Hartono aiha

Hartono aiha Memberi informasi yang bermanfaat

17/05/2024

Berhentilah

Berhentilah berusaha untuk bahagia; berhenti melarikan diri dari ketidakbahagiaanmu; rangkul emosimu apa adanya, dan temukan kebahagiaan yang lebih dalam.

Tidak ada yang salah denganmu, dan tidak akan pernah ada, tidak peduli apa yang kau yakini, atau apapun yang diberitahukan padamu.

Engkau lengkap, utuh, persis seperti dirimu sekarang; sempurna bahkan dalam ketidaksempurnaanmu, luar biasa dalam kemanusiaanmu, kuat dalam kerapuhanmu.

Kekuranganmu itu indah.
Keraguanmu itu suci.

Tidak apa-apa terkadang merasa hancur dan terluka, memang begitulah adanya.

Rasa sakit atau ketidaknyamananmu, kesedihanmu, kemarahanmu, ketakutanmu, itu semua bukanlah tanda-tanda kegagalan atau kelemahan rohanimu; mereka adalah bagian penting dan berharga dari dirimu yang ingin disayangi.

Tidak perlu lagi malu dengan lukamu, menyembunyikannya atau mendorongnya lebih jauh..

Tidak perlu lagi berpura-pura bahagia, atau mencintai segala sesuatu, ataupun sempurna atau tercerahkan.

Tidak perlu berpura-pura lagi. Engkau telah merasa begitu lelah dari pertarungan dan pelarian..
Engkau telah lelah mencari cinta di luar hatimusendiri..
Muak dengan keterputusan dari momen kekinian,

Engkau merindukan sebuah momen istirahat.
Ruang dimana segala sesuatu diterima..
Engkau tidak perlu berusaha menerima apapun..
Karena sedari awal, engkau adalah ruang tanpa batas, ruang yang mengizinkan segala sesuatu untuk ada..

Kesedihan dan kebahagiaan sudah diizinkan untuk ada...
Kesabaran dan kemarahan sudah diizinkan untuk ada..
Kebaikan dan keserakahan sudah diizinkan untuk ada.
Kegagalan dan kesuksesan sudah diizinkan untuk ada.
Kesehatan dan kesakitan sudah diizinkan untuk ada..

Ruang dimana segala sesuatu muncul dan tenggelam..
Samudera dimana ribuan ombak muncul dan tenggelam..
Itulah engkau...

Aku hanyalah seekor burung camar kecil, menyanyikan sebuah lagu, menawarkan kata-kata yang tidak sempurna namun sangat tulus ini kepadamu.

By : Nuansa

27/04/2023

Nasihat orang tua,”Jangan selalu melihat ke atas.” Makasudnya, jangan melihat orang-orang yang pencapaian hidupnya lebih tinggi dari kita. Misalnya, orang yang lebih kaya, jabatannya lebih tinggi, dan lain-lain. Kenapa jangan? Karena akan menimbulkan rasa tidak puas, yang berujung pada tidak bahagia.

Itu benar. Ada banyak orang yang sebenarnya pencapaiannya sudah bagus, tapi tidak bahagia. Itu karena ia selalu mengharapkan yang lebih tinggi. Ia mengira akan bahagia kalau bisa mencapai yang lebih tinggi, seperti yang dicapai orang lain. Ternyata ketika sampai di sana, ia tidak juga bahagia.

Bahkan ada orang yang hidupnya sibuk mengejar orang. Orang di tingkat 3, ia ingin juga ke tingkat 5. Orang di tingkat 5, ia ingin kejar. Lebih parah lagi, kalau tak sanggup mengejar dan menyalip, ia habiskan energi untuk menjatuhkannya.

Sebenarnya tak hanya melihat ke atas, melihat ke bawah juga tak baik. Orang akan terjebak untuk berpuas diri, padahal sebenarnya ia bisa lebih baik lagi.

Sebaiknya bagaimana? Tetapkan tujuan hidup kita sendiri, berjuanglah untuk mencapainya. Kalau sudah tercapai, tetapkan tujuan baru. Menetapkan tujuan baru bukan berarti kita tidak puas dengan yang sudah kita capai. Nikmati yang sudah Anda capai, puaskan diri Anda. Lalu bergerak ke tujuan selanjutnya. Nikmati perjalanannya, nikmati hasil yang sudah diraih.

By Kang H idea

31/03/2023

Sebelum pencerahan ada kesedihan maupun kemarahan...

