Lanus Solo Raya

Lanus Solo Raya Organisasi Seporter PSCS CILACAP yang berbasis di lingkungan kota bengawan / SOLO RAYA.....

Ben pada kancane 😊
09/07/2016

Ben pada kancane 😊

VOTING BUAT PSCS CILACAP

ISC B GRUP 3

Nilai yang diambil dari LIKE dan BAGIKAN.
*KOMENTAR kami tidak dihitung
"jangan lupa dibagikan dulu baru like jika ingin klub kebanggaanmu menang

Voting akan ditutup besok jam 16.00wib
Dan peringkat 1-2 akan di bahas sejarahnya

19/04/2016

SKUAD PSCS CILACAP 2016 (SEMENTARA)

HEAD COACH: ARIS BUDI SULISTYO
ASSISTANT COACH : M. YAHYA
GOALKEEPER COACH : INDRA JAYA

1. EGA RIZKI PRAMANA (GK)
2. WENDRA KANASTA (GK)
3. RIDHO SETYAWAN (GK)
4. M BAGUS NIRWANTO (EKS PBFC)
5. AANG SUPARMAN (EKS PERSIB BANDUNG)
6. MOHAMMAD ARIFIN
7. HAUDI ABDILLAH
8. JULIA MARDIANUS SIAGIAN
9. WELLY SIAGIAN
10. TRI APMADI
11. DAVID NUR CAHYA (EKS PERSEKAP PASURUAN)
12. DONY (EKS MITRA KUKAR U21)
13. JOHAN JUANSYAH (EKS PERSIKABO)
15. MUHAMMAD CHOIRON (EKS PERSIBA BANTUL)
16. SUWARNO DEDEK
17. JIMMY SUPARNO (EKS PERSELA)
18. ANDESI SETYO PRABOWO
19. ARIEF "TUMIN" YULIANTO
20. SAID NURUL AKSOR
21. SAEFUL BAHRI
22. FERNANDO TARYONO
23. RENDY SAPUTRA (EKS PERSIBA BALIKPAPAN)
24. WUSONO BUDI "UGIEX" SUGIYANTO

Masih ada satu slot pemain.. Siapa yang menurut kawan-kawan cocok bermain di tim kebanggaan..??

08/04/2016

PSCS Kalahkan Persibangga 2-1

PURBALINGGA-Bermain taktis, kompak, kekuatan merata di semua lini, disiplin, dan dingin, PSCS Cilacap mengalahkan tuan rumah Persibangga Purbalingga 2-1 pada turnamen Bupati Cup Purbalingga, di Stadion Goentoer Darjono, kemarin.

Gol-gol tim pemenang dicetak Ugi Sugiyanto pada menit 19 dan pemain muda lokal yang sedang berkembang, Tumin (89), sedangkan balasan Purbalingga dihasilkan striker asing Brima Pepito Sanusi (90 + 2), memanfaatkan bola umpan lambung dari tembakan sudut.

Kemenangan itu membuat PSCS naik ke puncak klasemen sementara bersama Persak Kebumen. Kedua tim itu mengoleksi nilai sama, yaitu empat, dan agregat gol juga sama 3-1.

Pertemuan skuad Kota Bercahaya melawan Kota Beriman, Minggu (10/4), laksana final, karena berebut juara I. Bagi tuan rumah, kekalahan yang kedua itu membuat posisinya terpaku di dasar klasemen. Dari dua kali bertanding, Laskar Soedirman belum meraih poin, karena dalam laga sebelumnya dikalahkan Persak 0-1 (3/4).

Peluang tim Kabupaten Perwira untuk menjuarai turnamen berhadiah total Rp 42,5 juta itu sudah sirna. Kini skuad besutan pelatih Suimin Diharja itu hanya tinggal berjuang untuk keluar dari juru kunci. Persibangga tinggal menyisakan satu laga melawan Persibas Banyumas, Senin (11/4).

Dalam laga itu, tuan rumah harus menang, jika ingin menyelamatkan muka. Beban Persibas sedikit lebih ringan, karena sudah memiliki nilai dua. Jika menang, Banyumas juga masih memiliki peluang juara, asal laga PSCS vs Persak berakhir seri.

