Belajar Investasi

Belajar Investasi Produk: Tabungan Pendidikan, Tabungan Investasi, Jaminan Kesehatan, dll.

Anda sedang mencari produk investasi untuk tabungan pendidikan anak, tabungan investasi/hari tua, jaminan kesehatan,dll, kami siap membantu Anda utk bergabung dengan perusahaan asuransi terbaik di Indonesia Commonwealth Life.

Monggo tas rajutnya... Bonus dompet kecil....
18/11/2018

Monggo tas rajutnya... Bonus dompet kecil....

31/05/2016

Jangan iri lihat orang lain berhasil, coba lihat apa yg mereka lakukan yg kita tidak lakukan.

12/04/2016

Sikap Ibu Rumah Tangga yang Bikin Sukses Berbisnis

Liputan6.com,Jakarta - Seorang ibu adalah "Bos" dalam kehidupan rumah tangga. Sebab ia bekerja tiada henti sejak pagi hingga malam. Mulai dari mengurus anak-anak, suami hingga pekerjaan rumah tangga lain yang cukup berat jika dikerjakan sendiri.

Walaupun seorang ibu hanya bekerja sendiri, kenyataannya ia mampu untuk menyelesaikan tugas utama maupun sampingan.

Bahkan seiring perkembangan zaman, lambat laun seorang ibu rumah tangga bisa mengembangkan pekerjaannya.

Selain berdiam diri di rumah, kini banyak ibu rumah tangga yang bisa memiliki penghasilan sendiri atau dikenal dengan istilah Mompreneur untuk membantu perekonomian keluarga.

Istilah Mompreneur rasanya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mompreneur adalah ibu rumah tangga yang juga menjalankan usaha di samping tugas utamanya menjadi seorang Ibu.

Seorang Mompreneur ada juga yang sudah memulai usaha sejak sebelum dirinya menjadi seorang istri dan ibu.

Jika hampir semua wanita berpeluang untuk menjadi pengusaha atau Mompreneur, itu berarti bakat ini bisa dilatih dan dikembangkan. Lantas bagaimana caranya? berikut ulasannya seperti dikutip dari cermati.com, Senin (11/4/2016):

1. Ibu Mampu Bekerja di Bawah Tekanan

Kita harus tahu,seorang ibu adalah makhluk yang mampu bekerja di bawah tekanan. Seorang ibu bisa bekerja secara multitasking, yakni melakukan beberapa pekerjaan sekaligus.

Ini berarti seorang ibu mampu bekerja di bawah tekanan. Bayangkan saja, saat seorang ibu harus memandikan anak balitanya, kemudian menyuapi, belum lagi jika anak tersebut rewel dan menangis terus.

Belum selesai menyuapi, sang ibu juga harus merapihkan pakaian suaminya, menyiapkan sarapannya dan berbagai tugas yang merepotkan lainnya.

Melihat keadaan ini, sang ibu yang bisa menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik, cocok menjadi enterpreneur, yang merupakan pekerjaan paling mudah di dunia.

2. Keterampilan Bernegosiasi

Negosiasi biasanya dilakukan oleh tenaga marketing yang mempromosikan produknya kepada seseorang. Namun, hal tersebut terlihat sangat sulit, tidak semua orang dapat sepakat dengan negosiasi yang dilakukan tenaga marketing tersebut.

Sekarang, lihatlah seorang ibu, anak-anak yang diasuhnya setiap hari selalu tidak sepakat dengan ibunya, tidak mau makan makanan yang dibuat ibunya, tidak mau minum susu, anak-anak sangat keras kepala.

Namun akhirnya, seorang ibu berhasil menaklukkan sang anak yang keras kepala dengan melakukan kesepakatan apa saja yang berhasil menaklukkan anaknya. Ini juga bukti seorang ibu cocok menjadi Mompreneur di era digital saat ini.

3. Memiliki Kreativitas dan Kemampuan Mengumpulkan Dana

Seorang ibu akan menjadi kreatif dalam hal apapun saat mengurusi rumah tangga. Membuat olahan makanan yang berbeda-beda dari sehari-harinya, membuat mainan untuk anak, menghias kamar anaknya, dan lain sebagainya.

Seorang ibu juga biasanya sangat pandai bertanya pada siapa saja. Pada tetangganya, saudaranya, pemilik warung dekat rumah, satpam pada siapa saja, sehingga ia mendapatkan banyak informasi.

Keterampilan bertanya ini adalah dana awal yang diperlukan untuk membuka suatu usaha. Sebab itu lah, usaha yang dipimpin seorang wanita bisa melalui proses yang panjang, seperti mengurus anaknya. Proses inilah yang membuat perusahaan menjadi berhasil.

