09/11/2025
*Group WA Ensiklopedi Ruqyah Official Syaikh Abul Bara'*
════ ❁✿❁ ════
📘 *Silsilah Ilmiah Ruqyah Syar’iyyah*
**Pembahasan: Ruqyah Syar’iyyah untuk Mengobati Sihir, ‘Ain, dan Kesurupan**
🔊 *Halaqah 14~ *Kebenaran Ungkapan: “Tidak Bisa Menghilangkan Sihir Kecuali dengan Sihir”*
*dan Kisah Seorang Gadis yang Menyihir Saudarinya karena Iri dan Hasad*
🎙️ *Syaikh Abu al-Bara’ Usamah bin Yasin al-Ma'ani)
Ada sebuah persoalan penting yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini.
Sebagian orang mengatakan:
> **“Tidak ada yang bisa menghilangkan sihir kecuali tukang sihir.”**
Apa pendapat kalian tentang ucapan seperti ini?
Bahkan sebagian **penuntut ilmu** pun menyampaikan hal ini.
Ada yang menisbatkan pendapat tersebut kepada seorang ulama bernama **Syaikh ‘Abdul Muḥsin al-‘Ubaikān** di Arab Saudi — bahwa beliau **membolehkan pergi kepada tukang sihir untuk menghilangkan sihir.**
**Bantahan terhadap Pendapat Tersebut**
Ucapan semacam ini, **meskipun keluar dari seorang ulama**, tetap **ditolak dan tidak dapat diterima.**
Karena **agama adalah hujjah atas manusia, bukan manusia hujjah atas agama.**
Sebagaimana perkataan **Imām asy-Syāfi‘ī رحمه الله تعالى** dalam *al-I‘tiṣām*:
> **"الرِّجَالُ يُعْرَفُونَ بِالْحَقِّ وَلَيْسَ الْحَقُّ يُعْرَفُ بِالرِّجَالِ."**
>
> “Manusia dikenal dengan kebenaran, bukan kebenaran yang dikenal melalui manusia.”
Maka kita bertanya:
> Apakah **pergi kepada tukang sihir itu kekufuran atau bukan?**
Tentu **itu kekufuran!**
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits **Abu Hurairah رضي الله عنه** yang shahih:
> **«مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ ﷺ.»**
>
> *“Barang siapa mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ.”*
> (HR. Ahmad, al-Ḥākim, dan lainnya)
Dalam hadits lain:
> **«مَنْ أَتَى كَاهِنًا فَلَمْ يُصَدِّقْهُ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ يَوْمًا.»**
>
> *“Barang siapa mendatangi tukang ramal (kahin), maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari.”*
> (HR. Muslim)
Namun ia tetap **wajib menunaikan shalat**, hanya saja **tidak dicatat baginya pahala** selama empat puluh hari itu.
Maka persoalan ini **sangat berbahaya**, karena **mendatangi tukang sihir adalah kekufuran.**
**Sumber Kesembuhan Hanyalah dari Allah**
Kita perlu merenungkan firman Allah Ta‘ālā:
> **وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ**
>
> *“Dan apabila aku sakit, maka Dialah yang menyembuhkanku.”*
> (QS. Asy-Syu‘arā’: 80)
Allah yang menyembuhkan — **bukan tukang sihir, bukan Abu al-Barā’, bukan siapa pun!**
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits **‘Abdullāh bin Mas‘ūd رضي الله عنه**:
> **«إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَجْعَلْ شِفَاءَكُمْ فِيمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ.»**
>
> *“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan kalian pada sesuatu yang diharamkan bagi kalian.”*
> (HR. al-Bukhārī)
Kalau hal-hal yang **haram** saja **tidak boleh dijadikan obat**, seperti **khamr** (minuman keras) atau **daging babi**, maka bagaimana mungkin **kesembuhan didapat melalui kekufuran dan kesyirikan** — yaitu dengan **mendatangi tukang sihir**?!
