Daewoo Securities Solo

Daewoo Securities Solo KDB Daewoo Cabang Solo Baru, Broker Saham Online Pertama & Terbesar di Indonesia
Investasi Saham Mulai 10jt saja, Gratis Training Edukasi setiap bulan

Mirae Asset News:Greed is Never Good !Kalimat ini, Greed is Good, adalah ucapan di film Wall Street. Bahwa kita harus me...
18/03/2017

Mirae Asset News:
Greed is Never Good !

Kalimat ini, Greed is Good, adalah ucapan di film Wall Street. Bahwa kita harus menjadi serakah dan meraup segalanya untuk menjadi kaya dan sukses. Benarkah demikian?

Apalagi ada embel - embel dari Warren Buffet, be greedy when others are fearful and be fearful when others are greedy. Jadilah serakah ketika yang lain takut, dan takut lah ketika yang lain serakah.

Mari kita lihat satu per satu. Yang pertama, Greed is Good. Apakah dengan mengembangkan sifat serakah, keinginan untuk meraup segalanya akan membuat kita berhasil? Jawaban kami sih gampang. Kita tidak akan pernah berhasil jika kita punya sifat serakah dan mementingkan diri sendiri. Cara kerjanya tidak demikian. Kesuksesan hanya akan diraih jika kita mulai memikirkan orang lain dan bekerja untuk itu. Orang lain bisa keluarga, lingkungan, negara, atau dunia. Tergantung kapasitas kita.

Ini sejalan dengan apa yang dikatakan Steve Jobs, stay foolish stay hungry. Artinya selalu lah merasa bodoh dan berusaha meningkatkan kapasitas dan selalu merasa lapar akan ilmu. Ini kebalikan dengan apa pemahaman dunia yang puas dengan kapasitas diri mereka dan selalu lapar akan barang-barang, makanya selalu meningkatkan daya konsumsi mereka. Orang-orang besar adalah kebalikan dari ini, mereka puas akan kepemilikan mereka dan tidak puas dengan siapa mereka, makanya terus menerus mencari ilmu.

Kemudian quote dari Warren Buffet, kami melihat ini lebih pada sikap positif alih-alih berusaha memakan yang lain. Ketika orang panik maupun serakah, kita sendiri haruslah tenang melihat apa adanya. Bagaimana caranya, nanti bisa dibaca di bawah.

Balik lagi ke greed, atau keserakahan, ada 8 hal yang jika kita lakukan akan menjatuhkan kita cepat atau lambat. Jika kita melakukan sesuatu karena di dorong oleh keinginan untuk mendapat untung, terkenal, dipuji, dan kenyamanan, serta penolakan terhadap rugi, terkucil, dihina, dan penderitaan, maka kita akan selamanya terjebak lingkaran seperti marmut memutar roda di kandangnya.

Kita harus melihat melampaui ini. Toh di bursa, kita sebagai investor adalah orang-orang yang sudah punya kelebihan uang sehingga bisa berinvestasi. Jika tidak, kita akan gampang tertipu kondisi yang ada. Saham jelek lagi naik di kejar, saham bagus malah ditinggalkan karena pelan, tawaran investasi ga jelas diambil hanya karena adanya janji keuntungan yang besar.

Sekarang, bagaimana cara kita melampaui ini, apakah harus tinggi, atau punya banyak harta dulu? Jawabannya sederhana. Dengan melakukan lebih banyak kebaikan terhadap sesama lah, baru kita bisa punya ketenangan diri untuk melihat banyak hal apa adanya. Air keruh tidak akan pernah kelihatan dasarnya. Hanya air jernih yang bisa terlihat apa isinya. Dengan kebaikan, kita tidak kuatir ada masalah yang menghalangi kita, karena kita telah melakukan yang terbaik.

