Stiker Dakwah

Stiker Dakwah "Saatnya Visual Berdakwah"
(1)

Kita paham belum lagi selesai pilu dan luka kita akan kasus pen*sta agama, kita juga tahu belum selesai belasungkawa kit...
16/12/2016

Kita paham belum lagi selesai pilu dan luka kita akan kasus pen*sta agama, kita juga tahu belum selesai belasungkawa kita pada Aceh, juga belum lengkap perhatian kita pada Rohingya

Seolah-olah Allah ingin ajarkan kita banyak hal, dari seluruh hal ini, kejadian-kejadian yang bagai sakit di seluruh badan ummat yang satu, agar kita tertempa jadi satu kekuatan

Maka pagi ini, sempatkan dan tengoklah saudara-suadara kita di Aleppo, Suriah. Mereka dibantai rezim Bashar Asad, yang dibantu oleh Rusia, Iran dan sekutunya

Mereka habis-habisan dihujani bom-bom Rusia dari langit, di bumi pasukan laknatullah Bashar Asad menyapu nyawa-nyawa mereka tanpa henti, saat ini, dihabisi tak bersisa

Rumah-rumah sunyi dari kehidupan, pintu-pintu terbuka tanpa ada yang bisa berlindung, anyir darah dan mayat bahkan tak sempat lagi dimakamkan, tolonglah diingat barang sebentar

Sungguh-sungguh doakan mereka, kita meyakini bahwa Allah mendengar, Allah mengetahui, Allah mengabulkan doa-doa hamba-Nya, sejenak doakan mereka, beri mereka kekuatan

Sebab satu saat di padang mahsyar, kita berharap mereka semua mengenali kita, sebab doa yang kita panjatkan, kepedulian yang kita bagi, sambung rasa dan hati yang kita lakukan

Memang mereka jauh dari kita, tapi bisa jadi mereka lebih dekat kepada Allah, dan cinta kita pada mereka, bisa jadi sebab cinta Allah kepada kita, luangkan buat mereka

membuka kesempatan bagi sesiapa yang ingin peduli pada saudara kita di Gaza dan Suriah, yang terpenting, doakan selalu mereka, doakan perjuangan mereka

DONASI SURIAH via

Palestina
Bank Syariah Mandiri 77 44 12345 8
BNI Syariah 77 44 12345 9

Suriah
Bank Syariah Mandiri 77 55 12345 7
BNI Syariah 77 55 12345 6

Infaq Operasional
Bank Syariah Mandiri 77 66 12345 1

Semua rekening atas nama Sahabat Al-Aqsha Yayasan

Konfirmasi donasi
SMS/WhatsApp 0821-1293-5195
[email protected]
Omah Dakwah Jl. Jogokariyan No. 41, Jogjakarta

www.SahabatAlAqsha.com | www. SahabatSuriah.com
|

-- Gurunda Salim A. Fillah --

JAYAKARTA Pati Unus menemui Syahidnya ketika salah satu meriam memporak porandakan lambung kapal kesultanan Demak. Sedan...
03/11/2016

JAYAKARTA

Pati Unus menemui Syahidnya ketika salah satu meriam memporak porandakan lambung kapal kesultanan Demak. Sedangkan perang gabungan dari kesultanan Banten, Cirebon dan Demak masih bergelora mengusir Portugis dari pelabuhan Sunda Kelapa.

Seperti kisah perang Mu'tah, maka dicarilah pemimpin baru yang mampu menggantikam Sultan ke dua Kerajaan Demak tersebut, dipilihlah seorang pemuda yang kepiawaiannya dalam perang lautan tak lagi disangkal, seorang pemuda yang dengan kesungguhannya mempelajari teknologi pembuatan senjata pasca kekalahan pertama melawan Portugis yang membuatnya memperoleh gelar khan dari keluarga jauhnya di India, ialah cucu maulana Ishak; Maulana Fadhullah khan, penjajah menyebutnya dengan nama Falatehan dan kita mengenalnya dengan nama Fatahillah.

Dikobarkanlah kembali Jihad melawan portugis bersama sang mertua, cucu Prabu Siliwangi yang bernama Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

Dibangkitkan kembali semangat juang pasukan Islam dengan gemuruh Takbir, sampai kemudian Allah menurunkan kemenanganya pada tanggal 22 Juni 1527.

