Bale Anak Pintar

Bale Anak Pintar Menyediakan buku-buku berkualitas untuk menunjang perkembangan IQ, EQ, dan SQ anak-anak.

  Anak Investasi TerbaikShalihah, menjadikan anak sukses merupakan dambaan dari setiap orang tua. Tentunya sukses dunia ...
13/10/2018


Anak Investasi Terbaik

Shalihah, menjadikan anak sukses merupakan dambaan dari setiap orang tua. Tentunya sukses dunia dan akhirat.

Dan dengan alasan itulah, orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Dalam hal pendidikan, misalnya, orang tua berharap sang anak sedapat mungkin bisa menuntut ilmu hingga perguruan tinggi. Maka, mereka akan bekerja lebih keras agar dapat menabung atau berinvestasi sehingga kelak memiliki dana yang cukup untuk membiayai sekolah anak.

Tak lupa p**a, menumbuhkan anak yang shalih dan shalihah, taat pada orang tua dan Rabb-Nya, cerdas, serta mandiri, adalah hal utama yang harus dilakukan orang tua.

Inilah investasi terpenting dalam hidup, yang mesti direncanakan sedari dini. Dan hasilnya bukan cuma dirasakan oleh sang anak, orangtua pun turut menikmati manfaat investasi ini, bahkan ketika kita telah tiada.

Berikut beberapa “rencana investasi anak” yang bisa kita lakukan sebagai orang tua:

1. Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan

Meski masih berada dalam kandungan, orangtua sudah bisa memulai pendidikan untuk buah hatinya. Justru di saat inilah, sejak janin berusia 4 bulan, sel-sel otaknya terbentuk, dan dilanjutkan dengan tersambungnya hubungan antarsel otak. Karena itu, memberinya asupan nutrisi yang cukup dan beragam stimulasi akan dapat menunjang perkembangan otaknya dengan optimal.

Stimulasi tersebut antara lain, memberinya sentuhan kasih sayang, mengajaknya mengobrol, memperdengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an, memperkenalkannya dengan kata-kata baik, membacakan cerita, dan sebagainya. Semua stimulasi ini dapat dirasakan oleh janin seiring dengan perkembangan fungsi organnya. Perhatikan p**a psikologis ibu, jika kondisinya positif, bisa menjadi stimulasi yang baik bagi pembentukan karakter si kecil kelak. Maka, peran suami juga penting untuk selalu membantu istri agar psikologisnya terjaga dalam kondisi yang baik.

3. Menanamkan Dasar-dasar Agama

Jangan lewatkan waktu untuk menanamkan nilai-nilai agama kepada anak sejak dini.

Hal ini penting, sebab akan menjadi fondasi bagi kesuksesan hidup anak selaku hamba Allah ‘Azza wa Jalla. Kokohkan akidah anak agar ia dapat meniti di jalan yang lurus dengan selamat. Luqman pernah menasihati anaknya, sebagaimana terekam dalam surat Luqman [31]: 13,

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Kemudian, ajari cara beribadah yang benar, sehingga anak akan terbiasa melakukannya ketika memasuki usia wajib shalat. Begitu p**a dengan akhlak, tanamkan akhlak yang baik (husnul khuluq) kepada anak seperti yang dicontohkan Rasulullah agar ia tumbuh menjadi anak yang shalih dan berakhlak mulia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kamu tidak bisa memperoleh simpati semua orang dengan hartamu, tapi dengan wajah yang menarik simpati dan dengan akhlak yang baik,”
(HR Abu Ya’la dan Al-Baihaqi).

Seiring tumbuhnya harapan agar sang anak menjadi anak yang shalih, sudah semestinya orangtua menunjukkan bahwa dirinya juga shalih dan dekat kepada Allah. Jika ayah menyuruh anak shalat, misalnya, perlihatkan dulu bahwa ayah tak pernah meninggalkan shalat. Ajak anak untuk shalat berjamaah, meskipun ia belum mampu melakukan gerakan shalat dengan baik. Pun saat mengajarkan sedekah atau ibadah lainnya, akan lebih mengena bagi anak apabila ia melihat orangtuanya melakukan hal tersebut.