Kebaikan sendiri tidak perlu lah spektakuler, lakukan dalam kehidupan sehari-hari saja, respeklah pada kehidupan dengan hidup sehat, respeklah pada hak milik dengan hidup sederhana, respeklah pada hubungan dengan hidup setia, respeklah pada perkataan dengan hidup jujur, dan respeklah pada pikiran kita dengan hidup mindfulness (berkesadaran penuh).

Jika kita menjaga 5 hal ini, maka keputusan investasi kita akan lebih baik, dan pada akhirnya hasil yang dicapai juga akan lebih baik. Mana mungkin kita bisa berinvestasi dengan mantap jika sering sakit, takut kehilangan barang, selalu ribut dengan lingkungan, tidak percaya perkataan orang, dan pikiran kita selalu terombang-ambing.

Lihatlah semua orang yang berhasil, semua memiliki kualitas baik yang bisa di contoh orang lain. Dan 2 jenis orang yang paling patut menjadi tempat kita melakukan kebaikan, 1nya adalah orang tua, dan 1 lagi adalah guru. Merekalah yang paling berjasa dalam hidup kita.

Pada akhirnya, Greed is Never Good, dan kebaikan ada di atas segalanya. Pada akhirnya, Gordon Gecko, tokoh di film itu juga ingin melakukan kebaikan.(-indonesia)

T.me/MiraeAssetnews

Info Research, Jadwal Edukasi, Tutorial HOTS Street Voice, Rekomendasi Saham* *Khusus Group VIP ~~~~ Opening Account MiraeAsset Sekuritas: - Call/WA 087835702233 Special Offer: > Free Group VIP > Free Merchandise *Not MiraeAsset official

03/08/2016

*Daewoo Technical Desk 3 Agustus 2016*
by _Heldy Arifien ([email protected]) _

*IHSG* (_Hold_) :
Bargain hunting pada perdagangan kemarin masih berlanjut, dengan membukukan rekor harga baru di 5,386.56, dalam _kondisi overbought di 92.24 stochastic_ . Waspadai *Formasi Shooting Star* yang membayangi pergerakan IHSG, yang mencoba untuk menguji penetrasi resistensi terdekatnya di level 5,395;

Trend: _DistributionPhase_
EMA(5,20) Signal: _Buy_
Stochastic Signal: _Neutral/Hold_
Market Breath: _Trading_
R(2): 5,425.14
R(1): 5,393.36
S(1): 5,304.69
S(2): 5,247.81 – Stop Loss
Note: Kami perkirakan IHSG akan mencoba bergerak dalam rentang 5,245-5,395.

Menu Santap Saham Daewoo Pagi ini;
Top Picks (Trading Buy): UNTR SMGR UNVR ICBP GGRM ADHI WSKT LPPF
On Screen: PSAB SRIL SSIA SMBR BJBR

*_(Detail to Follow)_*

01/08/2016

*Daewoo Technical Desk 1 Agustus 2016*
by _Heldy Arifien ([email protected]) _

*IHSG* (_Hold_) :
_Kondisi oversold pada titik 13.34 stochastic_ merupakan peluang bagi IHSG untuk kembali kedalam area positif serta menguji resistensi 5,235-5,240, namun demikian, secara umum IHSG memasuki area konsolidasi jangka pendek;

Trend: _DistributionPhase_
EMA(5,20) Signal: _Buy
Stochastic Signal: _Neutral/Hold_
Market Breath: _Trading_
R(2): 5,330.42
R(1): 5,302.39
S(1): 5,245.87
S(2): 5,217.37 – Stop Loss
Note: Kami perkirakan IHSG akan mencoba bergerak datar dalam rentang yang serupa, di area 5,240-5,300.

Menu Santap Saham Daewoo Pagi ini;
Top Picks (Trading Buy): LSIP AALI HMSP GGRM UNVR
Top Picks (Sell On Strength): INAF JPFA
On Screen: SOCI ELSA SSIA SSMS

01/08/2016

Daewoo Global Market

US

Indeks S&P 500 menguat namun tidak berhasil menutup perdagangan Jumat dengan rekor tertinggi barunya, dan Nasdaq Composite mencatatkan penutupan terbaiknya dalam lebih dari satu tahun karena Wall Street menepis kekhawatiran sebelumnya tentang lesunya pertumbuhan domestik kuartal kedua. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup di wilayah negatif, dipicu oleh penurunan 1,5% pada saham McDonald.