Itulah Kota yang diperjuangkan atas nama Islam, kota yang direbut dengan semangat juang para ulama, kota yang tanahnya basah oleh darah para Syuhada. Itulah kota yang kemudian diberi nama Fatham Mubina (ayat pertama surat Al-Fath yang berarti kemenangan yang Nyata) yang kemudian di translasikan menjadi Jayakarta, dan sekarang kita mengenalnya dengan nama Jakarta.

Maka ketika kesucian Al-Qur'an yang salah satu suratnya diabadikan sebagai nama kota tersebut dilecehkan oleh pemimpinnya yang tidak paham akan toleransi, maka jangan heran ketika seluruh kaum muslimin, bukan hanya dari Banten, Cirebon dan Demak bersatu padu untuk menuntut keadilan Hukum bagi sang pen*sta.

Karena kita akan dipertemukan sesuai dengan kapasitas kita  :)
27/09/2016

Karena kita akan dipertemukan sesuai dengan kapasitas kita :)

"Apakah mereka tidak mentaddaburi Al-Qur'an?"; hingga Rasul mengeluhkan kaum yang telah menjadikan firman Nya sebagai ha...
25/06/2016

"Apakah mereka tidak mentaddaburi Al-Qur'an?"; hingga Rasul mengeluhkan kaum yang telah menjadikan firman Nya sebagai hal yang tak terpedulikan.

"Apakah mereka tidak mentaddaburi Al-Qur'an?"; sedang Ash-Shiddiq berkata, "Jika kekang untaku hilang, kan kutemukan jawabannya di Kitabullah."

"Apakah mereka tidak mentaddaburi Al-Qur'an?"; sedang Al-Faruq menyatakan bahwa ia penyembuh luka, penjawab tanya, penghapus ragu dan gulana.

"Apakah mereka tidak mentaddaburi Al-Qur'an?"; sedang ujar Dzun Nurain, "Jika hati kita suci, takkan pernah ia kenyang dan bosan pada Al-Qur'an."

"Apakah mereka tidak memtaddaburi Al-Qur'an?"; sedang Ali menyebutnya sebagai sebenar-benar makna, sefasih-fasih kalam, seindah-indah kata.

"Apakah mereka tidak mentaddaburi Al-Qur'an?"; beribu ayat kisah menginspirasi, beratus hujjah mengontemplasi, berpuluh panduan memudahkan.

-- Salim A. Fillah --

24/06/2016
Halo semua, mau ngisi waktu luang kamu di bulan Ramadhan yg penuh berkah ini.. Yuk ikutan *One Day Training menjadi musl...
16/06/2016

Halo semua, mau ngisi waktu luang kamu di bulan Ramadhan yg penuh berkah ini.. Yuk ikutan
*One Day Training menjadi muslim desainer untuk para Pelaku Bisnis Sosial Media.*
Punya Instagram, Path, facebook, twitter dan segala macam sosmed? tapi bingung cara ngisi kontenya?
Ramadhan kali ini Gama Informatika membuka kesempatan kepada kalangan pelajar, mahasiswa dan umum di Yogyakarta untuk menambah wawasan sekaligus berlatih tentang desain grafis untuk Bisnis terutama untuk sosial Media seperti Instaram, Path, Facebook, Twitter yang didalamnya bernuansa islami.

Acara ini akan di isi oleh 2 pembicara yang ahli dalam bidang desain dan pemasaran meteri desain!, menjadikan short training ini sangat sayang untuk dilewatkan.
Bagaimana caranya? Mudah saja!
Pada hari minggu, 26 juni 2016 kami mengadakan pelatihan 1 hari (durasi 8 jam) untuk mengenalkan, dan langsung melatih anda menjadi desainer dari dasar.
*LIMITED SEAT* untuk 20 peserta saja!!
Bagaimana menarik bukan? Belajar bikin desain yang bisa bernilai bisnis untuk anda sekalian.

*Harga Early Bird sebelum 20 Juni 2016 Rp. 250.000*

Tanggal 21-25 Juni 2016
UMUM: Rp 350.000,-
MAHASISWA: Rp 300.000,-

On The Spot Rp. 400.000 *
Fasilitas:
Sertifikat, Materi, 1000 Fonts dan Template, Buka Bersama

NB. Membawa Laptop sendiri-sendiri dengan terinstal CorelDraw** Versi 14 keatas

*jika kuota belum terpenuhi
** dapat dibantu jika tidak punya

Buy-Now-1024x268
Hubungi TLP/WA :
Iqra : 0852 0117 1997
Anqi : 0898 5011 226
Azizah : 0856 4363 0008
Harian Bernas : 0274- 2922323 (Riski)

Welcome back Ramadhan :)
05/06/2016

Welcome back Ramadhan :)

