14/12/2025
Sejak zaman SD, Snack Taro sudah menjadi snack favorit bocil2 Indo termasuk saya. Tahun 2025 ini, Taro masih melegenda dan terus berinovasi dengan varian2nya. Emiten AISA yang memproduksi snack ini, sempat hampir bangkrut namun berhasil menemukan dewa penyelamatnya, FKS Group.
Q3 2025 perusahaan ini cetak omset 1.4T, angka yang tidak terlalu menggembirakan investor krn angkanya tidak terlalu growth dibanding 2024.
Produk AISA yang lain seperti Mie Ayam Cap 2 Telor dan Mie Instan Bihunku juga belum berhasil menembus Top Of Mind di masyarakat. Mie Ayam Cap 2 Telor bersaing kompetitif dengan Mie Burung Dara sedangkan Bihun Instan Bihunku lebih brutal lagi persaingannya melawan The King Indomie. Otomatis, Taro menjadi backbone dari AISA bersama dengan Bihun Cap Tanam Jagung.
Meskipun demikian, bottom line AISA (net profit) growth signifikan dibanding 2024 (70M vs 47M) akibat penurunan harga bahan baku, padahal beban marketing AISA 2025 dinaikkan 20 milyar dari 2024.
Saat ini, AISA memiliki lebih dari 70 grup distributor yang tersebar di lebih dari 150 kota dengan 100rb outlet lebih di Indonesia. FKS sendiri sudah menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk menyelamatkan AISA.
Bagaimana dengan sahamnya ? Karena kinerjanya masih tidak terlalu bergejolak, saham AISA jg pergerakan sahamnya macam kura-kura, ngesot perlahan-lahan.