11/09/2020
Laporan Kegiatan
Operasi Pencaharian orang Hilang Di Desa Tumaratas Kec. Langowan
Oleh Tim Unit SAR SULAWESI UTARA dan di Bawah Kendali Operasi USSU.
AWAL. :
Tgl. 31.08.2020 sore
Ketua USSU
Menerima WA
Dari Saudara
Wandi Oroh ( Ta'aretes) Tumaratas Langowan, Menyampaikan Mohon Bantuan ke USSU terkait Orang Hilang di desa Tumaratas kec Langowan.
Dan di tindaklanjuti dengan komunikasi telepon untuk detailnya.
Korban Hilang sejak Tgl. 18.08.2020.
Atas Nama :
Selvie " Pitong " Wonte.
Jenis Kelamin : Wanita.
Umur :
-+50 Tahun.
Ciri ciri Korban :
Tidak Spesifik
Pakaian Korban :
Tidak Spesifik
Tanda khusus korban :
Tidak Spesifik.
Penyakit yang di derita Korban :
Tidak Spesifik.
Orang Tua Korban :
Sudah Almarhum
Korban tinggal dan di rawat oleh Sepupunya ( anak Basudara ).
Kondisi Korban :
Keterbelakangan Mental.
Kebiasaan Korban :
Jalan jalan di area desa dan sering mampir ke rumah masyarakat setempat dan Meminta Minum, makan serta Uang yang berwarna merah.
Hal tersebut sudah di anggap wajar oleh masyarakat setempat.
Sebelum korban Hilang, korban sempat mampir di rumahnya saudara Wandi Oroh, dan minta minum kepada Ibunda dari Sdra Wandi, dan di berikan air mineral dalam Botol Kemasan ukuran sedang, setelah itu korban meninggalkan Rumah tersebut dan mampir lagi di rumahnya sdra Wandi yang merupakan salah satu Tokoh Agama di Desa Tumaratas dan meminta uang berwarna merah dan di berikan oleh pemilik rumah dan korban langsung jalan lagi.
Korban di lihat terakhir terakhir di area perkebunan yg dekat hutan oleh salah satu masyarakat yg akan pulang dari berkebun dan sempat meminta agar korban segera pulang.
Setelah itu
Korban tidak terlihat lagi.
Sesuai Data yang di terima oleh Tim USSU Bahwa, Upaya pencaharian telah di lakukan oleh masyarakat, pemerintah setempat dan kecamatan serta Polsek dan koramil, juga dari Tim SAR, Khusus Unsur dari Tim SAR tersebut tidak kami ketahui karena menurut masyarakat, tim sar tersebut hanya melaksanakan pencaharian sehari di area KayuUwi dan pulang.
Korban sempat terlihat oleh warga masyarakat di area perkebunan :
Desa Pinabetengan
Desa Kanonang
Desa kayuUwi
Desa Tombasian.
Saat akn di dekati korban menghilang secara misterius.
Korban Hilang tersebut kami kategorikan sebagai :
SURVIVORS
----------
Setelah Tim USSU mendapatkan Data awal,
Tgl 01.09.2020 subuh, .
Tim menuju ke Titik terdekat lintasan Korban terlihat.
Tim USSU mendirikan Posko di Desa Pinabetengan.
Tgl.01.09.2020
Jam. 13.00wita Sampai Selesai
2 personil (LO) di tugaskan utk validasi Berita.
Tgl. 02.09.2020
Tergabung personil
Unsur :
1.Klabat Green Ranger
2. Survivors course
3. Forum komunikasi Pecinta Alam Sulawesi Utara.
Tim deteksi, langsung melakukan pencaharian dgn metode penyisiran dari punggungan belakang desa Pinabetengan sampai desa kayu uwi.
Tim kembali ke Posko dengan status NIHIL.
Tgl. 03.09.2020
Tim Melakukan penyisiran kembali di lintasan perkebunan dalam, di mungkinkah menjadi lintasan Survivors sesuai data masyarakat yg melihat Survivors, dan tim menyisir sungai sungai sampai desa Tombasian.
Status : NIHIL
Malam Harinya, Tim beralih Posko ke desa Tumaratas kec Langowan, bergabung dengan Tim Taaretes dan Tim Palrangouw dan sepakat mendirikan posko di desa Tumaratas kec Langowan, tepatnya di SMPN 5 Langowan, desa Tumaratas.
Tgl. 04.09.2020
Tim USSU bersama
Tim
KGR
SC
TAARETES
PALRANGOUW
FKPA SULUT
Melaksanakan deteksi lintasan Survivors di wilayah kaki gunung kelelondei hutan belakang desa Tumaratas yg terkoneksi sampai kayuUwi, tombasian.
Tim malaksanakan observasi wilayah untuk menentukan Datum ops pencaharian Survivors tersebut.
Tgl. 05.09.2020
Tim kembali ke hutan dengan melaksanakan sistem deteksi dgn metode kearifan lokal berdasarkan adat dan budaya masyarakat setempat.
Tgl. 06.09.2020
Tim kembali ke hutan yang menuju arah gn soputan, jalur Base camp Elas wangker. Deteksi area yng di mungkinkah menjadi jalur Survivors yang terkoneksi dgn jalur korban di lihat oleh salah satu warga Tumaratas.
