19/07/2020
Anak saya adalah investasi saya dan dana pensiun saya, apa benar?
â˘
Jujur saya kaget saat menemukan fakta dari beberapa org tua, ternyata mereka tidak mempersiapkan apa2 dan hanya mengandalkan pensiunan dr pemerintah dan BPJS ketenagakerjaan dan saat saya bertanya apakah cukup? jawabannya :
"Kan nanti anak2 saya sudah besar, mereka pasti bisa mencukupi dana pensiun saya jika yang dari pemerintah ternyata kurang."
â˘
Saya sama sekali tidak menyangka jawaban itu akan dilontarkan. Saya langsung berhitung, anggaplah usia pensiun itu 55 tahun, kalau di usia 30 Anda memiliki anak terkecil usia 1 tahun, berarti saat anak Anda berusia 26 tahun, ia baru mulai bekerja setelah lulus kuliah S1, Anda sudah pensiun. Anggap angka harapan hidup sampai dengan 70 tahun. Berarti anak Anda yang baru mulai bekerja harus menghidupi Anda setiap bulannya hingga ia berusia 39 tahun. Padahal di usia tersebut mereka pasti membutuhkan dana untuk membangun rumah tangganya dan mereka pun pastinya punya kewajiban lain di keluarga mereka sendiri.
â˘
Lalu apa yang harus dilakukan?
Daripada berdiam diri tanpa memasukkan apapun dan terus bergantung dengan anak-anak Anda nantinya, lebih baik jika Anda mulai menyisihkan dana khusus pensiun dari sekarang. Selain bisa meringankan beban anak-anak Anda nanti, Anda juga terbebas dari perasaan khawatir ketika pemasukan bulanan atau gaji tidak lagi di terima.
Menyisihkan sebagian uang untuk persiapan masa depan ini juga bisa melatih Anda untuk hidup hemat sampai masa pensiun tiba.
â˘
Jadi, kalau saat ini kita menyekolahkan anak, anggap itu kewajiban kita tanpa kita perlu meminta hak saat mereka sudah selesai sekolah. Pendidikan anak bukan investasi yang harus dibalas dengan uang pensiun. Jadi jangan salah kaprah. Lebih baik bantu anak mencari beasiswa supaya anggaran dapt dialihkan ke dana pensiun daripada berniat menyekolahkan anak demi mendapat dana pensiun dari mereka.
â˘
Diskusi yuk...