Rocketeers - onevision

Rocketeers - onevision Grow and Multiply Now

SUKSES ITU TIDAK MENGENAL TUASaat sedang istirahat, satu hal yang paling bisa menghibur saya itu ada dua pilihan, yaitu ...
14/05/2022

SUKSES ITU TIDAK MENGENAL TUA

Saat sedang istirahat, satu hal yang paling bisa menghibur saya itu ada dua pilihan, yaitu nonton Friends di Netflix atau nonton film kartun di Disney's Channel😊

Pilihan akhirnya jatuh ke Disney. Tapi entah biasanya pilih film kali ini jari saya mengklik The Voice, ajang kompetisi bernyanyi yang kualitas nya dunia dan acara ini sudah bertahan lebih 10 tahun lamanya sejak diselenggarakan di 2011 sebanyak 21 seasons.

Di salah satu acara Blind Auditions khas The Voice yang membuatnya sangat menarik dimana ke 4 juri (saat itu adalah Kellly Clarkson, John Legend, Ariana Grande dan Blake Shelton) hanya bisa mendengar suara dahulu, tanpa bisa melihat penyanyi nya sebelum menekan tombol dan kursi mereka berputar.

Saya terkejut karena melihat salah satu peserta yang saya kenal di jaman 90an, penyanyi bernama Wendy Moten. Wow, Wendy Moten, pendendang lagu Come In Out from The Rain (1992) yang membuatnya sangat terkenal kala itu.

https://youtu.be/0qM8mF8Iw1c

Saat itu usia Wendy tentu masih muda, 27 tahun. Tapi saat datang sebagai peserta The Voice, usianya sudah 56 tahun! Kepada pembawa acara Carson Daly sebelum naik panggung, Wendy mengatakan bahwa dirinya nervous. Carson kaget dan bertanya kenapa? Wendy berkata, "Seumur-umur saya bernyanyi, sejak awal penonton sudah menghadap saya".

Dan aksi perdana di panggung The Voice buat Wendy merupakan salah satu yang terbaik, dimana ke 4 juri memutar kursi mereka, melakukan standing applause dan berebut untuk menjadi coachnya.

https://youtu.be/gRvtqi6RMfM

Namun yang paling menarik adalah saat salah satu juri bertanya "kenapa masih ikut The Voice?" Wendy menjawab, "35 tahun saya berkarya sebagai penyanyi profesional. Saya sempat sukses menjadi solo artist, namun kemudian terus larut menjadi backing vocal (penyanyi latar) sejumlah penyanyi papan atas. Ini saatnya saya, ingin menunjukkan eksistensi saya untuk kembali menjadi lead singer (penyanyi utama)!"

Dengan usaha keras, disertai bimbingan coach yang sangat berpengalaman, Wendy Molten-di usia senja-berhasil melalui tahap demi tahap penuh persaingan ketat dengan para penyanyi muda bersuara dahsyat, penampilan fresh dan memukau. Di salah satu show, Wendy sempat terjatuh di panggung dan cedera cukup serius (patah di siku). Namun semua terbayar lunas. Publik Amerika Serikat mencintai Wendy, sampai ke tahap final dan akhirnya menjadi runner-up The Voice 2021.

https://youtu.be/YhQ8IKGMSOk

Dari sini kita bisa belajar, bagaimana suatu kesuksesan itu tidak mengenal tua. Sejak sukses sebagai soloist di 1992, praktis sejak 1995 hingga mengikuti The Voice, orang melihat Wendy hanya sebagai pelengkap sebuah pertunjukkan musik.

Tidak ada usaha yang sia-sia. Tidak ada sebutan kalah bagi orang-orang yang tidak pernah menyerah. Yang ada justru menambah pengalaman dan mentalitas juara kita. Lebih 25 tahun (seperempat abad!) Wendy memendam ambisi sekaligus visi besarnya, untuk kembali mendapat pengakuan publik sebagai artis solo terbaik.

Dan ketika persiapan matang bertemu momentum emas, maka terjadilah yang namanya keajaiban itu!