Perang masih berkecamuk, tiga ribu tentara kaum muslimin melawan dua ratus ribu tentara Romawi. Sementara itu, tiga pang...
17/04/2016

Perang masih berkecamuk, tiga ribu tentara kaum muslimin melawan dua ratus ribu tentara Romawi. Sementara itu, tiga panglima perang yang dipilih Nabi semuanya sudah gugur. Panglima pertama, yang namanya abadi dalam Al-Qur'an, juga sebagai putra angkat Nabi yang menikahi Ibu asuh Nabi, menghadap Allah ketika sabetan pedang sudah banyak menyertai tubuhnya. Panglima kedua, putra paman Nabi, suami dari Asma binti Umais menyusul panglima pertama untuk mereguk nikmatnya surga. Sedangkan panglima ketiga yang terkenal dengan keberaniannya, mendekap bendera perang dengan pangkal lengannya yang masih tersisa, sampai akhirnya ia pergi menyusul bagian tubuhnya yang sudah menginjak surga.

Maka bendera perang yang tidak sampai jatuh ke tanah langsung disambar oleh sahabat yang pernah ikut di perang Uhud, Tsabit bin Arqam. Dicarilah orang yang pantas untuk menjadi pemimpin perang, karena teringat olehnya sabda sang Nabi, "Jika Zaid gugur maka pasukan dipimpin oleh Ja'far, jika Ja'far gugur maka pasukan dipimpin oleh Abdullah bin Rawah, dan jika Abdullah bin Rawahah gugur, maka pilihlah pemimpin kalian sendiri".

Dicarilah ia, seorang putra bangsawan Quraisy, seorang yang karenanya Rasulullah mengalami luka yang cukup parah di Perang Uhud, ketika ia bersama pasukan kavaleri Quraisy memutari Jabal Ain ain yang sudah ditinggali pasukan pemanah, dan menyerang kaum muslimin dari arah belakang.

"Sampai akhirnya, "begitu sabda sang Nabi dari Madinah, menggambarkan situasi perang Mu'tah, "Allah memlih pedangnya, dan menghancurkan musuhnya".

Ialah sang pedang Allah, Khalid bin Walid. Ketika Tsabit bin Arqam memintanya memimpin pasukan, ia sempat berkilah dan berkata, "Sesugguhnya aku tidak ikut pada perang Uhud, dan engkaulah yang ikut, maka engkaulah yang pantas menjadi pemimpin". Tapi semua sahabat tahu, bakat militer ada padanya, maka didesaklah ia dan akhirnya dengan kepemimpinannya yang cerdik, ia mampu membawa kaum muslimin kembali ke Madinah. Dan ini merupakan sebuah kemenangan, karena jumlah korban dari kaum muslimin hanya dua belas orang, sedangkan dari Romawi sudah tak terhitung jumlahnya, dan kalaupun ini bukan pasukan kaum muslimin, tentu jumlah pasukan yang tidak sebanding tersebut, sudah habis dilumat Romawi.

Inilah kali pertamanya khalid turun bertempur di medan perang sebagai mujahid, setelah ia bersama dua sahabatnya yang lain : Amr bin Al-ash dan Utsman bin Thalhah, menemui sang Nabi di Madinah untuk bersyahadat pasca peristiwa Umrah Qadha.

Kiprah Khalid sebagai pemimpin perang terus meningkat, terutama di masa Abu Bakar,ketika ia diamanahi sang Khalifah untuk memberantas orang-orang Murtad di perang Riddah, Pertempurannya dengan pengikut Nabi palsu di Yamamah, dilanjutkan dengan penaklukkan Irak bersama Al-Mutsana bin Haritsah, sampai akhirnya sang Khalifah meminta Khalid membantu sang Aminul Ummah, Abu Ubaidah bin Jarrah dalam penaklukkan Syam.

Adapun di masa Umar, kepemimpinan pasukan dikembalikan kembali kepda Abu Ubaidah, dan setelahnya khalid bin walid di nonaktifkan dari dunia militer Islam, salah satu alasannya, seperti yang ditulis oleh shadiq ibrahim arjun dalam biografi Khalid bin Walid, untuk menghindari pengkultsuan individu, yang karenanya kaum muslimin menyangka bahwa kemenangan perang diakibatkan oleh adanya Khalid bukan karena pertolongan Allah.

