Fintektok

Fintektok Portal Informasi Fintek Terkini
Follow IG :

Makan Kenyang dan Gratis Bersama Dana Betapa senangnya hati ini bisa makan kenyang dan gratis p**a, sudah begitu makanny...
24/06/2019

Makan Kenyang dan Gratis Bersama Dana

Betapa senangnya hati ini bisa makan kenyang dan gratis p**a, sudah begitu makannya pun bukan disembarang tempat. Akan tetapi di tempat makan ternama seperti salah satunya adalah Hoka-Hoka Bento.

Tahu d**g apa itu Hoka-Hoka Bento, restoran asal negara Jepang yang menyajikan makanan asal Jepang dan sudah hadir di Indonesia sudah lama sekali serta memiliki banyak outlet, bisa dikatakan di semua tempat keramaian seperti mall atau stasiun kereta api atau bandara udara pasti ada restoran ini.

Kalian juga tahu d**g, makan di restoran tersebut tidaklah murah apalagi kalau untuk ukuran mahasiswa, buat orang yang sudah bekerja saja apalagi sudah berkeluarga tentu tidaklah murah untuk menyantap hidangan di Hoka-Hoka Bento.

Eh, jangan putus harapan kawan! Soalnya sedang ada promo nih dari perusahaan fintek (financial teknologi) yang memberikan cash back hingga 100%.
Dengan angka cash back yang mencapai 100% bisa dikatakan kita makan enak dan gratis d**g.

Tentu saja ada syarat dan ketentua yang berlaku, seperti:

Transaksi hanya untuk 1x per username
Berlakuk pada tanggal 10-30 Juni 2019
Maksimal cash back Rp 25000
Tidak berlaku kelipatannya
Tanpa minimum pembelian
Berlaku di semua outlet Hoka-Hoka Bento (Hokben), kecuali di Hokben Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, dan Bandara.
Keren kan, promonya. Yuk buruan download aplikasi fintek DANA di google playstore dan aktifkan, setelah itu makan enak dan gratis di HokBen

Per April, fintek peer to peer lending sudah salurkan pinjaman Rp 37,01 triliunBisnis finansial teknologi atau fintek pe...
31/05/2019

Per April, fintek peer to peer lending sudah salurkan pinjaman Rp 37,01 triliun

Bisnis finansial teknologi atau fintek peer to peer (P2P) lending semakin menderu. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan hingga April 2019 jumlah pinjaman yang disalurkan oleh P2P lending terdaftar dan diawasi oleh OJK sebesar Rp 37,01 triliun. Nilai ini tumbuh 63,33% dibandingkan akhir tahun lalu atau year to date (ytd) Rp 22,66 triliun.

Kenaikan penyaluran pinjaman seiring dengan semakin banyak masyarakat yang memberikan pinjaman dan meminjam di platform P2P lending. Adapun jumlah rekening pemberi pinjaman atau lender sebanyak 456.352 rekening. Tumbuh 119,92% ytd dibandingkan posisi akhir tahun 207.507 rekening. Jumlah rekening peminjam atau borrower juga bertambah 78,26% daru 4,35 juta menjadi 7,77 juta rekening.

Kinerja hingga April 2019 ini merupakan performa dari 106 P2P lending yang terdaftar dan diawasi oleh regulator. Jumlah pemain terus bertambah dibandingkan akhir tahun sebanyak 88 entitas. Hal ini turut mengerek aset industri P2P lending yang tumbuh 64,29% dari Rp 1,91 triliun di akhir tahun menjadi Rp 3,14 triliun pada April 2019.

Salah satu perusahaan yang mencatatkan kinerja penyaluran hingga April 2019 adalah PT Kredit Pintar Indonesia atau Kredit Pintar. Chief of Officer (CEO) Kredit Pintar Wisely Reinharda Wijaya menyatakan hingga April lalu, P2P lending yang menyasar pinjaman konsumtif atau multiguna ini sudah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 4 triliun.