Setelah pencerahan, ada kesedihan maupun kemarahan...

nya kita tidak terganggu.

By nuansa/samudra hening

31/03/2023

Semua emosi itu ibarat luka...

Karena kamu anggap negatif dan buruk, maka kamu tutupin luka itu.......
Mungkin terlihat baik baik saja, mungkin juga seakan akan luka itu lenyap..
Namun
Sesungguhnya luka itu semakin membusuk...
Alih alih menutupinya.. Paparkan saja lukamu, buka total, biarkan ia terpapar udara.. Dan ia akan mengering dengan sendirinya

Begitu juga dengan batinmu... Emosi dan pemikiranmu...
Biarkan ia terpapar oleh kesadaran...
Dan ini hanya bisa terjadi ketika tidak ada label positif negatif...
Semuanya sama...
Ketika segala sesuatu dipaparkan pada kesadaran..
Maka tidak ada lagi pembagian bawah sadar dan sadar...
Semuanya muncul dipermukaan.. Datang dan pergi, tidak ada yang dipeluk , dan tidak ada yang ditolak...

By nuansa/samudra hening

29/01/2023

Semua kejadian adalah netral...
Tinggal pikiran mu lah yang mengalihkan ke netralan itu menjadi beban mu...

Jadi perlu juga sikap bodo amat..hehe

07/11/2022

Duwe roso ora duwe roso duwe

Sangat berterima kasih apabila ada yang berkenan  memberi komentar di blog saya...
13/09/2022

Sangat berterima kasih apabila ada yang berkenan memberi komentar di blog saya...

Ki Hajar Dewantara. PIXABAY.COM Biografi Singkat Ki Hajar Dewantara Ki Hajar Dewantara adalah pahlawan pendidikan yang lahir di Yogyaka...

09/09/2022
11/08/2022

PENTINGNYA MELAMBAT MELALUI TINGKAT KESULITAN

Ayam broiler merupakan ternak yang paling ekonomis, kelebihan yang dimiliki adalah kecepatan pertambahan/produksi daging dalam waktu yang relatif cepat dan singkat atau sekitar 4 - 5 minggu produksi daging sudah dapat dipasarkan atau dikonsumsi. Hanya butuh 4 - 5 minggu pertumbuhan, ayam broiler sudah siap menjadi daging layak konsumsi, jauh beda dengan waktu yang dibutuhkan ayam kampung untuk siap dikonsumsi dagingnya.

Karena cepatnya pertumbuhan ayam broiler, alam semesta menyeimbangkannya dengan hasil tekstur daging dan tulang yang lembek dan lunak, beda sekali dengan daging dan tulang ayam kampung yang lebih kenyal dan berisi.

Pohon Sengon atau Albasia mampu tumbuh hingga ketinggian 40 meter selama 15 tahun. Setiap tahunnya, pertambahan tinggi Sengon sebesar 7 meter pada lahan yang subur. Hasilnya pohon Sengon kualitas kayunya lunak dan cepat rapuh.

Beda terbalik dengan pohon Ulin Kalimantan. Pohon ini terkenal keras kayunya dan memiliki kelas keawetan yang paling tinggi, kelas awet 1. Lebih tinggi daripada kayu Jati yang tergolong kelas awet 2. Pohon Ulin termasuk jenis pohon yang pertumbuhannya sangat lambat, dalam setahun diameter bertambah tidak sampai 1 cm.

Waktu 1 tahun hanya bisa tambahkan diameter tidak sampai 1 cm, sangat lambat pertumbuhannya, hasilnya kayu Ulin terkenal akan ketahanannya terhadap perubahan suhu, kelembaban, serta tahan terhadap pengaruh air laut, karena sifat kayunya yang sangat berat dan keras, dan tentu harganya super mahal.

Di asrama putri pesantren saya pernah geger, di tengah malam tiba-tiba keramik mushala putri yang baru selesai dipasang 1 mingguan tiba-tiba lepas sendiri. Ada sekitar 20 keramik lepas dengan ngelotok sendiri dan retak, dan tentu suaranya seperti petasan.

Diselidiki ternyata karena para pekerja saat memasang keramik diburu-buru target cepat selesai, hasilnya kontruksi pemasangan keramik tidak akurat, dalam seminggu sudah jebol.

Itu semua berarti alam semesta butuhkan kelambatan proses untuk melahirkan akurasi hasil yang konsisten, presisi dan akurat.