Jean-Dominique BaubyIa adalah pemimpin redaksi majalah terkenal Prancis 'Elle'.Pada tahun 1995 Jean terkena stroke yang ...
07/10/2020

Jean-Dominique Bauby

Ia adalah pemimpin redaksi majalah terkenal Prancis 'Elle'.

Pada tahun 1995 Jean terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut 'locked-in syndrome', kelumpuhan total yang ia sebut 'seperti pikiran di dalam botol'. Jean masih bisa berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak.

Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah 'kelopak mata kiri' sebagai satu-satunya cara berkomunikasi dengan para perawat, dokter, keluarga dan teman-temannya. Mereka menunjukkan 'huruf demi huruf' dan Jean akan 'berkedip' bila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. Sampai tersusun kata dan kalimat yang dimengerti dan ditulis.

Pada tahun 1996 Jean meninggal di usia 45 tahun, tiga hari setelah menyelesaikan memoar yang 'ditulis secara istimewa' dan diberinya judul 'Le Scaphandre et le Papillon' (The Bubble and the Butterfly).

Dalam memoarnya Ia menulis :
"Aku akan jadi orang paling bahagia di dunia ini, jika aku bisa menelan ludahku saja."

Bagaimana Jean bisa bertahan hidup? Ia hidup 'to celebrate life, to do something good for others'
(mensyukuri hidup ini, dengan melakukan kebaikan bagi orang lain).

Adakah arti kisah Jean buat kita ?

Mari, kita jangan menjadi whiner (pengeluh), melainkan menjadi winner (pemenang) atas situasi dan kondisi saat ini, dengan terus jalankan dan selesaikan apa yang menjadi tujuan dan cita-cita kita.

Selamat Pagi!

TAK BISA TERLIHAT TETAPI TAK BISA DIREMEHKANUdara pagi masih dingin waktu itu, maklumlah kami sedang berada di kawasan y...
04/10/2020

TAK BISA TERLIHAT TETAPI TAK BISA DIREMEHKAN

Udara pagi masih dingin waktu itu, maklumlah kami sedang berada di kawasan yang terbilang sejuk. Ibu mertua saya tiba-tiba minta bantuan untuk mencabut sebatang pohon singkong sampai ke akar-akarnya.

Sepintas saya lihat pohon yang tumbuh di depan rumah villa itu tidak begitu tinggi. Pasti bukan hal yang sulit untuk menariknya.

Tetapi begitu saya eksekusi, rupanya benar-benar kuat pohon itu. Seluruh tenaga saya kerahkan, masih belum tercerabut juga. Luar biasa, akar pohon tersebut seperti mencengkeram bumi hingga bagian terdalam. Saya kelelahan dan menyerah!

Baru saya sadari fungsi akar pada sebuah tanaman rupanya tidak sembarangan. Serabut-serabut akar memang terlihat lemah jika hanya satu cabang, tapi saat kumpul bersama-sama, maka kekuatan mereka sanggup menopang pohon dengan kokoh di atasnya.

Mungkin perlu dibuat satu peribahasa baru lagi, "Di balik sebatang pohon yang hebat, ada akar-akar tak terlihat yang selalu menopangnya."

Selama ini kita jarang tahu hal tersebut, karena akar letaknya tersembunyi. Seandainya akar terlihat, maka akan percayalah kita bahwa akar memang memiliki peranan yang esensial.

Lihatlah foto ketika separuh tanah yang dipijak oleh sebuah pohon besar mengalami longsor. Tampak benar ternyata akar-akar di dalam tanah sana saling bersinergi menyebar dan memanjang demi menyokong agar sang pohon tetap berdiri tegar.

Jika manusia adalah sebatang pohon, maka yang menjadi akar-akarnya adalah doa orang-orang yang terkadang kita abaikan keberadaannya. Padahal sejatinya dengan sebab merekalah Allah mengangkat kita.

Semoga menjadi muhasabah bagi kita semua, jika saat ini rezeki kita belum dapat berpijak dengan kokoh, mungkin karena belum banyak akar-akar kecil yang membantunya. Maka mulailah untuk mencintai sedekah dan berkasih sayang kepada sesama.