Bermain Canggung

Dalam laga kemarin, skuad Purbalingga yang ditarget harus menang, malah terbebani. Mereka bermain canggung, aliran bola antarlini kurang lancar, serangan mudah dipatahkan.

Sementara pemain Cilacap tampil tenang, memainkan bola dari kaki ke kaki, kerja sama rapi, serangan- serangan pun terencana. Gol pertama PSCS berawal dari bola tembakan keras Jimmy Suparno yang mengarah ke kiper Suchaimij, tetapi mental. Bola lalu ditembak Ugi Sugiyanto dan masuk. Gol kedua Cilacap dicetal Tumin, lewat serangan balik.

Pemain muda itu lolos dari jebakan offside, tinggal berhadapan dengan kiper lalu mencocor bola mengarah ke gawang. Gol Purbalingga dihasilkan Brima memanfaatkan umpan sepak pojok. Setelah tertinggal, Persibangga melakukan tekanan berat. Banyak peluang didapat, termasuk tembakan penalti oleh pemain asing Bruno Casmir, namun semua gagal.

Bola tembakan Bruno bisa ditahan kiper Ega Risky. Peluang Purbalingga gagal, karena penyelesaian akhir kurang baik, ada p**a karena pertahanan ketat Cilacap. Pelatih PSCS Aris Budi Sulistyo mengatakan, dalam laga itu anak-anak bermain disiplin, mental bagus, dan kerja sama rapi. Bupati Cup bukan target, tetapi ajang seleksi pemain.

Meski begitu, anak-anak tetap harus tampil maksimal. ‘’Saya sudah bisa lihat siapa yang mental dan fisiknya bagus, siapa yang tidak.’’ General Manager Persibangga Rohman Supriyadi hanya berkomentar singkat, inilah sepak bola. Semua kemungkinan bisa terjadi.

17/03/2016

HLA YO TO PSSI ne DI PIMPIN WONG PEKOK 👍👍👍

Kejati Jatim, Tetapkan La Nyalla Sebagai Tersangka

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim resmi menetapkan H. La Nyalla M. Mataliti, ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) provinsi Jawa Timur sebagai tersangka, Rabu (16/3/2013) petang.

I Made Suarnawan, Aspidus Kejatim Jatim menegaskan, penetapan LA sebagai tersangka sesuai sprindik No Print 291/0.5/fd.1/03/2016 tertanggal 16 Maret 2016.

“Hari ini, Rabu (16/3/2016. Pak La Nyala Mattaliti resmi ditetapkan sebagai tersangka,” katanya kepada awak media.

Menurut Made, penetapan La Nyala M Mattaliti sebagai tersangka sesuai dengan hasil gelar perkara dan penyidik pun sudah menemukan 2 alat bukti.

“Kasusnya dinaikan ke penyidkan, karena penyidik beranggapan sudah cukup bukti. Dia jadi tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi penggunaan dana hibah pada Kadin tahun 2012 untuk pembelian IPO bank Jatim, ” kata Made Suarnawan.

Sementara, Dendeni Herdiana, Kepala Seksi Penyidikan Kejati Jatim mengatakan, pihaknya secepatnya memberi tahu Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk mencegah La Nyalla bepergian ke luar negeri.

“Pemberitahuan cekal segera kita layangkan setelah sprindik dikeluarkan,” kata Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Jatim Dendeni Herdiana

La Nyalla M. Mataliti ditetapkan sebagai tersangka menyusul Putusan Praperdilan PN Surabaya No. 11/Praper/2016/PN.SBY tanggal 7 Maret 2016, yang menyatakan sprindik Kajati jatim No. 86/0.5/Fd.1/01/2016 tanggal 27 Januari 2016 dan diganti sprindik No Print.120/0.5/Fd.1/02/2016 tanggal 15 Pebruari 2016 dan diganti lagi dengan sprindik No. Print 256/0.5/Fd.1/03/2016 tanggal 10 Maret 2016 terkait tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dalam penggunaan dana hibah pada Kadin Jatim TA 2012 untuk pembelian IPO Bank Jatim senilai Rp 5,3 Miliar.

Via deliknews

16/03/2016

TIGA PELAMAR IKUT SELEKSI

CILACAP- Seleksi lanjutan PSCS Cilacap, untuk pemain luar daerah digelar di Stadion Wijayakusuma, mulai Senin (14/3). Dalam dua hari penyaringan itu, baru tiga pemain yang datang.

