30/10/2014
Mentri Kelautan dan Perikanan RI rupanya tidak
tamat SMU...
Jadi apakah IPK tinggi atau pendidikan akademis
tinggi jaminan mendapat pekerjaan?
Yang akademis rendah saja bisa menjadi mentri
dan turut membangun bangsa dan negara
Indonesia
JAKARTA, Menteri Kelautan dan
Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan
alasannya menerima tawaran sebagai Menteri
Kelautan dan Perikanan di kabinet Jokowi-JK.
"Saya terima pekerjaan ini, dengan pengalaman
saya 33 tahun di perikanan dan 10 tahun di
penerbangan, mudah-mudahan bisa membantu
Indonesia menjadi lebih baik. Membangun ekonomi
mandiri dan menumbuhkan kebanggaan diri
Indonesia," ucap wanita yang tak menamatkan
bangku Sekolah Menengah Atas itu, Rabu
(29/10/2014).
Susi yang juga seorang pengusaha lobster itu
menyayangkan betapa potensi kelautan dan
perikanan Indonesia masih kurang dioptimalkan.
Angka ekspor Indonesia di sektor ini rendah.
Padahal luas wilayah laut Indonesia sama dengan
lima kali Thailand, dan berkali-kali lipat dari
Malaysia.
Atas dasar itu, Susi mematok target dalam lima
tahun ke depan adalah meningkatkan ekspor dan
memaksimalkan potensi kelautan Indonesia.
Kepada pegawai yang ada di auditorium KKP, Susi
pun menantang mereka merealisasikan target
tersebut. "Siap bekerja bersama saya?," tanya
Susi. "Siaaaappp..," jawab ratusan pegawai KKP.
Susi, kepada pegawai KKP menyampaikan betapa
dia sangat nyaman dengan lingkungan kerja di
perusahaannya, Susi Air. "2 tahun terakhir di Susi
Air semua profesional, kerja, kerja dan berlari
cepat," ucap Susi.
Sejurus kemudian, Susi pun menyatakan
keyakinannya bahwa pegawai KKP juga bisa
bekerja dengan cepat dan profesional. Itu juga
menjadi harapan Susi. "Saya yakin semua dari
eselon 1, eselon 2 memberikan environment yang
sama kepada saya," kata Susi.
Bu Susi Pudjiastuti saja bisa, masa kita tidak
bisa? Hehe..