08/10/2026
Harga minyak naik, tapi produsen AS justru mulai frustrasi.
Masalahnya bukan sekadar mahal atau murah.
Konflik Iran membuat harga minyak bergerak semakin liar hingga produsen kesulitan menentukan asumsi harga untuk budget, produksi, dan investasi.
Dalam survei terbaru Dallas Fed, beberapa eksekutif bahkan menyebut pergerakan US$5–US$20 per barel kini bisa terjadi dalam waktu singkat. Rata-rata proyeksi WTI akhir 2026 berada di sekitar US$88/barel, tetapi rentang prediksi responden sangat lebar: US$70–US$126. Federal Reserve Bank of Dallas
Jadi harga minyak tinggi tidak selalu berarti kondisi bisnis menjadi lebih mudah.
Bagi produsen, ketidakpastian kadang lebih sulit dihadapi daripada harga yang rendah tetapi stabil.
Dan selama tensi Timur Tengah belum benar-benar mereda, volatilitas kemungkinan masih menjadi bagian penting dari cerita minyak 2026.
Bullish oil, tapi makin sulit diprediksi.
Bagaimana menurut anda? Akan dibawa kemana harga minyak dunia? Drop pendapatmu di kolom komentar dan follow 𝐒𝐰𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐧𝐝 𝐅𝐥𝐢𝐩 𝐂𝐚𝐩𝐢𝐭𝐚𝐥!