Dompet Sosial Alkautsar

Dompet Sosial Alkautsar DOMPET SOSIAL AL-KAUTSAR (DSAK)

Dompet Sosial Al-Kautsaradalah sebuah lembaga social nirlaba yang bernaung di bawah masjid Al-Kautsar. Berdiri Juni 2004.

Bergerak dalam penyaluran dana dan pembinaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa yang berada di lingkungan Masjid. Pengurusnya adalah para remaja masjid yang bekerja dengan sukarela tanpa pamrih sehingga di sebut RELAWAN. Apa hubungannya dengan dasir dan wong tunjung. Nanti akan terlihat di akhir postingan ini. VISI DAN MISI:

Visi : Menjadi Lembaga yang amanah dan professional di bidang penyaluran da

na dan pembinaan kaum dhuafa. Misi : Menyusun merancang dan menjalankan program-program yang dapat memberikan keceriaan dan kebahagiaan hakiki bagi sesama serta dapat mendorong kemandirian. Mengembangkan dan menjalin kemitraan dengan masyarakat, perusahaan, pemerintah dan LSM mulai dari tingkatan terendah. PROGRAM DSAK:

1.Pembinaan Anak Asuh
• Pembinaan Rutin : dilaksanakan tiap minggu kedua setiap bulannya selama 2 jam dengan materi pembinaan meliputi Pendalaman Aqidah, Pemahaman Fiqih Ibadah, Pendalaman Akhlaq Islami, Konsultasi permasalahan yang dihadapi anak asuh.
• Rekreasi Bersama antara anak asuh dan relawan DSAK
• Pertemuan dengan Orang Tua Asuh dan Donatur, dilaksanakan 6 bulan sekali, setelah menerima raport.

2.Bimbingan Belajar untuk anak asuh setiap Sabtu dan Minggu
• Mempersiapkan Anak Asuh Berprestasi
• Workshop Bimbel, diadakan untuk memberikan training bagi relawan DSAK tentang bagaimana teknik mengajar yang baik. Dilaksanakan setiap sebulan sekali.

3.Taman Baca Anak di adakan untuk menumbuhkan minat baca anak asuh dan non asuh yang berada di lingkungan masjid Al-Kautsar. Dibuka setiap minggu sekali. Untuk pengadaan buku-bukunya DSAK bekerja sama dengan Komunitas 1001 BUku yang merupakan jaringan relawan dan perpustakaan. Alhamdulillah TBA DSAK telah menorhkan prestasi gemilang dengan menjadi Juara Umum 3 Olimpiade Taman Bacaan Anak se-Jabodetabek tahun 2008 serta Juara Harapan 1 Lomba Mendongeng Permata Cerita Ceria 2009.

4.Pengobatan Gratis Untuk Kaum Dhuafa bekerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia yang dilaksanakan tahun 2007

5.Peringatan Tahun Baru Islam setiap tahunnya diadakan untukmemperbaiki jati diri di kehidupan yang berbeda dengan sebelumnya. Menjadikan Insan Islam yang lebih bertaqwa serta ceria menjalani segala hal yang positif.

6.Semarak Ramadhan, sebuah kegiatan semacam Pesantren Kilat sehari dilanjutkan buka bersama di bulan suci Ramadhan bagi anak asuh dan non asuh di lingkungan Masjid.

7.Rekruitmen Relawan
Berdasarkan lingkup kegiatannya, relawan DSAK dikelompokkan menjadi 4 macam, yaitu:
• Relawan Bimbel : menjadi pengajar / administrasi
• Relawan Sekolah : sebagai penghubung DSAK dengan pihak sekolah anak asuh, memantau proses belajar anak asuh di sekolah, berdiskusi dengan wali kelas/guru dan menjadi juru bayar untuk kegiatan sekolah yang terkait dengan keuangan.
• Relawan Lingkungan : penghubung DSAK dengan pihak pengurus masjid, jamaah serta masyarakat sekitar.
• Relawan Perpustakaan : menghimpun anak asuh untuk tertarik membaca buku sebagai sumber pengetahuan serta menjadi pelatih untuk pengembangan bakat anak di bidang membaca dan berbahasa. Bagi Para donatur, sahabat dan kawan semua yang ingin menyalurkan dananya yang berlebih bagi anak asuh serta hal-hal sosial kemanusiaan dalam lembaga DSAK dapat melalui:

Rek.BCA KCP BUARAN 633 0533 895 (A/N SIDIK BUDIYANTO)
Atau
Rekening Bank Muamalat Kantor Kas Pondok Kopi no. 305 1468 122 (a/n Eka Fitriana)