Padahal kredit pintar baru beroperasi menyalurkan pinjaman tahun lalu. Fintek Indonesia ini baru mendapatkan tanda daftar dari regulator pada 6 April 2018. Agar semakin menggeliat, kini kredit pintar juga menyasar sektor produktif dengan menyasar pinjaman kepada para petani. Wisely bilang strategi menggarap sektor produktif bukan berarti sektor konsumtif tengah jenuh.

Namun karena masih banyak peluang di segmen ini terutama pertanian. Ia menyebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik terdapat 35,7 juta petani pada 2018. Selain itu luas lahan pertanian mencapai 7,1 juta hektar. Sedangkan potensi pembiayaan pada sektor pertanian mencapai Rp 120 triliun.

"Inilah yang bisa dimanfaatkan oleh Kredit Pintar. Selain itu, rasio pendapatan premi terhadap biaya produksi masih di bawah 1%. Kendala petani dalam mendapatkan pembiayaan mulai dari agunan, bunga yang tinggi, keterbatasan akses, literasi, hingga infrastruktur seperti sinyal," ujar Wisely.

Oleh sebab itu, Kredit Pintar meluncurkan Petani Pintar yang bertujuan untuk mengembangkan usaha petani. Terdapat dua produk yakni pinjaman Rp 1 juta dan Rp 2 juta. Adapun tenor yang ditawarkan selama 8 minggu. Skema pinjaman berupa tanggung renteng dengan anggota kelompok 5 hingga 10 orang. Sedangkan bunga yang ditetapkan sebesar 6,6% per tahun.

"Fokus target pinjaman adalah ibu rumah tangga baik yang memiliki suami petani atau ia sendiri yang petani. Berdasarkan riset kami, ibu-ibulah yang mengendalikan keuangan rumah tangga. Sedangkan tanggung renteng sebagai strategi meminimalisasi risiko," jelas Wisely.

Wiseley menargetkan pada tahap awal, portofolio pinjaman Kredit Pintar bisa bergeser. Ia menargetkan ada 10% pinjaman Kredit Pintar nantinya disalurkan ke sektor produktif. Pada tahap awal ini, Kredit Pintar akan menyasar petani di Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto, Jawa Timur. Setelah daerah ini, Kredit pintar akan menyasar desa dan kota lainnya di Jawa Timur.

Modalku sudah salurkan pinjaman sebesar Rp 6,4 triliun di tiga negaraPemain peer to peer (P2P) lending PT Mitrausaha Ind...
31/05/2019

Modalku sudah salurkan pinjaman sebesar Rp 6,4 triliun di tiga negara

Pemain peer to peer (P2P) lending PT Mitrausaha Indonesia Grup atau Modalku mencatatkan hingga saat ini sudah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 6,4 triliun. Pinjaman ini disalurkan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Jumlah pinjaman ini meningkat signifikan dari akhir tahun lalu. Per Desember 2018, Modalku menyalurkan kredit sebesar Rp 4 triliun untuk tiga negara. CO-founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya menyatakan pinjaman yang disalurkan pada pelaku UMKM di Indonesia sebanyak Rp 4 triliun.

"Kebanyakan pinjaman untuk trade finance dan e-commerce loans. Pinjaman di Indonesia minggu lalu sebesar Rp 4 triliun," ujar Reynold kepada Kontan.co.id pada Selasa (28/5).

Reynold mengaku lebih dari 70% peminjam di Modalku melakukan pinjaman ulang. Terutama untuk pinjaman berjenis tradie finance.

Ia melihat pada kuartal kedua tahun ini, realisasi pinjaman masih akan bagus. Walaupun Ia mengaku pada bulan Juni akan terjadi penurunan pinjaman karena ada libur dan pelaku usaha tutup selama satu hingga dua minggu. Meski begitu, Reynold optimis kinerja kuartal kedua masih bagus lantaran jelang Ramadan mengalami permintaan pinjaman.

Lanjut Reynold, hingga saat ini sudah ada lebih dari 500.000 pinjaman di Modalku. Adapun jumlah pemberi pinjaman atau lender yang terdaftar di platform P2P lending ini sebanyak lebih dari 100.000 rekening.