Sebelumnya, data ekonomi mengecewakan sempat memukul sentimen. Ekonomi AS tumbuh dengan laju yang lebih lambat dari yang diharapkan pada kuartal kedua. Tingkat pertumbuhan tahunan 1,2% dikarenakan penurunan besar pada investasi bisnis, menurut Departemen Perdagangan. Sementara itu, pertumbuhan kuartal pertama juga turun ke tingkat tahunan 0,8% dari estimasi sebelumnya kenaikan sebesar 1,1%.

Berita ekonomi: Perkiraan pertama untuk GDP kuartal kedua berada di 1,2% yoy, jauh di bawah ekspektasi sebesar 2,6%. Ekspansi ekonomi ini bisa menggagalkan niat Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga secara bertahap.
Persediaan bisnis kuartal kedua turun untuk pertama kalinya sejak 2011. Sementara itu, indeks biaya tenaga kerja naik 0,6%.

Sebelum itu, kekecewaan atas aksi pelonggaran Bank of Japan juga menekan sentimen.
BOJ tidak membuat perubahan baik pada kebijakan suku bunga atau program pembelian obligasi. Namun, bank sentral meningkatkan pembelian ETF menjadi 6 triliun yen ($ 57 miliar) per tahun dari sebelumnya 3,3 triliun yen.

Europe

Saham-saham Eropa ditutup menguat seiring dengan menguatnya saham bank menjelang rilis hasil stress-test untuk industri dan investor bereaksi terhadap sejumlah laporan kuartalan.

Data ekonomi: Saham-saham sedikit bergerak setelah data dari lembaga statistik Uni Eropa menunjukkan produk domestik bruto zona euro tumbuh 0,3% pada kuartal kedua, lebih lambat dari pertumbuhan kuartal pertama sebesar 0,6%. Pembacaan awal GDP kuartal kedua sesuai dengan ekspektasi. Sementara itu, inflasi untuk bulan Juli 0,2%, lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan 0,1%.

29/07/2016

Market Review 29 Juli 2016
(Investment Information Team, Daewoo Securities Indonesia)

Setelah menguat empat hari berturut-turut sejak awal pekan ini, IHSG menutup perdagangan awal pekan ini dengan mencatatkan pelemahan sebesar 1.57% (83 poin) ke level 5,215.99. Hingga akhir perdagangan tercatat 148 saham menguat, 186 saham melemah, 95 saham tidak mengalami pergerakan dan 185 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Sektor-sektor ditutup variatif hari ini, sektor miscellaneous industry menguat tertinggi dengan ditutup naik 3.69%. Sementara sektor consumer mengalami pelemahan terdalam diantara sektor lain dengan ditutup turun 5.40% didorong oleh saham HMSP (-9.7%), UNVR (-5.7%) dan ROTI (-5.1%). Bursa saham Asia juga ditutup melemah pada perdagangan hari ini didorong oleh kekecewaan para pelaku pasar terhadap stimulus baru Bank of Japan (BoJ). BoJ memutuskan perluasan stimulus moneter dengan meningkatkan pembelian exchanged traded funds (ETF), namun mempertahankan target tahunan untuk perluasan basis moneternya senilai 80 triliun yen dan menahan laju pembelian obligasi negara, serta tidak mengubah suku bunga acuan pada posisi -0.1%. Di tengah pelemahan IHSG, investor asing masih mencatatkan net buy senilai Rp 1.58 triliun di seluruh Pasar pada perdagangan hari ini. US Dollar ditutup menguat 0.11% terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menjadi Rp 13,112 terhadap US Dollar di akhir perdagangan pekan ini.

