu, jauhilah olehmu sifat malas karena sesunnguhnya dia adalah kesialan dan malapetaka yang besar”.
كـم مـن حـياء وكم عـجـز وكـم نـدم # جــم تــولـــد للإنـسـان مــن كـــسـل
إياك عن كسل فى البحث عن شبه # فـمــا علـمـت وما قـد شذ عنك ســـــل
“berapa banyak ketidakpercayadirian, kelemahan dan penyesalan mendalam,
Lahir pada diri seorang insan dari kemalasan.
jauhilah olehmu sifat malas dalam mengkaji yang belum jelas,
apa yang belum kau ketahui dan masih rancu bagimu maka silahkan bertanya!”.
Sebagaimana malas dalam proses menuntut ilmu menyebabkan kegagalan, adapun malas dalam ibadah dapat menumbuhkan kemunafikan.
Allah berfirman seraya menjelaskan sifat orang-orang munafik:
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” QS. An Nisa’: 142
Hanya kepda Allah kita memohon perlindungan.