Asal tahu saja, Modalku sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sejak 04 Mei 2017 lalu.

Menyasar pelaku UKM digital, Koinworks salurkan pinjaman Rp 150 miliar per bulanPT Lunaria Annua Teknologi atau Koinwork...
31/05/2019

Menyasar pelaku UKM digital, Koinworks salurkan pinjaman Rp 150 miliar per bulan

PT Lunaria Annua Teknologi atau Koinworks terus memacu bisnis pinjaman. Chief of Marketing Koinworks Jonathan Byran menyatakan setiap bulannya peer to peer (P2P) lending ini telah menyalurkan pinjaman Rp 150 miliar. Pinjaman ini paling banyak disalurkan kepada pelaku usaha fesyen, elektronik, aksesoris, dan komestik.

"Biasanya saat menjelang Ramadan pinjaman naik. Meski begitu, setelah Ramadan masih bagus, karena pola di Indonesia itu semua e-commerce tidak ada bulan matinya misal ulang tahun e-commerce, momentum lebaran, sekolah, dan hari belanja online, "ujar Jonathan kepada Kontan.co.id pada Selasa (28/5).

Bryan melihat hal ini menyebabkan tidak ada lagi penjualan musiman. Musim hanya menggambarkan tren lonjakan penjualan. Begitupun dengan penjual di media sosial yang laris sepanjang tahun. Namun secara pola kebutuhan dana masih sama setiap bulannya.

Oleh sebab itu, Koinworks membidik menyalurkan pinjaman produktif bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang produknya di jual di e-commerce dan media sosial. Ia mengaku segmen peminjam ini menyumbang kontribusi 70% hingga 80% dari total peminjam.

Adapun jumlah penerima pinjaman sebanyak 700.000 rekening. Adapun jumlah pemberi pinjaman sebanyak 148.972 rekening. Hingga saat ini secara nominal pinjaman yang disalurkan 90% diberikan kepada modal kerja, sisanya kepada dana pendidikan.

Sebelumnya, Co-Founder dan CEO Koinworks Benedicto Haryono menyebut hingga Maret 2019 pinjaman yang disalurkan oleh Koinworks sudah mencapai Rp 1 triliun. Padahal akhir 2018 lalu baru Rp 700 miliar.

Selain itu, P2P lending yang terdaftar pada 4 Mei 2017 ini menargetkan dapat menyalurkan pinjaman hingga Rp 2,2 triliun hingga 2,3 triliun sepanjang 2019.

DANA bidik transaksi dompet digital di Jakarta Fair KemayoranDompet digital DANA membidik transaksi di Jakarta Fair Kema...
31/05/2019

DANA bidik transaksi dompet digital di Jakarta Fair Kemayoran

Dompet digital DANA membidik transaksi di Jakarta Fair Kemayoran (JFK). Lantaran pada tahun ini, penyelenggara mulai menerapkan transaksi nontunai dan nonkartu yang akan menjadi budaya di masa depan selama gelaran ini berlangsung. Tujuannya agar masyarakat mengetahui kemudahan, keandalan, efisiensi, hingga tingginya jaminan keamanan dari transaksi digital.

Ralph Scheunemann, Marketing Director PT JIExpo menyatakan para pengunjung dapat merasakan pengalaman bertransaksi menggunakan dompet digital. Mulai dari pembelian tiket masuk hingga melakukan pembayaran-pembayaran di banyak tempat serta wahana di dalam area eksibisi.

"Pengalaman pengguna dalam memanfaatkan kemudahan, kecepatan, keandalan, dan keamanan dompet digital DANA menjadi hal yang paling kami utamakan. Di Jakarta Fair Kemayoran, masyarakat baik konsumen maupun pelaku usaha dapat merasakan langsung pengalaman menggunakan teknologi terdepan yang dihadirkan DANA untuk mendukung ekosistem perekonomian nasional dan mengakselerasi aktivitas ekonomi digital di Indonesia.” ujar Vincent Iswara, CEO DANA dalam keterangan tertulis pada Rabu (29/5).

