30/11/2016
[ ]
Sejak diterapkannya Operasi Militer di Wilayah Maungdaw, Rakhineb pada 9 Oktober 2016, perkembangan informasi dari hari ke hari tertutup dan cenderung bias.
Deputi Head of Office UN-OCHA Myanmar, mengakui sangat sedikit kabar yang bisa diberikan kepada publik mengenai situasi terkini di Maungdaw karena jurnalis dan organisasi kemanusiaan belum diperbolehkan masuk ke āOperation Zoneā.
Arakan Rohingya National Organization (ARNO) menyatakan, "Sejak 12 November angkatan bersenjata Myanmar melakukan penyerangan dan tindakan kekerasan terhadap warga Rohingya menggunakan helikopter tempur, tank dan artileri. Ada anggota keluarga ditembak mati. Mereka yang melarikan diri karena ketakutan, dihadang dan dibunuh oleh tembakan senapan mesin di sawah, lembah-lembah dan sungai-sungai.
Human Right Watch (HRW) melalui citra satelit pada tanggal 10-18 November 2016, mendeteksi setidaknya terdapat 820 rumah hangus terbakar di 5 desa etnis Rohingya. Dari 820 bangunan hancur, 255 berada di desa Yae Khat Chaung Gwa Son; 265 di Dar Gyi Zar; 65 di Pwint Hpyu Chaung; 15 di Myaw Taung; dan 220 di Wa Peik (selain 100 yang hancur sebelumnya) (ACT Indonesia).
Paguyuban SosMas UGM mengundang teman-teman semua untuk berdiskusi mengenai keadaan terkini dan mencari tahu akar permasalahan dari kejadian di Rohingnya bersama sama dengan ACT Yogyakarta. Lalu, diskusi dilanjutkan dengan Aksi Simpatik yang akan dilaksanakan pada 2 Desember 2016.
Tempat Diskusi dan Briefing Aksi Simpatik
Narasumber: Agus Budi Hariyadi (ACT Yogyakarta)
Rabu 30 November 2016, Segi Delapan Masjid Kampus.
Pukul 15:30 - Selesai
Aksi Simpatik
Jumat 2 Desember 2016
CP
+6285770350259 (Dira)
+6281365950069 (Rivol)
Paguyuban Sosial Masyarakat UGM
Jamaah Shalahuddin UGM
Kementerian Sosial Masyarakat
Kabinet Inspirasi Indonesia
BEM KM UGM 2016