18/10/2017
Press Release
Kegiatan "Gebyar Hari Santri 2017" Kabupaten Rembang
21-22 Oktober 2017 di Alun-alun kota Rembang
Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2017, Santri Rembang yang tergabung di Komunitas ObrolanSantri dan Jam'iyyah Maulid Kubro (JMK) Rembang mengagendakan serangkaian kegiatan yang diberi nama "Gebyar Hari Santri 2017".
Komunitas ObrolanSantri berkomitmen untuk mengajak kaum santri dan masyarakat umum menyadari bahwa santri mempunyai peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Memperingati Hari Santri tak lain merupakan upaya mengingat-kembali lahirnya Resolusi Jihad yang ditetapkan oleh salah satu Founding Fathers kita, KH. Hasyim Asy'ari, demi mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Perayaan ini akan berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Ahad, pada tanggal 21-22 Oktober 2017, yang dipusatkan di Alun-alun Kota Rembang, dengan mengambil tema "Santri Rembang untuk Nusantara".
Komunitas ObrolanSantri bertekad untuk menjaga dan menghidupkan kebudayaan Islam Nusantara. Oleh karena itu, kegiatan ini dikemas dalam nuansa lokal kebudayaan Santri Rembang. Di antara bentuk kegiatannya, ada "Dzikir Pesisir" yang diisi dengan pembacaan Manaqib Syaikh Abdul Qadir Jaelani dan Sholawat Nariyah.
Pada malam harinya, akan digelar penampilan kolosal "Parade 1001 Rebana" oleh jaringan santri Rembang yang tergabung di JMK (Jam'iyyah Maulid Kubro). "Keplok Alfiyah" menyusul tampil mengisi acara sebagai satu keunikan tersendiri karena mencerminkan tradisi lokal para santri di Rembang dalam menghafal bait-bait syair Alfiyah yang berisi tentang kaidah-kaidah gramatikal Bahasa Arab.
Selanjutnya, acara dilanjut dengan Sarasehan "Ngopi" (Ngopeni Pikir lan Ati). "Ngopi" ini akan menjadi momentum yang baik untuk membangun wacana dan gagasan mengenai masa depan Santri dalam berkiprah dan berkhidmah untuk Ibu Pertiwi, untuk peradaban Islam Nusantara.
Pada hari Minggu pagi, "Gebyar Hari Santri 2017" dilanjutkan dengan kegiatan "Apel Hari Santri" yang diikuti oleh para santri dan kiai, delegasi dari Pondok Pesantren, Madrasah, dan para santri penggerak jam'iyyah Nahdlatul Ulama, berikut Banom-banomnya seperti Muslimat, Fatayat, Gerakan Pemuda Ansor, IPNU-IPPNU, Pagar Nusa, dan lain sebagainya.
Setelah Apel Hari Santri, acara dilanjutkan dengan Kirab Merah Putih yang akan menempuh jalan-jalan protokol kota Rembang. Dari Alun-alun menyusuri jalan KH. Mansyur, lalu belok mengambil jalan Dr. Soetomo, jalan Kartini, jalan Mojopahit, kembali ke jalan KH. Mansyur dan finish di Alun-alun kota Rembang.
Beberapa tokoh Nasional akan hadir, di antaranya KH. Ahmad Mustofa Bisri, KH. Yahya Cholil Staquf, KH. Abdul Ghofur Maimoen, KH. M. Arwani Tomafi, M. Imdadun Rahmat, Puthut EA, Maryono, MM. Mereka, tokoh-tokoh Nasional itu--dengan dipandu oleh moderator gaek asal Semarang Mas Prie GS--akan menyampaikan wawasan kebangsaan, keislaman, dan kebudayaan dalam rangka mengukuhkan kesadaran kaum Santri untuk berkomitmen pada kemaslahatan agama, bangsa dan negara.
Peringatan Hari Santri di Rembang ini diinisiasi oleh Komunitas ObrolanSantri Rembang, bekerjasama dengan PCNU Rembang dan PCNU Lasem beserta Banom-banom, dan didukung oleh Pemkab Rembang, Kemkominfo dan Bank BTN.
[JMK]