28/06/2022
Menjelaskan Cryptocurrency Pada Orang Awam
Penulis; De Sucitra
Para pecinta Cryptocurrency pernah pada posisi tidak mengerti sama sekali Cryptocurrency, lalu setelah mengerti menjadi yakin pada kekuatan Cryptocurrency, baik untuk mengubah kehidupan pribadi, maupun seluruh dunia, untuk kehidupan yang lebih baik.
Dalam perjalanannya, kadang kita mendapati orang yang meminta penjelasan, tentang apa itu Cryptocurrency. Sayang sekali, tidak semua orang bisa langsung menjelaskan dengan bahasa yang sederhana, yang mudah dipahami oleh orang awam. Banyak yang terjebak dengan penjelasan teknis teknologi Cryptocurrency. Akibatnya, alih-alih memberikan pemahaman, yang kita beri penjelasan malah pusing tujuh keliling.
Oke, sebelum pada penjelasan inti, kita masuk pada pengertiannya secara bahasa. Cryptocurrency artinya mata uang kripto.
Nah, itu artinya Cryptocurrency secara fungsi dan manfaat, sama saja dengan mata uang biasa (uang fiat). Ia sesuatu yang menjadi alat tukar terhadap barang/ jasa, alat transaksi, bisa kita simpan sebagai tabungan, bisa juga menjadi asset investasi masa depan.
Mata uang biasa ada bentuk fisiknya berupa kertas dan logam, sementara Cryptocurrency bentuknya sepenuhnya digital.
Mata uang biasa namanya bermacam-macam, ada rupiah, dollar, yen, euro, yuan dan seterusnya. Cryptocurrency namanya juga bermacam-macam, ada Bitcoin, Ethereum, Monero dan seterusnya.
Mata uang biasa ada pecahannya, misalnya $1 €1 ¥1 Rp 100. Cryptocurrency juga ada pecahannya, pecahannya disebut satoshi, contoh 1 BTC (satu Bitcoin) bisa dipecah sampai dengan satu juta satoshi.
Dalam bentuk digitalnya, uang biasa disimpan di rekening Bank, dimana kita sebagai pemilik uang tidak sepenuhnya berkuasa atas uang kita yang disimpan di rekening. Bank lebih berkuasa atas uang kita.
Sementara Cryptocurrency, kita simpan di Wallet Address alias dompet digital. Yang penguasaannya, sepenuhnya ditangan kita.
Untuk membuat rekening Bank, kita wajib mencantumkan data diri. Sementara untuk membuat Wallet Address, kita tidak perlu mencantumkan identitas kita, privasi kita terjaga.
Untuk mentransfer atau menerima uang di rekening Bank, ada pihak ketiga yang mengawasi transaksi kita, yaitu pihak Bank. Bank berkuasa untuk mengabulkan atau menolak transfer yang kita lakukan. Sementara Cryptocurrency, ketika kita mengirim atau menerima, hanya kita dan pihak penerima yang berperan, tanpa campur tangan pihak ketiga seperti Bank.
Mata uang biasa di rekening Bank, ada pembatasan transfer hariannya, contoh di Bank BCA untuk rekening Platinum dibatasi Rp 100juta perhari. Sementara menggunakan Wallet Address, kita bebas mau mengirim berapapun, transfer bernilai ratusan milliar sampai trilliunan antar wallet adalah hal biasa di dunia Cryptocurrency.
Mengenai birokrasi dan efektifitas waktu transfer antar negara dengan nominal besar, mata uang biasa prosesnya berbelit-belit dan memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Dengan Cryptocurrency, hitungan menit, bahkan detik, sampai.
Keunggulan-keunggulan Cryptocurrency masih lebih banyak dari yang saya sebutkan diatas, namun saya rasa keterangan itu cukup untuk pengetahuan awal tentang Cryptocurrency.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat, nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp859,4 triliun pada 2021. Nilai transaksi aset kripto tersebut meroket 1.222% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2020, nilai transaksi aset kripto di dalam negeri sebesar Rp64,9 triliun.
Fakta menariknya adalah, 52% investor terkaya di Asia, adalah holder Cryptocurrency, dan dari keseluruhan investor Cryptocurrency itu, dan holder terbanyak berasal dari Indonesia. Sangat membanggakan.
Kedepan kita akan lebih memperdalam pengetahuan kita, membahas dari berbagai sisi, teknologinya, sistemnya, manfaatnya. Berbagai metode untuk mendapatkan keuntungan dari Cryptocurrency, dan seluk beluknya. Semoga bermanfaat.