3. Membiasakan Melakukan Kegiatan Bermanfaat

Bak kertas kosong, hidup anak perlu diisi dan diarahkan dengan kegiatan yang bermanfaat, baik dalam hal ibadah, belajar, bermain, ataupun lainnya. Susun kegiatan yang bisa dilakukan untuk anak mulai dari pagi hingga ia terlelap, dan upayakan agar anak disiplin menjalaninya. Misalnya, membiasakan anak untuk shalat Subuh berjamaah di masjid bersama ayah, mengaji Al-Qur’an dan murajaah hafalan tiap habis shalat, menonton TV atau melihat layar perangkat digital apa pun hanya dua jam sehari, serta orangtua punya jadwal rutin untuk membacakan anak cerita atau kisah-kisah para nabi. Usahakan p**a untuk
memperdengarkan murattal agar telinga anak terbiasa dengan ayat-ayat Al-Qur’an.

4. Mengajarkan Investasi dan Kemandirian Ekonomi

Sedari kecil anak sudah bisa diajari untuk berinvestasi. Namun, menurut perencana keuangan Ahmad Gozali, bukan untuk menyiapkan dana pendidikan si anak.

“Belajar investasi bagi anak tujuannya adalah untuk menumbuhkan kebiasaan menabung secara rutin. Urusan hasil, tidak terlalu penting,” jelasnya.

Bagaimana caranya?

Untuk anak SD, bisa dimulai dengan menyisihkan uang jajan. Ajari dia untuk menabung dulu sebelum jajan, jangan terbalik, jajan dulu baru uang yang sisa ditabung.

Pada usia SMP dan SMA, anak sudah bisa mulai dikenalkan dengan bank. Tabungannya mungkin masih sedikit, tapi dengan menempatkan di bank maka anak menjadi terbiasa dengan pelayanan dan produk lainnya di bank.

Di usia ini p**a, kata Gozali, anak sudah bisa diajari untuk “mencari uang”, tentu disesuaikan dengan kapasitasnya. Minimal, anak sudah tahu bahwa uang tidak tumbuh di pohon, tapi harus diusahakan. Dia melihat bagaimana orangtuanya berusaha untuk mendapatkan uang, sehingga ia juga bisa mulai mencoba. Entah itu dengan bekerja musiman, membantu orangtua di saat liburan, atau berjualan kecil-kecilan.

“Targetnya bukan jumlah penghasilan yang diperoleh, tapi pemahaman anak tentang sumber penghasilan, korelasi antara usaha dan hasil,” tekan Gozali.

Untuk mengoptimalkan “investasi anak” ini, orangtua perlu menciptakan kondisi rumah dan lingkungan yang kondusif. Perhatikan p**a bagaimana anak-anak di sekitar rumah yang menjadi teman bermain anak. Bila perlu, ajak mereka untuk belajar mengaji dengan anak di rumah atau beribadah bersama-sama agar anak dan teman-temannya bisa saling memberi pengaruh yang positif.

Sumber: ummionline

06/10/2018



Bunda s**a gemes ketika putra-putrinya sudah disediakan kertas tapi masih corat-coret dinding rumah? Atau tiba-tiba menggunting baju atau rambutnya sendiri? Kenapa ya?

Nah, kita lihat di bawah ini ya jawabannya...

⏳Tahap-Tahap Bermain
Usia 3-4 Tahun

Melebarkan Cakrawala

Ciri kelompok usia ini adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi. Ciri bermain paralel mulai menghilang digantikan oleh bermain asosiatif. Dalam permainan ini, dua atau lebih anak terlibat satu aktivitas bersama tetapi masing-masing menghabiskan waktunya relatif sendiri-sendiri.

Tiap anak mengambil satu peran tertentu dan kegiatan tertentu p**a. Mereka bebas menukar-pinjam mainan, tapi tidak berusaha mengkoordinasikan permainan mereka.