Sampai akhirnya ketika ia menunggu panggilan Allah diatas ranjangnya, ia berkata, "Sesungguhnya aku berharap, agar aku bisa syahid di medan perang, bukan di atas ranjang", "Wahai khalid", demikian hibur sahabat, "sesungguhnya engkau adalah pedang Allah, dan Allah tidak akan membiarkan pedangnya patah di tangan musuh, Allah lah yang menghunuskan pedang-Nya, dan Allah lah yang menyarungkan nya kembali".

Perang Yamamah telah usai, usai p**a kehidupan sang pendusta Musailamah bin Habib diujung tombak sang pembunuh singa pad...
16/04/2016

Perang Yamamah telah usai, usai p**a kehidupan sang pendusta Musailamah bin Habib diujung tombak sang pembunuh singa padang pasir.

"Perang ini", demikian tutur sang panglima "adalah perang yang paling berat yang aku lalui". Walaupun semangat jihad kaum muslimin tidak perlu diragukan dan dipimpin langsung oleh panglima yang pernah memporak-porandakan pasukan kaum muslimin di perang Uhud, tetapi tetap saja semangat yang didasari taqlid buta dan kebodohan para pendukung Nabi palsu tidak bisa dianggap remeh.

Sehingga salah satu hal pahit yang diterima kaum muslimin ialah gugurnya para penjaga wahyu di perang Yamamah. Hal ini lah yang nanti mendasari pemikiran sang mertua Nabi untuk mengajukan usul ke Khalifah Abu Bakar, agar segera mengumpulkan lembaran-lembaran Al-Qur'an.

Maka tidak ada lagi sahabat yang memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas berat ini kecuali orang yang dulu pernah menuliskan wahyu di sisi Rasulullah. Walaupun ke empat Khalifah, beserta sahabat lain seperti Muawiyah, Syuhrabil bin Hasanah, Ubay bin Ka'ab, Mughirah bin Syu'bah dan Zubair bin Al-Awwam juga menjadi penulis wahyu disisi Rasulullah, tetapi tugas berat ini dimanahkan kepada Zaid bin Tsabit yang dulu juga pernah menjadi sekretaris Rasulullah untuk berkomunikasi dengan orang-orang Yahudi.

"Engkau adalah pemuda yang berakal", demikian ucap Abu Bakar kepada Zaid, "kamipun tidak mencurigaimu macam-macam. Dahulu engkau adalah sekretaris Rasulullah, maka carilah lembaran-lembaran Al-Qur'an lalu kumpulkanlah". "Demi Allah," tegas Zaid, "Andai Abu Bakar menyuruhku untuk memindahkan gunung, tentu itu lebih mudah bagiku, daripada beliau menyuruhku untuk mengumpulkan Al-Qur'an".

Ini adalah tugas yang berat, karenanya gunung pun akan hancur jika Al-Qur'an diturunkan kepadanya. Sehingga tugas ini hanya mampu diemban oleh pemuda yang kecerdasan dan kejujurannya tiada cela.

Mulai lah Zaid mencari lembaran-lembaran Al-Qur'an, di rumah-rumah para Sahabat, menyamakannya dengan hafalan para sahabat, meminta sumpah kepada para sahabat bahwa yang mereka katakan ialah Al-Qur'an dan juga pastinya menyamakan hafalan tersebut dengan hafalan ia sendiri. Lalu disalinlah tulisan-tulisan tersebut sesuai dengan tulisan aslinya yang dibacakan oleh Rasulullah saw.

Setelah selesai penulisan ulang, dijagalah Al-Qur'an tersebut oleh khalifah Abu Bakar, lalu diserahkan kepada Umar lalu menjelang wafatnya Al-Faruq, Al-Qur'an tersebut diserahkan kepada putrinya, Hafshahzl, karena salah satu istri Nabi yang mampu menulis dan pernah menuliskan Al-Qur'an ialah Hafshah, seperti ayahnya yang pernah belajar membaca dan menulis dari Al-Walid bin Mughirah, ayah dari Khalid.

Adapun nanti di masa Utsman, ketika sang pemegang rahasia Rasulullah, Hudzaifah bin Yaman datang tergesa menghadap Khalifah setelah ia menyaksikan sendiri bacaan Al-Qur'an yang berbeda satu sama lain ketika terjadi penaklukan Armenia dan Azerbaijan. Ia langsung meminta Utsman untuk membenahi masalah ini sebelum timbul perselisihan sebagaimana dulu Yahudi dan Nasrani merubah kitab-kitab mereka.

