SAF Capital

Directions

SAF Capital Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from SAF Capital, Financial planner, Jakarta, Indonesia, Jakarta.

Harga minyak naik, tapi produsen AS justru mulai frustrasi.Masalahnya bukan sekadar mahal atau murah.Konflik Iran membua...
08/10/2026

Harga minyak naik, tapi produsen AS justru mulai frustrasi.

Masalahnya bukan sekadar mahal atau murah.

Konflik Iran membuat harga minyak bergerak semakin liar hingga produsen kesulitan menentukan asumsi harga untuk budget, produksi, dan investasi.

Dalam survei terbaru Dallas Fed, beberapa eksekutif bahkan menyebut pergerakan US$5–US$20 per barel kini bisa terjadi dalam waktu singkat. Rata-rata proyeksi WTI akhir 2026 berada di sekitar US$88/barel, tetapi rentang prediksi responden sangat lebar: US$70–US$126. Federal Reserve Bank of Dallas

Jadi harga minyak tinggi tidak selalu berarti kondisi bisnis menjadi lebih mudah.

Bagi produsen, ketidakpastian kadang lebih sulit dihadapi daripada harga yang rendah tetapi stabil.

Dan selama tensi Timur Tengah belum benar-benar mereda, volatilitas kemungkinan masih menjadi bagian penting dari cerita minyak 2026.

Bullish oil, tapi makin sulit diprediksi.

Bagaimana menurut anda? Akan dibawa kemana harga minyak dunia? Drop pendapatmu di kolom komentar dan follow 𝐒𝐰𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐧𝐝 𝐅𝐥𝐢𝐩 𝐂𝐚𝐩𝐢𝐭𝐚𝐥!

Transaksi jumbo BYAN akhirnya muncul di pasar negosiasi?Sebanyak 10,08 miliar saham BYAN berpindah pada harga Rp2.588 pe...
07/10/2026

Transaksi jumbo BYAN akhirnya muncul di pasar negosiasi?

Sebanyak 10,08 miliar saham BYAN berpindah pada harga Rp2.588 per saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp26,1 triliun. Jumlah saham tersebut sama dengan jumlah yang sebelumnya diungkap akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama.

Yang membuat transaksi ini menarik justru harganya. Saat crossing terjadi di Rp2.588, harga pembukaan BYAN di pasar reguler berada di sekitar Rp13.450 yang mana selisih lebih dari 80%.

Tapi ini bukan berarti fair value BYAN otomatis Rp2.588. Transaksi tersebut terjadi di pasar negosiasi, sehingga harga merupakan hasil kesepakatan antar pihak dan tidak sama dengan mekanisme price discovery di pasar reguler.

Jadi pertanyaan yang lebih menarik adalah.. “kenapa kepemilikan sekitar 30% BYAN dinegosiasikan jauh di bawah harga pasar?”

Dan apakah crossing jumbo ini benar-benar menjadi tahap akhir masuknya Jhonlin ke BYAN?

Drop pendapatmu di kolom komentar, dan follow 𝐒𝐰𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐧𝐝 𝐅𝐥𝐢𝐩 𝐂𝐚𝐩𝐢𝐭𝐚𝐥!

FORU sekarang punya cerita yang jauh berbeda dari sebelumnya?Dari advertising, masuk ke exposure premium metallurgical c...
06/10/2026

FORU sekarang punya cerita yang jauh berbeda dari sebelumnya?

Dari advertising, masuk ke exposure premium metallurgical coal lewat Borneo Prima. Tapi apakah transformasi ini benar-benar menarik secara bisnis?

Swipe carousel diatas untuk lihat thesis FORU dan poin yang justru paling penting untuk dipantau!

Laba BUMI naik hampir 3x. Tapi neracanya justru makin berat!?Sepanjang semester I 2026, BUMI membukukan laba bersih seki...
05/10/2026

Laba BUMI naik hampir 3x. Tapi neracanya justru makin berat!?

Sepanjang semester I 2026, BUMI membukukan laba bersih sekitar US$59 juta, naik dari US$20 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Bisnis batu baranya sendiri masih menunjukkan performa solid. Pendapatan segmen batu bara tumbuh, sementara kontribusi KPC juga meningkat tajam. Tapi di sisi lain, total liabilitas BUMI naik 23,4% menjadi US$1,64 miliar.