Bersamaan dengan berkembangnya bermain asosiatif, bermain simbolik juga semakin beraneka. Yang paling sering dilakukan adalah pura-pura berpakaian dan menjadi jagoan, batman misalnya.

✅ Perkembangan dan Ciri-ciri Bermain

• Dapat mengulang kembali pengalamannya, baik atau buruk, dan dapat mengubah hasilnya agar sesuai dengan tujuan.

• S**a kegiatan luar-ruang dan bermain konstruktif.

• S**a berganti baju dan bermain pura-pura; dalam permainan fantasi ini, ia menunjukkan perasaan dan emosi yang kuat.

• Dapat berpura-pura menjadi tokoh televisi atau jagoan.

• Mengatur permainan dengan tema umum seperti bermain rumah-rumahan atau penjaga toko.

• Dapat menggambarkan banyak karakter, seperti nenek sihir yang jahat, malaikat yang baik hati atau si kancil yang cerdik.

• Bermain pura-pura melakukan percakapan telepon.

• Kosa kata lebih banyak dan berkomunikasi dengan isyarat serta ekspresi wajah yang membantu kata-katanya.

• Rentang perhatiannya semakin luas.

• Semakin terampil di dalam perkembangan motorik halus

• Ingin tahu tentang bagaimana dan mengapa sesuatu terjadi.

✅Bermain dengan Alat Bermain dan Obyek Lainnya

• Dapat menggunakan alat bermain yang kurang realistik dalam permainan pura-pura — balok menjadi mobil atau makanan misalnya.

• Dapat berfantasi, bahwa boneka adalah manusia nyata yang punya kemauan sendiri.

• Senang bermain air.

• Senang bermain perosotan, ayunan dan permainan menyusun atau konstruksi.

✅Bermain Sosial dan Permainan

• Bermain asosiatif mendominasi usia ini: anak-anak bermain bersama, berbagi alat bermain tetapi punya tujuan sendiri-sendiri.

• Kecakapan sosial berkembang cepat jumlah teman pun bertambah banyak.
• Mampu mengatur perasaannya sendiri dan dapat bersimpati kepada teman.

• Ikut di dalam permainan di mana pada saat tertentu salah seorang anak mendominasi kegiatan.

• S**a memilah-milah dan mencocok-cocokkan barang seperti kancing atau koin.

✅Bermain Ekspresif

• Mulai tertarik pada lukisannya sendiri sebagai hasil akhir, bukan sekedar menikmati proses menggambarnya sendiri.

• Mengarang cerita tentang lukisannya dan sudah bisa menggambar sketsa orang di dalam lukisannya.

• Mencat dengan ketepatan lebih tinggi dan konsentrasi lebih kuat. Sekarang warna menjadi lebih penting baginya.

• S**a mewarnai buku tapi juga masih mewarnai dinding dan perabotan.

• Membentuk plastisin menjadi garis-garis, kue, dan bentuk-bentuk datar.

• Mulai memakai gunting dan senang menggunting.

• Senang menyanyikan lagu sekalipun nadanya masih belum pas. la juga tak segan-segan lagi untuk menyanyi secara kelompok. Mengenal beberapa lagu dan bahkan punya satu-dua lagu favorit .

• S**a bereksperimen dengan alat-alat musik.

• Ketika mendengarkan musik ia s**a belari, meloncat, berjalan.

===============
Seri Parenting Hari ke 4

Sumber: Kartikowati Djoharijah

Like, Share dan Komen ya
Agar lebih banyak orang tua yang tahu pengkembangan anaknya 😍

Tag juga orang yang kamu rasa membutuhkan informasi ini 😉

29/09/2018


5 Tips Menanamkan Rasa Nasionalisme Pada Anak

Tak kenal, maka tak sayang. Agar anak bisa menyayangi negaranya sendiri, maka ia harus mengenal tanah airnya dengan lebih baik.

