14/07/2024
JANGAN LUPAKAN TANGAN YANG MEMBANTUMU DI MOMEN TERSULIT
---
Di suatu sore yang tenang duduk bersama sambil mengenang perjalanan panjang bisnis yang memasuki tahun keenam sekaligus tahap kedua dari Fase 'Business Maturity'. Di saat pandemi COVID-19 melanda, hampir semua usaha kami runtuh. Namun, ada satu momen yang tak pernah saya lupakan.
Sambil menyeruput teh hangat, Kami berbincang dengan sang 'malaikat' yang tanpa pamrih menawarkan bantuan finansial. Bantuan ini adalah cahaya di tengah kegelapan, penyelamat yang datang di saat yang tepat.
Saya selalu mengingat nasihat Guruku, "Jangan pernah melupakan kebaikan orang, terutama di saat kita sedang terpuruk." Nasihat itu kini terwujud dalam kisah nyata hidupnya. Bantuan sang 'malaikat' tidak hanya menyelamatkan bisnis dan keluarga tetapi juga mengajarkan arti penting rasa syukur dan menghargai setiap kebaikan.
Dalam Islam, menghargai kebaikan orang lain adalah ajaran penting. Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).
Hadits ini selalu menjadi pengingat bagi Saya untuk tidak melupakan orang-orang yang telah membantu kami khususnya di saat-saat tersulit yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya akibat rapuhnya organisasi dan diperburuk dengan momen krisis global akibat wabah Covid-19.
-
Ada satu kiat yang menginspirasi dari Angela Duckworth, penulis buku "GRIT":
"Our potential is one thing. What we do with it is quite another."
Kutipan ini mengingatkan saya bahwa potensi diri dan bisnis kita dapat berkembang lebih baik berkat bantuan 'malaikat'yang datang di masa sulit dan bagaimana kita memanfaatkannya untuk bangkit kembali dari keterpurukan dari kejatuhan.
Angela Duckworth dalam bukunya "GRIT" mendefinisikan grit sebagai kombinasi dari hasrat dan ketekunan untuk jangka panjang. Ia menekankan bahwa kesuksesan bukan hanya hasil dari bakat, tetapi lebih pada bagaimana seseorang bisa BERTAHAN dan terus BEKERJA KERAS meskipun menghadapi tantangan.
Duckworth juga mengungkapkan bahwa mereka yang memiliki grit cenderung melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Kita mesti melihat setiap kesulitan yang dihadapi sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Dengan mindset seperti ini, kita tidak hanya akan mampu mengatasi rintangan, tetapi juga menggunakan pengalaman tersebut untuk memperkuat bisnis dan organisasi kita makin bertumbuh membesar dan menguat dari masa ke masa hingga mencapai visi dan misi serta goal yang ditetapkan di masa depan.
Terakhir, Duckworth menekankan pentingnya memiliki tujuan yang jelas dan bermakna. Bagi Saya,hal ini tidak hanya sebatas memulihkan bisnis kami, tetapi juga memastikan bahwa dia dapat membantu komunitasnya dan membalas kebaikan sang 'malaikat'. Tujuan yang kuat ini memberi Muhammad kekuatan ekstra untuk terus berjuang, bahkan di saat-saat yang paling sulit.
Saat ini, bisnis telah bangkit kembali. Akan selalu ada waktu bagi Saya pribadi untuk mengenang dan mendoakan kebaikan sang 'malaikat', seraya terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan siap membantu orang lain yang membutuhkan. Bagi Saya, setiap tetes keringat dan air mata serta darah selama masa krisis pandemi menjadi pelajaran yang sangat berharga tentang arti kebersamaan, kebaikan hati, dan rasa syukur atas pertolongan Allah yang Maha Kuasa atas segalanya.