Tulisan ini titipan dari Pengurus DSAK dan dasir dan wong tunjung adalah Relawan Perpustakaan DSAK

SEKRETARIAT MASJID AL-KAUTSAR
JL.KRT RADJIMAN WIDYODININGRAT WARU DOYONG RW 08
JATINEGARA CAKUNG JAKARTA TIMUR
TELEPON 021-4635855

(Masih) Persiapan OTBA :D
03/07/2015

(Masih) Persiapan OTBA :D

Yuk, kenalan dengan Gol A GongHeri Hendrayana Harris atau lebih dikenal dengan nama pena Gol A Gong (lahir di Purwakarta...
18/05/2015

Yuk, kenalan dengan Gol A Gong

Heri Hendrayana Harris atau lebih dikenal dengan nama pena Gol A Gong (lahir di Purwakarta, Jawa Barat, 15 Agustus 1963; umur 51 tahun) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Ia adalah pendiri Rumah Dunia di Serang, Banten. Saat ini Gol A Gong menjabat sebagai Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Indonesia. Tulisan-tulisannya telah dimuat di berbagai media massa dan terbit berupa buku.

Pada umur 11 tahun Gol A Gong (dulu ditulis Gola Gong) kehilangan tangan kirinya. Itu terjadi saat dia dan teman-temannya bermain di dekat alun-alun Kota Serang. Saat itu sedang ada tentara latihan terjun payung. Kepada kawan-kawannya dia menantang untuk adu keberanian seperti seorang penerjun payung. Uji nyali itu dilakukan dengan cara loncat dari pohon di pinggir alun-alun. Siapa yang berani meloncat paling tinggi, dialah yang berhak menjadi pemimpin di antara mereka. Kecelakaan yang menyebabkan tangan kirinya harus diamputasi itu tidak membuatnya sedih. Bapaknya menegaskan kepadanya: "Kamu harus banyak membaca dan kamu akan menjadi seseorang dan lupa bahwa diri kamu itu cacat"

Sejak saat itu, Gol A Gong rajin membaca, maka hari-harinya pun dihabiskan dengan membaca buku. Karena kecintaannya terhadap dunia tulis dan kegemarannya membaca, Gol A Gong mampu membuat tulisa-tulisan yang menarik dan banyak diminati. Salah satu karyanya yang paling diminati adalah kisah “Balada si Roy”.

Impiannya sejak remaja untuk memiliki gelanggang remaja terwujud dengan didirikannya komunitas kesenian Rumah Dunia pada tahun 1998. Sejak tahun 2000, Komunitas ini berada di atas tanah 1000 m2 di belakang rumahnya di Komplek Hegar Alam, Ciloang Serang, Banten. Komunitas semacam ini adalah impiannya beserta temannya Toto ST Radik, dan (alm) Rys Revolta. Pada tahun 2008, Gol A Gong mengajak orang-orang di seluruh dunia yang peduli literasi untuk membebaskan lahan seluas 3000 m2. Kini pada 2012, lahan itu berhasil dibebaskan dan di atasnya Gelanggang Remaja Rumah Dunia megah berdiri.

Sungguh menginspirasi ya kisahnya. Biarpun kehilangan lengan, Gol A Gong tetap bersemangat meraih cita-citanya. Super !

Butuh ilmu ? Butuh wawasan ? Butuh pengetahuan ? Ke sini aja.
12/05/2015

Butuh ilmu ? Butuh wawasan ? Butuh pengetahuan ? Ke sini aja.

Nama : Fatimah ApriyaniKelas : VIISaya s**a DSAK karena di DSAK saya bisa mendapatkan ilmu pengetahuan, kebersamaa, dan ...
07/05/2015

Nama : Fatimah Apriyani
Kelas : VII

Saya s**a DSAK karena di DSAK saya bisa mendapatkan ilmu pengetahuan, kebersamaa, dan hal-hal lainnya. Di DSAK saya merasa senang karena saya bisa tahu banyak hal seperti belajar tentang bagaimana caranya mendongeng.
Di Rumah Belajar DSAK, saya bisa membaca buku, mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang banyak di sana. Di sana saya juga mendapatkan informasi-informasi baru. Semenjak saya masuk DSAK, saya jadi sering ikut lomba seperti lomba mendongeng, menggambar, kreatifitas dan lainnya. Makannya saya senang bisa ikut DSAK karena disana kita bsa mendapatkan banyak sekali teman. Saya pun masih ikut DSAK sampai sekarang.

