22/04/2014
"Saiki ora ndadak nyopot nenteng sepatu maneh, nek aku nang sekolah" => "Sekarang tidak perlu melepas dan menenteng sepatu lagi saat berangkat sekolah". Kalimat tersebut terlontar dari anak-anak yang sering melalui jalan setapak ditengah perbukitan Jatisari-Tengger. Tengger, ketika mendengar kata-kata Tengger pastilah yang ada dibenak kita adalah sebuah suku di sekitar Gunung Bromo, Jawa Timur. Namun Tengger yang satu ini sebuah Dusun yang terletak di Desa Sawahan Kecamatan Ponjong. Posisi Dusun Tengger terletak dibagian utara Desa Sawahan yang berbatasan langsung dengan Desa Umbulrejo. Untuk menuju Dusun Tengger dibutuhkan perjuangan yang cukup berat, jalan setapak lebar 1 meter, terjal, dan licin.Bagi masyarakat Dusun Tengger yang memiliki sepeda motor harus dititipkan di Dusun Jatisari, sebab motor tidak bisa masuk sampai di Dusun Tengger.
Selama ini Pemerintah Desa Sawahan telah berusaha untuk membuka akses jalan Jatisari-Tengger. Terbukti ruas Jalan Jatisari Tengger telah termuat dalam RPJM Desa Sawahan dan telah lama diusulkan oleh masyarakat, namun sampai tahun 2011 belum bisa terealisasi. Dengan adanya PNPM-MPd dan telah melalui proses dari Musyawarah Desa Sosialisasi sampai dengan MUSRENBANG Kecamatan, usulan Desa Sawahan yaitu pembukaan jalan baru Dusun Tengger-Jatisari sepanjang 700 meter, lebar 6 meter disetujui pendanaannya dari PNPM-MPd tahun anggaran 2012.
Sebenarnya ruas jalan ini sangat berat untuk di buka dan dilebarkan oleh PNPM-MPd sebab lokasi kegiatan yang berbukit, terrjal,dan licin. Selain itu dengan lebar jalan yang hanya 1 meter sangat sulit dalam melakukan perencanaan dan survey lapangan. Hal tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat Desa Sawahan dalam melakukan aktivitas ekonomi maupun pendidikan. Satu Keteladanan Masyarakat Desa Sawahan "Ojo Nganti Anak-Putu Ngrasake Susah Koyo Jaman Urung Merdiko" => "Jangan Sampai Anak-Cucuku Merasakan Kesusahan Seperti Waktu Belum Merdeka", harapan dimana generasi penerus merasakan kemudahan dalam mendapatkan hak-hak mereka, sehingga dapat menjadi generasi penerus yang mandiri yang dapat meneruskan cita-cita kemerdekaan. Dan akan menjadi sebuah kebanggaan bagi kami apabila dapat membantu meringankan beban dan mewujudkan harapan besar untuk mendapatkan akses jalan yang lebih baik.
Dalam perencanaan jalan Jatisari - Tengger yang semula selebar 1 meter akan dibuat menjadi 6 meter dengan biaya dari PNPM-MPd sebesar Rp. 149.602.600,- dan Swadaya Masyarakat sebesar Rp. 27.845.000,- pembukaan jalan Jatisari Tengger ini sebagian besar pekerjaanya dikerjakan dengan menggunakan alat berat. Hal ini dilakukan karena apabila dikerjakan dengan manual (tenaga manusia) tidak akan mampu untuk mengerjakan. Selain itu di jalan ini juga dibangun gorong-gorong dan jembatan. Yang patut diacungi jempol atau bahkan dapat digunakan sebagai contoh adalah swadaya warga masyarakat yang lahan/ tanah pekarangan dan lain-lain yang terkena program tidak menuntut ganti rugi. Selain itu warga juga sangat antusias dalam bergotong royong untuk mewujudkan jalan baru ini. Berkat PNPM-MPd dan keinginan dari masyarakat tersebut, saat ini jalan Jatisari Tengger telah dapat dilalui dengan lancar. Sehingga kegiatan ekonomi maupun kegiatan belajar anak-anak sekolah di wilayah ini semakin lancar p**a. Selain itu jalan baru ini diharapkan akan memajukan potensi hasil pertanian dan perkebunan akan semakin mudah di distribusikan atau dipasarkan ke daerah sekitar Ponjong maupun sampai di luar kecamatan Ponjong. Dengan demikian taraf hidup masyarakat Dusun Tengger khususnya bisa meningkat, mengingat dusun ini banyak hasil kebun seperti kakao yang mempunyai nilai jual tinggi. Selain hasil pertanian dan perkebunan tersebut dusun Tengger mempunyai panorama alam yang begitu indah, bisa dinikmati disepanjang jalan baru hasil dari PNPM-MPd tahun 2012.
Masyarakat dusun Tengger merasa sangat berterimaksih kepada pelaku Program maupun program PNPM-MPd th 2012, yang telah melaksanakan program secara transparan dan berpihak kepada masyarakat, khususnya masyarakat miskin. Dalam program ini masyarakat miskin terlibat dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaan, pada tahap perencanaan mereka dilibatkan pada perencanaan melalui RPJM DES yang mengadopsi semua gagasan dari masyarakat yang diwakili kepala dusun masing-masing wilayah. Dari dokumen RPJM DES itulah jalan baru di dusun tengger dapat diusulkan dan terealisasi. Dalam proses pelaksanaan masyarakat setempat dilibatkan untuk pekerjaan fisik, dan didalam pengerjaan jalan baru masyarakat atau pekerja mendapat upah dari alakosi HOK. Dengan demikian masyarakat pekerja PNPM–MPd memperoleh tambahan penghasilan selain dari hasil pertanian.
Kegiatan PNPM-MPd selama ini banyak memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kecamatan Ponjong. Telah banyak prasarana-sarana umum baik dibidang kesehatan dan pendidikan yang dibangun dari dana PNPM-MP. Partisipasi masyarakat sejak dari perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan menjadi point penting dalam kesuksesan PNPM-MPd.
"BANGGA MEMBANGUN DESA"...