Seperti kata peribahasa, "Di balik keberhasilan seseorang yang hebat, ada doa-doa tak terlihat yang selalu menopangnya."

12/08/2020

PIRAMIDA PROTEKSI KEUANGAN

Secara umum kebutuhan akan proteksi keuangan dapat digambarkan melalui piramida berikut ini :

Level pertama adalah untuk manfaat RUMAH SAKIT, yaitu mengatasi biaya yang timbul apabila seseorang dirawat di Rumah Sakit, baik saat masih bekerja maupun sudah pensiun. Dengan fasilitas sesuai tagihan baik di dalam maupun di luar negeri.

Level kedua adalah untuk melindungi INCOME & ASET sebuah keluarga, apabila terjadi salah satu resiko antara sakit kritis ataupun meninggal dunia. Manfaat ini mengganti fungsi income pencari nafkah dan aset keluarga yang diperlukan untuk mengatasi biaya hidup dan biaya tidak langsung lainnya yang muncul manakala seseorang mengalami resiko tersebut.

Level ketiga adalah untuk memitigasi resiko bisnis manakala ORANG KUNCI (KEYMAN/KEYPEOPLE) di perusahaan mengalami sakit kritis atau meninggal dunia. Manfaat ini bisa digunakan antara lain untuk mengatasi penurunan keuntungan perusahaan maupun melunasi hutang-piutang yang macet.

Level terakhir adalah untuk mempersiapkan dana WARIS bagi putra putri tercinta ketika seseorang meninggal dunia. Warisan ini dipersiapkan dalam bentuk paper asset yang berbiaya rendah dan mudah dicairkan. Mekanisme serupa juga bisa digunakan untuk mempersiapkan dana WAKAF.

Sudah di level berapakah kebutuhan kita? Sudah sejauh mana portofolio proteksi keuangan kita memenuhinya?
Kontak kami untuk evaluasi kebutuhan saat ini.

voice :
video :













AT-TA’MIN - AT-TA’AWUNIDahulu kala disaat perdagangan antar negara banyak dilakukan melalui jalan laut, banyak musibah t...
14/05/2020

AT-TA’MIN - AT-TA’AWUNI

Dahulu kala disaat perdagangan antar negara banyak dilakukan melalui jalan laut, banyak musibah terjadi selama di perjalanan. Tidak hanya karena faktor alam, juga banyaknya perompak (bajak laut) yang kerap merugikan harta benda bahkan nyawa para awak.

Menyadari adanya peluang bisnis terhadap situasi ini, ada seorang kaya yang tidak ikut melaut (berdagang) menawarkan diri untuk menjadi “bandar” dan menanggung semua kerugian bilamana terjadi musibah kapal, barang dan awak tertimpa kecelakaan atau dibajak. Untuk ini para pedagang yang ingin dilindungi diwajibkan membayar iuran yang diukur dari ukuran kapal, barang dagangan dan para awak. Si Bandar yang menetapkan besaran uang pertanggungan, berdasarkan ukuran kapal, muatan barang dagangan dan jumlah awak kapal. Mulai disetujuinya kontrak jual-beli ini, maka para pedagang diharapkan bisa tenang karena resiko sudah “dipindah” (risk transfer) ke si Penanggung.

Namun dengan berjalannya situasi, mulai muncul berbagai kejadian yang menyebabkan keluhan dari sebagian pedagang. Mereka merasa harus terus membayar iuran namun sejauh ini belum pernah terjadi musibah, sehingga mereka merasa rugi, dan merasa dengki kepada si Penanggung karena terus mendapatkan keuntungan. Hal ini ditanggapi si Penanggung dengan sinis, karena situasi akan berubah kalau iuran baru 1-2 kali saja dibayarkan, lalu kapal ditenggelamkan perompak, Penanggung harus mengganti kerugian ratusan kali lipat dari iuran yang telah disetorkan. Kontrak jual-beli antara Tertanggung dengan Penanggung ini kian terasa seperti melempar sebuah koin dan saling berharap sisi koin yang dipilih berada di sisi atas (maysir). Situasi ini juga memicu ketidakjelasan (gharar) pada setiap pengambilan keputusan pedagang, belum lagi seperti berharap dapat uang besar atas uang kecil (riba) atas suatu musibah, dengan probabilitas yang sangat sulit untuk diukur.

