Al Fajr - Dinar Dirham Center

Al Fajr - Dinar Dirham Center Al Fajr - Dinar Dirham Center: menegakkan muamalat, mengembalikan Dinar & Dirham ke tangan ummat.

Al Fajr - Dinar Dirham Center: menggalakkan muamalat dan mengembalikan uang sunnah Dinar Dirham ke tangan ummat.

05/04/2019

Bismillah! Pertama di INDONESIA!
UMROH PRIVAT menawarkan umroh ber-2! Pilih waktu keberangkatan kapan saja sesuai keinginan selama visa tersedia.

Paket ini cocok bagi mereka yang memiliki waktu yang tidak terlalu fleksibel. Jangan biarkan kesibukan anda menghalangi anda memenuhi pangiilan Allah SWT ke rumah-Nya.

HARGA PAKET mulai RP27,5JT/org (BINTANG 5).

Paket dapat dimodifikasi sesuai keinginan calon jamaah. Anda bisa memilih waktu keberangkatan, jumlah peserta, jenis tiket pesawat, kelas hotel, dan lain-lain. Kami akan berikhtiar untuk memenuhinya sepanjang kemampuan kami.

Untuk pendaftaran dan keterangan lebih lanjut, hubungi kami via HP/WA 0814 1111 1070.

Hmmm......pernahkah terbayangkan?
20/09/2013

Hmmm......pernahkah terbayangkan?

09/08/2013

Ketika pemerintah menaikkan jumlah utangnya, apakah artinya itu? Itu artinya pemerintah membutuhkan sumber pemasukan yang lebih besar lagi untuk membayar utang-utangnya.

Dari mana pemerintah memperoleh pemasukan? Dari pajak dan non pajak.

Pertanyaan berikutnya, manakah di antara peneraan pajak dan non pajak yg lbh besar?

Jawabannya tentu saja dari pajak.

Jika demikian, untuk membayar utang-utang yg semakin besar, adalah mudah ditebak bila pada akhirnya pemerintah pasti akan menggenjot agar pemasukan dari sektor pajak semakin besar. Caranya? Bisa dengan memperbesar tarif, bisa juga dengan memperluas objek.

Sebagai kesimpulan, ketika jumlah utang pemerintah semakin besar, maka dapat dipastikan beban yang ditanggung masyarakat melalui pajak juga akan semakin besar.

Mau bukti mutakhir? Baca berita di Tempo online yg petikannya:

"Jumlah utang terbesar di dunia ini mendorong Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, untuk menaikkan pajak penjualan dua kali lipat demi menjaga kestabilan keuangan pemerintah."

Hehehe. Mudah ditebak, kan?

15/06/2013

Katanya nilai tukar rupiah yang anjlok terhadap USD akibat pengaruh kondisi global. Jika begitu, mata uang rupiah gak asyik, d**g? Masak kondisi ekonomi kita (baca: rupiah kita) juga harus ikut-ikutan "diatur" oleh global?

28/01/2013

Salah satu misi kami di Al Fajr - Dinar Dirham Center adalah mengajak kaum muslimin untuk meninggalkan riba dalam berbagai macam bentuknya. Satu hal mendasar adalah sedapat mungkin kita kembali menggunakan uang yang memang memiliki nilai intrinsik (nilai yang melekat pada diri sendiri) yaitu Dinar emas dan Dirham perak.

Uang kertas (fiat money) itu sendiri pada dasarnya sudah merupakan satu bentuk riba. Sebab ia tidak memiliki nilai intrinsik (ia hanyalah kertas yang dicetak sedemikian rupa yang jika undang-undang yang mem-backupnya sebagai mata uang dicabut, ia tidak lebih dari kertas tercetak yang nilainya bisa jadi hanya 500 rupiah per kg). Bagaimana mungkin seseorang yang bekerja keras banting tulang siang malam dengan gaji 3 juta rupiah per bulan dibayar dengan kertas tanpa nilai intrinsik?

Sungguh sangat berbeda bila ia dibayar menggunakan Dinar emas yang memang bernilai instrinsik sebagai emas. Nilainya tdk jatuh oleh inflasi. Ia dibawa ke mana saja di seluruh dunia akan diakui sebagai emas. Makanya ia disebut sebagai penjaga nilai dan pengukur yang adil.

Maka meskipun berat, marilah kita ikut berpartisipasi dalam menggunakannya. Paling tidak dalam bentuk komunitas yang kita harap akan jadi pondasi menyebarluasnya penggunaan Dinar emas dan Dirham perak sebagai alat tukar yang adil.

