Islamic Financial Planning

Islamic Financial Planning Berbagi Informasi Seputar Perencanaan Keuangan Islam
Perencanaan Keuangan Islam Untuk Ketentraman Hati dan Keberkahan Dunia Akhirat

05/04/2013

Sesungguhnya bekerja tidak hanya sekedar mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Lebih dari itu bekerja adalah menciptakan dan memberikan manfaat untuk orang lain. Karena itu bekerja disebut-sebut sebagai salahsatu ibadah.

Tanyalah pada diri sendiri apakah pekerjaan yang dilakukan saat ini memberikan nilai tambah dan manfaat bagi orang lain. Apakah sesuatu yang kita kerjakan dan hasilkan membuat orang-orang disekitar kita bahagia, membuat orang lain senang dan bahagia atau malah sebaliknya malah menyusahkan, membuat menderita dan membuat orang lain menjadi sebal bahkan yang lebih parah adalah merusak sebuah sistem.

Jika yang terakhir yang terjadi, hei kita bahkan tidak lebih mulia dari beliau-beliau yang dengan setia menyapu sampah dijalanan agar jalanan menjadi bersih atau beliau-beliau yang dengan setia mengangkut sampah dari rumah kita setiap hari atau jenis pekerjaan lainnya yang menurut sebagian besar orang dianggap pekerjaan kelas rendah,kasar dan hina.

Jika ukurannya adalah manfaat bagi orang lain, sepanjang tidak melanggar aturan Allah, maka sungguh orang yang paling bermanfaat dan paling membuat bahagia orang lain adalah orang paling mulia.

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ad-Daraquthni dan Ath-Thabarani)

“Barangsiapa yang membantu kesusahan seorang mukmin dari beberapa kesusahan dunia, maka Allah akan membantu kesusahannya dari beberapa kesusahan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang meringankan beban orang kesulitan, maka Allah akan meringankannya dalam urusan dunia dan akhirat.” (HR. Muslim dan Ahmad)

24/03/2013

Rasulullah Saw Bersabda:"Sesungguhnya tidak akan pernah masuk kedalam surga daging yang tumbuh dari makanan yang haram, ia lebih utama masuk ke dalam api neraka" (Musnad Imam Ahmad)

Sudahkah kita bertanya dalam hati, halal kah sumber penghasilan kita sekarang?

23/03/2013

Kepada para pencari nafkah, sesulit apapun kondisi pekerjaan yang sedang anda alami saat ini bersyukurlah anda masih memiliki pekerjaan yang baik dan halal. sesuntuk apapun, walau peluh, lelah atau malah yang sedang anda kerjakan terasa membosankan, atau dipandang sebelah mata oleh orang lain karena terkesan tidak elit. Tapi sesungguhnya anda mulia, karena bisa memberikan arti untuk orang lain, membawa kebaikan dan kemudahan untuk orang lain dari pekerjaan itu.

Tidak ada salahnya untuk kita berpikir ulang, apakah selama ini penghasilan yang kita dapatkan Halal atau tidak?memberikan manfaat yang baik untuk orang lain atau malah sebaliknya. Kalau memang jawabannya adalah iya, maka bersyukurlah ^_^

04/02/2013

Jangan pernah merusak keuangan diri sendiri dengan membiasakan diri untuk berhutang. Apalagi hutang yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya akan habis pada saat itu juga, tidak mempunyai nilai dimasa depan, Tidak mempunyai nilai tambah terhadap apapun dan cenderung sia-sia. Belanjakan lah uang sesuai dengan kemampuan diri dan secukupnya saja.

03/02/2013

Perencanaan Keuangan Secara Islami menghindari diri dari sikap tamak dan kikir terhadap harta atau sebaliknya pemborosan dan mubazir

Idealnya, seorang Muslim memiliki keseimbangan yang tepat antara pemenuhan kewajiban spiritual dan dunia

Rezeki dan harta merupakan karunia Allah, harus digunakan dan dijaga dengan sebaik baiknya.

Jika kita mengaku bersyukur atas rejeki yang Allah berikan, maka pasti kita akan mengatur keuangan kita dengan baik | menjaga harta titipan Allah Swt dengan baik | membelanjakan atau "menghabiskan " harta juga dengan baik dan dijalan yang baik juga.