Suatu usulan diajukan oleh beberapa pedagang, agar bagaimana setiap pedagang yang melaut berniat saling tolong-menolong sekaligus berbagi resiko antar sesama (risk sharing) dengan jalan menyisihkan uang secara sukarela (tabarru’) untuk dikumpulkan dan dikelola oleh “wakil” sebagai Pengelola yang dipercaya agar saat salah satu pedagang (sebagai Peserta) ada yang tertimpa musibah dapat dibantu dengan dana tersebut. Tugas utama Pengelola sebagai pihak yang paling bisa dipercaya dan amanah dalam menjalankan tugasnya agar para Peserta bisa fokus kepada pekerjaan mereka dalam berniaga. Pengelola akan diberikan sekian persen dari dana ini sebagai imbal jasa profesional (ujrah).

Kontrak kerjasama dirubah dari kontrak komersial (jual-beli) menjadi kontrak sosial (hibah). Dengan ini, perasaan dirugikan atas musibah yang belum tentu kejadian dan (kalau kejadian) tidak bisa diprediksi kapan datangnya, berubah total menjadi misi mulia untuk membantu antar sesama yang sedang tertimpa musibah.

Takdir memang tidak bisa diubah, namun ikhtiar untuk selalu berbuat lebih baik dan terbaik akan selalu menjadi kewajiban setiap manusia yang berakal.

HARAPANPenyebaran Covid-19 di Indonesia diprediksi masih berlangsung beberapa bulan kedepan. Hal ini tidak hanya membuat...
29/04/2020

HARAPAN

Penyebaran Covid-19 di Indonesia diprediksi masih berlangsung beberapa bulan kedepan. Hal ini tidak hanya membuat kecemasan karena takut terinfeksi, hingga sakit dan kehilangan nyawa. Namun ada dampak lain yang mulai terasa yakni terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat melemahnya perekonomian. Sampai saat ini sudah ada jutaan pekerja yang terkena PHK atau dirumahkan tanpa digaji.

Sejumlah industri yang terkena dampak terbesar antara lain manufaktur, pariwisata, dan ritel menghantam pertumbuhan ekonomi Indonesia, membawa pengaruhnya sampai pada lingkup terdekat...keuangan Keluarga. Kondisi ini semakin terasa berat dan berdampak psikologis - yang bila dibiarkan akan menimbulkan rasa putus asa sampai berujung depresi berat.

Dalam kondisi seperti ini, seseorang yang sudah terkena PHK akan merasa kesulitan dalam mencari pekerjaan baru, karena banyak perusahaan saat ini justru sedang banyak melakukan perampingan karyawan. Kalaupun mencari peluang usaha kecil atau menengah, ketajaman rencana dan strategi serta ketersedian modal harus sangat jelas di awal.

Sebelum memilih yang mana akan dilakukan, yang pertama adalah berusaha untuk tidak terlalu lama terlarut dalam kekhawatiran dan kemarahan, karena perjalanan ke depan masih sangat panjang. Pikirkanlah keputusan secara bijak untuk saat ini dan ke depan. Jernihkan pikiran, berdamai dengan diri sendiri, serta buat strategi cepat keuangan keluarga dengan berusaha hidup lebih hemat. Apabila dana darurat tersedia untuk antisipasi biaya hidup 3-6 bulan ke depan, akan sangat banyak membantu fokus dan langkah selanjutnya.

Berikutnya, harus terus dicari kesempatan kerja atau peluang usaha untuk menggantikan pekerjaan yang hilang. Kesempatan kerja atau peluang usaha ini haruslah ditunjang dengan sistem dan produk yang bagus, platform digital sehingga fleksibel, efisien dan efektif untuk dilakukan dari mana saja dan kapan saja 24/7, dengan modal minimal serta adanya mentor yang berpengalaman.

