PT. First Asia Capital

PT. First Asia Capital Perusahaan Efek berkualitas yang menganut nilai-nilai Integritas dan kehati-hatian.

Kami memberikan layanan yang mudah dan cepat dalam membantu kebutuhan investasi anda. First Asia Capital saat ini memiliki 2 produk andalan yang akan memudahkan dan mengoptimalkan investasi anda melalui First Asia Smart Trading(FAST) dan First Asia Research. Dengan didukung oleh 11 cabang dan galeri investasi yang terbesar di seluruh Indonesia, First Asia menyediakan layanan :
- EQUITY BROKERAGE
- INVESTMENT BANKING
- FINANSIAL ADVISORY
- ONLINE STOCK TRADING
- RESEARCH
- OPERATION AND SERVICES

17/03/2014

IHSG Dibayangi Profit Taking

IHSG akhir pekan lalu melonjak signifikan 3% lebih ditutup di level tertinggi sejak perdagangan 11 Juni 2013 yakni di 4878,643. Penguatan IHSG tersebut lebih bersifat euporia menyambut pencalonan Jokowi sebagai capres PDIP. Pemodal melakukan panic buying terutama atas saham-saham big-caps yang bergerak di sektor perbankan, otomotif, sektor jasa konstruksi dan pendukungnya seperti industri semen. Nilai transaksi di Pasar Reguler akhir pekan lalu melonjak mencapai Rp9,4 triliun dibandingkan rata-rata nilai transaksi harian sepekan kemarin yang hanya Rp6,26 triliun.

Pemodal antusias menyambut figur Jokowi yang dipersonifikasikan sebagai figur yang bersih, jujur, mau kerja keras sehingga menaruh harapan besar Indonesia dibawah kepemimpinannya bakal lebih baik. Bila dilihat sepekan IHSG menguat 4,11% dan sepanjang tahun ini telah menguat 14,14%. Namun penguatan IHSG sepekan kemarin bersifar anomali dengan tren yang terjadi di bursa kawasan maupun global. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street sepekan kemarin terkoreksi 2,35% dan 1,97%. Di Asia, indeks Nikkei Jepang dan Hangseng Hongkong sepekan terkoreksi masing-masing 6,2% dan 4,9%. Resiko pasar global cenderung meningkat menyusul krisis Ukraina-Rusia yang semakin meruncing dan kekhawatiran perlambatan ekonomi China.

Pada perdagangan awal pekan ini, peluang penguatan akibat euporia pencapresan Jokowi akan dibayangi aksi profit taking menyusul reaksi pemodal yang lebih rasional menyikapi sejumlah tantangan ekonomi domestik dan global tahun ini. IHSG akan bergerak dengan support di 4740 dan resisten di 4920 cenderung terkoreksi. Investor ritel disarankan melepas saham-saham yang sudah naik tinggi terutama saham sensitif interest rate seperti otomotif, perbankan, properti, dan jasa kosnstruksi.

IHSG : S1 4740 S2 4660 R1 4920 R2 4950

17/03/2014

Jokowi Effect Siap Ramaikan Bursa Hari ini

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, IHSG ditutup melompat 152,476 poin (3,23%) ke level 4.878,643. Sementara Indeks LQ45 ditutup terbang 36,261 poin (4,56%) ke level 830,668

Sedangkan ketegangan antara Ukraina dan Rusia yang kembali memanas membuat Wall Street tertekan akhir pekan lalu. Tiga indeks utama di bursa AS kena koreksi cukup dalam sepekan ini.

Pada penutupan perdagangan Sabtu waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 43,22 poin (0,27%) ke level 16.065,67, Indeks S&P 500 kehilangan 5,21 poin (0,28%) ke level 1.841,13 dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang ke level 15,023 poin (0,35%) ke level 4.245,396.

Euforia pencapresan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih akan terasa di lantai bursa hari ini. Investor asing dan domestik diprediksi akan kembali memborong saham hari ini.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

Indeks Nikkei 225 menipis 7,76 poin (0,05%) ke level 14.319,90.
Indeks KOSPI naik 3,14 poin (0,16) ke level 1.923,04.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2014/03/17/081139/2527450/6/jokowi-effect-siap-ramaikan-bursa-hari-ini?f9911023

14/03/2014

Marak Beredar Sentimen Negatif

Menutup perdagangan, Kamis (12/3/2014), IHSG melaju 41,782 poin (0,89%) ke level 4.726,167. Sementara Indeks LQ45 menanjak 9,495 poin (1,21%) ke level 794,407.

Wall Street jatuh cukup dalam gara-gara ketegangan di Ukraina yang kembali memanas. Melambatnya ekonomi China juga membuat Dow Jones dan S&P 500 alami koreksi terparah dalam satu bulan terakhir.

