10/05/2018
_SI MISKIN YANG DERMAWAN_
Dari AL-Fudhail bin iyadh,ia berkata,seorang laki-laki menceritakan kepadaku:”Ada laki-laki yang keluar membawa benang tenun,lalu ia menjualnya satu dirham untuk membeli tepung. Ketika p**ang,ia melewati dua orang laki-laki yang masing-masing menjambak kepala kawanya. Ia lalu bertanya, ”ada apa?” Orang pun memberi tahunya bahwa keduanya bertengkar karena uang satu dirham. Maka,bia berikan uang satu dirham kepada keduanya, dan iapun tak memiliki sesuatu.
Ia lalu mendatangi istrinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi. Sang istri lalu mengumpulkan perkakas rumah tangga. Laki-laki itu pun berangkat kembali untuk menggadaikanya, tetapi barang-barang itu tidak laku. Tiba-tiba kemudian ia berpapasan dengan laki-laki pembawa ikan yang menebar bau busuk. Orang itu berkata kepadanya, ”Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian p**a dengan yang saya bawa. Apakah anda mau menukarnya dengan barang daganganku? ”ia pun mengiyakan. Ikan itu pun dibawanya p**ang.
Kepada istrinya dia berkata, ”Dindaku, segeralah urus (masak)ikan ini, kita hampir tak berdaya karena lapar.
Maka sang istri segera mengurus ikan tessebut. Lalu dibelahnya perut ikan tersebut. Tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut. Wanita itu pun berkata gembira, ”Suamiku, dari perut ikan ini keluar sesuatu yang lebih kecil dari telur ayam, ia hampir sebesar telur burung dara.” Suaminya berkata. ”Perlihatkanlah kepadaku!”
Maka ia melihat sesuatu yanag tak pernah dilihatnya sepanjang hidupnya. Pikiranya melayang, hatinya berdebar. Ia lalu berkata kepada istrinya, ”tahukah engkau tahu berapa nilai mutiara ini?”
“Tidak, tetapi ak mengetahui siapa orang yang pintar dalam hal ini, ”jawb suaminya.
Ia lalu mengambil mutiara itu, ia segera pergi ketempat para penjual mutiara. Ia menghampiri kawanya yang ahli dibidang mutiara. Ia mengucapkan salam kepadanya, sang kawan pun menjawab salamnya. Lanjutnya ia berbicara kepadanya seraya mengeluarkan sesuatu sebesar telur burung dara.
“Tahukah Anda, berapa nilai ini? ”ia bertanya.
Kawanya memperhatikan barang itu lama, baru kemudian berkata, ”Aku menghargainya 40ribu. Jika anda mau, uang itu akan kubayar kontan sekarang juga kepadamu.Tapi jika anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan, dia akan memberimu harga lebih tinggi dariku.”
Maka ia pun pergi kepadanya. Orang itu memperhatikan barang tersebut dan mengakui keelokanya. ia kemudian berkata, ”aku hargai barang itu 80ribu. Jika Anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan, saya kira dia akan memberikan harga lebih tinggi dariku. ”Segera ia bergegas menuju kepadanya. Orang itu berkata, ”Aku hargai barang itu 120ribu. Dan saya kira, tidak ada orang yang berani menambah sedikitpun dari harga itu. “ya”, ia pun setuju.
Lalu benda itu pun ditimbangnya. Maka pada hari itu, ia membawa dua belas kantung uang. Pada masing masing nya terdapat 10.000 dirham. Uang itu pun ia bawa kerumahnya untuk disimpan. Tiba-tiba di pintu rumahnya ada seorang fakir yang meminta minta.
Maka ia berkata, ”Saya punya kisah, karena itu masuklah. ”orang itu pun masuk.Ia berkata, ”Ambillaah separuh dari hartaku ini. ”Maka, orang fakir itu pun mengambil enam karung kantung uang dan dibawanya. Setelah agak menjauh, ia kembali lagi seraya berkata, ”Sebenarnya aku bukanlah seorang miskin atau fakir, tetapi Allah ta'ala telah mengutusku kepadamu, yakni Dzat yang telah mengganti satu dirham mu dengan 20 qirath. Dan ini yang diberikan-Nya kepadamu adalah baru satu qirath daripada-Nya, dan dia menyimpan untukmu 19 qirath yang lain.”
subhanallah.