24/01/2020
Pekanbaru (23/01/2020) - Sebagai bentuk transparansi kinerja kepada masyarakat, Bea Cukai Riau mengawali tahun 2020 dengan menggelar konferensi pers atas capaian kinerja 2019 dan pemberian penghargaan kepada Stakeholder di Aula Media Center Kantor Wilayah DJBC Riau pada Kamis (23/01).
Kepala Kantor Bea Cukai Riau, Ronny Rosfyandi memaparkan semua hasil pencapaian BC Kanwil Riau sepanjang tahun 2019. Sepanjang tahun 2019, Bea Cukai Riau telah mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp279.7 milyar atau 94,64?ri target yang ditetapkan sebesar Rp 295 milyar. Penerimaan yang dikumpulkan tersebut terdiri dari bea masuk sebesar Rp153,3 milyar, bea keluar sejumlah Rp 125,42 milyar dan cukai Rp968,19 juta.
"Fungsi kami adalah mengutip kegiatan perdagangan yang terjadi. Tak bisa dipungkiri lesunya kondisi perdagangan internasional juga terimbas ke sini," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Riau, Ronny Rosfyandi di Pekanbaru, Kamis.
Selain itu, penerimaan "extra effort" seperti nota pembetulan dan penelitian ulang, mencapai Rp10,86 miliar. Dalam kurun waktu tahun 2019, lanjutnya, volume kegiatan impor mengalami penurunan yang cukup tajam, yang ditunjukkan dengan penurunan nilai devisa bayar sebesar 11,57 persen dibandingkan tahun lalu (year on year/yoy), dan penurunan jumlah dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) 9,19 persen (yoy). Kemudian terjadi peningkatan penggunaan skema tarif preferensi (FTA) sebesar 4,07 persen dibandingkan 2018. Seiring dengan harga rata-rata minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) global yang sampai kini masih bergerak di bawah harga referensi, lanjutnya, hal itu berdampak pada penerimaan di sektor bea keluar yang hanya berasal dari komoditas cangkang kernel dan bungkil kelapa sawit. Bea masuk dari impor juga tercatat mengalami penurunan dan didominasi oleh importasi yang dilakukan perusahaan di sektor industri kertas dan sawit yang banyak beroperasi di Riau. (berlanjut di komentar)