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 231,19 poin (1,41%) ke level 16.108,89, Indeks S&P 500 anjlok 21,86 poin (1,17%) ke level 1.846,34 dan Indeks Komposit Nasdaq terjun 62,912 poin (1,46%) ke level 4.260,42.

Hari ini IHSG diperkirakan akan terjebak di zona merah gara-gara maraknya sentimen negatif. Ketegangan di Ukraina yang kembali memanas akan menciutkan nyali pelaku pasar.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

Indeks Nikkei 225 anjlok 369,49 poin (2,49%) ke level 14.446,49.
Indeks Straits Times turun 10,89 poin (0,35%) ke level 3.070,50.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2014/03/14/085030/2525398/6/marak-beredar-sentimen-negatif

14/03/2014

Ukraina Kembali Memanas, Wall Street Anjlok

Pasar saham Wall Street jatuh cukup dalam gara-gara ketegangan di Ukraina yang kembali memanas. Melambatnya ekonomi China juga membuat Dow Jones dan S&P 500 alami koreksi terparah dalam satu bulan terakhir.

Aksi jual langsung marak setelah Rusia melakukan latihan militer di perbatasan Ukraina. Meski diminta Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) untuk tarik pasukan, Rusia tetap bersikeras untuk bertahan.

Dalam pidatonya yang penuh emosi, Kanselir Jerman Angela Merkel warned meminta Rusia untuk mundur karena jika tidak akan terjadi 'bencana' yang membahayakan banyak orang.

"Berita-berita dari Ukraina pasti akan jadi katalis di perdagangan berikutnya, masih banyak fakta yang belum terungkap," kata Paul Mendelsohn, kepala strategi investasi dari Windham Financial Services di Charlotte, Vermont, dikutip Reuters, Jumat (14/3/2014).

"Militer tidak akan pernah bisa jadi solusi. Selain itu, semalam data-data ekonomi China yang diumumkan juga tidak bagus," ujarnya.

Sudah dua bulan pertama tahun ini ekonomi China melambat. Data investasi asing, ritel, perdagangan, dan manufaktur China sudah melambat ke titik terendah dalam tahun-tahun sebelumnya.

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 231,19 poin (1,41%) ke level 16.108,89, Indeks S&P 500 anjlok 21,86 poin (1,17%) ke level 1.846,34 dan Indeks Komposit Nasdaq terjun 62,912 poin (1,46%) ke level 4.260,42.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2014/03/14/080451/2525374/6/ukraina-kembali-memanas-wall-street-anjlok

13/03/2014

IHSG Masih Konsolidasi

Mengakhiri perdagangan, Rabu (12/3/2014), IHSG turun 19,829 poin (0,42%) ke level 4.684,385. Sementara Indeks LQ45 melemah 4,051 poin (0,51%) ke level 784,912.

Wall Street berakhir stagnan menyusul aksi tunggu investor yang memantau perkembangan di Ukraina. Melemahnya ekonomi China juga jadi alasan untuk tidak berburu saham.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones menipis 11,17 poin (0,07%) ke level 16.340,08, Indeks S&P 500 bertambah 0,57 poin (0,03%) ke level 1.868,2 dan Indeks Komposit Nasdaq naik 16,144 poin (0,37%) ke level 4.323,332.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan konsolidasi dulu. Pelaku pasar belum mendapat sentimen positif yang bisa mendorong aksi beli.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:

Indeks Nikkei 225 bertambah 53,01 poin (0,36%) ke level 14.883,40.
Indeks Straits Times berkurang 5,00 poin (0,16%) ke level 3.092,43.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2014/03/13/084446/2524194/6/1/ihsg-masih-konsolidasi

13/03/2014

Investor Pantau Situasi Ukraina, Wall Street Stagnan

Pasar saham Wall Street berakhir stagnan menyusul aksi tunggu investor yang memantau perkembangan di Ukraina. Melemahnya ekonomi China juga jadi alasan untuk tidak berburu saham.

UNi Eropa sepakat membahas sanksi yang akan diberikan kepada Rusia gara-gara sebelumnya sudah berupaya untuk mengambil alih Crimea. Sanksi seperti ini terakhir kali diberikan saat Perang Dingin antara Rusia dan AS.

Harga tembaga di London, acuan untuk kesehatan industri logam, menyentuh posisi terendahnya sejak Juli 201o gara-gara masalah kredit di China. Harga tembaga sudah jauh 7,7% dalam empat kali perdagangan. Sedangkan emas terus menanjak karena dianggap safe haven.

"Situasi di Ukraina dan melambatnya ekonomi China menjadi perhatian, tapi belum banyak mempengaruhi. Harga-harga komoditas berjatuhan karena permintaan yang lemah," kata Kim Forrest, analis dari Fort Pitt Capital Group di Pittsburgh, seperti dikutip Reuters, Kamis (13/3/2014).

