22/08/2017
-Update BNIS Daily Report 08.22.17. (Versi Indonesia)
Indeks Memiliki Peluang untuk Naik
Pada awal perdagangan minggu ini IHSG melemah signifikan dengan mencatat penurunan sebesar 0,56% yang ditutup di level 5861,0. Beberapa saham yang menekan pergerakan indeks adalah HMSP, UNVR, GGRM dan UNTR. Investor asing kembali mencatatkan jual bersih (net sell) bahkan mencapai Rp 1,52 triliun. Sebagai perbandingan, bursa regional Asia Pasifik bergerak variatif. Nikkei melemah 0,4%, sementara Hang Seng menguat 0,4%. Perhatian investor global saat ini tertuju pada pertemuan beberapa pejabat bank sentral (the Fed) di Jackson Hole, AS, terkait dengan pembicaraan mengenai inflasi yang rendah. Harga minyak ditutup di level USD 47,37 per barel, sedangkan kurs rupiah berada di posisi IDR 13.352 per USD pada penutupan kemarin.
Dari bursa global, Dow Jones kemarin mencatat penguatan sebesar 0,13% ke level 21703,75. Sementara Nasdaq bergerak melemah sebesar 0.05%. Sebagian besar bursa Eropa pada penutupan perdagangan kemarin berada dalam teritori negatif. Pada pagi ini, bursa regional Asia Pasifik dibuka menguat. Sementara itu sentiment stabilitas rupiah di dalam negeri diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan indeks hari ini yang berpotensi untuk naik dengan kisaran indeks antara 5830 dan 5900. Saham pilihan kami untuk perdagangan hari ini adalah ANTM, BSDE dan PGAS.
Analyst: Maxi Liesyaputra ([email protected])
Perkembangan Industri/Perusahaan:
• PT Adhi Karya (ADHI) Bukukan Kontrak Baru Rp 26,8 triliun. BUY. Analyst: Maxi Liesyaputra.
• Menakar dampak proyeksi pelemahan rupiah terhadap PT Kalbe Farma (KLBF). BUY. Analyst: Ankga Adiwirasta.
• Kinerja PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) di 1H17. UNDER REVIEW. Analyst: Richard Jerry.
• Target ekspansi CSAP (Catur Sentosa Adiprana Tbk). NOT RATED. Analyst: Dessy Lapagu.
Ringkasan Berita:
• PT Mitra Pinashtika Mustika Tbk (MPMX) mendapatkan jaminan perusahaan dari anak usahanya PT Mitra Pinasthika Mulia (MP Mulia), PT Federal karyatama (FKT) dan Mitra Pinasthika Mustika Rent (MPMRent).
• PT Rajawali Corpora memberi pinjaman senilai Rp46 miliar kepada PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) untuk mengembangkan kebutuhan usaha.
• PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana mengincar dana IPO hingga $300 juta guna mendanai ekspansi usaha di sebuah pulau yang dekat dengan Singapura.
• PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp250 miliar pada tahun 2017. Dana ini akan digunakan untuk ekspansi toko baru perseroan disepanjang tahun ini.
• PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) pada 18 Agustus 2017.
(Sumber: www.iqplus.info)