20/03/2017
[Kisah Natha Aruna #1]
Halo, Dunia. Namaku Bunga Mutmainah. Panggil saja Bunga. Mungkin orang tuaku dulu ingin aku tumbuh cantik, mekar menyambut mentari, juga menebar harum orang sekitar. Namun takdir Tuhan berbicara lain.
Aku Bunga. Umurku 13 tahun saat ini. Walau begitu perawakanku masih seperti balita umur 3-4 tahun. Aku tidak paham mengapa aku terjebak dalam tubuh kecil ini. Ku hanya tahu ada seorang wanita usia senja yang senantiasa merawatku. Senantiasa menemani. Juga senantiasa mengajari aku untuk berjuang. Dia mungkin ingin aku tumbuh cantik seperti bunga sesungguhnya. Dia adalah nenekku.
Aku terlahir dalam kondisi tidak beruntung. Jantungku tidak berfungsi dengan normal. Ada kebocoran jantung kata nenek. Aku pun juga tuna rungu, sehingga kompleks p**a tuna wicara. Tulang rusukku tidak bisa berkembang, selayaknya tulang rusuk bayi. Itulah mengapa aku terjebak dalam tubuh kecil ini. Namun aku tetap bersyukur dapat bernafas dan mempunyai nenek yang sayang padaku. Juga keluarga kecil yang sayang dan merawat aku hingga bisa bernafas hingga saat ini.
Aku tinggal bersama Ibu, Adikku, juga Nenekku. Ayahku sudah meninggal lama. Ketika ayahku bekerja di bangunan, beliau kebanyakan makan sehingga membuat sulit bernafas dan seketika wafat. Nenek tidak ingin ada autopsi, beliau berfikir ini adalah takdir Tuhan.
Takdir Tuhan?
Oh, Tuhan. Apakah ini takdir yang telah engkau rencanakan untukku?
Bolehkah aku tahu, Tuhan?
Bisakah aku sembuh? Bisakah aku menjadi gadis 13 tahun pada umumnya? Bisakah aku menjadi seperti Bunga sesungguhnya? Tuhan, bisakah aku?
Surabaya, 19 Maret 2017
______________
Hai, kawan. Jika kalian ingin membantu Dek Bunga, kalian bisa membantu dia untuk kembali berkembang. Kami dari Komunitas Natha Aruna membuka kotak donasi untuk membantu Dek Bunga Operasi Jantung Bocor. Adapun perkiraan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 40 jt s.d. Rp 50 jt.
Donasi dapat dikirim melalui :
No. Rekening Bank Syariah Mandiri
7053831707 a.n. Ajeng Kartika Anjani
Jangan lupa untuk mengirim bukti transfer di nomor 0853 3405 0039 -- WA (Andy Ahmad Alfian)