-DSAK

Lihat nih adik-adik DSAK semangat bangat mengikuti latihan pertama persiapan OTBA 2015.
05/05/2015

Lihat nih adik-adik DSAK semangat bangat mengikuti latihan pertama persiapan OTBA 2015.

Nama : M.RizkiKelas : 7 SMPSaya s**a DSAK karena banyak buku dan dapat menambah ilmu. Terkadang kakak relawan mengajak s...
04/05/2015

Nama : M.Rizki
Kelas : 7 SMP

Saya s**a DSAK karena banyak buku dan dapat menambah ilmu. Terkadang kakak relawan mengajak saya bermain. Di sana saya banyak sekali teman. Buku kes**aan saya tentang Thomas Alva Ediso si penemu lampu. Terkadang saya mengerjakan PR di DSAK.
DSAK memiliki banyak buku tentang cerita daerah. Saya jadi mengetahui tentang Joko Tingkir, Timun Mas, Malin Kundang, dan lain-lain. Biasanya saya datang ke DSAK sesudah shalat ashar. Di sana sudah banyak teman sedang membaca buku, terkadang kakak relawan mengajak bermain kuis cerdas cermat. Permainan seru sekali. Saya dan teman-teman saling bersaing. Kakak relawan menyiapkan hadiah bagi yang menang sementara yang kalah mendapatkan permen.
Pokoknya saya sangat senang di DSAK.

 !RESENSI FILMJenis Film : Drama, BiographyProduser : Christine Hakim, Dewi Umaya Rachman, Sabrang Mowo Damar Panuluh, D...
28/04/2015

!

RESENSI FILM
Jenis Film : Drama, Biography
Produser : Christine Hakim, Dewi Umaya Rachman, Sabrang Mowo Damar Panuluh, Didi Petet, Nayaka Untara, Ari Syar
Sutradara : Garin Nugroho
Penulis : Ari Syarif, Erik Supit
Produksi : Yayasan Keluarga Besar HOS Tjokroaminoto, Picklock Production

Setelah lepas dari era tanam paksa di akhir tahun 1800, Hindia Belanda (Indonesia) memasuki babak baru yang berpengaruh ke kehidupan masyarakatnya. Yaitu dengan gerakan Politik Etis yang dilakukan oleh pemerintah Belanda. Tetapi kemiskinan masih banyak terjadi. Rakyat masih banyak yang belum mengenyam pendidikan dan kesenjangan sosial antar etnis dan kasta masih terlihat jelas.

Oemar Said Tjokroaminoto (Tjokro) yang lahir dari kaum bangsawan Jawa dengan latar belakang keislaman yang kuat, tidak diam saja melihat kondisi tersebut. Walaupun lingkungannya adalah keluarga ningrat yang mempunyai hidup yang nyaman dibandingkan dengan rakyat kebanyakan saat itu. Ia berani meninggalkan status kebangsawanannya dan bekerja sebagai kuli pelabuhan. Dan merasakan penderitaan sebagai rakyat jelata.

Tjokro berjuang dengan membangun organisasi Sarekat Islam, organisasi resmi bumiputera pertama yang terbesar, sehingga bisa mencapai 2 juta anggota. Ia berjuang untuk menyamakan hak dan martabat masyarakat bumiputera di awal 1900 yang terjajah. Perjuangan ini berbenih menjadi awal-awal lahirnya tokoh dan gerakan kebangsaan.

Tjokro yang intelektual, pandai bersiasat, mempunyai banyak keahlian, termasuk jago silat, ahli mesin dan hukum, penulis surat kabar yang kritis, orator ulung yang mampu menyihir ribuan orang dari mimbar pidato, membuat pemerintah Hindia Belanda khawatir, dan membuat mereka bertindak untuk menghambat laju gerak Sarekat Islam yang pesat. Perjuangan Tjokro lewat organisasi Sarekat Islam untuk memberikan penyadaran masyarakat, dan mengangkat harkat dan martabat secara bersamaan, juga terancam oleh perpecahan dari dalam organisasi itu sendiri.

Rumah Tjokro di Gang Peneleh, Surabaya, terkenal sebagai tempat bertemunya tokoh-tokoh bangsa Indonesia kelak. Di rumah sederhana yang berfungsi sebagai rumah kos yang di bina oleh istrinya, Suharsikin, Tjokro juga mempunyai banyak murid-murid muda yang pada akhirnya menetas, dan mempunyai jalan perjuangannya masing-masing, meneruskan cita-cita Tjokro yang mulia untuk mempunyai bangsa yang bermartabat, terdidik, dan sejahtera. Salah satu muridnya di Peneleh adalah Bapak Proklamator Indonesia, Soekarno.