Mereka adalah Patrick Donald dari Yogyakarta dan Aris Syaiful dari Bantul datang Senin lalu, serta Elo asal Manado datang kemarin. Sebelumnya, tim pelatih telah menyeleksi pemain lokal, selama tiga hari Kamis-Sabtu (10-12/3).

Dari 32 pelamar, tinggal 15 orang yang bertahan. Mereka langsung menjalani latihan, bersamaan dengan seleksi pemain luar daerah. Asisten Pelatih M Yahya melalui sambungan ponselnya menjelaskan, dalam seleksi untuk pemain luar daerah itu, pihaknya mengundang pemain yang diincar.

Selain itu, atlet lain yang pernah bermain di Divisi Utama dan ISL dan berminat bergabung PSCS, juga dipersilakan mengikuti seleksi. Pada latihan Senin, tambah Yahya, 15 pemain lokal yang masih bertahan mulai digembleng.

Pelatih Fisik Sansan mengecek kondisi fisik mereka, dengan latihan speed, baik dengan maupun tanpa bola. Untuk Selasa sore, pemain latihan shooting bola hidup, game setengah lapangan, dan shooting bola mati.

12 Nama

Sebelumnya, Kepala Pelatih PSCS Aris Budi Sulistyo mengatakan, pihaknya mengantongi 12 nama yang siap dan sanggup diajak ke Cilacap. Mereka mayoritas asal Jatim, ada juga asal Jateng, ada juga dari Palu, eks Persik Kediri.

Mereka antara lain Rendy Saputra, Jajang Paliama, dan Patrik Donald. Tim PSCS tersebut disiapkan untuk mengikuti Indonesia Soccer Championship (ISC), yang digelar PT Gelora Trisula Semesta (GTS).

Even tersebut akan diputar mulai pertengahan April. Kegiatan seleksi pemain PSCS yang digelar mulai Kamis (10/3) mendapat perhatian suporter Laskar Nusakambangan (Lanus).

Menurut Wakil Ketua Lanus MC Rachmat Agues Saliem, setiap sore ratusan pendukung menonton agenda tersebut dari tribune. ”Kadang 200-an, kadang 300-an pendukung,” tuturnya, kemarin. kedatangan mereka, selain melihat calon pemain tim kesayangan, juga untuk melepas kerinduan pada sepak bola.

Mereka sudah kangen untuk mendukung PSCS bertanding di ajang kompetisi. Kalau tak ada agenda lain, Mas Ras juga mengaku datang ke stadion, menyaksikan seleksi sekaligus bertemu teman-teman Lanus. (bd-78)

15/03/2016

PSCS PRIORITASKAN PEMAIN LAMA

Bambang Tujiatno ST MM

Manajer PSCS Cilacap

CILACAP, SATELITPOST- Manajemen PSCS Cilacap bakal memprioritaskan sejumlah pemain lama saat mereka turun di kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) yang rencananya digulirkan pada April mendatang.

Manajer PSCS Cilacap, Bambang Tujiatno ST MM mengatakan, sejumlah pemain lama yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, bakal kembali direkrut. Akan tetapi, para pemain tersebut tetap harus mengikuti tahapan seleksi.

Menurutnya, nama-nama seperti Taryono, Ega Rizky, Andesi, Said, serta beberapa muka lama layak untuk dipertahankan. Selain memiliki skill memadai, para pemain tersebut juga memiliki andil cukup besar mengangkat PSCS dalam kancah sepak bola nasional.

“Semua harus tetap ikut seleksi. Tapi memang kami prioritaskan untuk merekrut pemain-pemain yang dulu membela PSCS. Untuk itu, para pemain harus menjaga kondisi fisik agar ketika tahap seleksi digelar, kebugarannya tidak terganggu,” katanya.

Bambang menambahkan, sejumlah muka lama tersebut, bakal dikombinasikan dengan sederet pemain bintang lainnya. Untuk saat ini, beberapa pemain yang sempat membela PSCS dalam ajang Bupati Cup lalu terus menjalin komunikasi. Bahkan sebagian di antara mereka menyatakan siap membela PSCS.

