04/08/2021
Dalam 2 tahun terakhir ini, di bursa IHSG saham-saham perusahaan unggulan yang profitnya triliunan kinerjanya loyo alias kurang menguntungkan bagi investor. Sebaliknya saham-saham bank digital yang profit ga jelas bahkan merugi terus malah harganya naik gila-gilaan sampai mampu menggerakkan IHSG karena saking besarnya Market Capital di emiten digital tersebut.
Dibawah ini kami lampirkan beberapa emiten populer dan performa kenaikan harganya. Belum termasuk DCII dan DMMX yang juga performa harganya luar biasa.
Kenaikan harga yang tidak wajar ini (tidak disertai kenaikan fundamental), memgingatkan kami di tahun 2007-2008 dimana emiten BUMI, ANTM, TINS dan lain-lain yang juga mengalami kenaikan luar biasa. Sampai fund-fund besar (asuransi, reksadana, dll) juga memas**an saham-saham tersebut dalam portofolio mereka.
Endingnya, boom...banyak investor yang akhirnya mengalami kerugian besar akibat terlalu ikut HYPE di bursa saat itu.
Kejadian semacam itu seharusnya menjadi pembelajaran bagi para investor agar tidak terlalu mengejar hype. Jika ingin memanfaatkan momentum untuk mencari keuntungan, alokasikan DANA YANG SIAP RUGI saja untuk membeli saham-saham hype tersebut. Porsi terbesar investasi tetap pada saham-saham yang berfundamental bagus (emiten yang tiap tahun terus mengalami kenaikan profit).
Untuk investasi jangka panjang, tetap "in fundamental we trust". Contoh emiten berkinerja bagus dan harga terdiskon adalah ICBP, INKP, KLBF, AKRA, TLKM, POWR dan masih banyak lagi