Vincent bilang ada tiga metode pembayaran digital yang dihadirkan oleh dompet digital DANA di Jakarta Fair Kemayoran 2019. Pertama, metode pembayaran menggunakan kode QR statis, di mana konsumen cukup memindai Kode QR tersebut menggunakan fitur pemindai yang ada pada dompet digital DANA untuk melakukan pembayaran. Metode pembayaran ini tersedia di berbagai merchant UMKM yang ikut serta di JFK.

Kedua, metode pembayaran menggunakan mesin pemindai dengan teknologi terkini milik DANA. Dengan mesin ini, konsumen cukup memindai kode QR pada dompet digital DANA-nya untuk melakukan pembayaran dalam hitungan detik. Metode pembayaran ini diterapkan pada loket-loket pembelian tiket dan berbagai merchant di JFK.

Ketiga, metode pembayaran menggunakan mesin EDC khusus untuk memindai Kode QR pada dompet digital DANA milik konsumen. Metode pembayaran ini diterapkan di berbagai mobile merchant serta merchant-merchant JIExpo.

Vincent menjelaskan, selain menawarkan teknologi pemindaian kode QR yang canggih serta ketiga metode pembayaran digital terkini, fitur penyimpanan kartu debit ataupun kartu kredit yang ada pada dompet digital DANA juga akan memudahkan konsumen dalam berbelanja dan berekreasi bersama teman-teman dan keluarganya di Jakarta Fair Kemayoran.

"Memanfaatkan fitur penyimpanan kartu debit dan kartu kredit, pengguna tak perlu lagi melakukan top-up atau pengisian saldo DANA, tapi dapat langsung melakukan pembayaran dengan sumber dana dari kartu debit ataupun kartu kreditnya," ujar Vincent.

DANA menghadirkan beragam program cashback bagi para pengguna dompet digitalnya di ajang JFK 2019. Mulai dari cashback sebesar 50% atau maksimal Rp20.000 untuk pembelian tiket masuk JFK 2019 dengan menggunakan dompet digital DANA. Promo berlaku untuk 1 satu akun pengguna dengan maksimal transaksi pembelian tiket masuk adalah satu kali selama ekshibisi berlangsung.

Juga ada cashback sebesar 30% atau maksimal sebesar Rp15.000 untuk setiap pembelian produk makanan dan minuman. Promo berlaku untuk satu akun pengguna DANA dengan maksimal lima kali transaksi pembelian makanan dan minuman selama JFK berlangsung.

Selain itu, cashback sebesar 30% atau maksimal Rp25.000 untuk transaksi pembelian produk-produk kecantikan, fashion, dan perlengkapan lainnya. Maksimal jumlah transaksi untuk setiap akun DANA adalah sebanyak tiga kali selama JFK berlangsung.

Cashback 50% atau maksimal Rp20.000 untuk wahana permainan. Maksimal jumlah transaksi untuk setiap akun DANA adalah sebanyak dua kali per satu akun selama ekshibisi berlangsung.

Selain program cashback, DANA juga menyediakan beragam hadiah menarik seperti sepeda motor, kulkas, dan televisi di booth utamanya yang terletak di area JFK.

"Kami berharap program-program yang kami hadirkan di Jakarta Fair Kemayoran kali ini dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk merasakan manfaat bertransaksi digital nontunai dan nonkartu, termasuk dalam berdonasi. Kami percaya, pengalaman positif adalah kunci kepercayaan masyarakat terhadap budaya baru bertransaksi digital," pungkas Vincent.

Perluas penyaluran pinjaman, fintek ALAMI gandeng HIPMI JayaPerusahaan fintek peer to peer (p2p) lending Syariah PT Alam...
31/05/2019

Perluas penyaluran pinjaman, fintek ALAMI gandeng HIPMI Jaya

Perusahaan fintek peer to peer (p2p) lending Syariah PT Alami Fintek Sharia atau ALAMI jalin kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Raya (Jaya). Kerja sama ini dalam rangka kemitraan pendanaan berbasis syariah.