Pinjaman jangka panjang bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar US$382,8 juta, ditambah utang obligasi jangka panjang sekitar US$201,8 juta.

Sebagian utang tersebut digunakan untuk pengembangan proyek emas dan tembaga melalui BRMS serta aset tambang lainnya.

Jadi cerita BUMI saat ini punya dua sisi, yaitu operasional mulai membaik, tetapi leverage juga ikut membesar. Artinya, pertanyaannya bukan cuma “Apakah laba BUMI naik?”

Tapi, “Apakah pertumbuhan aset dan proyek barunya nanti mampu menghasilkan return yang sebanding dengan tambahan utangnya?”

Let’s wait and see, stay sharp with 𝐒𝐰𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐧𝐝 𝐅𝐥𝐢𝐩 𝐂𝐚𝐩𝐢𝐭𝐚𝐥

AirAsia Indonesia sedang mencari cara untuk memperbaiki neracanya.Per Juni 2026, CMPP mencatat ekuitas negatif sekitar R...
03/10/2026

AirAsia Indonesia sedang mencari cara untuk memperbaiki neracanya.

Per Juni 2026, CMPP mencatat ekuitas negatif sekitar Rp12,18 triliun, sementara total liabilitas mencapai Rp16,91 triliun dan aset hanya Rp4,73 triliun.

Karena itu, perseroan tengah mengkaji beberapa opsi: rights issue, private placement, hingga restrukturisasi utang menjadi instrumen semi-equity.

Namun seluruh opsi tersebut masih dalam tahap evaluasi dan belum menjadi keputusan final.

Tekanan operasional juga masih terlihat. Semester I 2026, rugi periode berjalan membengkak menjadi sekitar Rp1,45 triliun, di tengah kenaikan beban bahan bakar dan rugi selisih kurs.

Jadi isu CMPP saat ini bukan sekadar soal “terbit saham baru”.

Pertanyaan besarnya justru, “seberapa besar tambahan modal yang dibutuhkan untuk membuat struktur keuangannya kembali sehat?”

Drop komentarmu dibawah dan follow 𝐒𝐰𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐧𝐝 𝐅𝐥𝐢𝐩 𝐂𝐚𝐩𝐢𝐭𝐚𝐥 untuk update saham kesayanganmu!

Mulai 1 Oktober 2026, BEI membuka kembali transaksi short selling secara bertahap. Namun pada tahap awal, baru ada 5 sah...
01/10/2026

Mulai 1 Oktober 2026, BEI membuka kembali transaksi short selling secara bertahap.

Namun pada tahap awal, baru ada 5 saham yang dapat menggunakan mekanisme ini, yaitu :

$ASII
$BBCA
$BRPT
$BUMI
$INDF

Secara sederhana, short selling bekerja dengan cara :
pinjam saham → jual → beli kembali → kembalikan saham.

Jika harga turun setelah saham dijual, selisihnya bisa menjadi keuntungan. Sebaliknya, jika harga justru naik, investor harus membeli kembali dengan harga lebih tinggi.

Namun fasilitasnya belum tersedia di semua sekuritas. Saat ini baru Semesta Indovest Sekuritas dan Ajaib Sekuritas Asia yang disebut telah memenuhi persyaratan penyedia layanan. Dan risikonya berbeda dari membeli saham biasa.

Pada short selling, secara teoritis potensi kerugian tidak memiliki batas atas apabila harga saham terus naik. Jadi kehadiran short selling bukan sekadar membuka peluang baru. Market Indonesia sekarang mulai punya mekanisme untuk mencari peluang dari dua arah.

Follow 𝐒𝐰𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐧𝐝 𝐅𝐥𝐢𝐩 𝐂𝐚𝐩𝐢𝐭𝐚𝐥, join komunitasnya untuk belajar dan diskusi seputar saham Indonesia!

Dua pilihan, sesuai kebutuhan trading.SAF Market Outlook untuk yang butuh trading plan mingguan yang terstruktur.Group S...
30/09/2026

Dua pilihan, sesuai kebutuhan trading.

SAF Market Outlook untuk yang butuh trading plan mingguan yang terstruktur.

Group SAF Exclusive untuk yang ingin update lebih aktif, diskusi dua arah, dan belajar proses analisa lebih dalam.

Mulai dari level yang paling sesuai dengan kebutuhanmu sekarang.

Sudah member Market Outlook dan ingin upgrade?
Hubungi Tim SAF Capital via Telegram atau WhatsApp.