4. Mengesampingkan Ego

Seorang ibu adalah sosok orang yang bisa mengesampingkan egonya. Seorang ibu tahu kapan ia harus membela dirinya, membela anaknya, kapan ia harus marah, kapan ia harus mundur saat suaminya memarahinya dan lain sebagainya.

Sikap ini juga diperlukan saat harus menjadi seorang entrepreneur. Mampu mengesampingkan ego sambil tetap menjalankan bisnis adalah strategi utama untuk membuat orang lain percaya dan mendukung usahamu. Seorang ibu mampu mengesampingkan egonya, bisa jadi dia seorang Mompreneur yang baik.

5. Terlatih Menghadapi Hari-Hari Buruk

Seorang ibu rumah tangga juga terbiasa menjalani hari buruk dalam hidupnya. Saat di mana kondisi keuangan keluarga sedang tidak baik, sementara itu anak-anaknya harus terus makan dan sekolah.

Uang yang ibu miliki, baik dari suaminya atau dari tabungan yang ia miliki, sebisa mungkin diatur olehnya saat keadaan benar-benar sulit.

Seperti seorang ibu tidak pernah menyerah dalam hal apapun, demi kebaikan keluarganya. Sikap ini juga dibutuhkan untuk menjadi seorang entrepreneur, dengan tidak mudah menyerah.

Mompreneur akan bisa menjalankan usahanya dalam jangka waktu panjang.Mengasah Bakat Dasar Anda dan Mengatur Waktu Untuk Menjadi Mompreneur.

Seorang ibu, ternyata berpeluang menjadi Entrepreneur atau Mompreneur. Sikap dasar yang sudah ia miliki dalam hidupnya, jika dilatih akan bisa menjadikan seorang Mompreneur lebih baik lagi dalam mengelola usahanya.

Hal yang terpenting adalah siapkan waktu untuk mengelola rumah tangga dan bisnis yang sedang Anda jalankan. Jangan sampai salah satunya malah menjadi terabaikan.(Nrm/Ahm)

29/01/2016

Anda Calon Pemimpin Hebat Jika Punya Sifat Ini

Liputan6. com, Jakarta - Secara garis besar pemimpin baik adalah pemimpin yang bisa membela dan melindungi, membimbing, dan mendidik orang yang dipimpin menjadi orang yang lebih baik, hebat dan lebih baik dari sebelumnya.

Pemimpin menjadi faktor penentu keberhasilan dan kemajuan bagi suatu tim. Jika anak buah dan tim mampu maju dan berkembang hebat, maka sudah pastilah maju karena ada pembimbing yang hebat di belakangnya. Namun jika suatu tim rusak dan hancur bersumber dari ketidakcakapan seseorang pemimpinya.

Lalu apa yang harus dilakukan agar mampu menjadi pemimpin yang baik. Coba perhatikan beberapa hal berikut seperti dilansir dari Entrepreneur.com, Rabu (27/1/2016), siapa tahu Anda punya salah satu sifatnya:

1. Persuasif

Persuasif, merupakan salah satu karakteristik yang cukup penting. Apakah Anda terbiasa mengajak seseorang untuk melakukan sesuatu, kemudian ia melakukannya sesuai dengan ajakan Anda?

Atau, apakah Anda ketika menawarkan suatu ide ke orang-orang, ide Anda kerap diterima?

Kalau iya, selamat. Berarti Anda memang cocok menjadi pemimpin yang baik dan hebat. Karena memang tak bisa dipungkiri, kemampuan persuasi merupakan aktivitas rutin seorang pemimpin.

2. Inspiratif

Pemimpin yang baik dan hebat tak hanya fokus untuk menghebatkan dirinya saja. Ia juga hobi berbagi ilmu, pengalaman, pembelajaran, dan kemampuan kepada orang-orang di sekitarnya.

Itu sebabnya, orang-orang di sekitarnya kerap menghargainya, dan juga menjadikannya harapan untuk meminta bantuan pertolongan.

3. Percaya diri

Sayangnya, tak banyak orang yang percaya bahwa setiap manusia telah memberikannya potensi akal yang hebat untuk berpikir.

Beruntunglah Anda, sekiranya Anda kerap memanfaatkan akal Anda tersebut untuk senantiasa percaya diri menghadapi beraneka macam problematika kehidupan.

Selain itu, ternyata sifat pede mampu menular. Di lain sisi, berarti, Anda sangatlah hebat, sekiranya Anda senantiasa percaya diri, kemudian orang-orang di sekitar Anda menjadi ikut percaya diri, karena Anda.