“Ada beberapa pemain yang mau gabung tapi dengan syarat PSCS memiliki ambisi untuk bisa lolos ke kasta tertinggi sepak bola tanah air (ISL, red). Kita dari manajemen sudah menyatakan siap. Sebab kami sudah cukup lama bermain di Divisi Utama dan sudah saatnya naik kelas,” ujar dia.

Beberapa nama tersebut, kata dia, antara lain Jimmy Suparno, Asep Berlian, dan Waluyo. Selain itu, beberapa pemain asing yang sudah cukup berpengalaman juga berharap bisa bergabung dengan PSCS.

“Ini kita masih menunggu kepastian dari operator ISC untuk kompetisinya. Kalau sudah fixed, kami pastikan akan segera bentuk tim. Soal pelatih, kami sudah ada komunikasi intensif dengan Aris Budi Prasetyo yang sempat melatih Persis Solo,” kata Bambang.(ron)

15/03/2016

MASIH DISANKSI, TIMNAS INDONESIA MASUK UNDIAN PIALA AFF

Meski saat ini PSSI masih terkena sanksi dari FIFA, namun Federasi sepak bola ASEAN (AFF) tetap memasukkan Timnas Indonesia sebagai peserta Piala AFF U-19 dan Piala AFF U-16.

Hal itu disampaikan Erwin Dwi Budiawan, Wakil Ketua PSSI pasca rapat internal Tim Ad-Hoc PSSI di kediaman Agum Gumelar di Jakarta, Senin (14/3/2016) malam.

Ia menyatakan Indonesia tetap dimasukkan dalam pot undian Piala AFF U-19 dan U-16. Undian sudah dilangsungkan di Da Nang, Vietnam, pada Minggu (13/3/2016), dalam rangkaian pertemuan Dewan AFF.

Dari hasil undian itu, Timnas Indonesia U-19 tergabung di Grup B bersama Thailand, Laos, Myanmar, Australia, dan Kamboja. Putaran final Piala AFF U-19 2016 diselenggarakan di Hanoi, Vietnam, pada 11-24 September 2016.

Timnas Indonesia U-16 juga berada di Grup B untuk Piala AFF U-16 yang digelar di Phnom Penh, Kamboja, pada 10-23 Juli 2016. Selain Indonesia, Grup B dihuni Thailand, Laos, Kamboja, Timor Leste, dan Brunei Darussalam.

Meski masuk dalam undian dan pembagian grup, Erwin menegaskan status Indonesia di dua ajang itu masih bersifat tentatif. Hal itu berarti keikutsertaan Indonesia lagi-lagi berp**ang pada sanksi FIFA yang saat ini masih membelenggu sepak bola Indonesia.

Bila sanksi FIFA sudah dicabut jelang penyelenggaraan dua ajang itu, Timnas Indonesia dipastikan langsung ambil bagian. Sebaliknya, jika sanksi belum dicabut, Indonesia bakal kehilangan kesempatan turun di Piala AFF U-19 maupun Piala AFF U-16 tahun ini.

"PSSI pasti ingin timnas ikut dalam kegiatan AFF, meski kami juga belum tahu apakah pada saat itu sepak bola Indonesia masih diskorsing FIFA atau tidak. Nanti kalau timnas ikut, mungkin tidak akan ada target dulu. Menyembuhkan luka dulu, mungkin itu target khususnya," ujar Erwin seperti dilansir dari bolacom.

Hasil pengundian grup Piala AFF U-19 2016
Grup A: Vietnam, Malaysia, Timor Leste, Singapura, Filipina
Grup B: Thailand, Laos, Myanmar, Australia, Kamboja, Indonesia

Hasil pengundian grup Piala AFF U-16 2016
Grup A: Myanmar, Australia, Filipina, Malaysia, Vietnam, Singapura
Grup B: Thailand, Laos, Kamboja, Timor Leste, Brunei Darussalam, Indonesia

aja Sayang indonesia masa orang indonesia gak sayang indonesia malu sama condol pak pak

15/03/2016

Ega Merapat ke PSCS

SEMARANG, Rencana PSIS untuk kembali mengumpulkan skuad lama akan sulit terwujud. Kini, sejumlah pemain hijrah ke klub lain. Kabar terbaru, merapatnya Ega Rizky Pramana ke PSCS Cilacap, setelah diterima menjadi salah satu pegawai honorer di Cilacap.

