06/08/2023
SUDAH KAYAKAH ANDA?
Awal April 2016 satu tim dari Permata Bank menulis buku "Wealth Wisdom : Sebuah Pencarian Makna Kaya Sesungguhnya" yang diterbitkan Gramedia. Buku ini membahas lima aspek kekayaan :
1.Kemampuan keuangan dan bagaimana arif menggunakan uang.
2.Kemampuan menggunakan uang agar kita menjadi bahagia sesungguhnya.
3. Hubungan baik dengan keluarga.
4.Kesehatan tubuh dan jiwa.
5.Kemampuan menemukan dan menjalani tujuan hidup sesungguhnya.
Masih banyak dari antara kita beranggapan bahwa memiliki berlimpah uang dan materi berarti hidup kita kaya, sukses dan lantas bahagia. Ajaran ini mungkin diperoleh dari orangtua kemudian kita terapkan kepada anak-anak. Jadi, uang yang menentukan sukses. We are a society that measures achievement monetarily. Apakah salah menjadi kaya. Sama sekali tidak! Ada pepatah : Some people are poor. All they have is money. Ada orang merasa miskin padahal seluruh yang ia miliki adalah uang. Lho kok bisa begini? Tentu ada yang salah.
Seorang filsuf bernama - Henry David Thareau mengatakan bahwa kekayaan adalah kemampuan memenuhi pengalaman hidup. Karena dengan demikian kita bisa mengartikan kekayaan bukan semata-mata berapa banyak uang/materi yang dimiliki melainkan bagaimana kita bisa mengondisikan diri dalam hidup. Oleh karena itu banyak orang yang mengikutsertakan diri dan hidupnya dalam aksi sosial misalnya menjadi relawan ketika terjadi bencana seperti COVID-19. Mereka ingin memperoleh pengalaman hidup. Bagi mereka pengalaman seperti ini tak bisa didapatkan dengan uang. Buku "Leaving Microsoft to Change the World" menceritakan pengalaman John Wood, seorang eksekutif Microsoft yang mengundurkan diri dari perusahaannya setelah mendapatkan pengalamanan di Nepal yang anak-anak sekolah di sana kesulitan mendapatkan buku. Kemudian ia mendirikan yayasan Room to Read. Mungkin bagi Wood kekayaan bukan uang berlimpah tapi pengalaman hidup menjadi berkat.
Penasihat keuangan mendefinisikan kaya adalah ketika harta lebih banyak daripada utang. Belilah yang dibutuhkan (needs) bukan yang diinginkan (wants). Makan adalah needs. Bagaimana cara memenuhi rasa lapar itu adalah wants. Apakah makan sederhana @ Rp 30 ribu ataukah 450 ribu/porsi. Ini adalah pilihan. Warren Buffet beri petuah : If you buy things you don't need, soon you will have to sell things you need. (Jika Anda membeli sesuatu yang kamu tidak butuhkan, maka kemudian kamu akan menjual sesuatu yang kamu butuhkan).
Buku ini memberi perbedaan antara kesenangan (enjoyment/pleasure) dengan kebahagiaan (satisfaction/happiness). Kita ingin bahagia namun salah mengusahakannya karena justru yang dikejar adalah kesenangan. Buku ini menyebut kebahagiaan sebagai suatu kepuasan yang timbul dari dalam diri sendiri bukan pemuasan keinginan terhadap segala sesuatu yang lahiriah. Michael Norton dan Elizabeth Dunn berdasarkan penelitiannya, menyimpulkan bahwa penyebab uang tak memberikan dampak kebahagiaan maksimal adalah karena orang tidak menggunakan uang dengan benar. Menurut Norton, orang yang menggunakan uangnya untuk kegiatan sosial cenderung merasa lebih bahagia dibandingkan mereka yang lebih banyak menghabiskan uangnya untuk kepentingan/keperluan pribadi. Dan seperti kata Anne Frank : tidak ada orang menjadi miskin karena memberi. "Dengan memberi saya mendapatkan lebih banyak lagi", ini kata Andi Flores Noya.
Judul bab VI buku ini "Have You Lived a Wealthy Life?" . Ini tentang pertanyaan filosofis pencarian, makna dan tujuan hidup kita. Ada 2 aspek tujuan hidup: 1.Kemampuan yang kita miliki. 2.Bagaimana kita maksimal menggunakan kemampuan itu untuk sesuatu yang lebih dari kita sendiri.
Bab terakhir mengenai Wealth Wisdom Framework. Kekayaan yang utuh adalah lebih dari sekadar uang dan materi melainkan mencakup kesehatan, relasi dengan keluarga, dan hidup yang bermakna. Kaya adalah saat kita bisa bersyukur. Kaya adalah ketika mengerti, memiliki dan menjalani tujuan hidup yang berdampak positif kepada orang-orang.
Tonnio Irt
Jumat Pertama dan Hari Buruh 2020
CU. Ngudi Raharjo membantu masarakat untuk bisa mandiri dengan membantu dirinya sendiri dan membantu