Imam Muhammad bin Abdillah Ibnu Malik, yang terkenal dengan Ibnu Malik adalah seorang ulama yang memiliki keistimewaan di hati santri nusantara, terlebih santri yang menghafal, mendaras dan memahami nazam beliau yang masyhur; Al-Khulâshah atau Alfiyyah Ibn Malik.

Kitab Alfiyyah Ibn Malik hingga menit ini masih eksis sebagai materi ajar ilmu Lughat Arab di seluruh dunia, padahal karya ini ditulis oleh Imam Ibn Malik pada abad ke-13 Masehi. Hasil karyanya berkualitas, awet eksis, ya karena proses akurasi panjang dalam karir leilmuan Imam Malik.

Imam Ibn Malik termasuk ulama sangat alim, tapi muridnya sangat sedikit. Coba bayangkan betapa guncangan mentalnya tidak besar, ibarat Anda sudah tekun belajar hingga hingga S3, tapi cuma jadi guru TK. Namun keadaan itu tetap dijalani oleh Imam Ibn Malik dengan konsisten.

Dikisahkan, suatu hari Imam Ibn Malik menunggu orang-orang untuk belajar kepada beliau. Namun tak kunjung ada yang datang. Beliau pun berdiri dari jendela memanggil orang-orang yang ingin belajar tanpa rasa gengsi (meski beliau telah menjadi pakar ulama Lughat pada zamannya.

“Yang mau belajar ilmu Qiraat. Yang mau belajar ilmu Arabiyah,” tidak ada yang tertarik. Beliau pun pergi lalu mengucap, “Saya bebas dari beban menyembunyikan ilmu (karena beliau telah memanggil orang-orang yang ingin belajar).” Demikian ungkap Imam Jazari, pakar Qiraat kenamaan asal Suriah dalam kitabnya Ghayatun Nihayah, juz 2, hal. 159-160.

Menurut syaikh Ayyub al-Jazairi, meski Ibnu Malik tidak memiliki banyak murid, Allah memberi beliau satu murid yang luar biasa sekali, yaitu Imam An-Nawawi. Imam An-Nawawi memang sempat berguru kepada Imam Ibnu Malik. Dalam Alfiyah, Bab Ibtida’, Imam Ibnu Malik menyebut murid kesayangannya itu.

وَرَجُلٌ مِنَ الْكِرَامِ عِنْدَنَا

"Dan orang mulia di antara kami."

Kitab karyanya fenomenal, monumental dan mendunia, namun proses akurasinya dengan harga kelambatan karir Imam Ibn Malik sebagai ilmuan. Alimnya luar biasa, seharusnya sangat populer dan punya banyak murid, namun prakteknya sudah tawar-tawarkan ilmu saja dengan ikhlas, hanya sedikit yang mau beli.

Rajul (seorang lelaki) yang disebut dalam nazham Alfiyyah Ibn Malik itu tak lain adalah Imam An-Nawawi, seorang ulama yang karyanya melampaui umurnya.

J.K Rowling yang draft naskahnya "Harry Potter" ditolak puluhan penerbit untuk menerbitkan karyanya, sekarang coba lihat orang mana sih yang tidak kenal dengan Harry Potter? Dicetak berpuluh-puluh kali, menjadi international best selling novel untuk kategori fiksi, ditayangkan dalam bentuk film, dibuatkan scrap book dan berbagai merchandisenya.

Irjen Polisi Ferdy Sambo begitu cepat moncer karirnya, hingga ia disebut sebagai polisi yang raih pangkat jenderal di usia termuda, usia 48 tahun sudah jadi jadi Brigadir Jenderal Polisi. Bahkan tidak sedikit para seniornya yang karirnya disalip begitu saja.

Seperti ayam boiler, seperti pohon Sengon, seperti pasang keramik diburu-buru cepat selesai, sebuah proses karir pun demikian, untuk punya akurasi hasil, butuh proses melambat. Kalau prosesnya menyepat, tentu ada akurasi sistem yang terpasang tidak presisi.

Karena itu jangan heran, lah seorang jenderal muda yang tangkas yang sudah duduk di kursi Kepala Divisi Popram Polri, dimana divisi ini boleh disebut tangan kanannya Polri, lah kok tiba-tiba terjungkal tamat, menjadi dalang pembunuhan sadis?

