01/01/2020
*Terapkan Nasihat ini di Hidup Anda tahun 2020, maka Pencapaian Anda tahun ini akan Terlampaui*
Bismillah,
Pesan ini dikirim tanggal 31 Desember, alias hari terakhir di tahun 2019 ๐
Nah, sebelum Anda melewati 366 hari yang luar biasa ditahun 2020, kami ingin menyapa Anda lewat pesan ini.
Semoga pesan ini bermanfaat untuk pembacanya. Aamiin.
Jadi, kita sama-sama tahu kalau semua orang ingin kehidupannya semakin baik dari waktu kewaktu.
Benar kan?
Baik ini parameternya banyak.
Ada yang ingin kondisi keimanannya semakin baik.
Ada yang ingin kondisi finansialnya semakin baik.
Ada yang ingin hubungannya dengan orang yang disayang semakin harmonis,
Dan lain-lain.
Nah, untuk yang ingin kehidupannya semakin baik lagi, maka pesan kami, setiap melakukan apapun, lakukanlah dengan *MASTHATO'TUM*
Apa itu masthato'tum?
Kalimat ini sebenarnya muncul di Al-Quran, dan jika diartikan secara gamblang, Masthato'tum artinya adalah semampunya.
Ya, jadi saat melakukan apapun, lakukanlah dengan semampunya.
Lalu apa arti semampunya?
Apakah semampunya sesuai pemikiran orang banyak?
Atau bagaimana?
Agar kita lebih nangkap arti semampunya ini, boleh simak kisah nyata berikut ya. ๐
Ini cerita dari zaman dulu.
Ya, dulu sekali, ada seorang Syekh teladan dan panutan.
Syekh ini dihormati bahkan disegani oleh para muridnya.
Pada suatu hari, beliau ditanya oleh muridnya,
_"Ya Syekh, apa yang dimaksud dengan mastathoโtum?"_
Sang Syekh tidak menjawab pertanyaan murid tersebut dengan jawaban langsung, tapi begitu menerima pertanyaan itu, Sang Syekh langsung membawa murid-muridnya ke sebuah lapangan.
Sesampainya dilapangan, Syekh menyuruh semuanya muridnya berlari sekuat tenaga.
Perintah Syekh . .
_"Wahai murid-muridku, putarilah lapangan ini semampu kalian"_
Karena hormat kepada Sang Syekh, murid-murid tersebut langsung berlari sekuat tenanga tanpa bertanya apapun.
Mereka mulai berlari bersama-sama.
Satu putaran masih belum terasa.
}utaran kedua tenaga para murid mulai berkurang.
Di puratan ketiga, beberapa murid mulai berguguran, tersisa beberapa saja yang masih berusaha sekuat tenaga.
Waktu berlalu, dan hingga akhirnya semua menyerah satu persatu.
Setelah kelelahan, para murid menepi ke pinggir lapangan.
Mereka sudah berusaha sekuat tenaga, semampu mereka.
Setelah semua murid berhenti berlari, menariknya, Sang Syekh yang gantian berlari mengelilingi lapangan tersebut.
Tingkah laku gurunya membuat semua muridnya keheranan.
Disamping heran, para murid juga tidak tega karena melihat gurunya yang sudah tua itu kepayahan.
Satu putaran wajah Sang Syekh masih berseri seri.
Dua putaran mulai pucat pasi.
Tiga putaran mulai kehilangan kendali.
Menuju putaran yang keempat Sang Syekh makin tampak kelelahan, raut mukanya memerah, keringat bertetesan, nafas tersengal-sengal tidak beraturan.
Tapi beliau tetap berusaha.
๐
Sang Syekh terus berlari sekuat tenaga, dari cepat, melambat, melambat lagi, hingga kemudian beliaupun terhuyung tanpa penyangga.
Energinya terkuras habis tak tersisa.
Beliau jatuh pingsan, pria tua itu tidak sadarkan diri.
Setelah Sang Syekh siuman dan terbangun, para murid yang bingung bertanya.
_"Wahai Syekh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?"_
Syekh menjawab dengan mantap.