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,.." (QS 14:7)

"..dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS 14:7)

"dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji" (QS 31:12)

03/02/2013

Kebutuhan atau Keinginan ya?

Dalam Islamic Financial Planning, juga berkaitan dengan pengaturan prioritas dalam keuangan. jadi kebutuhan-kebutuhan mana yang harus didahulukan. Baik dari sisi pengaturan arus kas maupun penentuan dalam Tujuan Keuangan.

Untuk Tujuan Keuangan contohnya adalah sebagai berikut: Mengalokasikan dana kurban tiap tahun itu lebih penting dari jalan-jalan atau gonta ganti gadget. Bukankah harga gadget sekarang juga lebih mahal dibandingkan dengan harga sebuah kambing?jadi klo ada yang ngaku ga sanggup kurban padahal gadgetnya gonta ganti dan selalu baru, patut dipertanyakan ketidakmampuannya. so, dalam Islamic Financial Planning, berkurban menjadi bagian dari kebutuhan, sementara beli gadget mahal adalah keinginan.

Contoh lainnya dalam pengelolaan arus kas bulanan adalah sebagai berikut: Membeli Baju baru karena ada diskon adalah KEINGINAN. Membeli baju baru dengan harga yang lumayan akan menjadi KEBUTUHAN, jika tujuan membeli baju baru itu adalah karena ingin interview dan mengutamakan kualitas sehingga baju yang dibeli awet. jika kombinasi keduanya adalah cerdas! ya, membeli baju baru karena memang dibutuhkan untuk interview nanti dan pas kebetulan lg diskon dan yang dibeli branded p**a ^_^

Jadi, Coba periksa kembali pola belanja kita saat ini. banyak orang bias menyangka kebutuhan adalah keinginan. sementara yang menjadi keinginan malah disangka sebuah kebutuhan.

03/02/2013

Banyak masalah didunia ini ujung pangkalnya adalah uang. suami istri bertengkar setelah ditelusuri titik masalahnya adalah uang, sebuah keluarga menjadi tidak harmonis hanya gara-gara uang, seseorang melacurkan dirinya hanya demi uang, seseorang rela merendahkan kehormatan dirinya juga karena uang, pejabat korupsi lagi-lagi karena uang dan lain sebagainya.

Hei, padahal uang hanyalah sekedar alat! ya alat untuk memenuhi kebutuhan hidup, alat pertukaran barang dan jasa, alat untuk mengukur nilai kekayaan dan juga uang sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Ya alat! tidak kurang tidak lebih. jadi c'mon jangan lebay sama uang ya ^_^. karena hanya sekedar alat itu, maka uang juga harus dimanage dengan baik. sehingga memberikan manfaat yang besar buat pemiliknya dan bukan sebaliknya. Yuk manage uang kita dengan baik.

03/02/2013

Saat ini para karyawan yang bekerja pasti sudah pada gajian d**g yah, ada yang gajiannya baru beberapa hari ini atau sudah lewat 1 minggu. sebagian orang bilang saat ini sedang tanggal muda. sebelum gaji dibelanjakan, ingat urutan dalam Islamic Financial Planning ya^_^ 1. Bayar hutangmu terlebih dahulu 2. zakat 3. investasi 4. pengeluaran rutin dan utama 5. baru pengeluaran lainnya.

22/01/2013

Secara umum, uang tidak bisa membeli kebahagiaan, tidak dapat membeli ketulusan, tidak bisa membeli senyuman. Tapi secara khusus bisa. loh kok?tadi katanya ga bisa. iya benar, kalau uang hanya untuk memenuhi kepuasan diri sendiri yang tidak ada habisnya memang tidak bisa. Apalagi kita berambisi untuk mengumpulkan uang dengan cara apapun, dengan cara yang tidak halal. Tapi cobalah jika bekerja dengan cara yang halal dan benar, lalu setelah mendapatkan uang kemudian kita berbagi dengan tulus, maka sungguh ada perasaan lain didalam dada. Ada kebahagiaan dihati kita bisa membuat orang lain ikut tersenyum.

Ngga percaya?cobain deh....

20/01/2013

Salahsatu yang membedakan Islamic Financial Planning dengan Perencanaan Keuangan yang umum adalah pengelolaan Arus Kas, yaitu bagaimana mengelola pendapatan dan pengeluaran. Saat menerima penghasilan, Hal pertama yang harus kita lakukan adalah melunasi hutang, lalu setelah itu wajib mengeluarkan zakat yang besarnya 2,5%, baru kemudian digunakan untuk biaya kebutuhan hidup sehari- hari yang sifatnya kebutuhan utama, sedekah dan terakhir investasi.