Kesempatan kerja atau peluang usaha yang bila dilakukan dengan disiplin seorang karyawan, dibarengi pola pikir dan mentalitas seorang pengusaha, akan membawa dampak yang luar biasa, baik dari sisi keuntungan (profit) maupun dari sisi pertumbuhan (growth), juga yang tak kalah penting : membawa dampak bagi kehidupan orang banyak.

Terus berusaha dan berharap, sambil terus melihat dan mendengar tidak hanya dengan mata dan telinga, namun juga dengan hati. Ingatlah selalu: Badai Pasti akan Berlalu.

PERANG MISTERIUSSejak akhir tahun lalu tiba-tiba dunia dihadapkan pada suatu perang yang 'sangat aneh'. Perang ini tidak...
11/04/2020

PERANG MISTERIUS

Sejak akhir tahun lalu tiba-tiba dunia dihadapkan pada suatu perang yang 'sangat aneh'. Perang ini tidak memiliki komando militer untuk menyerang, tidak ada prajurit dan kendaraan perang yang diterjunkan di medan perang. Tidak ada peluru, misil atau senjata tercanggih yang diledakkan, sehingga tidak ada terjadi kebisingan di udara. Perang ini malah membuat udara kian bersih dari polusi dan langit berwarna biru.

Perang ini begitu misterius nya sampai radar tercanggih pun tidak bisa mendeteksi kapan musuh datang, seberapa banyak mereka, menyerang dimana, pakai senjata apa. Kita tidak tahu bom akan jatuh dimana, peluru nyasar kemana dan kena siapa. Layaknya seperti di film-film thriller atau horror, para korban yang kalah perang bukannya ditangkap dan ditawan, malah berpindah menjadi prajurit mereka dan menyerang kita, sehingga lawan saat ini makin bertambah jumlahnya di seluruh pelosok dunia. Ya, kita semua sedang berperang menghadapi musuh bersama, virus COVID-19 yang telah menelan puluhan ribu jiwa di seluruh dunia.

Seperti perang pada umumnya, efeknya sama bagi masyarakat sipil: ketakutan, kesakitan, dan kematian mendadak. Korban berjatuhan tidak pandang bulu, apapun profesinya, berapapun umurnya baik kaya maupun miskin. Tapi yang sering tidak disadari dan tidak kalah besar adalah efek finansial nya. Tidak sedikit anak-anak yang tiba-tiba kehilangan orang tuanya, baik sementara karena harus diisolasi maupun seterusnya karena harus berpulang. Bagaimana mereka melanjutkan hidupnya? Tidak sedikit orang yang terhenyak begitu menyadari bahwa keranjang keamanan keuangan mereka belum memadai.

Kabar baiknya, sekarang ada mekanisme Risk Sharing (berbagi resiko) dimana seluruh peserta yang terlibat dapat saling tolong-menolong antar sesama, sehingga manakala salah satu peserta tertimpa ujian sakit berat maupun kematian akibat COVID-19, ada dana bantuan yang akan diberikan kepada ybs atau keluarga mereka sehingga harapan dan kepastian untuk tetap dapat melanjutkan hidup dan menyongsong masa depan terus terjaga.

Perang ini masih berlangsung dan entah sampai kapan akan berakhir. Yok, mari saling menjaga, saling berbagi dan saling berkontribusi!

APAKAH POLIS SUDAH SESUAI DENGAN KEBUTUHAN & UP TO DATE DENGAN PERKEMBANGAN?Saat ini rata-rata setiap orang sudah memili...
24/02/2020

APAKAH POLIS SUDAH SESUAI DENGAN KEBUTUHAN & UP TO DATE DENGAN PERKEMBANGAN?

Saat ini rata-rata setiap orang sudah memiliki minimal 1-2 polis asuransi. Setiap polis pertama yang diambil biasanya belum berdasarkan kemampuan optimal, karena masih mencoba berkenalan dengan produk, perusahaan, dan tentu agen/pihak yang melayani kita.