Adapun fokus dari kesepakatan kerja sama ini adalah pengadaan akses pembiayaan usaha berbasis syariah bagi seluruh anggota HIPMI Jaya. ALAMI sebagai penyedia teknologi akan dapat diakses oleh para pengusaha melalui aplikasi mobile Jaya Connect yang khusus dirancang untuk para anggota HIPMI Jaya.

Melalui aplikasi tersebut, para pengusaha anggota HIPMI Jaya dapat mengajukan pembiayaan melalui platform ALAMI, mulai dari angka Rp 50 juta sampai maksimal Rp 2 miliar.

Pasca resmi terdaftar di OJK, ALAMI fokus menggenjot bisnisnya untuk mencapai target penyaluran pembiayaan sebesar Rp 80 miliar di tahun 2019.

Melalui kerjasama dengan HIPMI Jaya ini, ALAMI menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan kepada 20% atau setara dengan 600 pengusaha dari berbagai sektor usaha yang bernaung di HIPMI Jaya, mulai dari konstruksi, industri kreatif, properti, dan ragam sektor lainnya. ALAMI optimis kerjasama dengan HIPMI Jaya ini dapat berkontribusi untuk mencapai target bisnis tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari HIPMI Jaya dalam mempertimbangkan pembiayaan syariah untuk bisa diakses oleh para anggotanya. Kami menyadari bahwa upaya-upaya untuk mengenalkan keuangan syariah sangat diperlukan dari berbagai pihak, salah satunya dengan kolaborasi ini," tutur CEO ALAMI Dima Djani dalam keterangan tertulis, Rabu (29/5).

ALAMI menilai HIPMI Jaya merupakan mitra bisnis yang tepat, berkaca dari ekosistem organisasi HIPMI Jaya yang memiliki karakteristik pengusaha modern dan terbuka pada perkembangan teknologi.

Hal ini terbukti dengan implementasi teknologi digital melalui aplikasi Jaya Connect, yang berperan menghubungkan para anggota HIPMI Jaya, sekaligus media informasi seputar aktivitas organisasi. Sejak diluncurkan pada tahun 2016, saat ini jumlah pengguna aktif aplikasi Jaya Connect selaras dengan jumlah keanggotaan HIPMI Jaya yang mencapai 3000 anggota.

Sebagai organisasi yang menghimpun aspirasi pengusaha muda di Jakarta, HIPMI Jaya berupaya memberikan solusi dan membuka sinergi seluas-luasnya dengan pihak yang dapat berkontribusi menjawab permasalahan tersebut. Untuk itu, HIPMI Jaya membuka ruang bagi ALAMI di dalam aplikasi Jaya Connect sebagai alternatif pembiayaan bagi para anggota kami," terang Ketua Umum HIPMI Jaya Afifuddin Suhaeli Kalla.

Hingga Mei 2019, jumlah perusahaan pembiayaan P2P berbasis syariah yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih sangat terbatas, yakni kurang dari 10 perusahaan. Angka ini masih jauh jika dibandingkan perusahaan pembiayaan P2P konvensional yang lebih dari 100 perusahaan.

ALAMI sendiri telah mengantongi peresmian dari OJK pada awal bulan Mei 2019. Hal inilah yang membuat Dima semakin optimis untuk memacu bisnis perusahaan lewat berbagai peluang kolaborasi.

"Kerja sama ini dapat menjadi gerbang penetrasi pembiayaan syariah yang prospektif, karena privilege ALAMI sebagai penyedia pembiayaan P2P berbasis syariah pertama di HIPMI Jaya dapat menjadi referensi utama bagi para anggota HIPMI Jaya yang berminat dengan produk pembiayaan syariah, atau UMKM yang belum pernah terhubung dengan fintech pembiayaan sebelumnya," tutur Dima.