📣 FREE! EXCLUSIVE MARKET TALK‼️HOW BIG MONEY THINKSMarket Outlook 2027, New Regulations & Navigating VolatilityBareng Pa...
30/09/2026

📣 FREE! EXCLUSIVE MARKET TALK‼️

HOW BIG MONEY THINKS
Market Outlook 2027, New Regulations & Navigating Volatility

Bareng Pak Wilianto
Former President Director, Maybank Sekuritas Indonesia

Kita akan ngobrol langsung soal outlook market 2027, perubahan regulasi, sampai bagaimana menghadapi market volatile dari perspektif big money.

Dilanjutkan dengan Breakdown Stockpick bersama Team SAF Capital

📅 Kamis, 8 Oktober 2026
🕖 19.00 WIB
📍 Online via Zoom
🎟 FREE

Daftar melalui link berikut:
https://forms.gle/8SupCx3KTR1F28RKA

See you there Traders! 📈

$SIDO lagi masuk fase pahit di 2026. Tapi ceritanya tidak sesederhana “penjualan turun”.Sepanjang semester I 2026, penda...
24/09/2026

$SIDO lagi masuk fase pahit di 2026. Tapi ceritanya tidak sesederhana “penjualan turun”.

Sepanjang semester I 2026, pendapatan SIDO turun 19,8% YoY menjadi Rp1,46 triliun, sementara laba bersih terkoreksi 44,4% YoY menjadi Rp333,65 miliar.

Tekanan ini terutama datang dari proses normalisasi stok distributor. Selama Februari–Mei 2026, SIDO sengaja mengurangi sell-in karena persediaan Tolak Angin di distributor dinilai terlalu tinggi.

Yang menarik, manajemen menyebut sell-out ke konsumen akhir tidak mengalami penurunan, dan SIDO masih memegang sekitar 71% market share berdasarkan survei Nielsen.

Artinya, problem 2026 lebih banyak berada di jalur distribusi, bukan karena konsumen tiba-tiba berhenti membeli.

Manajemen berharap penjualan mulai kembali normal pada Q3–Q4, setelah stok distributor kembali ke level yang lebih sehat. Namun secara full year, SIDO tetap memperkirakan penjualan 2026 turun sekitar 10% YoY.

Di sisi lain, ada dua penopang yang mulai terlihat: segmen F&B tumbuh 11% YoY, sementara kontribusi ekspor naik menjadi sekitar 13% dari total pendapatan.

Jadi pertanyaannya sekarang bukan sekadar: “Kenapa kinerja SIDO turun?”

Tapi: “Apakah Q3–Q4 benar-benar menjadi awal normalisasi dan pemulihan?”

Drop pendapatmu di kolom komentar! Jangan lupa follow 𝐒𝐰𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐧𝐝 𝐅𝐥𝐢𝐩 𝐂𝐚𝐩𝐢𝐭𝐚𝐥 untuk update saham kesayangan kamu!

Mulai September sampai November 2026, setidaknya ada 8 emiten dalam tabel ini yang masuk agenda HMETD: FORU, AHAP, BUVA,...
23/09/2026

Mulai September sampai November 2026, setidaknya ada 8 emiten dalam tabel ini yang masuk agenda HMETD: FORU, AHAP, BUVA, BAJA, BRNA, MGLV, CBRE, dan BMAS.

Yang perlu diperhatikan bukan sekadar exercise price, tapi juga:

Rasio HMETD → menentukan seberapa besar saham baru yang bisa diperoleh.
Cum Date → batas terakhir membeli saham agar mendapat hak.
Ex Date → mulai diperdagangkan tanpa hak HMETD.
Periode Exercise → waktu untuk menjual atau menebus hak tersebut.

Dan satu hal penting: harga tebus yang terlihat murah belum tentu otomatis menarik. Rasio right issue, harga saham menjelang cm date, potensi dilusi, hingga tujuan penggunaan dana tetap perlu diperhitungkan.

Jadi sebelum ikut right issue, jangan berhenti di pertanyaan:

“Harga tebusnya berapa?”

Tapi lanjutkan ke:

“Setelah right issue, posisi investasinya jadi seperti apa?”

Save tabelnya biar nggak kelewat tanggal penting.
Dari daftar ini, right issue mana yang sedang kalian pantau?

Address

Jakarta, Indonesia
Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SAF Capital posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share