Itu dikarenakan banyak kesadaran-kesadaran diri sebagai pembesar yang belum dimiliki Fredy Sambo. Ibarat tubuh fisiknya membesar dewasa, namun psikisnya masih kanak-kanak. Hasilnya rapuh, lunak, lentur, keropos, dan cepat ambruk. Kuda-kudanya tidak kokoh, persis ayam boiler dan pohon Sengon. Segala hal butuh waktu normal untuk berproses agar punya hasil akurat.

Jadi kalau karir Ferdy Sambo yang begitu cepat meroket, lalu runtuh dalam hitungan hari ya justru itu yang normal dan wajar, tanda alam semesta bekerja seimbang.

Jenderal Soedirman saja yang begitu baik dan patriotik, yang karena darurat perang dan darurat sistem negara yang baru lahir kemudian karir militer Soedirman begitu cepat meroket juga diseimbangkan dengan usia beliau yang sangat pendek. Apalagi Ferdy Sambo yang barangkali punya otak jahat.

Sekarang kalau Anda tanya, "Kenapa karirku lambat naiknya, padahal aku telah bekerja keras?" Atau, "Kenapa penghasilanku segini saja, padahal aku telah berupaya payah?" Salah satu jawabannya ya agar Anda tidak jadi ayam boiler, karena Anda memerlukan proses melambat melalui tingkat kesulitan tertentu.

رُبَّمَا أَعْطَاكَ فَمَنَعَكَ وَرُبَّمَا مَنَعَكَ فَأَعْطَاكَ

“Bisa jadi Allah memberimu suatu anugerah kemudian Dia menghalangimu darinya; dan boleh jadi Allah menghalangimu dari suatu anugerah kemudian Dia memberimu anugerah yang lain.” (Ibn Athaillah As-Sakandary dalam Al-Hikam).

- Muhammad Nurul Banan
- Gus Banan

14/07/2022

WARISAN ENERGI BEJAT

Majapahit adalah imperium besar yang punya cita-cita dan impian satukan nusantara. Puncaknya di masa kekuasaan Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada.

Anda tahu, satukan nusantara itu cita-citanya siapa? Itu cita-cita Prabu Kertanegara di Kerajaan Singhasari. Kertanegara punya cita-cita besar satukan nusantara, namun ia wafat dan kerajaan Singhasari runtuh di masa kekuasaannya. Menantunya, Raden Wijaya, kemudian mendirikan Majapahit sebagai pewaris kekuasaan Singhasari.

Jadi Majapahit hanya terima warisan cita-cita satukan nusantara, pencetus impiaannya adalah Kertanegara. Cita-cita dan impian diwariskan.

Uni Soviet runtuh. Berdirilah Federasi Rusia. Sekarang musuh-musuh Rusia adalah musuh Uni Soviet. AS dan NATO sebagai musuh Rusia semata-mata musuh warisan Uni Soviet. Musuh pun diwariskan.

Stroke, jantung, diabetes, eksim kulit, penyakit diwariskan.

Anak-anak yang s**a begadang malam bangunnya siang, atau anak-anak yang jam 20.00 sudah ngantukan, biasanya memang warisan pola tidur orang tuanya. Pola tidur saja diwariskan.

Nabi Isa A.S begitu lahir punya mukjizat bisa bicara. Bayi merah bisa apa, kok keluar keramat? Itu warisan dari kesucian Maryam, wanita suci yang konsisten mendekat kepada Tuhan. Keramat pun diwariskan.

Menjadi sangat adil bila anak lelaki mendapat bagian warisan 2 kali lipat dari anak perempuan, karena andai warisan tersebut sebuah masalah, sebuah tanggung jawab, sebuah fitnah, maka yang paling berperan menerima masalah tersebut untuk dihadapi dan diselesaikan adalah anak laki-laki.

Jadi bukan cuma harta dan hutang yang diwariskan kepada anak, masalah, musuh, cita-cita, minat, termasuk karma diwariskan. Semua energi yang ada pada Anda saat ini akan diwariskan semua kepada anak.

Saya hanya niteni atau mengamati saja, orang-orang yang tidak mengenal mengalah dalam hidupnya, maunya menang sendiri terus, anak-anaknya cenderung biasa-biasa saja prestasi hidupnya.

Iya. Orang yang sedikit-sedikit melabrak, kalau sedang benci sangat bengis, tidak mau kalah, alot kalau bermusuhan, sedikit tersinggung tidak tanggung-tanggung ngamuknya, anak-anaknya cenderung biasa-biasa saja hidupnya, tidak ada dari anak-anaknya yang punya prestasi menonjol.