28/01/2013

Akibat tidak memiliki nilai intrinsik, orang cenderung tidak memberi penghargaan kepada uang kertas (fiat money). Tidak heran bila perintah al Quran bagi kaum muslimin untuk tidak hidup secara berlebih-lebihan terasa tidak mempan. Ini karena kita sudah "mabuk" oleh pengaruh uang kertas yang tidak sesuai dengan syariah. Pencetakan uang kertas dalam jumlah yang semakin tidak terkendali (meskipun oleh bank sentral dikatakan sangat terkendali) yang tidak lepas dari pengaruh perbankan berbasis ribawi, membuat kita merasa uang tidak bernilai lagi. Mulai dari KPR, KPM (Mobil/Motor), kartu kredit, KTA, dll, hampir untuk segala jenis barang terdapat kredit berbasis ribawi. Akibatnya kita sulit menahan diri dari sifat yang berlebih-lebihan.

Bandingkan bila kita menggunakan Dinar emas dan Dirham perak sebagai alat tukar yang memang memiliki nilai intrinsik. Hal-hal seperti ini tentu tidak akan terjadi.

28/01/2013

Sektor ril, sesuai namanya adalah sektor di mana kegiatan muamalat berlangsung secara ril. Inilah sektor di mana seseorang mengolah sumber dayanya hingga memiliki nilai tambah, untuk selanjutnya dijual kembali. Proses jual beli ini menggunakan uang sebagai alat tukar. Bisa anda bayangkan bila uang sebagai alat tukar tertahan pada sektor moneter, bagaimana mungkin proses jual beli akan berlangsung dengan lancar?

28/01/2013

Sektor moneter menganggap uang sebagai suatu sektor yang begitu penting hingga ia perlu "dikutak-atik", "dipelototi", "diperhatikan" agar tidak menimbulkan masalah. Sektor moneter menganggap uang sebagai komoditas yang bisa diperjual belikan. Ia dijual dengan selisih bunga. Inilah sektor di mana riba dipuja dan dipuji.

22/01/2013

Uang (money) seharusnya menjadi alat tukar. Dan di dalam Islam, alat tukar itu harus adil sebab Islam mengajarkan manusia setara dan kesetaraan ini universal.

Mata uang (currency) yang dipaksakan menjadi uang terbukti telah gagal menjalankan fungsi ini.

Contoh konkritnya, tak ada mata uang di dunia ini yang nilainya sama dan setara sama sekali (tolong beritahukan saya kalau ada).

Padahal, tenaga manusia yang sudah bekerja keras untuk mencari nafkah, mestinya tidak dijadikan komoditas yang dinilai berbeda-beda.

Tidakkah indah dan adil ketika Rp1 = USD 1 = JPY 1 = EUR 1, dst?

Kata mereka yang pinter-pinter, belajar d**g sampai doktor, mana mungkin mata uang seluruh dunia jadi setara?

Lho, gunakan aja apa yang telah dicontohkan Islam. Dinar Emas dan Dirham Perak sebagai mata uang.

Ketika anda memiliki emas seberat 1 gram di Indonesia, anda bawa ke AS, apakah nilai 1 gram emas anda akan terdiskriminasi hanya karena ia emas dari Indonesia? Lebih buruk lagi, akankah emas anda tidak diakui karena anda berasal dari bukan negara maju?

Ketika Allah dan RasulNya telah memberitahu, maka itulah yang benar. Bila itu yang benar, maka Allah akan "campur tangan" di dalamnya.

21/01/2013

Harga Dinar

Harga Dinar Emas per Mon, 21 Jan 2013 18:30:00 +0700 adalah : Jual Rp. 2,312,539 Beli Rp. 2,220,037

Harga Dinar Emas per Mon, 21 Jan 2013 12:30:00 +0700 adalah : Jual Rp. 2,313,908 Beli Rp. 2,221,352

Harga Dinar Emas per Mon, 21 Jan 2013 06:30:00 +0700 adalah : Jual Rp. 2,312,233 Beli Rp. 2,219,744

Harga Dinar Emas per Mon, 21 Jan 2013 00:30:00 +0700 adalah : Jual Rp. 2,312,233 Beli Rp. 2,219,744

Address

Jalan Letejen Mappaouddang No. 7
Makassar
90133

Telephone

04113401740

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Al Fajr - Dinar Dirham Center posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Al Fajr - Dinar Dirham Center:

Share