4. Konsisten

Setiap orang punya keinginan kesibukan rutin dalam rangka memenuhi keinginannya. Sayangnya, banyak orang yang tumbang di tengah jalan. Entah karena jenuh, tidak mampu, atau perihal lainnya.

Nah, beruntunglah Anda apabila Anda mampu konsisten dengan hal ini. Anda akan cocok menjadi pemimpin, agar bisa mengontrol mereka yang kurang konsisten di bidangnya.

5. Berpegang teguh dengan objektivitas

Sangat hebat apabila Anda bisa berpegangteguh dengan prinsip-prinsip baik yang lahir dari sikap objektif. Meskipun kadang itu sulit untuk dilakukan, sifat ini sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin

6. Tegas membuat keputusan

Membuat keputusan, adalah salah satu pekerjaan rutin seorang pemimpin. Jika Anda kerap berpegang teguh pada kebenaran, meski sangat beresiko, maka otomatis Anda pun akan senantiasa bisa membuat keputusan yang tegas.

7. Disiplin

Kedisiplinan berasal dari pemahaman yang benar akan tujuan dan cara-cara mencapai tujuan. Tentunya, pemahaman yang benar seperti itu, hanya bisa didapat melalui cara berpikir yang baik.

Maka dari itu, sekiranya Anda terbiasa berpikir yang baik tanpa ada libatan emosional, maka Anda sangat berpotensi menjadi pemimpin yang baik dan hebat. (Vna/Ndw)

25/01/2016

Tujuh Hal yang Harus Dihindari Saat Memulai Bisnis

Ada banyak hal yang harus dipelajari oleh para pebisnis, umumnya tips dan trik berbisnis yang baik dan benar. Tapi bagi Anda pemula bisnis ada juga beberapa kesalahan tentang berbisnis yang wajib Anda tahu sehingga Anda bisa menghindari semua kesalahan itu.

Hal ini akan menyangkut masa depan bisnis Anda, apakah akan berkembang atau tidak? Agar Anda tidak bingung tentang apa saja yang harus Anda hindari dalam berbisnis, berikut ini ada tujuh hal sederhana yang wajib Anda hindari dalam berbisnis:

1. Terlambat
Seorang wirausaha harus bertindak seesuai momen yang tepat. Anda harus bisa menghindari keterlamabatan apalagi jika ini menyangkut masa depan bisnis Anda, contohnya bertemu dengan klien.

Saat bertemu dengan klien wajib menghindari keterlambatan, karena ini sangat menyangkut keberlangsungan bisnis Anda. Dan rencanakan semua planning (rencana) bisnis secara terjadwal tanpa ada kata terlambat satu detikpun. Atur jadwal sedetail mungkin agar tidak ada kegiatan yang terlewat.

2. Terlalu fokus untuk cepat kaya
Wirausahawan bukan pedagang yang hanya menghitung untung dan rugi secara terus menerus. Memulai usaha dengan impian menjadi kaya raya kemungkinan besar akan membuat kecewa jika mengalami kegagalan.

Tidak ada bukti bahwa entrepreneur menghasilkan laba lebih tinggi secara rata-rata dari pekerja biasa. Terdapat banyak bukti bahwa risiko kegagalan lebih tinggi sebagai pebisnis. Ada berberapa bisnis yang harus Anda mulai dengan rugi terlebih dahulu, hal ini sangat diperlukan untuk membangun posisi bisnis Anda.

3. Salah perlakukan klien
Bagi seorang wirausahawan, pelanggan atau pembeli adalah raja. Apalagi dalam bisnis jasa. Sekali melakukan hal yang tidak dis**ai klien, maka reputasi bisnis Anda akan cacat.

Anda harus bisa mengenali seperti klien Anda dan apa saja yang ia s**a dan tidak s**a. Jangan sampai kesalahan sederhana yang Anda lakukan bisa membuat Anda kehilangan mereka.

4. Kesalahan dalam menentukan organisasi bisnis
Maksudnya untuk awal-awal berbisnis Anda membutuhkan forum bisnis yang bisa membantu Anda untuk membangun karakter entrepreneur Anda. Hal ini juga sangat membantu Anda dalam bertukar pikiran tentang bisnis.

Namun, jika salah memilih organisasi bisnis hal ini malah akan menghancurkan bisnis Anda, karena dalam organisasi bisnis itu akan ada banyak pebisnis lain. Saat Anda mendapatkan partner atau mentor yang salah mereka akan menyalahgunakan ketidaktahuan Anda tentang bisnis untuk menjatuhkan bisnis yang sedang dirintis.