Berikut 5 tips yang bisa diterapkan orangtua pada anak, agar sikap nasionalismenya bisa terbentuk sejak dini.

1. Memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia.

Banyak sekali warisan budaya Indonesia yang bisa diperkenalkan kepada anak, mulai dari lagu, alat musik, bahasa, baju adat, rumah, makanan, hingga cerita-cerita legenda daerah.

Memasukkan anak pada sanggar tradisional adalah salah satu hal yang bisa Anda coba. Selain bisa mengasah kemampuan kognitif, afektif, serta psikomotorik pada anak, menari tradisional juga sangat berguna untuk menanamkan rasa cinta budaya Indonesia pada anak. Tak hanya musik dan baju adat—melalui tari tradisional—anak juga akan lebih mudah memahami filosofi dan adat-istiadat suatu daerah di Indonesia.

2. Menggunakan produk dalam negeri.

Indonesia adalah negara yang paling kaya akan produk kriya (craft). Jangan ragu untuk membiasakan anak mengenakan baju dengan kain-kain khas Indonesia, kebaya sebagai baju nasional (bagi anak perempuan), atau tas-tas keren buatan perajin lokal. Sebisa mungkin—saat anak sedang mengenakan produk yang dimaksud—ceritakan sedikit mengenai asal daerah atau latar belakang produk kepada anak.

3. Memperkenalkan sejarah Indonesia.

Kisah kepahlawanan adalah hal yang paling menarik bagi anak. Menceritakan beragam kisah pahlawan nasional kepada anak tak hanya penting untuk memperkenalkan sejarah terbentuknya negara ink, tapi juga berguna untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan seperti semangat berjuang, kerja keras, dan pantang menyerah.

Jangan lupa, lengkapilah cerita-cerita kepahlawanan tersebut dengan mengajak anak berkunjung ke museum. Bisa melihat langsung peninggalan-peninggalan sejarah, diorama, atau lukisan-lukisan tertentu dari apa yang telah Anda ceritakan, pasti akan lebih melekat pada ingatan anak.

4. Mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan.

Seperti kita ketahui bersama, Indonesia adalah negara multikultur dengan beragam ras, agama, dan suku di dalamnya. Tanamkan pengertian sejak dini pada anak mengenai perbedaan-perbedaan yang ada; bahwa pada dasarnya Tuhan menciptakan manusia dengan beragam perbedaan, dan semua hal ini baik adanya.

Membiasakan anak untuk bermain bersama anak-anak dengan latar belakang yang berbeda adalah salah satu contoh yang bisa Anda lakukan. Hal ini penting untuk menjauhkan sikap diskriminasi pada anak di kemudian hari.

5. Memperkenalkan anak pada permainan rakyat.

Begitu banyak permainan khas Indonesia yang bisa Anda ajarkan pada anak, mulai dari congklak, bekel, kelereng, galah asin, benteng, engklek, hingga ular naga. Permainan-permainan yang hampir dimainkan di seluruh Indonesia (dengan nama dan peraturan yang agak berbeda di tiap daerah) ini tak hanya mampu mengasah kemampuan bersosialisasi, tapi juga menambah pengetahuan anak akan kekayaan budaya Indonesia.

Sumber:
womantalk

BUKAN KEMAMPUAN YANG MEMUTUSKAN KESUKSESANHIDUP ORANG, NAMUNKESUNGGUHAN DAN TEKAD BERUSAHA. -Mario Teguh- Selamat pagi b...
26/09/2018

BUKAN KEMAMPUAN
YANG MEMUTUSKAN
KESUKSESAN
HIDUP ORANG,
NAMUN
KESUNGGUHAN DAN
TEKAD BERUSAHA.