Sehingga dapat dipastikan, rata-rata polis pertama belum diambil berdasarkan profil resiko, kebutuhan uang pertanggungan berdasarkan jumlah anggota keluarga, proporsi income atau pengeluaran rutin dan berbagai aspek penting lainnya. Polis diambil dan dibiarkan berjalan tanpa berusaha untuk selalu up to date dengan perkembangan Sistem Proteksi Keuangan terkini.

Sayangnya banyak orang yang sungkan bahkan menolak untuk mereview polis mereka - khawatir bahwa mereka akan ditawarkan produk baru atau upgrade manfaat lama mereka. Padahal perkembangan produk dan solusi asuransi saat ini sedemikian pesatnya sehingga minimal setiap 1-2 tahun sekali portfolio proteksi kita dan keluarga perlu direview. Manfaat yang dulu bisa dicairkan dengan sejumlah syarat tertentu misalkan, saat ini bisa lebih ringan/mudah. Produk yang dulu terlihat mahal, saat ini bisa lebih efisien dan efektif dengan berbagai fleksibilitas dan kualitas pelayanan yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi.

Apapun jenis asuransi yang kita ambil, semua sasarannya adalah likuiditas finansial saat diperlukan, dimana semua instrumen keuangan yang biasa dan banyak kita punya sedang tidak bisa terbuka lebar, bahkan bisa dibekukan (bila pemilik akun meninggal atau berada dalam kondisi tidak cakap hukum). Dan bila saat itu terjadi, kita harus memastikan bahwa manfaat pertanggungan yang diberikan asuransi sesuai dengan yang kita butuhkan dan inginkan pada saat itu, bukan hanya pada saat ini. Harapan dengan realita seringkali berbeda jauh dikarenakan kurang terjadwalnya review atas polis-polis asuransi kita.

Cek cepat polis-polis Anda dengan 12 pertanyaan berikut :

1. Apa sasaran awal pembukaan polis (proteksi rawat inap & operasi, income & asset, bisnis & orang kunci, atau waris & wakaf)?

2. Apakah polis masih kurang atau lewat dari 2 tahun?

3. Siapa-siapa saja Pemegang Polis, Tertanggung, Penerima Manfaat dan Kontributor-nya?

4. Apa saja Area-area Resiko yang dicover/tidak (die too soon, sick too heavily, disabled, atau live too old)?

5. Berapa saja Uang Pertanggungannya (berapa kali dari Income atau Biaya Hidup tahunan Anda)?

6. Sampai kapan Masa Pertanggungannya (sd masa produktif atau purnabakti)?

7. Apa syarat-syarat pencairan Uang Pertanggungan (saat masuk RS, Sakit Kritis, Cacat atau Meninggal)?

8. Berapa lama Penyetoran premi/kontribusi nya (seumur hidup/semasa produktif)?

9. Apakah polis diambil via Agen (Agency) atau via Perbankan (Bancassurance)?

10. Apakah polis yang dimiliki merupakan Polis Individu atau Korporat (kumpulan)?

11. Apakah polis yang dimiliki merupakan Polis Tradisional atau Wholelife (Unit Link)?

12. Apakah Mekanisme/Akad polis adalah Risk Transfer atau Risk Sharing?

Jawaban atas semua pertanyaan di atas mungkin tidak seluruhnya Anda ingat atau kuasai. Untuk itu, diperlukan seseorang yang bisa mendampingi, mengedukasi dan meningkatkan literasi terhadap portfolio polis asuransi Anda. Keputusan hari ini mungkin akan menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha kita mencapai optimalitas proteksi keuangan baik pribadi, keluarga maupun usaha.

Salam Literasi Proteksi Keuangan!

Kemal Arnaz
Agency Director
onevision - a Prudential Agency
onevision.id
prudential.co.id

WhatsApp Messenger: More than 1 billion people in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and family, anytime and anywhere. WhatsApp is free and offers simple, secure, reliable messaging and calling, available on phones all over the world.

Address

Tamara Center
Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rocketeers - onevision posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Rocketeers - onevision:

Share