07/03/2022
Kasunyatan
(True Story - ngaji laku dua nyamuk)
Awal-awal bertemu-dipertemukan Allah dengan mursyid sekitar 2019 beliau menyampaikan ilmu kasunyatan tepat dihadapanku.
Alfaqir yang belum punya banyak kosakata perbendaharaan bahasa Jawa atau istilah-istilah tasawuf Jawa, (maklum dari kecil terbiasa dengan bahasa Jawa ngoko Suroboyo-an meskipun asli lahir di Gresik) hanya bisa menerka-nerka tentang apa itu ilmu kasunyatan.
Tak bertanya khawatir su'ul adab pada Mursyid, hanya manggut-manggut penasaran dengan pikiran jauh melayang seperti apa ilmu kasunyatan ini.
Sedetik kemudia beliau Mursyid rupanya telah membaca pikiranku. "Seiring mas Andi lelaku, nanti mas Andi akan mengetahui ilmu kasunyatan ini"
Terang saja air mukaku tampak sumringah dengan pandangan mata berbinar-binar mendengar ucapan sang Mursyid seperti itu. Bagiku ucapan Mursyid bukan sekadar do'a tapi juga visi mata hati (kasyaf) apa yang diucapkan oleh beliau adalah apa yang telah dilihatnya saat itu juga.
Alhamdulillah ucap batinku.
Sepanjang perjalanan pulang terngiang-ngiang ucapan dari Mursyid ini. Bahkan esok harinya saat lakukan satu perjalanan selalu saja terngiang hingga mulai terungkap apa itu ilmu kasunyatan. Pelan tapi pasti.
Setelah itu beruntun kejadian-kejadian di luar nalar menderaku dengan indahnya. InsyaaAllah kisah-kisah peristiwa spiritual seputar ilmu kasunyatan tersebut suatu saat akan alfaqir bukukan seidzin Mursyid tentunya.
Pagi ini, saat mengajar di dalam kelas Seni Budaya. Ada satu siswa yang duduk paling belakang, Bagas namanya.
Beberapa kali dia menepukkan tangannya dekat korden jendela ruang kelas XI IPS 4. Sebagai seorang pendidik, tentu saja pemandangan ini mengalihkan konsentrasi pembelajaran yang sedang berlangsung.
"Bagas, ada apa denganmu? Jika ada nyamuk bahkan sampai menggigitmu biarkan saja jangan dibunuh. Nyamuk juga makhluknya Allah punya hak untuk hidup"
Raut muka Bagas tampak heran, dibarengi dengan raut muka semua peserta didik juga keheranan mendengar ucapanku.
"Kan gatel dan sakit pak kalo ga dibunuh itu nyamuk!" Protes salah satu siswi ntah siapa namanya.
"Anak anak, pak Andi dulu sebelum lelaku sama dengan kalian kalo digigit nyamuk mangkelnya bukan main. Tapi setelah lelaku Pak Andi memenuhi nasehat Mursyid, mursyid memenuhi anjuran dari Mursyid beliau yakni waliyullah Buyut Sunan Bonang untuk tidak membunuh semua makhluknya Allah termasuk binatang yang ada di sekeliling kita"
"Trus gimana pak kalo pak Andi digigit nyamuk?" Satu siswi lagi bertanya lebih spesifik
"Pak Andi kalo digigit nyamuk, maka dihalau saja, tapi jika nyamuknya kurus pak Andi persilahkan gigit sepuasnya sampai itu nyamuk gemukan dikit" 😊 seiring saya senyum membahasakan pada peserta didik.
Sontak anak-anak ketawa campur ga percaya. "Masak sih pak Andi?"
Allah sangat sayang kepada alfaqir kasunyanpun terjadi apa yang terucap harus dibuktikan secara nyata biar ilmu bukan sekadar teori atau wacana.
Dalam hitungan detik tiba-tiba ada nyamuk dari arah belakang tempat duduknya Bagas datang pas di depan mukaku. Seakan minta izin ingin menggigitku. Kupersilahkan.
Terang saja satu ekor nyamuk menggigit lengan kiri bagian belakang dekat siku. Anak-anak makin heran campur gemes melihatku diam saja tak membunuh nyamuk.
Satu siswa nyeletuk
"Ayoo pak Andi itu nyamuk bunuh saja pak!"
Siswi yang lain bilang
"Pak Andi ga sakit digigit nyamuk seperti itu?"
"Merasakan sakit juga sama seperti kalian, tapi ditahan"
"Sampai kapan pak?"
"Sampai puas baru nanti dihalau atau terbang sendiri" jawabku
Tiba-tiba ada satu nyamuk lagi datang menggigit lengan kiriku. Uniknya tepat sejajar dengan nyamuk sebelumnya. Seakan satu nyamuk itu mengundang janjian dengan temannya untuk menggigitku.
"Tuh kan pak malah ngundang ayoo pak usir saja nyamuknya"
"Anak anakku, kapan sih kita bisa shadaqoh, pak Andi shadaqoh uang pada kalian juga ga punya. Yaa minimal ini yang bisa dilakukan pak Andi shodaqoh darah pada nyamuk" 😊 senyum sambil menenangkan peserta didik. Anak-anakpun ketawa semua.
Tidak sempat kuhalau setelah dua nyamuk itu gemuk hisap darah di lengan. Dua nyamuk itu pamitan pergi sambil mengucakpan terimakasih
Bumiparawali,
Gresik 07 Maret 2022
Cah Angon
Andiy Sayf Ad-Dien Qutuz
NB: Berikut ini video, sempat kupersilahkan salah satu murid merekam dengan hp kedua nyamuk tersebut setelah beberapa lamanya menikmati lengan kiriku 😊