05/04/2013
Sesungguhnya bekerja tidak hanya sekedar mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Lebih dari itu bekerja adalah menciptakan dan memberikan manfaat untuk orang lain. Karena itu bekerja disebut-sebut sebagai salahsatu ibadah.
Tanyalah pada diri sendiri apakah pekerjaan yang dilakukan saat ini memberikan nilai tambah dan manfaat bagi orang lain. Apakah sesuatu yang kita kerjakan dan hasilkan membuat orang-orang disekitar kita bahagia, membuat orang lain senang dan bahagia atau malah sebaliknya malah menyusahkan, membuat menderita dan membuat orang lain menjadi sebal bahkan yang lebih parah adalah merusak sebuah sistem.
Jika yang terakhir yang terjadi, hei kita bahkan tidak lebih mulia dari beliau-beliau yang dengan setia menyapu sampah dijalanan agar jalanan menjadi bersih atau beliau-beliau yang dengan setia mengangkut sampah dari rumah kita setiap hari atau jenis pekerjaan lainnya yang menurut sebagian besar orang dianggap pekerjaan kelas rendah,kasar dan hina.
Jika ukurannya adalah manfaat bagi orang lain, sepanjang tidak melanggar aturan Allah, maka sungguh orang yang paling bermanfaat dan paling membuat bahagia orang lain adalah orang paling mulia.
“Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ad-Daraquthni dan Ath-Thabarani)
“Barangsiapa yang membantu kesusahan seorang mukmin dari beberapa kesusahan dunia, maka Allah akan membantu kesusahannya dari beberapa kesusahan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang meringankan beban orang kesulitan, maka Allah akan meringankannya dalam urusan dunia dan akhirat.” (HR. Muslim dan Ahmad)