10/05/2016
FAKTA: Hanya sejak era Jokowi, PKI tiba-tiba berani muncul secara terang-terangan.
Ada beberapa orang yang tertangkap kamera mengenakan kaos PKI, ada yang jualan kaos PKI, bahkan Jokowi sendiri pernah mengeluarkan wacana untuk meminta maaf kepada PKI (walau belakangan ia membantahnya). Dan yang terbaru: Jokowi memerintakan Luhut untuk mencari kuburan para korban PKI.
Hm, ada apa di balik semua ini? Kenapa kok tiba-tiba PKI berani muncul secara terang-terangan, khususnya sejak Jokowi menjadi presiden Indonesia?
NB: Genjer Genjer adalah lagu yang diciptakan oleh seniman asal Banyuwangi, Muhammad Arief, pada tahun 1940-an. Pada masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966), Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadikan Genjer Genjer sebagai lagu propaganda mereka. Sejak saat itu, masyarakat mengasosiasikan lagu ini sebagai "lagu PKI".
PKI adalah partai, gerakan dan ideologi yang dilarang di Indonesia. Mereka SUDAH TERBUKTI memberontak, melakukan pembunuhan yang SANGAT SADIS kepada banyak rakyat Indonesia. Aneh sekali jika saat ini banyak anak muda Indonesia yang mengidolakan PKI. Coba Anda belajar sejarah dulu agar paham, ya.
* * *
KUTIPAN BERITA:
Jual Kaos PKI, Pemilik Toko di Blok M Diseret Polisi
Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/16/05/09/o6vmhb384-jual-kaos-pki-pemilik-toko-di-blok-m-diseret-polisi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim aparat gabungan Polda Metro Jaya dan Intelgab Kodam Jaya menangkap pemilik toko di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (8/5) sore. Penjual kaos berinisial MI tersebut diseret ke kepolisian lantaran menjual kaos Partai Komunis Indonesia (PKI), yang bergambar palu dan arit.
Aparat kepolisian dan TNI tersebut melaporkan bahwa pada pukul 16.30 hingga 18.00 WIB, penjual dan toko penjual kaos kreator telah diamankan di More Shop Blok M Square lantai 1 Blok A No 29-30 dan Toko More shop Blok M Mall LA 62 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Berdasarkan keterangan karyawan toko yang juga menjadi saksi, Anggi (19 tahun), kaos bergambar logo PKI itu sudah di jual di toko More Shop Blok M Square sejak kurang lebih tiga bulan yang lalu. Dia mengaku melihat kaos itu di jual semenjak bekerja kepada pemilik toko, MI.
Dalam penangkapan ini, tim gabungan mengamankan barang bukti berupa satu lusin kaos kreaktor berlogo palu dan arit. Sementara, MI langsung dibawa ke Polsek Kebayoran Baru guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Polsek Kebayoran Baru belum memberikan keterangan mengenai kasus ini, seperti dasar penyitaan dan lain-lain.
Sebagai informasi, penemuan beredarnya kaos bergambar palu dan arit ini terjadi tepat sehari sebelum hari ulang tahun PKI. Hari ulang tahun PKI sendiri jatuh pada hari ini Senin (9/5). (*)
* * *
Bawakan Lagu Genjer-Genjer, Konser Musik di Mojokerto Dibubarkan Polisi
Sumber berita: http://news.okezone.com/read/2016/05/09/519/1383343/bawakan-lagu-genjer-genjer-konser-musik-di-mojokerto-dibubarkan-polisi
MOJOKERTO - Konser band reggae di Gedung Olah Raga (GOR) Majapahit, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto dibubarkan paksa oleh petugas kepolisian dari Polres Mojokerto Kota pada Minggu malam.
Sebab, salah satu band lokal yang bernama Mesin Sampink menyanyikan lagu Genjer-Genjer, yang identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Tim satuan intelkam yang memantau situasi, langsung naik ke atas panggung dan mengamankan personel Mesin Sampink yang tengah perform.
Salah satu panitia konser, Defy membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya tidak menyangka ada insiden seperti itu. Meski demikian, banyak penonton yang kecewa karena acara harus dibubarkan paksa.
"Ya, ada lagu dibawakan salah satu band yang tidak sesuai kehendak mereka (polisi), lagu Genjer-Genjer," ujarnya.
Defy menjelaskan, kalau konser tersebut murni untuk hiburan semata, tidak ada unsur lainnya. Selain itu juga untuk mengapresiasi band-band lokal Mojokerto. "Temanya saja 'Aku Gak Malesan', tujuannya biar teman-teman lebih semangat. Tidak ada unsur lain-lain," imbuhnya.
Sementara itu, salah satu anggota Polres Mojokerto Kota mengatakan kalau aksi pembubaran paksa konser tersebut dilakukan secara reaktif. Sebab, lagu yang dibawakan identik dengan sebuah partai komunis.
"Izin konser yang kami terima sampai pukul 22.00 WIB, namun pukul 21.15 WIB terpaksa dibubarkan. Untuk selengkapnya nunggu Kapolres saja, sebab mereka masih diperiksa," terangnya.
Data yang berhasil dihimpun sementara oleh okezone, selain personil band, polisi juga mengamankan panitia dan penanggung jawab. Hingga berita ini diturunkan, mereka masih diperiksa di ruangan Intelkam Polres Mojokerto Kota secara tertutup. (ris)