Advance Stocks:

- ASII: ASII melaporkan penurunan kinerja pada Semester I 2016 sebesar 11,55% dengan laba bersih menjadi Rp7,12 triliun dibanding Rp8,05 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan kinerja disebabkan oleh pendapatan perseroan yang mengalami penurunan dari sebesar 4,65% dari Rp92,51 triliun pada tahun lalu menjadi Rp88,21 triliun. Dari perspektif technical perdagangan hari ini ASII ditutup menguat Rp300 (+4.04%) ke level Rp7,725 dengan lonjakan volume harian 82.09% melebihi rata rata volume mingguan, ASII bergerak dalam area uptrend channel dengan volatilitas dan likuiditas volume harian yang cenderung meningkat mengindikasikan optimisme dan antusias partisipan pasar yang meningkat dalam jangka pendek, dengan fluktuasi harian dalam kisaran Rp200 (+2.5%) saham ASII bergerak dengan rentang deviasi lower channel di level Rp7,175 dan upper channel di level Rp7,800.

- BWPT: Harga saham naik seiring dengan akan ditandatanganinya perjanjian akusisi BWPT oleh Felda Global Ventures Holdings Bhd (FGV) yang memiliki total nilai akuisisi mencapai US$679 juta. Terlepas dari berita akuisisi tersebut, BWPT mencatatkan rugi bersih senilai Rp 206,77 miliar pada 1H16 dibanding 1H15 disebabkan oleh penurunan pendapatan sebesar 26,67% menjadi Rp 1,10 triliun dibanding Rp 1,5 triliun tahun lalu. Dari perspektif technical perdagangan hari ini BWPT ditutup menguat Rp20 (+9.34%) ke level Rp234 dengan lonjakan volume harian 127.84% melebihi rata rata volume mingguan, dalam jangka pendek BWPT bergerak dalam area konsolidasi dengan volatilitas dan likuiditas volume harian yang cenderung meningkat mengindikasikan optimisme dan antusias partisipan pasar yang meningkat seiring naiknya harga, dengan fluktuasi harian dalam kisaran Rp14 (5.9%) saham BWPT bergerak dengan rentang oversold dilevel Rp212 dan overbought dilevel Rp250.

- INCO: INCO mencatatkan rugi bersih sejumlah USD20,04 juta dibanding laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sejumlah USD41,27 juta, disebabkan oleh penurunan pendapatan pokok perseroan sebesar 39,75% dari USD409,57 juta pada tahun lalu menjadi USD246,84 juta. Harga saham INCO naik tipis 0.78% atau Rp20 ke level Rp2,560 pada hari ini.

Decline Stocks:

- PTBA: Harga saham PTBA ditutup turun 3.66% (Rp375) ke level Rp9,850 seiring dengan penurunan laba bersih pada 1H16 sebesar 9,73% YoY menjadi Rp 711,77 miliar dibanding tahun lalu Rp 795,16 miliar seiring dengan meningkatnya beban pokok menjadi Rp 5,10 triliun dari Rp 4,79 triliun tahun lalu.

- SMBR: SMBR membukukan penurunan laba bersih pada 1H16 sekitar 38.83% menjadi Rp102,504 miliar jika dibandingkan periode serupa tahun lalu mencapai Rp167,586 miliar, dipicu oleh melemahnya harga jual sekitar 2,85% menjadi Rp926.302 per ton pada 1H16 dari Rp953.529 per ton tahun lalu. Dari perspektif technical perdagangan hari ini SMBR ditutup melemah Rp30 (-3.57%) ke level Rp810 tanpa lonjakan volume harian, dalam jangka pendek SMBR bergerak dalam area uptrend channel dengan volatilitas yang relatif tinggi dan likuiditas volume harian yang cenderung turun mengindikasikan rendahnya optimisme dan antusias partisipan pasar, dengan fluktuasi harian dalam kisaran Rp55 (6.7%) saham SMBR bergerak dengan rentang deviasi lower channel dilevel Rp685 dan upper channel dilevel Rp850.