-Mario Teguh-

Selamat pagi book lovers
Semangat menyambut Hari Rabu




Jika anak s**a membaca buku dengan sendirinya anak senang belajar, karena buku merangsang anak untuk mempelajari sesuatu...
25/09/2018

Jika anak s**a membaca buku dengan sendirinya anak senang belajar, karena buku merangsang anak untuk mempelajari sesuatu yang baru. Rasa ingin tahu anak berkembang, anak selalu ingin tahu lebih banyak hal lagi. Membaca adalah permainan dan pengalaman yang sangat mengasyikkan. Karena membaca membuka Jendela Dunia


23/09/2018

Assalamu'alaikum
Selamat pagi teman-teman
Semoga hidup anda penuh keberkahan

Untuk mendapat semangat penuh manfaat baca yuk sebuah kisah motivasi berikut ini

Lepaskan Masalah Anda

Keledai favorit seorang pria jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam. Dia tidak bisa menarik keledai tersebut keluar, tidak peduli seberapa keras ia mencobanya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengubur keledainya hidup-hidup.

Tanah mulai ditimbun ke lubang tempat keledai berada dari atas. Keledai yang merasa tertimpa tanah, menggoyangkan tubuhnya untuk menjatuhkan tanah di atas tubuhnya, dan melangkah di atas tanah tersebut. Tanah berikutnya ditimbun kembali ke dalam lubang.

Keledai itu mengibaskan kembali tubuhnya dan menaiki tanah tersebut. Semakin tanah ditimbun, semakin tinggi tanah tersebut naik. Menjelang siang, keledai itu dapat keluar dari lubang, lalu merumput di padang rumput hijau.

Setelah banyak ‘mengibaskan’ masalah, Dan melangkah (belajar dari kisah di atas), Suatu saat setelah terlepas dari masalah, anda akan mampu merumput di padang rumput hijau. Anda akan mampu meraih apa yang anda impikan.

Sumber: successbefore30

tidak terbatas oleh masalah saja
Ayo hadapi tantangan dan jadilah pemenang

Ingin sekali memberikan hadiah buku premium untuk anak-anak. Beli cash berat, mau nabung sendiri selalu gagal karena ben...
21/09/2018

Ingin sekali memberikan hadiah buku premium untuk anak-anak. Beli cash berat, mau nabung sendiri selalu gagal karena benteng pertahanan dirumah selalu bisa diintip tuh tabungan... Jadilah keinginan memiliki buku premium tinggal kenangan.
(begitulah kira-kira yang pernah saya rasakan 😁)

Tapiii.... itu duluu, jaman old 👴👵
Sekarang mah udah ada arisan online. 1 kelompok ayah Bunda yang bekerjasama bergantian setiap bulannya mendapatkan giliran memiliki buku-buku premium.

Alhamdulillah, dgn ikut arisan ringan ini saya bisa menyediakan *PERPUSTAKAAN MINI UNTUK ANAK-ANAK DIRUMAH*

Percayalah, Selalu Ada Jalan Jika Itu Kebaikan





Kemukjizatan Alquran dan HadisSeri buku ini merupakan paket Ensiklopedia komprehensif yang merangkum berbagai penelitian...
20/09/2018

Kemukjizatan Alquran dan Hadis

Seri buku ini merupakan paket Ensiklopedia komprehensif yang merangkum berbagai penelitian yang mengungkap kebenaran Al Quran dan Hadis melalui ilmu pengetahuan Modern. Penelitian dilakukam oleh para ilmuwan senior muslim dan non muslim di berbagai belahan dunia.

Terdiri dari :
1. Mukjizat Fakta Sejarah
2. Mukjizat Penciptaan Manusia
3. Mukjizat Pengobatan dan Makanan
4. Mukjizat Psikoterapi Islam
5. Mukjizat Penciptaan Hewan
6. Mukjizat Tumbuhan dan Buah buahan
7. Mukjizat Sastra dan Bahasa Al quran
8. Mukjizat Penciptaan Bumi
9. Mukjizat Penciptaan Alam Semesta
10. Mukjizat Angka

Spesifikasi:
Terdiri dari 10 jilid hard cover, berisi sekitar 3.000 halaman, dilengkapi dengan lebih dari 2.500 gambar dan ilustrasi berwarna , kertas matt papper 120 gram dan 2 box kemasan eksklusif.