-Sinopsis XXI

INTIP KOLEKSI BUKU KAMI !IDENTITAS BUKUJudul Buku  : Telaga BiruPenulis/Pencerita         : Shendiane RimandaniPenerbit ...
27/04/2015

INTIP KOLEKSI BUKU KAMI !

IDENTITAS BUKU
Judul Buku : Telaga Biru
Penulis/Pencerita : Shendiane Rimandani
Penerbit : Bintang Indonesia Jakarta
Tebal : 24 halaman

SINOPSIS
Di wilayah Gelela, Dusun Lisawa di Maluku Utara. Dusun tersebut sangat makmur, namun mereka sedikit kesulitan air. Di situ, hidup sepasang kekasih yang saling menyangi, yaitu Magohiduuru dan Mojojaru. Mogahiduuru adalah pemuda dari keluarga sederhana, maka dia harus merantau guna mencari uang. Mojojaru sangat sedih ketika Mogahiduuru berpamitan.

Hingga berbulan-bulan dilalu, Mojojaru tampak sangat sedih. Sampai suatu hari ia mendengar berita bahwa kapan yang ditumpangi Mogahiduuru telah kembali ke Lisawa. Ia sangat bahagia mendengar kep**angan Mogahiduuru, namun ternyata ia tak menemukan kekasihnya di kapal tersebut.

Ia mendapat kabar bahwa Mogahiduuru telah meninggal dunia. Karena teramat sedih, akhirnya Mojojaru memutuskan mencari tempat menenangkan diri. Berhari-hari, Mojojaru terus menyendiri di tempat persembunyiannya. Di bawah pohon beringin, Mojojaru terus menangis meratapi kepergian kekasihnya. Air matanya mengalir sangat deras.

Hingg akhirnya, air mata tersebut menggenang dan menenggelamkan batu-batuan di sekitarnya. Sampai kemudian, Mojojaru ikut p**a tenggelam dalam air matanya sendiri. Saat itulah terbentuk telaga yang diberi nama “Telaga Biru”.

PELAJARAN DARI KISAH INI

Seteguh apapun kesetiaan kita, tak selayaknya sampai mengorbankan nyawa. Tak sepantasnya p**a kita tidak menerima kehilangan seperti Mojojaru. Lebih baik mengikhlaskan yang telah pergi dan kembali menatap hidup penuh semangat.
KELEBIHAN
1. Bilingual
2. Terdapat gambar/ilustrasi yang menarik

KEKURANGAN
1. Kisah terlalu singkat, tidak detail

21/04/2015

Selamat Hari Kartini
Sosoknya tentu sudah tidak asing lagi bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketetapan pemerintah untuk merayakan kelahirannya sebagai “Hari Kartini” memberi tahu kita bahwa ia begitu penting. Terutama perjuangannya sebagai seorang wanita.
Raden Adjeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Wanita ini yang juga dikenal dengan nama Raden Ayu Kartini ini adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun dan dikenal pada pertengahan abad ke-19 sebagai salah satu bupati pertama yang memberi pendidikan Barat kepada anak-anaknya.[2] Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
Berkat hobi membacanya, Kartini memperoleh banyak ilmu dan pemikiran. Ia pun bermimpi agar kaumnya memiliki kesempatan untuk menimba ilmu seperti halnya laki-laki. Segala pemikirannya tersebut, ia tuangkan melalui surat-surat yang dikirimkan Kartini kepada teman-temannya di Eropa.
Pada surat-surat Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Semua itu atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid (yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air).
Berkat surat-surat itu p**alah (yang kemudian dibukukan), banyak orang tergugah dan ikut menaruh perhatian pada kritik Kartini terhadap isu ‘emansipasi’. Berkat perjuangannya p**alah, kaum Hawa tak lagi di nomorduakan.

SELAMAT HARI KARTINI !
SEMANGAT KARTINI, SEMANGAT WANITA MASA KINI !

Suasana keriuhan seleksi kesatu Rumah Belajar DSAK, untuk menjaring calon peserta Olimpiade Taman Baca Anak 2015. Ahad 1...
17/04/2015

Suasana keriuhan seleksi kesatu Rumah Belajar DSAK, untuk menjaring calon peserta Olimpiade Taman Baca Anak 2015. Ahad 12 April 2015

Address

Jalan Krt Radjiman Kp. Warudoyong , Masjid Jami Alkautsar. Jakarta
Jakarta
13930

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dompet Sosial Alkautsar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Dompet Sosial Alkautsar:

Share