17/07/2018
Leader saya Ibu Nien Wirantie menjelaskan seperti ini :
Asuransi itu banyak sekali, antara lain:
Asuransi pendidikan
Asuransi rawat inap
Asuransi sakit kritis
Asuransi jiwa
Asuransi pendidikan, rawat inap & jiwa secara umum sudah banyak orang paham
Asuransi sakit kritis banyak yg belum paham & berpikir bahwa itu utk pengganti biaya pengobatan apabila terjadi sakit kritis, sebagai tambahan dari asuransi rawat inap
Bukan, critical illness protection BUKAN sebagai pengganti biaya RS saat terjadi sakit kritis. Sedikitpun TIDAK berhubungan dgn besarnya biaya pengobatan.
Proses pembayaran klaimnya sama dgn asuransi jiwa, dibayarkan langsung ke rekening nasabah & bisa digunakan UNTUK APA SAJA, termasuk bayar sekolah, bayar utang, biaya hidup atau utk modal usaha. Jika terjadi sakit kritis, kita menerima premi gratis agar asuransi jiwa kita tetap berjalan
Maka criticall illness protection bisa difungsikan sebagai pengganti penghasilan & perlindungan aset di saat terjadi resiko sakit kritis, sebab sakit kritis adalah perampok yg mengancam penghasilan & aset kita
Jadi manakah yg paling penting di antara
4 jenis asuransi tersebut?
Tidak bisa kita bandingkan mana yg lebih penting: tangan atau kaki, mulut atau telinga
Tapi jika dana kita terbatas,
perlu kita pertimbangkan hal ini:
Dari 4 jenis asuransi di atas, manakah yg sanggup kita bayar sendiri jika resiko terjadi?
Jika masih sanggup bayar sendiri, maka itu bukanlah hal urgent yg perlu kita bagi resikonya dgn perusahaan asuransi
Kalau saya..., kalau saya lho yaaa...., jika dana saya sangat terbatas utk berasuransi, biaya pendidikan & rawat inap, walaupun berat, insyaallah masih sanggup saya tanggung, apalagi wajib punya BPJS
Konsekuensi jika terjadi sakit kritislah yg saya tidak sanggup tanggung sendiri, seperti kematian.
Sakit tapi umurnya panjang. Waaahh, ini yg paling menakutkan buat saya, bisa bablas dalam sekejap semua hasil jerih payah kita, walaupun biaya RS sudah dibayar oleh BPJS atau asuransi rawat inap Allianz sekalipun.
Itu kalau saya lho yaaaa....
Sebab setiap kali dengar kabar orang meninggal, pertanyaan kita adalah: SAKIT APA?
S**a tak s**a, menurut WHO, 70% orang meninggal krn sakit kritis. Dan s**a tak s**a,
80% keluarga bangkrut krn sakit kritis.