Itu disebabkan energi kemenonjolan dan kemenangan sudah dipakai semua oleh orang tuanya. Karena energi menangnya telah dipakai semua oleh ortunya, warisan energi kemenangan untuk anak sudah tidak ada. Ibarat uang sudah habis, anaknya mau pakai sudah tidak tersisa uang.

Tidak mau mengalah dan kadang harus egois itu sangat penting bagi Anda, fungsi utamanya untuk jaga harga diri sehingga orang lain tidak sembrono meremehkan Anda. Namun jika ketidakmauan mengalah itu di sebuah masalah, segala hal diselesaikan dengan sikap tegas tanpa kompromi, ya berabe. Akibatnya energi menangnya hanya dipakai oleh Anda semua, anak-anak Anda diwarisi apa?

Karena itu Anda perlu cerdas, kapan mengalah, kapan harus egois untuk menang. Masalah-masalah yang masih bisa diselesaikan dengan mengalah, ya lebih baik mengalah. Jika sudah mengalah masih disembrononi, menjauh dulu. Sudah menjauh masih saja direcoki, baru mengamuk. Ngalah, ngalih, ngamuk.

Jadi hematlah menggunakan energi menang, agar anak-anak Anda punya peluang besar jadi pemenang.

Saya sendiri di saat harus mengalah, saya transfer energi menangnya untuk anak-cucu saya. Caranya menransfer ya dengan niat agar kekuatan menangnya kelak untuk anak.

Selalu mengalah juga identik dengan lemah. Orang lemah kerap jadi kerap diperdaya dan dimanfaatkan orang tanpa dihargai. Karena itu mengalah secukupnya, cari menang juga secukupnya.

Nah yang paling mematikan energi kebaikan untuk anak itu energi rakus dan serakah. Rakus itu bukan cuma cari menang sendiri, namun kadang cari menangnya hingga dengan cara-cara culas dan memperdaya demi memenangkan kepentingannya sendiri.

Ada kisah nyata, ada 2 adik lelaki yang punya kakak lelaki sukses dan kaya. Kakaknya meninggal di usia muda dengan tinggalkan seorang istri dengan 3 anak yatim. Anak sulung kakaknya masih kelas 6 SD.

Dua adik lelaki tersebut memperdaya janda kakaknya dan anak-anaknya. Awalnya beralasan minta hak warisan kakak, namun makin jauh sertifikat tanah-tanahnya, sertifikat rumah, BPKB, semua direbut dengan teror dan ancaman.

Janda kakaknya hanya bisa ketakutan, maklum ia hanya seorang perempuan dengan 3 anak yatim.

Sertifikat rumah bisa dipertahankan, namun sertifikat tanah-tanahnya di kampung halaman suami raib semua. Ia bisa pertahankan rumah dan mobil, namun ancaman dan teror dari adik-adiknya terus menghinggapi.

Dan anehnya, setelah lewat 25 tahun kemudian. Anak-anak dari kedua adiknya rata-rata jadi orang gila semua. Yang tidak gila, sangat miskin, tidak berpendidikan, hidup berantakan semrawut. Ya begitu warisan energi rakus.

Anda kerap kan lihat anak-anak raja yang otaknya pl***oy sejak kecil, kasusnya melecehkan wanita, otaknya cabul dan mesum, isi otaknya seperti tidak penuh. Itu karena karakter raja memang karakter enggan kalah, minat berkuasaanya besar, ketika si raja terjebak dalam obsesi kekuasaan, ia tidak sadar kerap memperdaya musuh politiknya. Hasilnya putra mahkotanya jadi cabul, otak si anak seperti tidak genap.

Nah Anda kaget ya, kadang ada anak tokoh agama, entah ulama, entah pendeta, kok otaknya cabul, ya kurang lebih begitu, pasti ada peran rakus orang tuanya kepada sesamanya.

Energi rakus itu energi bejat. Ketika energi bejat diwariskan kepada anak, ya anaknya jadi orang bejat, tidak peduli apapun peran orang tuanya, sekalipun ulama atau pendeta.

- Muhammad Nurul Banan
- Gus Banan

Address

Rembang
59274

Opening Hours

Monday 03:00 - 23:00
Tuesday 03:00 - 23:00
Wednesday 03:00 - 23:00
Thursday 03:00 - 23:00
Saturday 03:00 - 23:00
Sunday 03:00 - 23:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hartono aiha posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Hartono aiha:

Share

Category