Do-It edukasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah JakartaBen Soebiakto, pengamat pakar gaya hidup digital, menyebut, gene...
31/05/2019

Do-It edukasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

Ben Soebiakto, pengamat pakar gaya hidup digital, menyebut, generasi milenial dikenal sangat konsumtif karena pengaruh budaya digital dan kefasihannya dalam menggunakan internet untuk kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengatakan bahwa internet sudah mengambil peran yang penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan jumlah pengguna internet di Indonesia sudah menembus angka 50 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Artinya, sebanyak 143 juta penduduk Indonesia diperkirakan sudah menggunakan internet dan 49 persen di antaranya adalah generasi milenial.

Namun sangat disayangkan, menurut data yang dilansir oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 36% dari generasi milenial di Indonesia masih belum melek literasi keuangan, sehingga memiliki kecenderungan untuk berperilaku konsumtif karena kurangnya kesadaran dalam mengatur keuangan.

OJK melansir bahwa tingkat konsumsi dan belanja generasi milenial lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

Hal ini disebabkan karena adanya kemudahan transaksi pembayaran secara tunai maupun nontunai, dan maraknya perdagangan daring (online shop) yang mana sangat digandrungi oleh kaum milenial.

Sehubungan dengan hal itu, Do-It mengadakan edukasi literasi keuangan di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tanggal 17 Mei 2019. Hal ini dilakukan oleh Do-It sebagai wujud komitmen Do-It dalam meningkatkan literasi keuangan di Indonesia.

Penyuluhan ini ditujukkan bagi generasi milenial agar mereka dapat mengatur keuangannya dengan baik dan memiliki perencana keuangan yang matang, sehingga mendorong mereka untuk lebih produktif dalam mengatur keuangannya dan terhindar dari perilaku konsumtif.

Selain itu, Do-It juga memperkenalkan industri fintek kepada para mahasiswa UMJ. Pesatnya perkembangan industri fintek, membuat kaum millennial harus memahami fungsi dan peran fintek bagi perekonomian Indonesia.

Sejatinya industri fintek memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama masyarakat yang masih belum mendapat akses perbankan. Do-It juga menjelaskan bagaimana peranan industri fintek lending terhadap perkembangan perekonomian di Indonesia, seperti peran fintek dalam meningkatkan PDB di Indonesia dan juga peran fintek dalam mengisi credit gap bagi sektor usaha kecil menengah (UMKM).

"Do-It juga mendorong para generasi milenial untuk menggunakan produk fintek, terutama Peer-to-Peer lending (P2P lending) untuk kebutuhan produktif bukan konsumtif, seperti untuk mendapatkan modal usaha" ujar Airlangga, perwakilan dari Do-It di acara tersebut.

Untuk diketahui, Do-It adalah perusahaan teknologi keuangan yang bergerak di bidang peer-to-peer lending, menghubungkan peminjam dengan pemberi pinjaman.

Memiliki tujuan untuk membantu masyarakat dalam memberikan pinjaman produktif untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, Do-It memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan analisa Big Data dalam proses verifikasi data pengguna. Do-It resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Sanusi)

Siaga mudik, bank besar siapkan stok uang elektronik lebihMenyambut Lebaran, sejumlah bank besar menyiapkan ketersediaan...
31/05/2019

Siaga mudik, bank besar siapkan stok uang elektronik lebih

Menyambut Lebaran, sejumlah bank besar menyiapkan ketersediaan uang elektronik lebih guna mengantisipasi permintaan yang melonjak, khususnya untuk pemudik dengan kendaraan pribadi yang melalui jalan tol.

“Kami sudah menyiapkan 400.000 kartu e-money untuk mengantisipasi keperluan arus mudik maupun arus balik,” kata Senior Executive Vice President Consumer and Transaction PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Jasmin kepada Kontan.co.id.

Bank berlogo pita emas ini akan menyediakan kartu e-money di kantor cabang, gerai ritel. Pun Jasmin bilang Bank Mandiri juga akan menyediakan layanan keliling di beberapa rest area tol, selain untuk isi ulang atau pembelian e-money, tersedia p**a layanan ATM.

