27/05/2020
Indofood, Ada Apa Denganmu?
By Gunadi Laksono
Beberapa hari ini Investor Indonesia dihebohkan dengan berita keputusan PT Indofood CBP Sukses Makmur,Tbk (ICBP), anak perusahaan PT Indofood Sukses Makmur,Tbk (INDF), mengakuisisi Pinehill Company Limited (Pinehill), sebuah perusahaan yang didirikan di sebuah negara bernama British Virgin Island. British Virgin Island sendiri berada di wilayah luar Britania Raya, di kawaasan Karibia, sebelah timur Puerto Riko. Pinehill Company Limited bergerak di bidang industri dan pemasaran mie instan di 8 negara, yaitu Arab Saudi, Nigeria, Turki, Mesir, Kenya, Maroko, Ghana dan Serbia. Merk mie instan yang dipasarkan adalah “Indomie” berdasarkan perjanjian lisensi dengan PT.Indofood Sukses Makmur,Tbk. Aksi korporasi ICBP ini menghebohkan kalangan investor karena nilai transaksi berjumlah US$2,99 Milyard, sedangkan nilai ekuitas hanya sebesar US$ 246,3 juta, sebuah nilai yang jauh dibawah nilai transaksi akuisisi. Hal inilah yang menyebabkan investor menjual saham INDF dan ICBP besar-besaran.
Mengapa ICBP berani akuisisi Pinehill dengan nilai yang fantastis? Menurut Gideon A,Putro, Corporate Secretary ICBP menyampaikan bahwa rencana akuisisi tersebut sejalan dengan pengembangan dan perluasan kegiatan usaha ICBP. Hal ini dapat dipahami, karena selama ini Pinehill merupakan produsen dan pemasar mie instan merk Indomie, sehingga mie instan Indomie dikenal luas di negara-negara yang selama ini merupakan daerah pemasaran Pinehill Company Limited. Gideon juga menyatakan bahwa Pinehill mempunyai 12 pabrik dengan kapasitas 10 milyar bungkus, bandingkan dengan kapasitas produksi ICBP sendiri berjumlah 19 milyar bungkus per tahun. Dari sisi infrastruktur, Pinehill mempunyai pabrik sendiri yang siap untuk memproduksi produk-produk mie instan. Jika perusahaan ini diambil alih perusahaan lain, ICBP akan kehilangan daerah pemasaran, dimana market share produk ini terbesar di negara-negara tujuan tersebut. Jelas, kehilangan market share yang diperjuangkan bertahun-tahun dan produk sudah dikenal bukan merupakan hal yang diinginkan pemegang merk.
ME Porter, penggagas strategi kompetitif menyatakan ada 5 kekuatan yang memicu persaingan industri, yaitu pembeli, produk pengganti, pemasok, pendatang baru, dan stakeholder. Kelima hal ini akan berbeda jika membandingkan situasi persaingan industri mie instan di tanah air dan di negara-negara tujuan Pinehill. Pengalaman Pinehill dalam mempasarkan produk mie instan membuat perusahaan ini sangat mengenal persaingan industri mie instan di negara-negara tujuan. Akuisisi sendiri merupakan salah satu strategi sebuah perusahaan untuk memasuki pasar negara lain (Hunger, 1996). Hao Ma (2004) menyatakan bahwa kerjasama dan keunggulan kompetitif dicapai melalui sumber daya dan ketrampilan yang saling melengkapi dan membangun aliansi. Hal ini dapat diperoleh ICBP saat mengakuisisi Pinehill.
Jumlah nilai akuisisi dipermasalahkan Investor Indonesia. Nilai US$ 2,99 M tidak sebanding dengan nilai ekuitas, yang hanya US$ 246,3 juta. Nilai akuisisi tidak hanya memperhitungkan nilai ekuitas atau aset yang dimiliki, tapi juga potensi pendapatan yang dapat diterima jika perusahaan Pinehill diakuisisi ICBP. Perhitungan sederhana yang dapat digunakan nilai present value dari potensi keuntungan bersihnya (nett profit after tax). Penulis belum menemukan data berapa jumlah nilai aset dan berapa jumlah keuntungan bersih tahun 2018 dan sebelumnya, saat tulisan ini dipublikasikan, sehingga terkendala untuk menghitung perkiraan nilai present value dari keuntungan di masa depan. Nilai akuisisi juga memperhitungkan nilai goodwill yang dipunyai suatu perusahaan, dan cukup rumit menghitung nilai goodwill karena merupakan aset yang tidak nampak (intangiable asset).
Apa dampak corporate action ini terhadap kondisi keuangan INDF pada umumnya, dan ICBP pada khususnya? Pembayaran akuisisi ICBP terhadap Pinehill menggunakan skema dana sendiri, sejumlah US$ 300 juta (setara dengan Rp 4,425 T dengan kurs USDIDR 14.750) dan sisanya menggunakan dana dari konsorsium bank (hutang). Laporan keuangan kuartal 1 yang dipublikasikan oleh ICBP tercatat jumlah ekuitas adalah Rp 28,782 T dan jumlah liabilitas total adalah Rp 13,319 T, yang berarti rasio debt to equity ratio saat ini adalah 0,464 atau 46,4%. Rasio ini akan meningkat saat akuisisi, yaitu menjadi 1,844 atau 184,4% Jumlah liabilitas meningkat menjadi kurang lebih Rp 52,996 T, sedangkan nilai kapitalisasi pasar ICBP sendiri berjumlah kurang lebih Rp 121 T.
Dari sisi laporan laba rugi, beban bunga akan bertambah besar dan akan mengurangi jumlah laba bersih sebelum pajak (earning before tax), sekalipun beban bunga dapat mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan. Jika menggunakan suku bunga rata-rata Jakarta InterBank Over Rate (JISDOR), yaitu sebesar 5%, maka akan ada penambahan beban bunga sebesar Rp 2,649 T per tahun atau Rp 662,453 M per kuartal. Pengeluaran kas akan bertambah sebesar beban bunga ditambah cicilan pokoknya.
Kinerja ICBP pada khususnya dan INDF pada umumnya akan terbeban dalam jangka pendek karena akan ada penambahan beban bunga dan pembayaran cicilan pokok hutang. Dalam jangka panjang, kinerja INDF dan ICBP akan bertambah kuat dengan masuknya Pinehill Corpora Limited sebagai kepanjangan tangan ICBP di kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Referensi :
www.cnbc.com, Dicaplok Indofood CBP Rp 45 T, Begini Sepak Terjang Pinehil, 26 Mei 2020
www.kontan.co.id, Indofood CBP (ICBP) Hargai Pinehill US$ 3 Miliar, Ini Rincian Kinerja Dan Aset, 25 Mei 2020
Hunger, J David & Thomas L Wheelen (1996), Manajemen Strategis, Penerbit Andi Yogyakarta
Hao Ma (2004), Toward Global Competitive Advantage, Creation, Competition, Cooperation, And Co-Option, China Center For Economic Research, Peking University, Beijing, People’s Republic Of China And Management Department, Bryant College, Smithfield, Rhode Island, USA
www.idx.co, laporan keuangan emiten