29/07/2016

SSIA: 670-680 akan menjadi titik penentu arah dari harga selanjutnya ... Breakout (dibutuhkan lebih dari 2 candle konfirmasi) level tersebut, akan membawa SSIA ke 763-765

ELSA: mirip dengan SSIA, penetrasi atau breakout resistensi 520-530 akan mendorong ELSA menuju resistensi target berikut di 600-620 .. ASRI juga punya celah di 26/6/2016 yang akan ditutup kedepannya di 605

ASRI: ini agak tricky pak .. dari oscillator indikator, harga akan memasuki area konsolidasi/koreksi .. tapi target breakout 535 ini akan mendorong ASRI ke 590

29/07/2016

Daewoo Securities Embun Pagi (July 29, 2016)
Research Team ([email protected])

Market Comment by Taye Shim ([email protected])
Kami berharap investor untuk tetap absen menjelang hasil pertemuan kebijakan BoJ hari ini. Arus dana asing masih tetap menguntungkan sebagaimana foreigners net bought saham IDR545milyar kemarin. sentimen investor tampaknya berada di wilayah positif yang mengingat 1) kemungkinan lebih tinggi dari upside surprise untuk 2Q16 pertumbuhan PDB (konsensus pasar 5.0% YoY vs kami 5.1%), 2) tax amnesty fund flows, dan 3) reshuffle kabinet. # WATCH OUR FOR OIL PRICE FALL: Harga minyak mentah turun 20% menjadi USD41/b vs puncak baru-baru ini (8 Juni @ USD51/b). Perhatian investor pada Garuda Indonesia untuk mendapatkan traksi (saham GIAA naik 3.4% kemarin).

Market Indicator
JCI: 5,299.21 (+0.47%)
EIDO: 25.84 (+0.06%)
DJIA: 18,456.35 (-0.09%)
FTSE100: 6,721.06 (-0.44%)
USD/IDR: 13,098 (-0.30%)
10yr GB yield: 6.97% (-4bps)
Oil Price: 41.14 (-1.86%)
Foreign net purchase: IDR544.8bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: TLKM, INDF, PGAS, WSKT, BMRI
TOP SELL: BBRI, GGRM, ASII, LPPF, ICBP

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
PGAS, TLKM, BBRI, BBCA, ASII

Technical Insight by Tasrul ([email protected])

*IHSG: hari ini cenderung naik namun mulai terbatas, perkiraan trading range hari ini 5,257-5,321. Indikator MFI Optimized relatif flat dan indikator RSI Optimized cenderung naik lebih lajut dengan volume tembus rata-rata.
*ASRI: trading buy, trading range hari ini 532-565. Indikator MFI Optimized dan indikator W%R Optimized masih cenderung naik dengan volume tembus rata-rata.
*KIJA: trading buy, trading range hari ini 295-316. Indikator MFI Optimized dan indikator W%R Optimized naik lebih lanjut dengan dukungan volume tembus rata-rata.
*PPRO: trading buy, trading range hari ini 530-575. Indikator MFI Optimized dan indikator W%R Optimized masih cenderung naik lebih lanjut dengan volume tembus rata-rata.

Daewoo Indonesia Equity Movers
Investment Information Team ([email protected])

*Persediaan gas alam AS naik 17 miliar cubic feet pekan lalu: EIA
*Defisit perdagangan Juni AS melebar ke $63,3 miliar
*Klaim pengangguran AS naik 14.000 ke 266.000
*Inflasi Jerman naik ke 0,4% pada Juli dari 0,3% pada Juni

