09/12/2021
"BELAJAR DARI BIBIT MANGGA"
Suatu hari, ada seorang pemuda sdg berlibur ke rumah neneknya di desa. Saat tiba disana, setelah melepas rindu dan beristirahat sejenak, neneknya menghidangkan sepiring irisan buah mangga yg menggiurkan warna dan aroma dan rasanya.
"Wah, mangganya harum dan manis sekali Nek, sedang musim ya. Saya sdh lama sekali tdk menjenguk nenek, shg tdk tahu kalau nenek menanam pohon mangga yg berbuah lebat dan seenak ini rasanya," ujar si pemuda sambil terus melahap mangga itu.
Sambil tersenyum sang nenek menjawab, "Makanya, sering2lah menjenguk nenek, nenek rindu cucu nenek yg nakal dulu. Pohon mangga itu sebenarnya bukan nenek yg menanam. Kamu mungkin lupa, wkt kecil dulu, setelah menyantap buah mangga, kamulah yg bermain me-lempar2 biji mangga yg telah kamu makan ke kebun belakang. Nah, ini hasil kenakalanmu itu, telah bertumbuh menjadi pohon mangga dan skrg ini sedang kau nikmati buahnya."
"Sungguh, Nek? Buah mangga ini hasil kenakalan waktu kecilku dulu yg tdk disengaja? Wah, hebat sekali. Aku tdk merasa pernah menanam, tetapi hasilnya tetap bisa aku nikmati setelah sekian belas tahun kemudian, benar2 sulit dipercaya," si pemuda tertawa gembira sambil menyantap dgn nikmat mangga di hadapannya.
Neneknya melanjutkan dan berkata, "Cucuku, walaupun engkau tdk sengaja melempar biji mangga di halaman itu, tetapi bila tanah lahannya subur dan terpelihara, dia tetap akan bertumbuh lama kelamaan menjadi pohon yg besar. Dan sesuai hukum alam, saat musim buah tiba, dia pasti akan berbuah. Sedangkan rasa buahnya manis atau tdk adlh sesuai dgn bibit yg kita tanam"
Malam hari, si pemuda merenungkan percakapan dgn neneknya. Karena merasa penasaran, diambilnya biji buah mangga sisa di meja dan dibelahnya menjadi 2. Dia ingin tahu sebenarnya apa yg ada di dalam biji buah mangga itu sehingga bisa menghasilkan rasa manis yg membedakan dgn biji buah mangga yg lain. Ternyata dia tidak menemukan perbedaan apapun.
Melihat tingkah si cucu, sang nenek menyela "Cucuku, semua biji buah, tampaknya dari luar sama semua. Tetapi sesungguhnya, unsur yg ada di setiap biji buah itu berbeda, perbedaan itulah yg akan menghasilkan rasa, aroma dan warna setiap pohon mangga berbeda p**a. Semuanya tergantung inti buahnya. Demikian p**a dgn manusia, tampak luar, setiap manusia adalah sama tetapi yg menentukan dia bisa berhasil atau tidak adalah kualitas unsur2 yg ada di dalamnya.
Nah, ternyata alam mengajarkan banyak kepada kita. Bila ingin hasil yg baik, harus memiliki unsur kualitas yg baik p**a, apakah kamu mengerti?"
"Terima kasih Nek, saya sungguh bersyukur memutuskan datang ke sini, semua ucapan nenek akan sy jadikan bekal utk lebih giat belajar dan membenahi diri agar hidup sy lebih berkualitas," ucapnya sambil memeluk tubuh rapuh sang nenek.
Para leader2 yg luar biasa ...
Hukum alam semesta pada kisah nenek dan cucunya tadi mengajarkan kepada kita 2 hal :
1) Apa yg telah kita tabur (pikiran, perkataan dan tindakan) entah disengaja atau tidak, diingat atau dilupakan, entah kapanpun juga. Hukum alam semesta mengajarkan, apa yg kita tabur, kita pasti akan menuai hasilnya kelak di kemudian hari.
2) Bahwa manusia mempunyai kemiripan dgn inti biji buah mangga, tampak luar sama, tetapi kualitas unsur yg ada di dalam inti buahnya yg kelak akan membedakan rasa, aroma dan warna si buah mangga.
Demikian juga dengan manusia, Kualitas mental, pikiran alam bawah sadar yg didalamlah yg membedakan dan menentukan keberhasilan manusia itu sendiri.
Mari kita perbaiki karakter kita, sikap diri dalam merespin situasi, selalu optimis dan positif, perhalus budi pekerti, jaga kebersihan hati dan selalu menggali dan mengembangkan potensi diri agar kesuksesan sejati bisa kita nikmati.
Semangat pagi
Salam Sukses & Tetap Semangat 💪🏽💪🏽💪🏽
Salam Perubahan‼
https://bit.ly/biz3iku
https://bit.ly/AnakKucingLucuImut