**Tidak mungkin!**
**Bahaya Membuka Pintu kepada Tukang Sihir**
Jika kita membuka pintu ini — membolehkan orang pergi ke tukang sihir dengan alasan “mengobati sihir dengan sihir” — maka itu akan membuka **pintu kejahatan yang amat besar.**
Karena **sihir** adalah **perjanjian antara tukang sihir dengan setan.**
Sebagaimana dijelaskan oleh **Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah رحمه الله تعالى**, bahwa **sihir merupakan akad dan kesepakatan antara keduanya.**
> Tukang sihir memberikan apa yang diinginkan setan, dan setan memberikan apa yang diinginkan tukang sihir.
Dan sebagai gantinya, tukang sihir melakukan **perbuatan kufur**:
* Menistakan Al-Qur’an,
* Menulis ayat dengan kotoran atau darah haid,
* Menginjak mushaf,
* Menulis **Surah al-Fātiḥah** dengan terbalik atau bersama kalimat kufur,
* Masuk ke tempat najis sambil membawa mushaf di kakinya.
Syaikh **Wahīd Salam Bāli** dalam kitabnya *Ash-Shorimul Battar fi Tashoddi Lisaharotil Asror,* menyebutkan:
> “Sebagian tukang sihir **memakai mushaf di bawah kakinya** saat masuk ke kamar mandi,
> sebagian **menulis ayat Al-Qur’an dengan kotoran atau darah**,
> dan sebagian **menulis ayat Al-Qur’an di telapak kaki**.”
**Na‘ūdzu billāhi min dzālik.**
Kita memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah di dunia dan akhirat.
**Kisah Nyata: Seorang Kakak Menyihir Adiknya karena Iri dan Hasad**
Di bawah tema ini, saya ingin menyampaikan **kisah nyata** yang terjadi di **Arab Saudi**.
Ada seorang wanita salehah yang bercerita:
Ia memiliki **adik perempuan** yang lebih muda darinya.
Keluarga mereka **sangat memanjakan adik tersebut**, apa pun yang dimintanya selalu diberikan.
Adiknya memiliki **kedudukan istimewa di mata orang tua.**
Maka sang kakak mulai **merasa iri dan hasad**.
Akhirnya, dalam kedengkian itu, ia **menghubungi seorang tukang sihir dari Maroko** dan berkata:
> “Aku ingin menyihir adikku karena aku cemburu kepadanya.”
Tukang sihir itu menjawab:
> “Baiklah, kirimkan uang **lima puluh ribu riyal**, maka aku akan kirimkan sihirnya kepadamu.”
Sang kakak pun **mengirimkan uang tersebut.**
Dan keesokan harinya… *(kisah ini berlanjut — dalam bagian berikutnya sang tukang sihir mulai melakukan amalan sihir yang berakibat tragis bagi keluarga mereka).*
**Kesimpulan:**
Ucapan *“Tidak bisa menghilangkan sihir kecuali dengan sihir”* adalah **batil dan menyesatkan.**
Mengobati sihir dengan pergi ke tukang sihir adalah **kekufuran besar**, karena **tidak ada kesembuhan dalam hal-hal yang diharamkan**, apalagi dalam **kekufuran dan kesyirikan.**
Kesembuhan **hanya dari Allah** semata, bukan dari makhluk mana pun.
-----------------------
📲 [Channel Resmi](https://whatsapp.com/channel/0029VbAKzFr9sBIDFNYeur42
🎙️ *Syaikh Abul Bara’ Usamah bin Yasin Al-Ma‘ani*
Sumber:
📺 [Tonton di YouTube] (https://youtu.be/n4_oUBv7jSE?si=jJALhRhO9T5LQB8Q)
⌨️ *Rudianto Abu Huna*
📮 *Ensiklopedi Ruqyah Official*
════ ❁✿❁ ════