*ASII +0,6%. Laba bersih Astra International turun 12% pada 1H16 ke Rp7,11 triliun. Pendapatan bersih turun sebesar 5% ke Rp88,2 triliun.
*UNTR +1,4%. Pendapatan 1H16 turun 10% ke Rp22,6 triliun. Laba bersih turun 46% ke Rp1,9 triliun.
*ASRI +8%. Alam Sutera Realty terima setoran jaminan Rp1,45 triliun dari China Fortune Land Development Co Ltd.
*BJBR +8,1%. Laba bersih Bank BJB naik 56,3% ke Rp905 miliar. NII naik 25,9% yoy.
*ACST -2%. Pendapatan Acset naik 70,9% ke Rp943,7 miliar pada 1H16. Laba bersih Rp32,8 miliar vs RP5,23 miliar.
*BNLI -1,4%. Bank Permata rugi Rp 836 miliar pada 1H16 dari laba Rp 837 miliar pada 1H15.
*MYRX 0,0%. Hanson siap menggandeng Malaysia untuk mengembangkan lahan seluas 1.000 Ha di Maja.

Daily write up
The mainstay soap opera in prime time by Nur Marini ([email protected])
-Menurut data Nielsen belanja iklan TV yang tumbuh 33% YoY di 1Q16. Penonton Indonesia juga menunjukkan nafsu belanja yang baik untuk media, terutama di televisi.
-We conducted a survey about audience preference on television channel: 33,3% dari responden kami memilih SCMA: Berdasarkan survei kami, SCMA (SCTV dan Indosiar) menjadi dominan, dengan 18,0% penonton mengatakan bahwa mereka menonton Indosiar pencarian bakat pertunjukan yang disebut "Stand Up Comedy 2" (Indosiar)
-28,6% dari responden kami memilih MNCN: 21% menonton "Anak Jalanan" (RCTI), 5% melihat "Upin dan Ipin" (MNCTV), dan 2,6% lihat "Big Movies" (GlobalTV).

Initiation report
Media - Prime time to overweight by Christine Natasya ([email protected])
-Kita menyukai SCMA karena: 1) gearing rendah dan free cash flow (FCF) tinggi, 2) rasio dividend payout tinggi, dan 3) ROE tinggi dibandingkan lain.
-Untuk MNCN, kami menyukai perusahaan karena 1) pangsa pemirsa yang kuat, 2) power ratio tinggi, 3) fakta bahwa itu adalah satu-satunya operator TV yang telah terintegrasi dengan fasilitas studio yang terletak di salah satu daerah di Kebon Jeruk, (studio kompleks MNC ).
-Kami memproyeksikan pertumbuhan pendapatan untuk kedua MNCN dan SCTV akan melompat pada 2Q, sebagian besar disebabkan oleh sahur efek.

Company update
Pakuwon Jati (PWON) - 2Q16 Review: Fully valued by Franky Rivan ([email protected])
-Seperti yang telah kami ekspektasi, Pakuwon Jati (PWON) melaporkan laba kurang baik di 2Q16. Pendapatan, laba kotor, laba usaha, dan laba bersih masing-masing turun 5%, 17.5%, 23.3%, dan 17.3% YoY.
-Pendapatan dan laba bersih masing-masing mencapai 39.6% dan 54.8%, terhadap estimasi setahun penuh kami.
-PWON membukukan marketing sales kurang baik di 2Q16 yaitu IDR546bn vs 1Q16 sebesar IDR594bn (turun 8.1% QoQ). Kami masih yakin bahwa PWON akan mampu mencapai target marketing sales, meskipun kinerjanya yang lemah di 1H16.
-Pendapatan property-leasing 2Q16 sebesar IDR486.3bn vs 1Q16 sebesar IDR475.8bn (naik 2.2% QoQ). Kami berharap pendapatan property-leasing PWON akan tetap tetap stabil seterusnya.
-Kami upgrade target harga PWON ke IDR700/lembar (dari IDR650/lembar), terutama karena risk-free rate yang turun membawa kami untuk menurunkan biaya modal PWON. Namun, kami menurunkan rekomendasi kami menjadi Hold dari Buy karena harga saham baru-baru ini telah naik tinggi mendekati target harga kami. Kami lihat valuasi PWON cukup mahal sekarang ini.

