28/08/2018
Pada hari ini, tanggal 28 Agustus 2018, kami membuka jaringan kantor ke-36 di jalan Jend. Urip Sumoharjo No. 34, Solo, yang tentunya makin memperluas jangkauan usaha Bank MAS.
Pembukaan kantor cabang baru ini, merupakan rangkaian dari program kerja Bank MAS di tahun 2018, setelah sebelumnya membuka 2 kantor cabang pembantu di Jakarta dan Surabaya, serta 2 kantor cabang di Medan dan Banjarmasin. Seluruh kegiatan ini dimaksudkan untuk semakin memperkuat jaringan operasional Bank MAS dan akan terus berlanjut di tahun-tahun ke depan.
Bank MAS mulai beroperasi pada tahun 1993, menjadi bagian dari Wings Group sebagai pemegang saham pengendali sejak Desember 2013 yang telah menambahkan modal sehingga menjadi Bank BUKU 2. Bank MAS memperoleh izin untuk beroperasi sebagai Bank Devisa pada bulan Juni 2016. Jaringan cabang Bank MAS tersebar di wilayah Jakarta, Semarang, Kudus, Surabaya, Malang, Lampung, Palembang, Makassar, Medan, Banjarmasin dan kini di Solo. Hingga Akhir 2018 direncanakan akan dibuka 5 cabang lagi di beberapa kota besar lainnya yaitu di Karawang, Bandung, Cirebon, Purwokerto dan Pontianak.
Dalam pengembangan usaha berbasis teknologi, setelah meluncurkan produk Internet Banking MAS i-Bank pada pertengahan tahun 2016, maka saat ini Bank MAS juga tengah mempersiapkan diri untuk meluncurkan produk Mobile Banking yang diharapkan dapat dilaksanakan menjelang akhir tahun 2018.
Hingga akhir Juli 2018 total aset yang dimiliki Bank MAS mencapai Rp. 11,73 Triliun. Total aset yang dimiliki ini meningkat 31,24% dibandingkan dengan posisi Juli 2017. Sedangkan total dana masyarakat pada akhir Juli 2018 mencapai Rp. 10,06 Trilliun meningkat 34,51% dibandingkan dengan posisi Juli 2017. Total Kredit pada Juli 2018 yang sudah disalurkan kepada masyarakat mencapai Rp. 6,50 Trilliun atau meningkat 41,58% dari posisi Juli 2017. Laba di akhir Juli 2018 tercatat sebesar Rp. 69,10 Milyar meningkat 5,72% dibandingkan dengan laba Juli 2017. Posisi NPL Nett per Juli 2018 sebesar 0,72%.
Kota Solo dipilih sebagai lokasi kantor ke-36 karena merupakan kota di Jawa Tengah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pertumbuhan ekonomi Solo pada akhir tahun 2017 berkisar 5,3%. Pertumbuhan ini ditunjang oleh empat sektor utama yaitu industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, pertanian dan konstruksi. Hal ini tentunya sesuai dengan pangsa pasar Bank MAS, yang mengembangkan usahanya di sektor Komersial dengan tetap memperhatikan sektor UKM.
Ditengah iklim ekonomi di Indonesia yang terus mengalami perbaikan, Bank MAS optimis untuk dapat berkembang dengan lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang. Komitmen para pemegang saham dan prinsip kehati-hatian yang dijalankan manajemen, serta karyawan yang bekerja secara professional mendukung terciptanya hubungan yang semakin baik antara Bank MAS dan para nasabahnya. Dengan demikian Bank MAS berkeyakinan untuk mampu menghadapi tantangan ke depan.