Makmur - Aplikasi Saham & Reksa Dana

Makmur - Aplikasi Saham & Reksa Dana PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Makmur adalah layanan yang ditawarkan oleh PT Inovasi Finansial Teknologi (“Makmur”) yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pembelian dan penjualan Reksa Dana secara online. Untuk proses Pembukaan Rekening Efek di PT Inovasi Finansial Teknologi (“Makmur”) yang bertindak sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana ("Agen Penjual") atau sebagai Mitra Distribusi melalui fasilitas transaksi online (sebag

aimana didefinisikan dibawah ini) bagi pihak pemohon ("Nasabah") yang menandatangani Formulir Pembukaan Rekening Efek yang telah disediakan Makmur.

03/06/2026

Perjalanan menuju kemakmuran merupakan sebuah perjalanan panjang yang tidak mudah dan membutuhkan konsistensi. Wealth isn’t built on noise. It’s built on conviction, and the right partners.

Begin your journey with Road to Makmur.
02/06/2026

Begin your journey with Road to Makmur.

Pemerintah resmi menunda skema ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), dengan implementasi pe...
02/06/2026

Pemerintah resmi menunda skema ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), dengan implementasi penuh dijadwalkan mulai 1 Januari 2027 untuk batu bara, CPO, dan ferroalloy.

Kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di bank Himbara minimal 12 bulan telah berlaku sejak 1 Juni 2026. Tiga komoditas tahap awal mencakup sekitar US$68 miliar atau 24% dari total ekspor Indonesia pada 2025.

Apa dampaknya terhadap rupiah dan sektor komoditas? Swipe untuk insight selengkapnya.

Pekan ini IHSG menutup di area level terendah 2026, di tengah net sell asing dan berlanjutnya tekanan rupiah.Investor ki...
30/05/2026

Pekan ini IHSG menutup di area level terendah 2026, di tengah net sell asing dan berlanjutnya tekanan rupiah.

Investor kini berfokus pada sejumlah agenda penting yang berpotensi menjadi penentu arah pasar pekan depan.

Swipe untuk melihat perkembangan terkini dan faktor yang perlu dicermati.

Portofolio yang kuat tidak dibangun dari puncaknya, tetapi dimulai dari fondasi yang tepat. Likuiditas, stabilitas, kese...
29/05/2026

Portofolio yang kuat tidak dibangun dari puncaknya, tetapi dimulai dari fondasi yang tepat. Likuiditas, stabilitas, keseimbangan, hingga pertumbuhan jangka panjang memiliki peran masing-masing dalam membangun portofolio.

Swipe untuk memahami konsep Investment Pyramid dan temukan reksa dana yang sesuai untuk setiap lapisan portofolio Anda.

Setelah 18 saham Indonesia sebelumnya dikeluarkan dari indeks MSCI, kini FTSE Russell juga resmi menghapus empat saham I...
25/05/2026

Setelah 18 saham Indonesia sebelumnya dikeluarkan dari indeks MSCI, kini FTSE Russell juga resmi menghapus empat saham Indonesia dalam tinjauan kuartalan terbaru yang efektif berlaku pada 22 Juni 2026.

Empat saham tersebut adalah DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA. DSSA dikeluarkan karena kepemilikan saham yang terkonsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), sementara DAAZ tidak lagi memenuhi batas minimum free float FTSE. Adapun HILL dan MLIA dihapus karena tidak memenuhi kriteria screener FTSE.

DSSA menjadi sorotan karena FTSE menggunakan mekanisme “harga nol” dalam proses penghapusannya. Artinya, nilai penghapusan DSSA ditetapkan Rp0 dalam kalkulasi indeks akibat likuiditas perdagangan saham yang dinilai terlalu rendah.

Perubahan komposisi indeks global seperti FTSE dan MSCI memang tidak selalu mencerminkan fundamental emiten. Namun, revisi bobot Indonesia di indeks emerging markets tetap penting dicermati karena dapat memengaruhi arus dana asing dan volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Menurut Anda, apakah tekanan passive outflow masih akan berlanjut di IHSG ke depan?

Pekan ini, IHSG melemah 8,3% ke level terendah sejak April 2025, tertekan ketidakpastian kebijakan sentralisasi ekspor k...
23/05/2026

Pekan ini, IHSG melemah 8,3% ke level terendah sejak April 2025, tertekan ketidakpastian kebijakan sentralisasi ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dan berlanjutnya passive outflow akibat rebalancing MSCI.

Di sisi lain, rupiah turut melemah ke Rp17.698/USD seiring tekanan capital outflow asing.

Simak rangkuman lengkap pergerakan pasar minggu ini.

Di tengah tekanan yang membuat saham dan obligasi bergerak lebih searah, korelasi antar aset menjadi faktor penting dala...
22/05/2026

Di tengah tekanan yang membuat saham dan obligasi bergerak lebih searah, korelasi antar aset menjadi faktor penting dalam menyusun strategi portofolio.

Dalam kondisi seperti ini, setiap aset memiliki peran berbeda, dari likuiditas melalui instrumen pasar uang, peluang dari penyesuaian yield obligasi, hingga diversifikasi mata uang melalui USD.

Swipe untuk memahami bagaimana RDPU, RDPT, dan RD USD dapat merespons kondisi pasar saat ini.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026, Bank Indonesia resmi menaikkan BI Rate sebesar 50 bps dari 4,75% menjadi 5,25...
20/05/2026

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026, Bank Indonesia resmi menaikkan BI Rate sebesar 50 bps dari 4,75% menjadi 5,25%, kenaikan pertama dalam 25 bulan sejak April 2024, sekaligus melampaui ekspektasi konsensus pasar.

Dari 42 analis dalam survei Bloomberg, 41 mengantisipasi kenaikan 25 bps, sementara hanya 1 analis yang memperkirakan kenaikan lebih agresif sebesar 50 bps. Langkah yang lebih agresif dari ekspektasi ini diambil di tengah pelemahan rupiah yang menyentuh level terendah sepanjang sejarah di kisaran Rp17.700/USD, dengan depresiasi sekitar 6% sejak awal 2026.

Kenaikan BI Rate membawa implikasi berbeda pada tiap kelas aset. Harga obligasi berpotensi tertekan seiring naiknya yield, sementara sektor saham yang sensitif terhadap suku bunga, seperti properti, teknologi, serta infrastruktur dan konstruksi, diperkirakan menghadapi tekanan jangka pendek.

Di sisi lain, instrumen berbasis pasar uang seperti deposito dan reksa dana pasar uang (RDPU) menjadi relatif lebih menarik.

Menurut Anda, apakah kenaikan BI Rate 50 bps ini sudah cukup untuk menstabilkan rupiah?

BI semakin agresif menerbitkan SRBI di tengah tekanan rupiah yang terus berlanjut. Penerbitan SRBI naik 31% YTD menjadi ...
18/05/2026

BI semakin agresif menerbitkan SRBI di tengah tekanan rupiah yang terus berlanjut. Penerbitan SRBI naik 31% YTD menjadi Rp957 triliun, sementara kepemilikan asing melonjak 68% menjadi Rp192 triliun per April 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi BI untuk menjaga stabilitas rupiah dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik di tengah ketidakpastian global.

Menurut Anda, langkah BI naikkan penerbitan SRBI ini tepat? Share pendapat Anda di kolom komentar.

Address

Equity Tower Lantai 25 Unit G Jalan Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan
South Jakarta
12190

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Makmur - Aplikasi Saham & Reksa Dana posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Makmur - Aplikasi Saham & Reksa Dana:

Share