Flash focus
Vale Indonesia (INCO): Earnings improvement in 2Q16 by Andy Wibowo Gunawan ([email protected])
-For 2Q16, Vale Indonesia (INCO) posted revenue of USD138.1mn (+27.0% QoQ). Furthermore, INCO managed to narrow its net loss to –USD4.6mn in 2Q16, from –USD15.4mn in 1Q16.
-We ascribe INCO’s revenue and net profit improvements to increased sales volume (20,245 tonnes, +32.2% QoQ) and higher average selling price (USD6,823/ton, +3.1% QoQ).
-In addition, INCO’s 1H16 revenue print represents 42.7% of the consensus full year estimates.
-On the bottom line, full year net profit consensus estimates stand at USD800,000. INCO plans to produce approximately 80,000 tonnes of nickel and aims to maintain its efficiency to secure competitiveness over long-term.

Flash focus
First glance on ASII’s 2Q16 results by Christine Natasya ([email protected])
-After the market close on July 28, Astra International (ASII/ Not rated) released its 2Q16 result. The Group’s consolidated net revenue for 1H16 slipped 5% YoY to IDR88.2tr, while its net profit was 12% lower compared to a year earlier to IDR7.1tr.
-The subsidiaries that posted higher earnings compared to last year were automotive, agribusiness, and infrastructure & logistics.
-Net profit from automotive segment increased by 13% YoY to IDR3.9tr. The overall car sales increased by 1% YoY to 532,000 units while Astra’s car sales volume increased 4% YoY to 273,000 units, which leads to an increased market share from 50% to 51%.



Ramayana konsentrasi di Pulau Jawa (Kontan)
Pasar yang relative stabil menjadi alasan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk mengembangkan bisnisnya mayoritas di Jawa.

Alat berat masih berat (Kontan)
Bisnis alat berat belum mampu berlari kencang meski proyek konstruksi sudah bergulir.

29/07/2016

Stock Recommendation Today

ASII Credit Suisse (neutral TP: 6,500)
BJBR UOB Kay Hian (hold TP: 1,330)
KLBF Bernstein (market perform TP: 1,235)
LPPF UOB Kay Hian (buy TP: 23,700)
PWON Daewoo Securities (hold TP: 700)
PWON Maybank Kim Eng (buy TP: 730)

Source: Bloomberg

08/06/2016

RHB Indonesia: Astra Agro Lestari (AALI, IDR14,150, BUY,TP:IDR17,800):
Overhang From Rights Issue Should Disappear
Jun 2, 2016
Astra Agro just announced the exercise price and the number of new shares for its rights issue, which we think should eliminate the overhang in its share price. It would do rights issue with the ratio of nine old:two new shares with an exercise price of IDR11,425, which would dilute itsFY16F and FY17F EPS by 9% and 16% respectively. Cum-rights date is 6Jun2016. We reiterate our BUY call with a lower IDR17,800 TP on Astra Agro, which we view as a laggard play. Our revised TP is based on an unchanged 16.4x P/E target on diluted FY16F EPS.
Share price overhang should disappear. Astra Agro Lestari’s (Astra Agro) share price has slid 9.2% YTD (vs Jakarta Agriculture Index (JAKAGRI):+5.4%; Jakarta Composite Index (JCI): +1.1%), which we attribute to:
An overhang untilthe exercise price and the number of new shares for its rights issue are announced;
Selling pressure from foreign fund managers due to the deletion of Astra Agro from MSCI Indonesia Index, which takes effect today.
We think the overhang in its share price should disappear given that Astra Agro has just announced the exercise price and the number of new shares for its rights issue.
Rights issue ratio of nine old: two new shares with exercise price of IDR11,425. Astra Agro aims to get rights issue proceeds of IDR3.99trn, which would all be used to settle some portion of its debt. The rights issue ratio is nine old shares to two new shares,with an exercise price of IDR11,425. If existing shareholders do not exercise their rights, they would experience dilution by 18.18% at the maximum. Astra International (ASII IJ, BUY, TP: IDR7,400) is the stand-by buyer for the rights issue.
FY16F and FY17F EPS to be diluted by 9% and 16% respectively. The higher number of shares outstanding post-rights issue, partly offset by less interest expense, would dilute its EPS to IDR1,086 in FY16F and IDR1,063 in FY17F.Based on the company’s current market capitalisation and the rights issue proceeds of IDR3.99trn, Astra Agro’s theoretical ex-rights price (TERP) is IDR13,656.
A laggard play. We reduce our TPto IDR17,800 (from IDR19,500) to factor in the dilution effect of rights issue and less interest expense. Our revised TP is based on an unchanged P/E target of 16.4x (its 10-year mean P/E) on our diluted FY16F EPS. At current price levels, Astra Agro’s EV/ha is USD9,088 (vs its 10-year average EV/ha of USD14,756). Key risk to our BUY call is weakening CPO prices from the current strengthening price trend.