Kemungkinan, Ega bergabung bersama klub lain di luar Cilacap, termasuk ke PSIS, sangat kecil. Kecuali, dia mau melepaskan status pegawai honorer-nya di Cilacap. Apalagi, saat ini tim berjuluk Laskar Nusakambangan masih membutuhkan tenaganya.

”Keputusan menerima tawaran pegawai honorer karena dekat dengan rumah. Selain itu, saya juga masih bisa bermain sepak bola bersama PSCS. Untuk kembali memperkuat PSIS, kemungkinan sangat kecil sekali,” ujar pemain 23 tahun asal Banyumas itu.

Ega sudah tidak asing lagi bagi PSCS. Setelah membela PON Jateng 2012 lalu, dia menjadi kiper utama PSCS selama dua musim. Pada 2015 lalu, Ega memperkuat PSIS. Karena tidak ada kompetisi, Ega hanya bermain bersama Laskar Mahesa Jenar di Piala Polda Jateng 2015.

Selain Ega, dua pemain asal Cilacap, Welly Siagian dan Mochamad Arifin juga menjadi pegawai honorer di salah satu dinas di Cilacap. Keduanya sudah meminta surat keluar dari tim kebanggaan warga Kota Semarang. Para pemain tersebut juga akan memperkuat tim di kotanya, yakni PSCS.

”Itu sudah menjadi keputusan Ega, kami harus menghormatinya. Dia pemain hebat dan tangguh di bawah mistar gawang. Kariernya di sepak bola akan terus berlanjut dan dia akan menjadi penjaga gawang yang hebat,” ujar Penasihat PSIS, Wahyu ”Liluk” Winarto menanggapi kabar terbaru tentang Ega.

13/03/2016

Kompetisi Tim Transisi Ditolak Klub Divisi Utama

Mengenai hasil Putusan MA bahwa SK Pembekuan Menpora terhadap PSSI tidak dapat dibenarkan. Dengan keputusan itu seharusnya Menpora menghormati hukum sebagai halnya yang di lakukan Yasonna Laoly terkait SK nya terhadap partai Golkar dan PPP, dalam kampanye JokoWidodo mengatakan bahwa Hukum akan dijadikan Panglima, jika apa yang dilakukan Menpora apakah layak hukum dijadikan Panglima??? ...

Kehadiran Klub di TimTransisi (Terasi) patut dipertanyakan, apakah benar anggota PSSI atau bukan???, seperti Persipasi Bekasi yg hadir, pd hal Persipasi telah dijual ke PBR dan sekarang dijual ke Madura United, kemudian Persika Karawang yang telah dijual ke Persikad Depok dan beberapa klub juga terindikasi sudah ganti pemilik, jadi yang hadir di Terasi kemarin adalah Klub abal2, pada hal Terasi bilang kalau mereka akan mengacu pada regulasi FIFA/AFC .... weleh weleh bikin bingung aja nih Terasi/Menpora. Hukum negara saja sudah tidak dituruti, sekarang hukum sepakbola dunia juga akan diperlakukan sama.

Sebelumnya Terasi sudah menggelar turnamen Piala Kemerdekaan. Namun Turnamen itu diwarnai permasalahan tunggakan match fee dan hadiah, belum lagi keributan antara wasit dan pemain, apakah Terasi akan mengulangi kesalahannnya???.

Yoyo Manager PSIS mengatakan "Kendati memilih absen, pihaknya sudah menghubungi sejumlah pengurus klub lainnya yang ikut hadir. Mereka yang datang pun juga tidak bisa banyak bicara. Ibaratnya mereka ini datang untuk sekadar meraba-raba atau coba-coba. Saat saya tanya banyak yang bungkam dan tidak tahu,”.

Dengan beberap klub yang menyatakan akan ikut gelaran PSSI bulan april 2016 nanti, seperti PS. Bangka dan PSCS yang mengatakan akan tetap ikut ISC B.

Dengan pernyataan itu bahwa Terasi belum siap menggelar kompetisi hanya ingin memecah belah Klub. jauh lebih baik Terasi konsen penyelesaian kisruhnya dengan PSSI, dengan menawarkan 9 syaratnya, bukan memecah belah Klub, itu menandakan Terasi/Menpora tidak ada niat baik dalam perbaikan sepakbola negeri ini.

