18/06/2022
WORKSHOP EMPOWERING LEADERSHIP BANK SUBANG
" Gaya Kepemimpinan Perlu Dirubah Bila BPR Ingin Survive di Era Digital "
Pada era digital saat ini Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan profesional merupakan aset terpenting untuk mendukung keberlangsungan perusahaan, tidak terkecuali Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Apabila pengembangan kompetensi dan profesionalisme dipandang sebelah mata, maka perusahaan akan tersingkir dan tersungkur dalam persaingan bisnis yang sangat kompetitif.
Demikian pernyataan yang disampaikan, Suharno, dosen prodi Akuntansi di ruang kerjanya, Sabtu (18/6-2022).
" Pernyataan tersebut saya sampaikan saat diminta BPR Subang Gemi Nastiti sebagai narasumber workshop Empowering Leadership Berbasis Kearifan Lokal dan Spiritual di Patra Malioboro Hotel Yogyakarta, kemarin, " ungkapnya.
Sebagai seorang akademisi, Suharno, merasa sangat terhormat bisa tampil dan sharing terkait pengelolaan lembaga keuangan, khususnya BPR. Workshop diikuti 18 peserta dari jajaran komisaris, direksi, dan para kepala cabang. Nampak hadir Direktur Utama, H. Anton Abdul Rosyid, S. Sos, MM, Direktur Bisnis, Kandar Permana, S.Sos, Direktur Kepatuhan, Drs. H. Idris, Komisaris Utama Drs. H. Tarwan dan para kepala cabang.
" Kegiatan berlangsung dua hari, materi hari pertama, membahas aspek hukum kegiatan usaha BPR disampaikan praktisi perbankan, Kotot Tamtaman, SH, KN, sedangkan saya tampil hari kedua menyampaikan materi Empowering Leadership Berbasis Kearifan Lokal dan Spiritual, " papar Suharno yang juga pengampu mata kuliah Akuntansi Perbankan ini.
Lebih lanjut, Suharno, menyampaikan permasalahan yang dihadapi perusahaan di era digital saat ini, selain perubahan tehnologi informasi (TI) yang sangat cepat dan pesat, adalah alih generasi dan perubahan perilaku konsumen yang mengutamakan kecepatan dalam pelayanan.
" Diprediksi pada tahun 2025 karyawan dan pimpinan perusahaan 75 persen akan didominasi generasi milenial. Alih generasi X ke generasi Y ini tentu akan merubah pola dan gaya kepemimpinan, " tandasnya.
Memimpin generasi Y (milenial) akan lebih efektif bila menerapkan Empowering Leadership yaitu gaya kepemimpinan pemberdayaan.
" Generasi rebahan, tidak s**a bila diperintah, dinasihati maupun diceramahi, maka gaya kepemimpinan harus kita sesuaikan salah satunya menggunakan empowering leadership dan dalam berinteraksi menerapkan pendekatan coaching, " tambahnya.
Dengan menerapkan prinsip coaching akan mampu memberdayakan potensi individu dan profesional tanpa harus menggurui, bawahan merasa lebih nyaman, sehingga akan membangun suasana kerja yang fun dan produktif.
" Alhamdulillah workshop berlangsung interaktif, antusias, dan fun, selain paparan materi juga peserta saya ajak diskusi dan simulasi coaching. Komisaris Utama BPR Subang, Drs. H. Tarwan, saat penutupan workshop berharap kegiatan bisa berlanjut dan ditindaklanjuti di masa mendatang, " pungkas Suharno mengakhiri penjelasan kepada media (*)