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones menipis 11,17 poin (0,07%) ke level 16.340,08, Indeks S&P 500 bertambah 0,57 poin (0,03%) ke level 1.868,2 dan Indeks Komposit Nasdaq naik 16,144 poin (0,37%) ke level 4.323,332.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2014/03/13/080217/2524166/6/investor-pantau-situasi-ukraina-wall-street-stagnan

12/03/2014

IHSG Bergerak Variasi

Setelah terkoreksi tipis pada perdagangan awal pekan ini, kemarin IHSG berhasil melanjutkan tren penguatannya ditutup menguat 26,968 poin (0,58%) di 4704,214. Ini merupakan posisi tertinggi IHSG sejak 20 September 2013 lalu. Saham yang sensitif interest rate seperti properti, jasa konstruksi dan pendukungnya, dan perbankan menjadi pendorong penguatan indeks. Penguatan nilai tukar rupiah atas dolar AS yang mencapai Rp11384 dari Rp11449 sehari sebelumnya memberikan katalis positif bagi pergerakan harga saham properti dan jasa konstruksi.

Sedangkan aksi jual terutama mendominasi saham pertambangan batubara dipicu penguatan nilai tukar rupiah atas dolar AS dan turunnya harga batubara hingga USD71/ton awal pekan ini. Sementara Wall Street tadi malam ditutup di teritori negatif dipicu aksi ambil untung pemodal. Indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 0,4% dan 0,5% di 16351,25 dan 1867,63. Pelaku pasar mengkhawatirkan perekonomian China yang bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi global. Perekonomian China yang memburuk telah menekan harga sejumlah komoditas seperti tembaga dan minyak mentah. Harga tembaga drop hingga 2,7% ke USD2.952/lb, level terendah sejak Juli 2010. Harga minyak mentah turun ke USD99,52/barrel.

Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi. Sentimen individual seperti rencana pembagian dividen akan dibayangi dengan kondisi pasar global yang kurang kondusif dipicu kekhawatiran perekonomian China dan krisis Ukraina. IHSG akan bergerak dengan support di 4680 dan resisten di 4730 dengan kecenderungan koreksi terbatas.

IHSG : S1 4680 S2 4650 R1 4730 R2 4750

12/03/2014

IHSG akan Bergerak Mix

Menutup perdagangan, Selasa (11/3/2/013), IHSG menguat 26,968 poin (0,58%) ke level 4.704,214. Sementara Indeks LQ45 naik 0,419 poin (0,05%) ke level 785,391.

Wall Street terkena koreksi akibat aksi ambil untung. Investor mencairkan dana setelah pasar sempat menguat di awal perdagangan.

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 67,43 poin (0,41%) ke level 16.351,25, Indeks S&P 500 kehilangan 9,54 poin (0,51%) ke level 1.867,63 dan Indeks Komposit Nasdaq anjlok 27,26 poin (0,63%) ke level 4.307,188.

Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak mix pagi hari ini dibayangi sentimen ekonomi China dan konflik di Ukraina. Rencana pembagian dividen emiten bisa memberi angin segar.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

Indeks Nikkei 225 anjlok 303,97 poin (2,00%) ke level 14.920,14.
Indeks Straits Times berkurang 22,05 poin (0,70%) ke level 3.107,35.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2014/03/12/083915/2522943/6/ihsg-akan-bergerak-mix?f9911023

12/03/2014

Profit Taking Menghajar Wall Street

Pasar saham Wall Street terkena koreksi akibat aksi ambil untung. Investor mencairkan dana setelah pasar sempat menguat di awal perdagangan.

Pasar sempat bergerak fluktuatif di awal perdagangan, naik turun antara zona merah dan hijau karena minimnya sentimen penggerak. Laporan kinerja emiten juga belum bisa mendorong investor berburu saham.

"Jumat lalu pasar sudah naik tinggi, jadi banyak keuntungan yang bisa ditarik di sini. Invetsor mulai menarik dananya dari pasar," kata Frank Lesh, analis pasar berjangka dari FuturePath Trading LLC di Chicago.

Menurutnya, penjualan saham yang dilakukan investor saat ini masih batas wajar dan tidak ada panik jual. Investor hanya memanfaatkan posisi pasar yang sudah tinggi.

"Penjualannya biasa saja, tidak panik jual dan tergesa-gesa," imbuhnya.