5. Tidak memecahkan permasalahan sendiri
Wirausahawan hendaknya menguasai bidang usaha yang ia jalankan. Terlalu percaya pada orang lain atau menyerahkan segala keputusan kepada orang lain akan berakibat buruk pada usaha yang dikembangkan.

Beberapa orang bahkan berani menyatakan usaha itu seperti anak. Harus dirawat dan dibesarkan sendiri, mempercayakan segalanya kepada orang lain itu akan beresiko sangat besar untuk bisnis Anda.

6. Mencampur modal usaha dan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
Ingatlah, kita harus membuat kas keuangan yang cukup baik walaupun sifatnya mungkin masih sederhana. Jangan lantas menggunakan modal dan keuntungan hasil usaha untuk kebutuhan kita sehari-hari.

Jika Anda terpaksa mengambil dari kas, maka anggaplah itu pinjaman yang harus segera dilunasi. Modal usaha dan keuntungan harus dipisahkan dari keperluan sehari-hari karena jika dicampuadukkan maka akan merusak kas keuangan yang ada.

7. Senang berbisnis sendiri
Jika Anda memiliki niat untuk membuka lapangan pekerjaan, kenapa tidak berani membayar tenaga orang untuk mengerjakan sebagian tanggung jawab Anda jika usaha Anda mulai berkembang?

Hal ini menguntungkan karena Anda bisa memikirkan memperluas bidang usaha dengan ide-ide Anda yang lain tanpa terbebani secara teknis bisnis yang sudah Anda mulai lebih dulu.

Kembangkanlah bisnis Anda dan bekerjasmalah dengan mitra Anda.Hilangkan pikiran pendek Anda bahwa membayar tenaga lain akan merugikan Anda.

Itulah beberapa hal yang harus Anda hindari dalam berbisnis, bukan hanya tips dan trik yang harus Anda kuasai dalam berbisnis tetepai juga hal-hal sederhana yang ternyata bisa menjadi kesalahan Anda dalam menjalankan bisnis. (as/liputan6.com)

Sumber: ciputraway

11/12/2015

Dari Mana Harus Memulai Bisnis?
2 Hal Ini Bisa Jadi Pertimbangan Anda

Memulai bisnis adalah sebuah sebuah moment krusial dalam hidup seseorang terlebih jika ia mengorbankan suatu hal demi menjalankan bisnis tersebut. Namun terkadang memilih bisnis juga bukan suatu hal yang mudah bagi sebagian besar orang. Bukan karena ketiadaan peluang namun terkadang bisa juga terjadi karena terlalu banyaknya peluang yang bertebaran sehingga malah bingung memilih yang mana.

Tidak aneh jika seorang Chairman Garuda Food mengatakan bahwa “All Start Is Dificult” memulai adalah suatu hal yang sulit. Akan ada perubahan yang signifikan dalam kehidupan seseorang ketika seseorang memulai langkah besar. Mulai dari mindset, perilaku, keseharian dan akhirnya berdampak pada finansial dan kehidupan secara keseluruhan.

Dalam ilmu entrepreneurship dikenal seorang tokoh pengamat dari Amerika Serikat bernama Prof. Saras, D Sarasvaty P.hd yang dalam bukunya mengemukakan sebuah teori atau prinsip yang dilakukan ketika seorang memulai bisnis, yaotu teori efektuasi dan causal.

Pertanyaannya adalah teori manakah yang dapat digunakan dalam memilih sebuah ide bisnis?
Untuk lebih memahami perbedaan teori efektuasi dan teori causal dapat kita gambarkan dalam sebuah cerita sederhana sebagai berikut. Misalkan ada seorang Ibu Rumah Tangga yang ingin memasak makanan untuk keluarganya.

Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya ia memutuskan untuk membuat Sop Ayam. Ia kemudian mencari bahan-bahan yang diperlukan di dapurnya, namun ternyata ada beberapa bahan yang tidak ia miliki. Sehingga tentu saja ia harus mencari dan melengkapi bahan yang ia butuhkan untuk memasak Sop Ayam entah itu pergi ke pasar atau warung. Nah inilah penerapan dari teori causal.