Dari pengalaman gelaran Piala Kemerdekaan kalau Terasi akan menemui kegagalan yang kedua kalinya dalam menjalankan Kompetisi, bahwa Operator dan sponsor akan lebih tertarik menjalankan Kompetisi yang di ikuti Klub2 papan atas.

EdisiKompasiana

13/03/2016

Merasa Diping-pong, Klub Divisi Utama Tolak Turnamen Tim Transisi

Klub-klub Divisi Utama di Jawa Tengah tidak memedulikan rencana Tim Transisi bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang akan menggulirkan turnamen. Belum tentu, turnamen tersebut akan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. ”Opo yo tenan? Kita sudah males mikir,” ungkap CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi.

Mahesa Jenar sudah mengirimkan salah satu utusan untuk menghadiri pertemuan di Kemenpora. Namun, PSIS belum bisa memberikan kepastian apakah akan ikut atau tidak. Yoyok mengatakan, tim hanya fokus pada Indonesia Soccer Championsip (ISC) 2016 yang akan diputar pada 23 April mendatang.

Setelah mendapat penjelasan hal itu, manajemen mengebut pembentukan tim. Sayangnya, kabar yang beredar turnamen tersebut ditunda.”Informasinya dipending. Ini jadi tambah runyam lagi, kasihan pemain yang setiap hari butuh makan,” katanya.

Pemilik nama lengkap Alamsyah Satyanegara Sukwijaya ini mengaku heran, setelah Tim Transisi berinisiatif menggelar turnamen. Padahal operator ISC 2016 mengklaim bahwa turnamen yang tidak melibatkan PSSI itu sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo, Kemenpora, dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). ”Klub jadi seperti diombang-ambingkan. Gimana ini, ada ISC, Tim Transisi dan kompetisi Divisi Utama,” ujar dia.

Sejumlah klub dari provinsi ini yang diundang selain PSIS di antaranya PSCS Cilacap, Persis Solo, Persipur Purwodadi, Persibas Banyumas, Persibangga Purbalingga, Persibat Batang dan Persipur Purwodadi.
Hanya, yang memutuskan berangkat hanya PSIS, Persibas, Persibangga dan Persibat Batang. Persipur kabarnya juga absen. PSCS memilih absen, karena pertemuan itu kurang mendapat dukungan dari klub-klub di Tanah Air.

”Saya sudah kontak manajemen klub-klub Indonesia Super League (ISL), dan diminta untuk menolak datang. Ya, saya tidak berangkat,” kata Sekretaris PSCS Basuki Priyo Nugroho.

Kendati memilih absen, pihaknya sudah menghubungi sejumlah pengurus klub lainnya yang ikut hadir.
Mereka yang datang pun juga tidak bisa banyak bicara. ”Ibaratnya mereka ini datang untuk sekadar meraba-raba atau coba-coba. Saat saya tanya banyak yang bungkam dan tidak tahu,” ujarnya.

Basuki tidak ingin pengalaman buruk saat turun dalam Indonesia Premiere League (IPL) kembali terulang. Bertanding dalam kompetisi atau turnamen di luar PSSI, tidak menguntungkan bagi klub.

“Klub waktu itu banyak dirugikan,” ujar dia.
💋💋💋

12/03/2016

32 Pemain Ikuti Seleksi PSCS

CILACAP – Sebanyak 32 pemain sepak bola lokal mengikuti seleksi masuk tim PSCS Cilacap, yang digelar di Stadion Wijayakusuma, mulai Kamis (10/3). Penjaringan pemain itu dipimpin Kepala Pelatih Aris Budi Sulistyo, dibantu Asisten Yahya, Pelatih Fisik Sansan dan Pelatih Kiper Indrajaya.

Manjaer tim PSCS Bambang Tujiyanto menjelaskan seleksi itu terbuka untuk pemain Cilacap. Kemampuan para peserta diuji dalam game besar. Pemain dibagi menjadi beberapa tim, lalu ditandingkan.

Pemain juga memeragakan kemampuan dalam menyerang, misalnya, baik lewat sayap maupun tengah. Pengujian itu akan dilakukan selama lima hari.

Pada hari pertama dan kedua belum ada pencoretan, karena tim pelatih ingin melihat kemampuan pemain dengan seksama. Menurut Bambang, beberapa pemain lokal cukup menjanjikan, kendalanya hanya mental. ”Lewat game itu terlihat pemain yang grogi dan tidak.”