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 67,43 poin (0,41%) ke level 16.351,25, Indeks S&P 500 kehilangan 9,54 poin (0,51%) ke level 1.867,63 dan Indeks Komposit Nasdaq anjlok 27,26 poin (0,63%) ke level 4.307,188.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2014/03/12/074753/2522902/6/profit-taking-menghajar-wall-street?f9911023

11/03/2014

IHSG Bergerak Terbatas

Koreksi di pasar saham Asia akibat memburuknya ekonomi China telah berdampak pada pergerakan IHSG kemarin. Namun aksi beli selektif terutama di saham sektoral yang diuntungkan dengan penguatan rupiah mampu menahan koreksi yang lebih dalam. Ini terlihat dari IHSG yang hanya terkoreksi tipis 8,644 poin (0,18%) di 4677,246. Koreksi IHSG kemarin lebih banyak dipicu anjloknya saham TLKM hingga 4,8%. Namun penurunan harga saham TLKM tersebut diimbangi penguatan saham ASII yang mencapai 4% di Rp7275.

Tekanan jual juga cenderung melanda saham berbasiskan tambang logam seperti TINS, ANTM, dan INCO menyusul koreksi harga komoditas logam setelah ekonomi China memburuk. Defisit necara perdagangan China Februari mencapai USD23 miliar telah meningkatkan kekhawatiran atas prospek perekonomian global. Faktor China ini juga telah menahan penguatan indeks saham di sejumlah pasar utama dunia.

Wall Street dan zoan Euro tadi malam ditutup di teritori negatif. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing masing-masing melemah 0,21% dan 0,05% ditutup di 16418,68 dan 1877,17. Harga minyak mentah juga terkoreksi di USD100,94/barrel dan harga emas di USD1341,10 menguat tipis menyusul memburuknya krisis Ukraina.

Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Krisis Ukraina dan memburuknya perekonomian China adalah faktor yang menjadi perhatian pasar yang bisa meningkatkan resiko pasar. Sedangkan katalis positif berasal dari tren penguatan rupiah atas dolar AS dan isu individual emiten seperti pencapaian laba emiten sektoral 2013 lalu dan antisipasi pasar atas renacana pembagian dividen. IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dengan support di 4650 dan resisten di 4700.

IHSG : S1 4650 S2 4620 R1 4700 R2 4730

11/03/2014

IHSG Konsolidasi Dulu

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (10/3/2014), IHSG ditutup melemah 8,644 poin (0,18%) ke level 4.677,246. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 1,714 poin (0,22%) ke level 784,972.

Saham-saham di bursa Wall Street jatuh terpeleset lemahnya data ekonomi China dan Jepang. Aksi jual yang terjadi cukup membuat indeks terseret ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 33,43 poin (0,20%) ke level 16.419,29. Indeks S&P 500 menipis 0,86 poin (0,05%) ke level 1.877,18, sementara Indeks Komposit Nasdaq berkurang 1,77 poin (0,04%) ke level 4.334,44.

Hari ini IHSG diperkirakan akan konsolidasi dulu meski minat beli investor masih kuat. Bursa-bursa di Asia bisa menentukan arah IHSG hari ini.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

Indeks Nikkei 225 menguat 101,18 poin (0,67%) ke level 15.221,32.
Indeks Straits Times naik tipis 3,51 poin (0,11%) ke level 3.130,14.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2014/03/11/082830/2521719/6/ihsg-konsolidasi-dulu?f9911023

11/03/2014

Wall Street Terimbas Lemahnya Data Ekonomi China

Saham-saham di bursa Wall Street jatuh terpeleset lemahnya data ekonomi China dan Jepang. Aksi jual yang terjadi cukup membuat indeks terseret ke zona merah.

Sebelumnya pasar saham Asia dan Eropa juga sudah kehilangan pijakan dan berakhir di zona merah gara-gara data inflasi China yang melemah serta defisit perdagangan Februari yang mencapai US$ 23 miliar. Padahal analis memprediksi China bisa surplus US$ 11,9 miliar.

"Pelaku pasar mengamankan diri melihat lemahnya data ekspor China, itu berarti pertumbuhan ekonomi China akan melambat," kata Jack Ablin, kepala investasi pasar dari BMO Private Bank dikutip AFP, Selasa (11/3/2014).

Sementara di Jepang, ekonominya melambat jadi hanya 0,2% di triwulan IV-2013 dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,3%.

"Saham-saham sudah naik tinggi di Februari. Pelaku pasar memang sudah dalam posisi untuk ambil untung," ujarnya.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 33,43 poin (0,20%) ke level 16.419,29. Indeks S&P 500 menipis 0,86 poin (0,05%) ke level 1.877,18, sementara Indeks Komposit Nasdaq berkurang 1,77 poin (0,04%) ke level 4.334,44.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2014/03/11/073127/2521687/6/wall-street-terimbas-lemahnya-data-ekonomi-china

Address

Jalan Jend. Sudirman No. 1 Senayan
Jakarta
10270

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PT. First Asia Capital posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share