Sementara jika ibu tersebut menerapkan teori efektuasi. Maka ia akan membuka lemari persedian bahan-bahan yang ada di dapur. Ia data semua bahan yang tersedia dan kemudian memasak makanan dari bahan-bahan yang ada tersebut. Ia akan memaksimalkan bahan-bahan dan peralatan yang ada untuk membuat masakan yang lezat untuk keluarganya. Sudah lebih mudah dipahami?
Lalu bagaimana penerapan teori ini dalam bisnis?
Tentu dari kedua cerita tersebut kita bisa simpulkan bahwa untuk memulai dan memilih sebuah ide bisnis. Dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

Pertama dengan berpikir Causal. Kita mungkin pernah bertanya kepada orang lain tentang bisnis apa yang cocok untuk kita jalankan? Atau bisa jadi terinspirasi oleh orang lain dan kemudian ingin mencontoh kesuksesan orang tersebut. Akhirnya kita akan berusaha mencari dan melengkapi apa-apa yang kita butuhkan untuk menjalankan bisnis tersebut. Mulai dari skill, tools dan sebagainya.

Sementara ketika kita berpikir Efektual, kita akan mencari dan memulai ide bisnis dengan mengetahui dan mengidentifikasi apa-apa yang sudah kita miliki. Temukan Skill, Tools, Network, pengalaman dan modal apapun yang sudah kita miliki untuk dapat kita maksimalkan menjadi ide bisnis.

Saran saya, mulailah dengan berpikir secara efektual terlebih dahulu. Karena Andalah yang lebih tahu ide bisnis apa yang lebih mudah dan cepat untuk segera di realisasikan.
Salam Hebat.

by Asep Permana
sumber: putuputrayasa.com

03/12/2015

Banyak hal yg terlihat sulit hanya karena kita belum tahu caranya. Jangan berhenti belajar jika tidak mau hidup dalam kesulitan.
Makin keras pertempuran, semakin indah rasa kemenangan. Makin sulit pekerjaan, semakin tinggi nilai kesuksesan.

19/11/2015

Sepuluh Jurus Agar Jadi Pebisnis Muda yang Sukses

Banyak usaha besar dan mendunia dimulai sejak pendirinya duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi. Contohnya, Microsoft dimulai dari kamar asrama Bill Gates di Harvard University, Google lahir di lingkungan kampus Stanford sebagai tugas mahasiswa komputer Sergey Brin dan Larry Page.

Menjadi miliarder seperti mereka mungkin masih jauh di awang-awang. Tetapi, tak salah jika bermimpi mendapatkan uang tambahan melalui bisnis kecil-kecilan? Nah, supaya tak salah jalan dan mendulang sukses, intip 10 tips sukses buat pebisnis muda seperti dilansir Okezone.com:

1. Lakukan apa yang kamu cintai
Semua bisnis yang diampu wirausahawan muda memiliki satu faktor umum: pendirinya mencintai apa yang mereka kerjakan. Jadi, pilihlah ide usaha kecil yang berhubungan dengan minat dan kes**aanmu, apa pun itu.

2. Ketahui keinginanmu
Apakah kamu siap meninggalkan sekolah ketika bisnismu berkembang pesat? Atau apakah kamu melihat bisnis ini hanya pekerjaan sampingan? Kemampuan menjawab pertanyaan tersebut akan membantumu mengatur waktu dan prioritas.

3. Radikal
Anak muda memiliki pemikiran yang segar, orisinil dan penuh energi. Jangan takut melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan siapa pun, misalnya membuat produk baru atau memodifikasi pasar dengan mengubah beberapa faktor seperti servis dan cara pendistribusian barang.

4. Tetap ikut aturan
Menjadi pebisnis muda bukan berarti kamu mengabaikan aturan yang berlaku. Jangan lupa untuk mendaftarkan usahamu, mencatat semua transaksi dengan baik dan membayar pajak. Mengikuti aturan sederhana ini akan membuat kamu tenang dan terhindar dari keruwetan administratif.

5. Mengatur waktu
Menjalankan bisnis sambil tetap kuliah itu susah dan penuh tekanan. Kamu perlu memahami apa saja yang perlu kamu penuhi untuk kedua peran yang dijalani, mahasiswa dan pebisnis. Kemudian, gunakan metode paling efektif untuk mengatur kegiatan usaha dan perkuliahan agar berjalan seimbang.

6. Manfaatkan fasilitas kampus
Menjadi mahasiswa bukanlah suatu cacat dalam urusan bisnis. Sebaliknya, status ini bisa mendatangkan keuntungan. Misalnya, memanfaatkan jaringan internet gratis di kampus untuk mengelola bisnis online, merekrut pegawai dari kalangan teman-teman, atau meminta saran dosen sebagai tenaga ahli di bidang mereka.

7. Cari mentor
Jangan minder berkenalan dan berteman dengan pengusaha lokal atau pebisnis dengan pencapaian gemilang. Mereka bisa menjadi mentor yang membantumu memahami risiko dan tantangan dalam sebuah bisnis. Mereka juga dapat menjadi rekan bertukar ide hingga memfasilitasimu dalam mendapatkan investor.