Saat ini Ibukota Jakarta sedang dilanda bencana banjir, tentu menurut saya bukan hujan penyebabnya tapi ulah manusia. Namun saat ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan. ACTION adalah hal yang paling penting saat ini yang bisa kita lakukan untuk membantu korban banjir. Bantuan bisa disalurkan melalui lembaga sosial, lembaga keagamaan, ataupun langsung datang ke posko bencana. Bantuan bisa berupa uang, baju layak pakai, obat-obatan dll. Bagi yang uangnya terbatas, maka bantuan bisa berupa tenaga dengan menjadi sukarelawan dan bisa dalam bentuk doa. Ya, tidak ada alasan untuk tidak dapat membantu bukan?:)

Bagi yang terbiasa menyisihkan dana sedekah tiap bulannya, tentu tidak akan kesulitan untuk membantu dalam bentuk materi. tinggal mengambil dari pos yang telah disisihkan sebelumnya. Namun bagi yang belum memiliki pos sedekah/dana sosial ini menjadi agak sulit namun bukan berarti tidak bisa :)

Tanggal 21 bagi sebagian orang adalah masa-masa sulit dan titik kritis, banyak orang menyebutnya tanggal tua :D. Apalagi penyebabnya kalau bukan Karena belum gajian. yuks list lagi KEBUTUHAN UTAMA kita apa saja, dan kira-kira berapa jumlahnya, lebihkan sedikit untuk jaga-jaga, lalu sampai tanggal gajian masih adakah sisanya?Kalau masih ada, sisa dana itu bisa kita gunakan untuk membantu saudara kita yang menjadi korban banjir. sedikit ekstrem memang, Tapi tunggu dulu, yang dikorbankan hanya yang bersifat tidak utama seperti sedikit mengorbankan jatah (menunda) untuk shopping belanja baju baru, sedikit untuk sekedar hangout dengan teman, dll.

Kalau benar-benar tidak ada yang tersisa, maka saat gajian yang tinggal beberapa hari lagi langsung yukk dialokasikan dana untuk kegiatan sosial. Tidak untuk mengharapkan apa-apa, hanya mengharapkan Ridha-Nya saja.

Sadarilah, dibalik bencana ini sesungguhnya kita diberikan kesempatan oleh Allah Swt untuk membuktikan apakah kita benar-benar cinta pada-Nya dengan jalan mencintai sesama. Sungguh Allah tidak pernah sia-sia menurunkan sesuatu, termasuk bencana banjir ini, bisa jadi ini merupakan cara Allah untuk menguji manusia yang satu dengan manusia lainnya.

Dear, Walau tak tahu apa maksud Allah Swt atas semua ini, Maka tetaplah berprasangka baik terhadap-Nya dan tetaplah bersyukur. Lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan. salahsatunya dengan membantu saudara kita yang terkena banjir

17/01/2013

Bagi Individu muslim, tujuan hidupnya tidak hanya mencapai mimpi-mimpi, tidak hanya untuk mencapai tujuan keuangan individu dan keluarga,tidak sekedar mengumpulkan aset dan kekayaan, tidak juga sekedar meraih kebebasan finansial saja, tapi ada yang lebih dari sekedar itu.

Muslim harus memaksimalan kepuasan dalam mengalokasikan kekayaan. Alokasi kekayaan kita tidak hanya dihabiskan untuk kebutuhan hidup saja tapi juga harus bisa meningkatkan amal saleh dan digunakan sebaik-baiknya untuk beribadah pada Allah Swt.

Selain itu Perencanaan Keuangan Secara Islam juga Menghindarkan kita dari sikap tamak, Rakus pada harta, kikir dan pelit terhadap harta atau sebaliknya terlalu boros dan mubazir.

Muslim harus dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarga(sandang, pangan, papan, kesehatan,Pendidikan yang baik, keamanan) dan tak lupa untuk berbagi kepada sesama sebagai wujud cinta kepada Allah SWT.

Yuk, Mulai sekarang rencanakan keuangan kita dengan Baik ^_^

Address

Jakarta
12110

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Islamic Financial Planning posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Islamic Financial Planning:

Share