Selain itu, untuk memudahkan pemudik asal Jabodetabek, Bank Mandiri juga menyediakan layanan isi ulang maupun pembelian di 12 gardu tol, yaitu yakni di gerbang tol Ciililitan, Cengkareng, Semanggi, Meruya Utama, Pondok Ranji, Pondok Gede Timur, Bekasi Barat 1, Karang Tengah dan Cibubur.

Sedangkan secara total, Jasmin bilang total jumlah lokasi isi ulang kartu mandiri e-money mencapai 62,074 lokasi yang tersebar di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, dan Bali.

"Mengingat tren pada tahun sebelumnya dimana terjadi kenaikan volume transaksi e money sebesar 20% di jalan tol pada periode Idul Fitri, kami memperkirakan laju kenaikan yang sama akan terjadi tahun ini," katanya.

Sementara hingga April, perseroan telah menerbitkan 18 juta kartu e-money, dengan nilai transaksi sejak Januari telah mencapai Rp 4,8 triliun. Dari nilai transaksi tersebut ,89% transaksi digunakan pengguna untuk membayar tol.

Bank pelat merah lainnya, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga menyiapkan hal serupa. Direktur Jaringan dan Layanan BRI Osbal Saragi bilang perseroan telah menyiapkan tambahan 889.000 uang elektronik perseroan: Brizzi.

"Kami juga mengadakan posko mudik lebaran di 32 titik lokasi yang tersebar d seluruh Indonesia. Posko ini akan dibuka dari H-7 lebaran. Pada posko tersebut, masyarakat bisa mendapatkan makanan dan minuman ringan, memanfaatkan layanan E-Channel BRI (ATM, CDM, dan CRM)," terang Osbal.

Sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru menyatakan tak akan menyediakan tambahan uang elektronik miliknya, yaitu Flazz. Direktur BCA Santoso Liem bilang, hal tersebut lantaran peredaran Flazz di masyarakat sudah cukup banyak.

"Selama ini pop**asi Flazz di pasaran cukup memadai dengan jumlah 16 juta kartu, dan stok kami juga mencukupi, sehingga tidak perlu dikhawatirkan," katanya kepada KONTAN.

Meski demikian, Santoso bilang perseroan akan tetap menyediakan fasilitas isi ulang maupun pembelian baru di beberapa pemberhentian tol.

Zurich yakin akuisisi Adira Insurance akan rampung akhir tahun iniZurich Insurance Group menegaskan proses akuisisi 80% ...
31/05/2019

Zurich yakin akuisisi Adira Insurance akan rampung akhir tahun ini

Zurich Insurance Group menegaskan proses akuisisi 80% saham PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) akan rampung pada akhir tahun ini. Target ini molor dari rencana semula yang menargetkan proses akuisisi rampung di kuartal IV-2018 lantaran belum mendapat persetujuan atas persyaratan penyelesaian transaksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Chris Bendl, CEO Zurich Topas Life & Country Manager Zurich Indonesia mengatakan, transaksi ini mencakup dua perjanjian kerjasama strategis jangka panjang dengan Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF). Dengan demikian, Bank Danamon akan mengempit saham Adira Insurance sebesar 20%.

“Transaksi ini adalah yang terbesar di Indonesia dan merupakan langkah penting bagi perkembangan perusahaan, termasuk untuk membawa Zurich Indonesia menuju profitabilitas. Sangat normal transaksi besar ini memakan waktu lama sampai 6 bulan lebih. Saya yakin akhir tahun ini akan rampung,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (28/5).

Nilai transaksi aksi korporasi ini mencapai Rp 6,15 triliun atau setara dengan US$ 414 juta. Dengan potensi peningkatan nilai ke depannya sesuai kinerja bisnis. Dengan transaksi ini juga Zurich berharap akan menjadi perusahaan asuransi umum patungan terbesar di Indonesia.