Bertahap

Nantinya, tambah dia, pengurangan pemain akan dilakukan bertahap. Kepala pelatih menentukan nama yang dicoret, disampaikan oleh Asisten Yahya. ”Mulai besok (hari ini Red), mungkin akan ada pengurangan pemain,” kata Bambang, kemarin.

Bambang memiliki gambaran tim akan merekrut pemain total 25 orang. Dari jumlah itu, antara 50 % dan 60 % merupakan atlet lokal. Selain itu mungkin akan ada pemain yang bermagang, untuk pembinaan. Mulai Senin (14/3) dijadwalkan seleksi untuk pemain luar daerah.

Terpisah, Pelatih PSCS Yr 2015 Heru Santoso menyarankan kapten tim PSCS Yr 2015 Teguh Haryanto untuk mengikuti seleksi tim senior. Pasalnya, pemain itu kelahiran 1998, musim ini tak bisa lagi bermain di Liga Remaja. kalau lolos, Teguh bisa menjadi pemain magang di tim PSCS. Kesempatan itu sangat berguna untuk mematangkan kemampuan, baik teknik, fisik maupun mental. Di tim senior bisa belajar banyak dari para senior dan menimba ilmu dari pelatih. (bd-14)

12/03/2016

Pelatih PSCS Cilacap : Menpora dan PSSI Harus Berkomunikasi

WARTA KOTA, JAKARTA - Pelatih PSCS Cilacap, Aris Budi Sulistyo mengatakan, untuk menyelesaikan konflik sepakbola nasional hingga dicabut SK Pembekuan terhadap PSSI bisa dilaksanakan dengan jalan komunikasi antara Menpora dan PSSI.

"Untuk mencabut SK Pembekuan, Menpora telah mengeluarkan sembilan poin persyaratan yang harus dilaksanakan PSSI. Tetapi tidak semua syarat bisa dilaksanakan PSSI karena federasi merasa berat dengan sejunlah target yang diminta oleh Menpora," kata Aris kepada Super Ball, Rabu (9/3/2016).
Aris menerangkan, poin persyaratan dari Menpora yang dinilai berat dilaksanakan oleh PSSI adalah terkait jamin tercapainya prestasi tim nasional sebagai juara satu dalam event Piala AFF tahun 2016, SEA Games tahun 2017, lolos Kualifikasi Piala Dunia tahun 2018, dan Asian Games XVIII tahun 2018.

"Poin yang terasa lebih berat adalah terkait mempercapat diselenggarakannya Kongres Luar Biasa (KLB) sesuai yang diharapkan pemerintah dengan tetap memperhatikan Statuta FIFA paling lambat harus dilaksanakan akhir bulan April 2016. KLB baru bisa digelar, jika ada kesepakatan atau keinginan sebagian besar voter. Jadi KLB tidak bisa dipaksakan oleh pihak-pihak tertentu," terang Aris.

Menurut Aris, jika pada akhirnya PSSI tidak bisa melaksanakan seluruh persyaratan tadi, maka kemungkinan besar konflik sepakbola nasional tidak pernah terselesaikan dalam waktu dekat. Padahal seluruh pelaku sepakbola nasional sudah lama menunggu kompetisi resmi digelar dan masyarakat ingin melihat kiprah tim nasional di pertandingan-pertandingan internasional.

"Kalau kedua belah pihak baik Menpora dan PSSI tidak berdamai, maka sulit bagi kita untuk berharap sepakbola kita kembali normal dan kompetisi resmi akan sulit dilaksanakan tahun ini. Padahal ada ribuan pemain, ratusan klub, dan pelatih yang sudah rindu bertanding secara resmi," ujar Aris.

Untuk menghindari kebuntuan jalan islah, ucap Aris, sebaiknya kedua belah pihak baik Menpora dan PSSI segera melakukan komunikasi. Dengan demikian, diharapkan Menpora bisa bersikap lebih lunak atau memberikan kesempatan kepada PSSI untuk melaksanakan hanya beberapa poin persyaratan dalam waktu dekat. Beberapa poin lain bisa ditargetkan untuk dilaksanakan pada tahun -tahun berikutnya.