Lalu disalinlah Al-Qur'an yang ada pada Hafshah oleh para Sahabat yang salah satunya ialah Zaid bin Tsabit, kemudian Al-Qur'an yang sudah disalin dan digandakan dikirim oleh Utsman keberbagai Negeri Islam untuk menandakan bahwa inilah Al-Qur'an yang diturunkan Allah kepada Rasulnya, yang dikumpulkan dan ditulis ulang dimasa Ash-Shidiq, sampai akhirnya Al-Qur'an tersebut sampai pada kita, yang dengannya kita mengenal mushaf tersebut dengan nama Mushaf Utsmani.

Dan tahukah kita berapa usia Zaid ketika mengemban tugas tersebut dimasa Abu Bakar? 21 tahun. Lalu bagaimana dengan kita diusia 21 tahun? ah jangankan mengumpulkan Al-Qur'an, membacanya pun kita masih terbata-bata.

"Betapa amanah pasukan ini, betapa amanah p**a panglimanya", demikian lirih Umar bin Khathab ketika harta dari Qadisiah ...
15/04/2016

"Betapa amanah pasukan ini, betapa amanah p**a panglimanya", demikian lirih Umar bin Khathab ketika harta dari Qadisiah dan Madain sampai di Madinah.

Inilah salah satu bukti kebenaran ucapan sang Nabi, ketika surat yang dibawa oleh Abdullah bin Hudzafah Ash-Sahmi dirobek-robek oleh Kisra Persia, maka Rasulullah mengingatkan, bahwa Allah nanti akan merobek-robek kerajaannya.

Dan ini terbukti dimasa kepemimpinan Al-Faruq Umar bin Khathab. Maka sang panglima perang,seorang yang dijanjikan surga dari sang Nabi, "seorang yang dimana Nabi, " demikian tutur Ali bin Abi Thalib, "tidak pernah mengumpulkan Ayah dan Ibunya kecuali untuk Sa'ad" dipilih oleh Umar dan para sahabatnya untuk menjadi panglima penaklukan Persia, setelah sebelumnya Umar sendiri yang akan memimpin pasukan perang, tetapi sang mertua, Ali bin Abi Thalib menggamit tangannya dan menyarankan agar ia tetapi di Madinah menjadi pemimpin tertinggi, dan menyerahkan kepemimpinan pasukan kepada Singa yang menyembunyikan kukunya.

Berangkatlah pasukan Sa'ad ke tanah Majusi, sampai akhirnya Allah memenangkan pasukannya di perang Qadisiyah, dan puncaknya ialah penaklukan Istana Putih Kisra di Madain.

Adapun di masa fitnah, ketika sang keponakan datang dengan menghunuskan pedangnya, dan berkata, "Wahai pamanku, sungguh tidak ada lagi yang pantas menjadi Khalifah kecuali engkau, maka di belakangku terdapat seribu pedang kaum muslimin yang dihunuskan untuk mendukung mu" Maka sang paman berkata, "Wahai anakku, sungguh aku hanya ingin satu pedang, yang jika dihunuskan kepada kaum Muslimin maka ia akan melemah, tetapi ketika dihunuskan kepada kaum Musyrikin ia akan membelah".

Inilah pribadi Sa'ad bin Abi Waqqash, maka memang benarlah apa yang disebutkan keponakannya, bahwa tidak ada lagi yang pantas menjadi khalifah dilihat dari ketaqwaan dan kedekatannya dengan sang Nabi kecuali Ia. karena diantara sepuluh sahabat yang dijamin Surga, dan diantara enam dewan Syuro yang ditunjuk Umar, hanya sa'ad lah yang masih hidup. Abu Bakar wafat dua tahun setelah wafatnya sang Nabi, Umar wafat ketika budak Mughirah bin Syu'bah berhasil menikamnya, Utsman wafat ketika kelompok sesat Syiah, Abdullah bin Saba mengepung kediamannya, Ali wafat ketika Abdurrahman bin Muljam menebaskan pedang ke arahnya, Thalhah dan Zubair wafat ketika terjadi perang Jamal dimasa Ali, Said bin Zaid wafat dimasa pemerintahan Mua'wiyah bin Abu Sufyan, adapun Abu Ubaidah ia wafat ketika terjangkit wabah Amwas dimasa Umar.

Maka tinggalah Sa'ad seseorang yang namanya terkenal dari dataran gurun Arab, sampai dataran China.

*Akhwat Only ^^
20/03/2016

*Akhwat Only ^^

Yang Penting Sunnah :)
24/11/2015

Yang Penting Sunnah :)

Address

Dusun Nganti, Jombor, Sleman
Yogyakarta City

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Stiker Dakwah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Stiker Dakwah:

Share