8. Online
Jaringan internet memungkinkan kita terhubung dengan banyak orang dalam satu waktu. Manfaatkan internet untuk berhubungan dengan para pengusaha muda sepertimu. Mereka bisa memberimu inspirasi, mengarahkan, dan memotivasimu.

9. Berbuat baik pada diri sendiri
Betapa pun teratur dan antusiasnya dirimu, ada masanya semua yang kamu jalani terasa begitu melelahkan. Jangan takut untuk menjauh sebentar dari semua kegiatan dan lakukan apa pun yang membuatmu rileks. Kamu bisa berolahraga, nongkrong dengan teman atau bermeditasi.

10. Tahan mental
Jangan terlalu terpengaruh dengan kesuksesan orang lain. Sebab, mengetahui betapa suksesnya seseorang bisa jadi malah membuat kamu tidak percaya diri dan mengalami demotivasi dalam memulai sebuah usaha.

Taklukkan mental seperti ini dengan mengingatkan diri sendiri bahwa kamu bersaing dengan diri sendiri, bukan mereka. Jadi, lakukan apa yang bisa kamu lakukan hari ini. (as)

Sumber: Ciputraway

11/09/2015

4 Perbedaan Solopreneur dan Entrepreneur yang Bekerja Sendiri

'Solopreneur” bukanlah istilah baru tetapi sudah menjadi makin relevan dalam beberapa tahun ini. Kata ini sering digunakan bergantian dengan kata “entrepreneur” tetapi masih ada perbedaan mendasar. Saat makin banyak kaum profesional yang memilih mendirikan bisnisnya sendiri tanpa niat menambah staf, maka istilah solopreneur menjadi lebih tepat.

Perbedaan antara solopreneur dan entrepreneur bisa sangat tipis, terutama sejak sejumlah entrepreneur bekerja sendiri hingga mereka bisa membesarkan bisnisnya untuk membuat sebuah tim. Namun, mereka yang memilih untuk berbisnis sendiri tanpa rencana untuk menambah staf memiliki perbedaan khas.

Para solopreneur tidak mengharapkan buyout

Seorang entrepreneur bekerja keras membangun bisnisnya namun ia tidak terlalu terikat pada konsep solopreneur. Banyak — tidak semua — entrepreneur membangun bisnisnya dengan sedikitpun harapan bahwa perusahaan yang lebih besar seperti Google akan datang dan membeli dengan harga jutaan dollar begitu bisnisnya berkembang pesat. Di satu titik, ia bisa dengan mudah berpindah ke bisnis lainnya.

Tentunya, banyak entrepreneur menolak menjual perusahaan mereka dan mengejar passion mereka sehingga ini bikanlah perbedaan yang mendasar. Namun, pembeda yang besar antara keduanya mungkin ditemui saat seorang entrepreneur bisa menjalankan bermacam bisnis selama karirnya sementara solopreneur cenderung bekerja pada satu bidang secara konsisten.

Para entrepreneur menjadi wajah bagi perusahaannya

Meski solopreneur cenderung menghabiskan waktu untuk bekerja keras membangun bisnisnya, seorang entrepreneur sering memilih untuk berjejaring dan menyebarkan kabar mengenai perusahaannya. Seorang entrepreneur mungkin sudah puas dengan hanya mengerjakan satu hal terus menerus, meninggalkan timnya untuk lebih banyak bekerja.

Para solopreneur bisa memiliki ketrampilan berjejaring yang hebat juga. Satu perbedaan mendasar ialah bahwa seorang entrepreneur mungkin lebih memilih menghabiskan waktu seharian dalam acara jejaring dan pertemuan dengan calon klien sementara solopreneur sudah puas dengan hanya mengerjakan pekerjaan mereka.

Entrepreneur adalah manajer

Saat seseorang menjadi entrepreneur sejati, bahkan sebagai solopreneur, ia menunggu saat ia bisa membangun timnya. Mungkin ia bisa memulai bekerja dengan pekerja lepas dan asisten virtual untuk mendelegasikan pekerjaan. Ia merasa nyaman memimpin sebuah tim menuju tujuan yang sama.

Para solopreneur, di sisi lain, lebih bersabar untuk merekrut pegawai. Bahkan jika saatnya datang mereka harus melakukan outsourcing dalam bekerja atau memasukkan seorang anggota tim baru, seorang solopreneur mungkin harus melakukan pitching dan melakukan banyak pekerjaan sendirian. Ia bahkan mungkin kesulitan meninggalkan pekerjaan, karena ia hanya ingin bekerja dan menumbuhkan bisnisnya.

