03/10/2016
Data ISM Manufaktur AS Indikasikan Pertumbuhan, Emas Tertekan Pengutan Dollar
Ruang Berita MagnaDana
Selasa 04 Oktober 2016
Ruang Berita ~ Semalam, data terbaru dari organisasi swasta menunjukkan sektor manufaktur AS mampu kembali bertumbuh pada bulan September dengan laju yang lebih baik. Namun, jika dilihat lebih detail, data menunjukkan pertumbuhan yang belum stabil seiring penurunan jumlah pekerjanya.
Organisasi Institute for Supply Management (ISM) melaporkan kenaikan indeks manufaktur AS dari 49.4 pada bulan Agustus menjadi 51.5 pada bulan September, lebih baik dibandingkan konsensus para analis pada 50.3. Angka yang lebih tinggi dari 50 mengindikasikan sinyal pertumbuhan. Hanya saja indikator tenaga kerja dilaporkan dalam data ISM dilaporkan pada 49.7 yang mengindikasikan pengurangan pekerja. Penurunan dalam tenaga kerja sektor manufaktur ini merupakan penurunan 3-bulan beruntun.
Data AS yang baik tersebut membuat Emas kemarin kembali berada dalam tekanan akibat penguatan Dollar AS.
Para pelaku pasar masih menunggu petunjuk atas potensi kenaikan suku bunga melalui rilis data nonfarm payrolls AS, hari Jumat. Aktivitas pasar tenaga kerja AS merupakan indikator ekonomi kunci yang dapat mempengaruhi timing kenaikan suku bunga
Ekspektasi atas kenaikan suku bunga menekan harga Emas, karena berkurangnya daya tarik logam mulia dengan pasar aset lainnya seperti obligasi yang memberikan keuntungan imbal hasil ketika terjadi kenaikan suku bunga.
Namun di satu sisi, safe haven logam mulia masih diuntungkan oleh kekhawatiran atas perbankan Deutsche Bank AG, bank terbesar Jerman dan ketidakpastian pemilu presiden AS.
Emas Pada akhir sesi perdagangan hari Senin ditutup di level $1311.39 setelah mencetak level rendahnya di $1309.15, turun dari level tingginya di $1319.43. MAYUDI
Ruang Berita MagnaDana
Add;
News: 276C2594
Q&A : 5257C30D
DISCLAIMER ON