Status: NIHIL
Tgl. 05.09.2020
Tim Kembali ke Titik NOL, Korban terlihat oleh masyarakat tumaratas, area perkebunan, dekat pondokan korban semasa kecil.
Status NIHIL
Tgl. 06.09.2020
Tim kembali ke hutan dan mendeteksi area area yg di anggap memungkinkan Survivors berteduh.
Status NIHIL
Evaluasi malam
Tim malakukan evaluasi ketat untuk menentukan titik Datum.
Tim kecil masuk kembali ke hutan untuk deteksi area yang di ploting dalam peta, penyesuaian peta kompas, karena sebelumnya tim sdh mendapat gangguan mistis. Dalam bentuk, radio komunikasi HT, kompas, GPS tidak terkoneksi dgn sempurna, kategori PERALATAN ERROR.
Tgl. 07.09.2020
Tim Doa bersama keluarga Survivors yang di Pimpin oleh Pendeta Gmim Jemaat Tumaratas.
Jam.13.00wita
Tim kembali ke hutan, area yg di curigai, tim menemukan Botol air mineral yang di curiga adalah botol yang di bawa korban, dan setelah di lakukan analisa ketat di simpulkan bahwa botol tersebut adalah milik korban.
Tim langsung melaksanakan observasi ketat dan tim mencium aroma busuk akan tetapi aroma tidak tetap, tim mengikuti asal aroma tersebut,
Krn hari sdh gelap, tim kembali ke posko.
Status : Menemukan Botol korban dan tercium aroma Bangkai.
Tgl.08.09.2020
Tim kembali ke titik sebelumnya dan beberapa Anggota tim mengalami gangguan mistis, lokasi di tinggalkan dan di lanjutkan ke lokasi lainnya yg menurut masyarakat adalah tempat di mana pernah menemukan korban hilang yg sdh lampau.
Status NIHIL.
Tgl. 09.09.2020
Tim kembali ke penemuan botol serta tanda alam, tim mencium kembali bau bangkai dan gangguan mistis.
Pencarian di hentikan dan di lanjutkan kesokan harinya.
Tgl. 10.09.2020
Tim di bagi 3
Tim Utama
6 personil.
Tim Backup dalam
8 personil
Tim cadangan luar
6 personil
Tim utama masuk ke area yg di yakini adalah tempat Survivors berada.
Tim Utama kena Gangguan mistis dahsyat, Tim Utama setelah sadar sudah berada di lintasan, jalur bak air lama.
Tim masuk kembali ke koordinat yg sdh di tentukan dan malakukan doa serta nyanyian kidung jemaat, saat tim utama bawa doa dan kidung, tim di hantam kekuatan mistis, tim berantakan, tim backup masih melakukan pembersihan area bawah yg di curigai.
Tim utama tergabung dgn tim backup dan bersama ke luar tkp menuju titik kumpul luar utk evaluasi.
Selanjutnya Tim Utama dan Tim Backup kembali ke titik yg di yakini adalah area Survivors, di mana tim utama mendapatkan gangguan mistis setelah pencarian di lakukan secara ketat dan Tim Tidak menemukan tanda korban dan hanya mendapatkan gangguan mistis.
Karena sudah malam, Seluruh Unsur di tarik ke Posko SAR Tumaratas.
Pencaharian orang Hilang.
Evaluasi akhir.
Debriefing, Rangkaian kegiatan operasi sar pencarian orang Hilang di desa Tumaratas Kami Tutup Secara Resmi.
Kesimpulan :
SURVIVORS TIDAK DI TEMUKAN DAN MASIH MISTERI.
Terima Kasih
Kami sampaikan Kepada,
Organisasi :
1.Ta'aretes Langowan.
2. Palrangouw Langowan
3. Forum Komunikasi Pencinta Alam Sulut
4. Klabat Green Ranger
5. Survivors course Team
Spesial Thanks
Kepada:
Ketua Umum
FKPA SULUT
Ibu Nanvie Kengkang Tagah
Sekum FKPA SULUT
Akexander Cule Daud.
Mantan Ketua Pertama
FKPA SULUT
Rudy Babe Wantah dan Istri
Dr. Blles Killis
Yuri Magma Sigarlaki dan istri ibu Yanti juga Belinda.
Om Marthen Oroh sesepuh desa Tumaratas, yang selalu bersama tim Pemilik Waleta Waya dan Ibu.
Om Jody dan Keluarga, Penatua yg selalu bersama tim dan Mendoakan Tim.
Pendeta Gmim Tumaratas.
Kepsek, Wakepsek SMPN 5 LANGOWAN Di Tumaratas.
Kepala Lingkungan Tumaratas, istri dari Bendix.
Prof. Pdt. Alfrets Daleno, Yang selalu MenDoakan Tim.
Aca Tabalujan
Bendix
Wandy Oroh
Dan semua komponen yg sudah turut membantu tim yang tidak dapat kami sebut satu persatu.
Akhir Kata.
Apa yang sudah di rancangkan Sang Pencipta Semesta Alam jangan Pernah di Tolak ataupun di Lawan oleh Ciptaannya.
🙏🙏🙏
Hormat Kami
Steven David Malonda, SIP. MSI.
SAR MISSION COORDINATOR
(SMC)
Ketua Umum
UNIT SAR SULAWESI UTARA.