08/06/2016

Daewoo Securities Indonesia Investment Information Team: Street Voices
Ayuningdyah Dewanti ([email protected])
Sinarmas on Pembangunan Perumahan (PTPP) 6/6/2016
The conundrum of private projects
- Seiring dengan sektor swasta menghadapi masa sulit dengan pengembang properti yang menunda pembangunan dikarenakan lemahnya penjualan, PTPP mengalihkan target dengan membidik kontrak baru akan datang sebagian besar dari BUMN dan pemerintah (masing-masing 46% dan 33%) tahun ini
- Gearing ratio perseroan berada pada 0.68x per 1Q16, yang memberi perseroan banyak ruang untuk leverage, jika suntikan modal pemerintah ditunda. Sejumlah Rp 1.32 triliun pada kas per 1Q16 juga memungkinkan perseroan untuk berekspansi
- Valuasi: BUY dengan TP Rp 4.535
Buana Capital on Surya Citra Media (SCMA) 6/7/2016
Different path on indosiar
- Data Nielsen Advertising Information Services baru-baru ini menunjukkan gross ad expense – adex (TV & Print) meningkat pada 1Q16 ke level tertingginya dalam empat tahun terakhir sebesar 23.5% YoY, hal ini akan menjadi sentimen positif memasuki 2Q2015 dikarenakan musim lebaran biasanya meningkatkan pertumbuhan adex dan juga dapat mendorong pendapatan dari iklan
- Rating tren rendah SCTV telah menjadikan Buana berhati-hati dikarenakan hal tersebut berarti SCMA akan terus bergantung pada pendapatan dari Indosiar (IVM) di 2016F
- Valuation: HOLD dengan TP Rp 3.470
Ciptadana on Kino Indonesia (KINO) 6/7/2016
The new rising star
- Bisnis KINO dibagi empat divisi, yaitu personal care, minuman, makanan dan juga farmasi. Bisnis KINO juga mencakup jaringan distribusi yang luas, yang memungkinkan KINO untuk mendistribusikan produk mereka di seluruh bangsa
- KINO menawarkan produk yang terutama di bawah pasar yang masih underpenetrated di Indonesia, membuat hal ini sebagai salah satu keunggulan yang kompetitif. KINO memahami apa yang dibutuhkan oleh konsumen, khususnya produk-produk yang di segmen baru atau untapped markets
- Valuasi: BUY dengan TP Rp 6.400

08/06/2016

CASH DIVIDEN
ANJT Rp35 per saham.
Ex date (9Juni16)
ASBI Rp25 per saham.
Ex date (9Juni16)
JKON Rp4.5 per saham.
Ex date (9Juni16)
SSIA Rp9.71 per saham.
Ex date (9Juni16)

Address

Jalan Ir Soekarno
Surakarta

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Telephone

+6287835702233

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Daewoo Securities Solo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share