Sudahkah punya di rumah atau perpustakaan Anda ? 😉

Yeaayyy, sudah dibuka lagi lohh Arisan Buku Start OKTOBER... Yuk bunda, dipilah-pilih buku yang pas untuk usia si kecil....
20/09/2018

Yeaayyy, sudah dibuka lagi lohh Arisan Buku Start OKTOBER... Yuk bunda, dipilah-pilih buku yang pas untuk usia si kecil.

👉 Halo Balita : 0 - 5thn
👉 Nabiku Idolaku Balita : 0 - 5thn
👉 Seri Teladan Rasulullah : 3thn+
👉 Puppet Book : 3thn+
👉 Wow Amazing Series : 4thn+
👉 Confidence In Science : 4thn+
👉 Funtastic Learning : 3thn+
👉 Sabaqu : 4thn+
👉 Ensiklopedi Bocah Muslim : 4thn+
👉 Nabiku Idolaku Anak : 5thn+
👉 LAQU : 5thn+

Ini niihh arisan investasi utk nutrisi otak anak-anak kita. Dijamin awet krn ilmu yg didapat dari buku tersimpan di memori otak lohh...

Yuuk, saatnya memberikan stimulasi yg mencerdaskan utk tumbuh kembang si kecil lebih optimal..


Sederet Manfaat Membacakan Buku Cerita untuk Anak1. Memperkenalkan Kosakata Baru2. Mengembangkan Keterampilan Mendengar3...
19/09/2018

Sederet Manfaat Membacakan Buku Cerita untuk Anak

1. Memperkenalkan Kosakata Baru
2. Mengembangkan Keterampilan Mendengar
3. Meningkatkan Kreativitas dan Imajinasi anak
4. Mempertajam Memori
5. Membantu Berkomunikasi Lebih Baik
6. Memperkuat Hubungan Keluarga (bonding orang tua dan anak)

Nggak cuma itu, Bun, dari isi buku cerita maupun dongeng, anak bisa belajar memahami konsep dengan lebih baik. Cerita juga membuat kosakata anak lebih luas dan dapat mengembangkan serta memelihara keterampilan bahasa mereka. Bahkan membaca cerita juga membuat anak mampu berpikir kreatif, lho...



BismillahYaa Rabb, semoga ikhtiar kami hari ini engkau ridhoi, dilapangkan rezeki kami dan berilah keberkahan dari rezek...
19/09/2018

Bismillah

Yaa Rabb, semoga ikhtiar kami hari ini engkau ridhoi, dilapangkan rezeki kami dan berilah keberkahan dari rezeki yang kami terima. Aamiin
Rabu Semangat Menggebu ✊


CES Pengin tahu buku yang bisa mengenalkan kecerdasan emosi dan spiritual pada anak-anak? Bisa didapatkan di 10 boardboo...
18/09/2018

CES

Pengin tahu buku yang bisa mengenalkan kecerdasan emosi dan spiritual pada anak-anak?

Bisa didapatkan di 10 boardbook paket Cerdas Emosi dan Spiritual untuk Anak Muslim (CES) di bawah ini

Desa Kasih Sayang - Mengenal Karakter Tokoh

Sepeda Cica Rusak - Menghadapi Masalah

Berebut Ayunan Kuda - Menghadapi Kemarahan

Ketika Ibu Boma Sakit - Menghadapi Kemalasan

Tantangan Bebe - Menghadapi Kesombongan

Kukus Bertemu Hantu - Menghadapi Ketakutan

Telur Rahasia - Semangat Menyelesaikan Tanggung Jawab

Pusi Sang Penolong - Mengenal Malu Yang Memuliakan

Bola Makir Hanyut - Belajar Memaafkan

Kepindahan Sahabat - Menghadapi Kesedihan

Penasaran sama isi bukunya?
Sini merapat, nanti saya bisikin seperti apa dalamnya 😘

Address

Mataram
83124

Telephone

0817365002

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bale Anak Pintar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share