Para solopreneur adalah pekerja

Meski entrepreneur bisa bekerja lebih keras dari orang lain, seorang solopreneur ialah pekerja keras secara alami. Jika sebuah pekerjaan harus diselesaikan, fokusnya ialah menyelesaikan secepat mungkin dengan baik. Karena itulah, generasi baru pekrja lepas dan pemilik bisnis kecil mulai muncil dengan kaum profesional yang puas dengan memiliki satu bisnis saja tanpa bermaksud mempekerjakan orang lain.

Para entrepreneur, di sisi lain, tak bermasalah saat harus mendelegasikan pekerjaan bahkan jika mereka harus menunda proses itu hingga mereka punya cukup dana untuk memasukkan pekerja lain. Mereka sadar makin cepat mendelegasikan pekerjaan, mereka akan lebih cepat bisa fokus pada upaya lain yang lebih berguna bagi perkembangan dan kemajuan bisnis mereka.

Perbedaan antara solopreneur dan entrepreneur mungkin sulit ditemui terutama karena begitu banyak entrepreneur memulai bisnisnya sendiri tanpa orang lain. Namun, pola pikir dan mindset solopreneur dan entrepreneur berbeda tipis dan dengan memperhatikan perbedaan-perbedaan tadi, Anda bisa membedakan keduanya. (ent/ ap)

sumber: ciputraway

01/09/2015

1.200 Orang Kaya Dunia Hindari Satu Pola Pikir Ini

Dream - Orang kaya cenderung memiliki pemikiran yang berbeda dari kebanyakan orang. Mereka punya mentalitas dalam setiap tindakan; mereka berpikir tentang uang secara logis dan mereka melihat uang sebagai teman.

Itulah yang ditemukan Steve Siebold, jutawan mandiri dan penulis "How Rich People Think," setelah mempelajari lebih dari 1.200 orang terkaya di dunia selama 30 tahun terakhir.

Kendari memiliki pemikiran berbeda, penelitian Siebold menunjuka jika ada satu pola pikir dari 1.200 orang kaya yang sama. Mereka cenderung menghindari nostalgia.

Di saat kebanyakan orang terlena dengan manisnya masa lalu, orang-orang kaya bermimpi untuk masa depan dan selalu optimis tentang segala sesuatu yang akan datang.

"Orang-orang yang hanya memikirkan hari-hari terbaik di belakang mereka jarang mendapatkan kaya, dan sering mendapatkan ketidakbahagiaan dan depresi," Siebold menulis dalam bukunya.

Siebold menambahkan jutawan mandiri menjadi kaya karena mereka bersedia untuk bertaruh tentang diri mereka sendiri, termasuk tentang impian, tujuan, dan ide-ide mereka di masa depan yang mungkin penuh risiko.

Pola pikir yang berorientasi masa depan ini tidak berarti mereka benar-benar mengabaikan masa lalu, Siebold menekankan. "Mereka menghargai dan belajar dari masa lalu saat berada di masa sekarang dan memimpikan masa depan."

Tak hanya bermimpi, Siebold mengatakan orang-orang kaya yang sukses menghabiskan waktu tanpa kenal lelah dan bersabar untuk merencanakan serta mewujudkan impian mereka.

Kemampuan untuk menghindari nostalgia dan melihat ke arah masa depan yang tidak diketahui arahnya itu telah membentuk keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Bahkan mereka sangat berharap bisa keluar dari zona nyaman dan mendapat tantangan di masa depan.

"Selalu ada harga yang harus dibayar untuk menjadi kaya, tetapi jika mereka memiliki ketangguhan mental untuk menahan rasa sakit sementara, mereka dapat menuai hasil kekayaan melimpah selama sisa hidup mereka," ujar Siebold.

(sumber: dreamcoid)

03/08/2015

Kenali Bahasa Tubuh Orang Sukses

Tidak hanya cara berbicara, tetapi “body language” alias bahasa tubuh seseorang juga turut berperan dalam menentukan kesuksesan. Nah kita tahu bahwa orang sukses biasanya melakukan segala sesuatu dengan cara yang berbeda dari orang biasa. Lantas bagaimana dengan body language mereka?

Mari kenali 10 bahasa tubuh khas orang sukses:

1. Senyum di waktu yang sesuai: Senyum adalah salah satu “alat” untuk memperoleh kepercayaan dan penerimaan dari orang lain secara instan. Namun yang harus diingat adalah mengetahui kapan waktu yang tepat dan sesuai untuk melakukannya. Tersenyumlah ketika Anda bertemu dengan seorang yang baru atau memberikan feedback pada atasan Anda. Namun jangan tersenyum ketika Anda sedang membahas kegagalan mencapai target, atau kenapa hubungan Anda tidak berjalan baik. Tersenyum di waktu yang tidak tepat justru akan menyampaikan rasa ketidakamanan dan kurang percaya diri.

