07/01/2026
Selasa (6/1/2026) kemarin, saya menghadiri Perayaan Pentahbisan Imam dan Penutupan Tahun Yubileum Agung di Gereja Paroki Kristus Raja Katedral Kupang, Perayaan Ekaristi Kudus yang berlangsung dengan khidmat ini dipimpin oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, sekaligus menjadi momen penuh syukur atas ditahbiskannya 11 Diakon Projo Keuskupan Agung Kupang menjadi imam.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan proficiat dan selamat kepada para imam yang baru ditahbiskan. Pentahbisan ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian seumur hidup dalam pelayanan kepada Tuhan dan umat. Jadilah imam yang setia pada panggilan, rendah hati, dekat dengan umat, mau mendengar, hadir, dan berjalan bersama umat dalam s**a maupun duka. Tuhan yang memanggil adalah Tuhan yang juga selalu menyertai.
Saya juga menegaskan pentingnya sinergi antara Gereja dan Pemerintah. Kita memiliki peran yang berbeda, namun tujuan kita sama, yaitu melayani umat dan masyarakat. Gereja meneguhkan iman dan harapan, sementara pemerintah menghadirkan kebijakan dan kerja nyata yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, terutama mereka yang kecil, lemah, dan terpinggirkan.
Dalam konteks pembangunan daerah, Pemprov NTT terus mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas melalui program One Village, One Product (OVOP). Sejalan dengan itu, kami mengajak Gereja dan komunitas umat mengembangkan konsep One Community, One Product (OCOP). Produk-produk komunitas ini ke depan diharapkan dapat dipasarkan melalui NTT Mart di seluruh kabupaten/kota se-NTT sebagai langkah nyata memperkuat kemandirian ekonomi umat.
Terima kasih kepada Uskup Agung Kupang, para imam, biarawan-biarawati, Forkopimda, Wali Kota Kupang, serta seluruh keluarga imam yang ditahbiskan. Mari terus berjalan bersama membangun NTT yang beriman, berdaya, dan sejahtera. 🙏