"Tidak bisa memaksa PSSI untuk melaksanakan seluruh poin, khususnya poin target juara dan KLB. Kita jelas tidak bisa, karena sepakbola saja belum normal. Bagaimana mungkin bisa mencapai target juara, kalau kompetisi resmi saja belum dibentuk. Ini menjadi target yang mustahil dicapai dalam waktu dekat. Oleh karena itu diperlukan komunikasi kedua pihak. Itu bisa terjadi jika Menpora dan PSSI sama-sama memiliki semangat kebersamaan dalam menyelesaikan konflik," jelas Aris.
Aris mengkritik Menpora yang memberikan syarat tanpa memikirkan kemampuan dari PSSI. "Seharusnya Menpora lebih luwes dalam memberikan syarat. Untuk saat ini syarat yang bisa dilaksanakan adalah terkait pembenahan, normalisasi, dan memulai kembali kompetisi. Untuk poin-poin lain seharusnya dilaksanakan secara bertahap," ucap Aris.

Aris sebenarnya sepakat dengan niat Menpora yang ingin membenahi sepakbola dalam negeri, baik dari sistem kompetisi dan pengelolaan sepakbola nasional, seperti terlambatnya pemberian gaji pemain dan pelatih Tetapi seharusnya Menpora juga melihat kesuksesan yang telah dilakukan PSSI.

"Sejak kepengurusan PSSI tahun ini, banyak pelatih yang mendapat kesempatan meningkatkan lisensinya. Timnas kita juga sempat menorehkan prestasi dari Evan Dimas dan kawan-kawan. Ini sudah menjadi langkah baik yang seharusnya didukung pemerintah untuk makin meningkatkan kualitas timnas kita. Jadi menurut saya, memang ada beberapa hal yang memang perlu dibenahi dan beberapa hal yang perlu didukung pemerintah. Jangan mengangap PSSI tidak berhasil secara total," papar Aris.

Aris menuturkan, sudah semestinya Menpora mendukung pembenahan, perbaikan, dan prestasi sepakbola di Tanah Air. Bukan sebaliknya, malah membekukan PSSI yang mengakibatkan vakumnya kompetisi nasional. "Kalau memang ingin menyehatkan sepakbola kita, sebaiknya Menpora membantu klub untuk mendapatkan sponsor. Menpora atau pemerintah meminta kepada pengusaha atau miliarder dalam negeri untuk memberikan dana sponsor. Karena pendanaan menjadi masalah terpenting bagi klub kita saat ini. Dengan kondisi finansial yang sehat, maka kita bisa mencetak prestasi setinggi mungkin," tutur Aris.

Jika kondisi klub dan PSSI sudah sehat, papar Aris, Indonesia bisa memperbaiki peringkat di FIFA. Para pemain dan pelatih pun bisa fokus dan nyaman dalam beraktifitas. Kalau kondisi dan suasana sudah normal kembali, barulah Menpora bisa memasang target menjadi juara di tingkat Asia Tenggara, Asia atau lolos ke kualifikasi Piala Dunia.

"Selama proses menuju juara di tingkat Asia Tenggara dan dunia itulah, Menpora bisa terus memantau. Jadi semestinya Menpora dan PSSI bekerjasama dan saling membantu dalam menciptakan dunia sepakbola kita yang lebih maju. Jangan seperti sekarang, Menpora terkesan memaksakan syarat tadi. PSSI merasa keberatan dan endingnya konflik makin meruncing. Pemain, klub, dan pelatih menjadi korban. Akibatnya sepakbola dalam negeri jalan di tempat. Prestasi pun tidak kunjung didapat seperti yang diinginkan semua pihak, termasuk Menpora," papar Aris.

Profil Pelatih Persik Kediri Aris Budi Sulistyo
Lahir: Solo, 16 November 1970
Karier pelatih
- Persik Kediri U-21: 2009
- Persenga Nganjuk: 2010
- Persik Kediri: 2011- April 2014
Karier Bermain
- Gajah Mungkur Muria Tama (Kudus: 1990-1992
- Perkesa Mataram: 1992-1996
- Arseto Solo: 1996-1998
- PSIM Jogja: 1999
- Arema Malang: 2000
- Persik Kediri: 2001-2005

Address

Surakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lanus Solo Raya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share