06/02/2020
“Kita ubah Zona Merah perdagangan satwa riau menjadi Hijau”
(Pekanbaru, 6/02/2020) Selasa, 6 Februari 2020, di Coffee Toffee Pekanbaru dilakukan siaran On Air dari Green Radio Pekanbaru dengan tema ”Riau zona merah perdagangan satwa?”. Pada acara tersebut diundang Kapolda Riau, Kakanwil DJBC Riau, Kepala BBKSDA Riau, serta WWF Riau sebagai pembicara.
BBJSDA Riau diwakili Mahfud menyebutkan bahwa di Provinsi Riau terdapat beberapa tempat konservasi untuk satwa langka seperti macan, gajah dan badak Sumatra. Dimana tempt terseut selalu diawasi dengan baik. Namun perburuan sendiri susah untuk ditanggulangi karena masyarakat sendiri yang memburunya.
Osmantri dari WWF juga menyatakan bahwa WWF telah berupaya terus memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar daerah Kawasan konservatif bahwa satwa tersebut berharga dan tidak baik untuk diburu atau dipelihara karena selain hampir punah, banyak juga penyakit yang disebarkan oleh binatang liar.
Kami dari kepolisian juga secara tegas menindak kasus tentang perburuan dan perdagangan satwa, kepolisian juga terus meningkatkan ilmu tentang penyelidikan satwa dan cara-cara perburuan satwa, serta mengoptimalkan teknologi dalam pengawasannya ungkap Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya.
Bea Cukai yang menjaga perbatasan juga selalu mengawasi dan siaga dalam menghadapi perdagangan satwa ini, apalagi nilai dari satwa ini tidak dapat di ukur dan sangat berharga bagi bangsa Indonesai. Apalagi wilayah Riau sangan dekat dengan negara tetangga, kata Ronny Rosfyandi Kakanwil DJBC Riau
Kami merajut kinerja bersama untuk mengatasi permasalahan satwa hingga zona yang katanya merah ini akan menjadi hijau, tambah Agung Setya.