_"Muridku, inilah yang dinamakan mastathoโtum!_
_Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita."_
Kisah selesai.
Lalu apa yang bisa kita pelajari dari kisah barusan?
Semampunya artinya Kita berusaha semaksimal mungkin, memberikan semua yang kita bisa, melewati batasan diri kita, memberikan waktu-energi-fokus-pikiran-tenaga-semuanya sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita.
Mohon maaf,
Banyak orang yang detik ini tidak mencapai apapun dalam hidup mereka karena mereka berusaha "seadanya"
Mereka mengira semampunya sama dengan semaunya.
Banyak orang berhenti, sebelum waktunya berhenti.
Padahal mereka masih bisa mencoba lebih keras lagi, tapi mereka keburu menyerah.
๐๐๐
Contohnya . . .
Membaca 15 menit, lalu mengantuk. ๐ด
Padahal kalau posisi bacanya diubah, ngantuk jadi hilang.
Ada yang belajar 30 menit, bosan. ๐ต
Padahal kalau istirahat 5 menit, lalu dilanjut belajar juga bisa.
Ada yang mengklaim diri tidak bisa ini itu. ๐ซ
Padahal belum mencoba saja.
Dan sejenisnya.
Kebiasaan itulah yang membuat kualitas hidup tidak berkembang. ๐ฃ
Padahal, Rasulullah dan para sahabat setiap melakukan sesuatu, mereka adalah orang yang itqan.
Itqan itu apalagi?
Itqan artinya melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, tanpa alasan.
Atau bahasa kami, arti dari itqan adalah bekerja dengan hati-hati, sepenuh hati, bermutu tinggi. Bukan seadanya yang asal selesai.
Sifat inilah yang membuat generasi yang dibimbing Rasulullah sukses luar biasa.
Kita paham mereka hebat disegala bidang.
Semangat itqan inilah yang harusnya dimiliki setiap orang.
Ngomong-ngomong emang apa sih untungnya itqan?
Supaya dipuji orang?
Supaya dianggap kerjanya berkualitas?
Supaya kelihatan hebat?
BUKAN SAMA SEKALI !!
Untungnya orang yang itqan, dikutip dari perkataan Rasulullah lebih dari 1400 tahun yang lalu
Rasul pernah bersabda
_"Allah สฝAzza Wa Jalla *MENYUKAI* jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu amal secara itqan"_
Yes, keuntungan orang-orang yang itqan adalah DISUKAI PEMILIK LANGIT DAN BUMI, ALLAH TA'ALA.
Kalau mau cari perhatian, cari perhatiannya Allah.
Kalau mau dis**ai, jangan berharap dis**ai orang lain.
Tapi berharap dis**ai penggenggam hati setiap orang.
Bekerjalah dengan itqan agar Allah s**a.
Kalau Allah sudah s**a, sudah sayang, hidup dunia akhirat jadi enak.
Di dunia. . . .
Masalah yang datang adalah ujian untuk naik derajat bukan azab untuk menghukum.
Rezeki sebesar apapun selalu cukup, gak kurang.
Dan paling penting, keberkahan dan ketenangan.
Mau apa kalau hidup gak berkah dan gak tenang??
Iya kan.
Di akhirat, juga selamat.
Dan salah satu pintu dis**ai Allah adalah dengan melakukan sesuatu secara itqan.
Ya. . *Rugi Besar orang-orang yang Saat Melakukan Sesuatu, Melakukannya dengan Seadanya*
Jadi mulai saat ini,
Apapun yang kita lakukan, entah itu beramal, berbisnis, berkarya, bekerja, terapkanlah konsep mastatho'tum dan Itqan.
Sempurnakan Ikhtiar, berikan semuanya, sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita.
Dan bekerja dengan hati-hati, sepenuh hati, bermutu tinggi.
Siap?
Nasihat barusan, juga untuk semua pembacanya, termasuk ke kami pribadi.
Mari sama-sama berdoa.
Semoga kita semua termasuk orang yang jadi lebih baik dari waktu kewaktu.
Aamiin.
๐
_*Pesan dikirim dengan โค*_
_*Persembahan Tim entrepreneurID*_