23/03/2026
Selepas sekolah menengah pertama Aca alias Lentho memilih sekolah di Jakarta dan tinggal di rumah kakak perempuannya dan bersekolah di depan rumah kakaknya yaitu STM Poncol. Di sana ia dipanggil Djohan. Di masa itu ia sempat menjadi ketua Serikat Pelajar regional. Kisah cintanya juga bersemi di saat itu. Lantaran hidupnya yang belajar dengan cara keluyuran dari komunitas dan jalanan. Sang pacar dimasa akhir kelulusan sekolahnya di tahun 1973 mempertanyakan padanya "Djohan mau jadi apa kau?!" Djohanpun menjawab "AKU MAU JADI MUSISI". Esoknya Djohan meninggalkan Jakarta dengan dihantar kawan-kawannya dengan sangu yang terkumpul 127K dan lambaian sang pacar menghantarkan Djohan ke Yogyakarta.(kisah ini terekam dalam karya lagu dengan judul SAAT 1973). Sesampainya di Yogyakarta Djohan jalan melintas dari Stasiun Tugu Jogja, Malioboro, Kraton, dan sampailah ia di Akademi Musik Indonesia(sekarang menjadi Kampus Pascasrjana ISI Yogyakarta). Rupanya kampus belum pendaftaran. jadi Djohan harus menunggu saatnya tiba. Setelah waktu pendaftaran, Djohan mendaftar, tapi yang oa punya tinggal foto copy ijasah STM( lantaran ijazah yang ia simpan di sekretariat Serikat Pelajar telah raib). Di AMI Yogyakarta ia mengambil mayor Cello dan disanalah ia dipertemukan ia dengan mendut dan beberapa personil Barock awal. dalam suatu kesempatan seorang dosen vokal bernama Pak Teddy yang kemudian memberinya nama Jabo dari kata "chabo", karena kenakalan dan keusilannya(lengkap pokoknya). Djohan kemudian menggunakan nama Jabo yang kelak kemudian ditambahi Sawung oleh WS Rendra sebagai plesetan dari "sabung jago
Lihat video LingkaranACPKreatif.