31/10/2012
KUTIPAN PERCAKAPAN CALON AGEN ASURANSI JIWA
Masih teringat ucapan seorang bapak setengah baya melalui telepon saat saya konfirmasikan mengenai pendaftarannya di form pendaftaran calon agen asuransi jiwa di web support Wirausaha-Online.Com.
Berikut ucapan yang disampaikan oleh Bapak X saat saya tanyakan mengenai keseriusannya menjadi agen asuransi:
"...kalau bisa jangan yang bisnis asuransi jiwa pak, susah jualannya...jarang yang pakai produknya...."
Saya jadi senyam-senyum sendiri mendengar cara bicaranya yg seperti orang ketakutan. Lalu pembicaraan berlanjut:
Saya: "loh, lantas kenapa bapak daftar di form pendaftaran calon agen asuransi jiwa?"
Bapak X: "Ya, karena saya tahu bahwa setelah saya kirimkan formnya saya pasti akan dihubungi kembali pak. Maksudnya saat saya dihubungi saya mau minta bisnisan yang lain yg bapak jalani saja pak...."
Saya: "Baik, saya hanya akan menanyakan beberapa hal kepada bapak. Pertama: Apa yang ada di dalam tubuh manusia yang pasti ada kecuali orang tersebut sudah meninggal?. Kedua: Silahkan bapak pilih: Pilih bisnis yang sangat mudah sehingga jutaan orang bisa menjalaninya hingga potensi pasarnya sangat terbatas yg menjadikan persaingan menjadi tidak sehat atau bapak memilih bisnis yang terlihat sulit hingga tidak banyak orang yg mau menjalaninya tapi potensi pasarnya berlangsung seumur hidup dunia tak putus-putus?"
Bapak X: "...untuk yg pertama saya bingung pak...saya gak tau jawaban pastinya...hehehe. Tapi untuk yg kedua saya pilih bisnis yang terlihat sulit, tidak banyak yg mau menjalaninya, tapi potensi pasarnya seumur hidup gak putus-putus....".
Saya: "Sebenarnya kedua pertanyaan tadi sangat berkaitan pak. Yang pertama jawabanya adalah JIWA. Setiap orang hidup pasti punya jiwa. Jawaban bapak atas pertanyaan kedua hanya bisa dapatkan di bisnis ASURANSI JIWA. Setiap manusia paling tidak punya tujuh siklus hidup yang kebutuhannya berbeda-beda sejak lahir hingga menutup mata (meninggal). Produk-produk asuransi jiwa mengcover seluruh siklus hidup manusia yang saya sebutkan tadi. Itu baru dari satu orang pak, bagaimana jika tujuh siklus hidup manusia itu minimal bapak kalikan dengan jumlah warga dalam satu RT, satu RW, satu Kelurahan, satu Kecamatan, satu, Kabupaten/Kotamadya, satu Provinsi, satu komunitas, satu perusahaan, satu pasar, satu Negara, dll?
Bapak X: ".....hmmmm.....sepertinya saya harus bertemu dengan bapak nih....kapan bisa ketemu pak?"
Saya: "Begitu lebih baik, saya akan sampaikan prospektus yang jarang bahkan tidak pernah disampaikan ke masyarakat luas mengenai bisnis asuransi jiwa yang sebenarnya. Silahkan bapak datang ke kantor temui saya, kapan pun bapak mau. Telpn atau sms saya, hari dan jam berapa bapak mau datang suapaya bisa saya atur jadwal pertemuan kita".
Bapak X: "Baik pak, besok pagi sekitar jam 10 saya berangkat ke kantor bapak. Bisa pak?"
Saya: "Baik, bisa pak. Silahkan, saya tunggu besok ya pak. Terima kasih pak. Selamat malam, assalamu'alaikum.....".
Bapak X: "Baik pak, terima kasih, wa'alaikum salam wr wb....".
BISA ANDA SIMAK TUJUANNYA SAYA KUTIP PERCAKAPAN SAYA DENGAN "BAPAK X" DI ATAS?
JIKA ANDA BISA MENYIMPULKAN DENGAN BAIK INTISARI PERCAKAPAN TERSEBUT MAKA ANDA ADALAH ORANG YANG CERDAS & BERPIKIRAN TERBUKA POSITIF ! :)