14/12/2016
Penjelasan support dan resistance Forex
Inilah penjelasan support dan resisten forex Support dan resistance adalah level-level kritis yang biasa digunakan dalam trading forex yaitu oleh para pelaku pasar dalam mengambil keputusan. Level-level ini biasanya digunakan untuk menentukan apakah harga akan terus berlanjut atau berbalik arah. Jika digabungkan dengan bentuk-bentuk candlestick dipercaya akan dapat menentukan pergerakan selanjutnya.
Support secara ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah level di mana penawaran mulai berkurang dan permintaan bertambah sehingga jika hal tersebut terjadi, Maka harga harga akan naik pada level tersebut. Pada prinsipnya apabila harga pasar berhasil menembus level support tersebut, maka diperkirakan harga pasar akan melanjutkan penurunannya sampai level support berikutnya. Namun apabila harga pasar tidak mampu menembus level tersebut maka harga pasar akan berbalik arah. Level support yang sudah ditembus, dapat menjadi level resistance dan menahan harga pasar untuk naik.
Resistance secara ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah level di mana penawaran sudah terlalu banyak dan permintaan sudah mulai berkurang sehingga harga pasar akan turun pada level tersebut. Apabila harga pasar berhasil naik dan menembus level resistance tersebut, maka diperkirakan harga pasar akan terus naik hingga level resistance berikutnya. Level resistance yang sudah ditembus akan menjadi support dan dapat menahan pasar untuk turun melewati level tersebut.
Untuk bisa mengenali support dan resistance lebih jauh maka Anda mau tidak mau Anda harus lebih banyak mempelajari chart forex.
Cara menganalisa support dan resistance
Support adalah suatu tingkat harga dimana biasanya terjadi tekanan jual yang diimbangi oleh pembelian ,sehingga harga menjadi balik arah ketas.
Support dibentuk dengan menggambarkan garis yang menghubungkan minimal 2 (dua ) titik terendah yang sejajar.
Resistance adalah suatu tingkat harga dimana biasanya tekanan beli diimbangi oleh kenaikan penjualan,sehingga kenaikan harga dapat tertahan ,bahkan menjadi balik arah kebawah.
Resistance dibentuk dengan menggambarkan minimal 2(dua0 titik tertinggi yang sejajar.
Bagaimana Cara Menganalisa Support dan Resistance
Pada umumnya trader lebih fokus pada support dan resistance dalam bentuk garis horisontal karena validitasnya yang tinggi. Tidak peduli pada time frame trading yang manapun garis support atau resistance horisontal lebih reliable dibandingkan dengan garis trend ataupun moving average.
Jika tujuan kita ingin menemukan level support atau resistance yang benar-benar kuat, sebaiknya pertama-tama kita melihat level-level tersebut pada garis horisontal. Dalam menentukan garis support dan resistance, secara sederhana kebanyakan trader menggunakan 3 cara pengamatan, yaitu level-level psikologis, level-level swing high dan swing low serta level-level yang dihitung berdasarkan pivot point.
Selain itu perlu diingat bahwa ada aturan yang tidak dinyatakan dengan tegas tapi dipercaya dan diikuti oleh hampir semua trader menyangkut perubahan level support menjadi level resistance dan sebaliknya, yaitu bahwa garis horisontal level support akan berubah fungsi sebagai garis level resistance bila berhasil ditembus (break), dan sebaliknya garis horisontal level resistance akan berubah fungsi sebagai garis support bila berhasil ditembus.
1. Berdasarkan Trendline
Biasanya di-interpretasi-kan sebagai level angka bulat yang mudah diingat, misalnya 1.3000, 104.00 dan lainnya. Angka bulat secara umum selalu digunakan sebagai acuan pada banyak aspek, termasuk dalam trading forex. Misalkan jika trader memperkirakan level EUR/USD untuk 3 bulan mendatang, biasanya tidak mengatakan level 1.4276 atau 1.3049, namun dibulatkan ke angka yang lebih sederhana dan mudah, seperti 1.4300 atau 1.3000.
Demikian p**a jika kita tengok tumpukan pending order yang ada di broker, banyak bergerombol pada sekitar level angka bulat, menunggu break. Oleh karena itu ketika harga benar-benar menembus angka ini pergerakannya akan sangat cepat. Pada level ini sangat mungkin terjadi break atau pull back (harga yang berbalik arah), tidak peduli pada time frame trading yang manapun.
Level psikologis yang paling sering dijumpai adalah yang berakhir dengan 2 nol (untuk sistem harga 4 digit), misalnya 1.6400 atau 102.00, namun akan lebih kuat (powerful) lagi jika berakhir dengan 3 nol seperti 1.3000 atau 120.00. Yang paling powerful tentu saja yang berakhir dengan 4 nol seperti 1.0000 atau 100.00. Berikut contoh level-level psikologis USD/JPY pada time frame 1 jam (H1). Perhatikan perilaku pergerakan harganya pada level-level tersebut.
2. Level-level swing high dan swing low
Cara sederhana ke 2 yang sering digunakan adalah memberi tanda pada level-level high atau low yang baru terbentuk (pada time frame trading yang manapun). Jika harga gagal menembus suatu level tertinggi yang baru terbentuk maka level tersebut adalah swing high dan berlaku sebagai resistance. Sebaliknya jika harga gagal menembus suatu level terendah yang baru terbentuk maka level tersebut adalah swing low dan berlaku sebagai support.
3. Level-level support dan resistance berdasarkan pivot point
Seperti diketahui pivot point banyak digunakan oleh para trader harian yang trading dibawah time frame daily. Tujuannya adalah memperoleh level-level support dan resistance (untuk perhitungan level support dan resistance dari pivot point.
Pivot point biasanya dihitung berdasarkan harga penutupan dan pembukaan dalam basis harian, meskiada juga pivot mingguan (weekly pivot). Meski kadang bisa seperti yang diharapkan, namun akurasi level support dan resistance dari pivot point ini lebih rendah dibandingkan level psikologis ataupun level swing low dan swing high. Ketika terjadi gejolak pergerakan harga yang cukup signifikan, pasar cenderung mengabaikan level-level pivot ini dan melihat pada level psikologis atau swing low dan swing high.
Kita bisa mengkombinasikan ke 3 cara sederhana diatas untuk menemukan level support atau resistance yang benar-benar kuat, misal level swing low yang sama dengan level psikologis, atau level R2 pivot yang sama dengan level swing high. Kita bisa mengkombinasikan ke 3 cara sederhana diatas untuk menemukan level support atau resistance yang benar-benar kuat, misal level swing low yang sama dengan level psikologis, atau level R2 pivot yang sama dengan level swing high. Demikian artikel singkat tentang Penjelasan support dan resistance Forex