"Dengan adanya transaksi ini kita berharap untuk menggabungkan bisnis yang ada sekarang. Transaksi ini sangat baik untuk Indonesia selain nilai transaksinya Rp 6,15 triliun itu juga nanti dari Zurich grup akan menginvestasikan penambahan pengembangan di bidang IT, digital, dan fintek, jadi perkembangan untuk Indonesia akan baik. OJK juga sangat menyukai transaksi ini untuk berjalan terus," ujarnya.

Ke depannya, Zurich akan bekerjasama dengan Bank Danamon dan Adira Dinamika Multi Finance selama 20 tahun.

"Ini merupakan transaksi secara eksklusif dan dinilai cukup bagus untuk Zurich karena akan lebih mudah untuk kami menjual produk-produk kepada nasabah mereka. Beberapa bulan belakangan ini Zurich, Adira dan Bank Danamon telah bekerja keras agar transaksi ini bisa sukses," pungkasnya.

PNM yakin NPL akan tetap terjaga usai LebaranPT Permodalan Nasional Madani (Persero) yakin pasca lebaran pembiayaan tida...
31/05/2019

PNM yakin NPL akan tetap terjaga usai Lebaran

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) yakin pasca lebaran pembiayaan tidak akan lesu. Tak hanya itu, PNM juga optimis bisa menekan risiko kredit macet alias non performing loan (NPL).

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan setiap ramadan ada kenaikan pinjaman hingga 20% dari bulan biasa. Arief menyebut pada setiap hari ramadan, PNM bisa menyalurkan pinjaman hingga Rp 150 miliar untuk program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Kendati meningkat, Arief yakin dana pembiayaan digunakan untuk kegiatan produktif bukan untuk kebutuhan pribadi nasabah jelang lebaran. Agar tidak menjadi kredit macet, PNM menerapkan sistem reward.

"Bila disiplin membayarkan cicilan dengan disiplin dan siap menerima pinjaman baru, maka kita beri pinjaman tambahan. Selain itu, selama libur lebaran kita berikan libur angsuran dan bertemu selama tiga minggu," ujar Arief kepada Kontan.co.id beberapa hari lalu.

Lewat langkah ini, Arief yakin NPL setelah lebaran bisa ditekan. Apalagi Ia mengklaim perusahaan sudah membuktikan bahwa pembiayaan yang disalurkan berkualitas. Hingga April 2019 NPL hanya 0,18%. Kendati demikian, Arief bilang tidak akan berpuas diri.

PMN akan terus melakukan monitoring, evaluasi, peningkatan pembukuan, dan utilisasi infrastruktur teknologi.

"NPL rendah karena setiap minggu nasabah bertemu untuk pelatihan. Kedua, ada social punishment, karena penerima adalah ibu-ibu berkelompok. Sehingga kalau telat atau tidak bayar jadi malu," tambah Arief.

Meski berkelompok, Arief menyatakan pemberi pinjaman di PNM tidak menerapkan sistem tanggung renteng. Sebab PNM masih tahap untuk memotivasi bagi nasabah yang baru memulai usaha.

Hingga April 2019, perseroan mencatat kenaikan jumlah outstanding. Adapun total outstanding pembiayaan PNM per April 2019 senilai Rp 13,23 triliun atau meningkat 68,6% secara year on year (yoy).

Kenaikan jumlah outstanding tersebut dibarengi peningkatan jumlah pinjaman yang disalurkan. Sampai April 2019, pinjaman yang disalurkan sebesar Rp 5,68 triliun atau meningkat 188,6% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yaitu Rp 1,97 triliun.

Menurut Arief, peningkatan penyaluran pinjaman tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, adanya penambahan kantor cabang baru sekitar 1.840 dari jumlah sebelumnya sebanyak 1.770 kantor di Desember 2018.

Dari capaian tersebut, jumlah nasabah turut naik. Nasabah program PNM Mekaar meningkat 56,5% menjadi 4.530.314 orang. Sedangkan program Usaha Mikro dan Kecil (ULaMM) melonjak 13,7% mencapai 70.885 orang.

Address

South Jakarta
12160

Telephone

+6285811311631

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fintektok posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category