2. Jabat tangan yang kuat: Jabatan tangan Anda bisa memberikan gambaran apakah Anda orang yang percaya diri, dominan atau tidak. Pada saat interview kerja, pertemuan dengan rekan atau calon klien bisnis, dengan orang baru dan lain sebagainya, pastikan jabat tangan mereka dengan baik dan kuat. Akan tetapi tetap terkendali jangan sampai menyakiti lawan bicara karena Anda terlalu bersemangat.

3. Ekspresi wajah: Setiap orang senang untuk didengarkan, menjadi pendengar menunjukan rasa hormat, ketertarikan, dan kepercayaan. Fokus ke “facial triangle”’ (kedua mata dan bibir) ketika Anda berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu “facial triangle” juga akan mencegah kontak mata langsung yang bisa menjadi terlalu intens.

4. Jangan menggosok telapak tangan, wajah atau leher: Ketiganya merupakan bahasa universal yang menundukkan tanda gelisah, cemas dan stres. Menunjukkan bahwa Anda tidak bisa mengatasi tugas yang diserahkan, atau Anda khawatir tentang bagaimana hasil kerja, usaha bisnis atau image Anda di mata orang lain. Hal ini juga menunjukkan bahwa Anda kurang percaya diri, yang akan membuat orang lain kurang percaya pada diri Anda. Orang yang sukses tidak akan melakukan ketiga hal tersebut, tidak secara terbuka. Orang sukses lebih menunjukkan rasa aman dan kekuatan mereka meskipun harus melawan segala kemungkinan.

5. Steeple hand gesture (menyatukan jari-jari kedua tangan Anda dan membentuk seperti menara): Jika Anda ingin terlihat sebagai orang yang menarik, pintar dan percaya diri maka lakukanlah gesture yang sering digunakan oleh para politisi untuk menunjukkan bahwa mereka bisa dipercaya dalam mengemban tugas. Gesture ini sangat baik digunakan di lingkungan yang formal, saat berbicara dengan supervisor Anda dan dengan sendirinya kredibilitas Anda akan meningkat.

6. Anggukan kepala: Seringkali tanpa sadar, anggukan kepala ketika berbicara menandakan persetujuan. Tapi jika dilakukan terlalu sering justru akan mengurangi kredibiltas Anda dan menunjukkan bahwa Anda orang yang mudah setuju atau mudah dikendalikan. Baik ketika berbicara dengan atasan, karyawan, atau rekan kerja sebaiknya kendalikan kebiasaan anggukan kepala Anda. Tunjukkan pendirian Anda. Jika memang tidak setuju, Anda bisa mengungkapkannya dengan cara yang baik dan sopan.

7. Power pose: Power pose ini seperti pose superhero. Hasil penelitian menunjukkan pose ini tidak hanya membuat orang lain melihat Anda sebagai sosok yang percaya diri dan memiliki power, tapi juga secara otomatis akan membuat Anda merasa demikian. Melakukan pose ini sebelum berhadapan dengan situasi yang mungkin memiliki risiko tinggi akan membantu meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi hormon stres di tubuh.

8. Jangan memalingkan wajah dari lawan bicara: Jangan lakukan karena akan menunjukkan semua hal yang negatif. Mulai dari rasa takut, cemas, tidak percaya, minder dan lain sebagainya.

9. Postur tubuh yang baik: Postur tubuh bisa memengaruhi Anda baik secara fisik maupun mental. Postur tubuh yang tegak tidak hanya baik untuk kesehatan dan penampilan Anda tapi juga bisa mengundang rasa hormat. Akan sulit bagi lawan bicara untuk melihat Anda sebagai orang yang setara atau lebih superior jika postur tubuh Anda membungkuk seperti orang yang lunglai.

10. Jangan memberikan gesture yang berlebihan (lebay): Gerakan gesture yang berlebihan dalam usaha untuk menunjukkan bahwa Anda orang yang antusias atau percaya diri justru bisa menjadi senjata makan tuan. Akan sulit menganggap serius orang yang terlalu terlihat flamboyan.

Ada banyak cara untuk menjadi orang sukses, kesuksesan bisa dimulai dari langkah kecil. Salah satunya adalah dengan mengubah sikap, perilaku dan pembawaan diri ketika berhadapan dengan orang lain.

Oleh Tim AndrieWongso

Address

Yogyakarta City

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Belajar Investasi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Belajar Investasi:

Share