KAYYA

KAYYA .komoditas

Harga Emas Pulih, Sentimen Pasar Mulai Berbalik Positif.Emas mencoba rebound pada perdagangan 04 Juni 2026, dengan Gold ...
04/06/2026

Harga Emas Pulih, Sentimen Pasar Mulai Berbalik Positif.

Emas mencoba rebound pada perdagangan 04 Juni 2026, dengan Gold Futures di Investing.com menguat 0,52% ke level 4.490,34. Kenaikan ini menjadi pemulihan setelah tekanan di awal pekan, meski secara mingguan harga masih belum sepenuhnya pulih karena masih berada sekitar 0,93% di bawah posisi pekan lalu dan sekitar 2,24% lebih rendah dibanding penutupan akhir pekan sebelumnya. Pergerakan positif emas hari ini didorong oleh pelemahan dolar AS, turunnya harga minyak, serta meningkatnya harapan pasar terhadap meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Dibandingkan komoditas logam lain, emas tampil relatif lebih solid. Silver Futures dan Copper Futures masih bergerak melemah, sementara emas justru berhasil bertahan di zona hijau. Untuk trader, kondisi ini menunjukkan bahwa emas masih mendapat dukungan sebagai aset lindung nilai, terutama saat pasar membaca peluang inflasi yang lebih rendah akibat penurunan minyak. Namun, ruang kenaikan tetap perlu dicermati karena fokus pasar berikutnya tertuju pada data tenaga kerja AS yang dapat memengaruhi arah ekspektasi suku bunga The Fed.

Minyak Mentah Menguat, Sentimen Timur Tengah dan Penurunan Stok AS Dorong Harga Naik.Harga minyak mentah melanjutkan pen...
03/06/2026

Minyak Mentah Menguat, Sentimen Timur Tengah dan Penurunan Stok AS Dorong Harga Naik.

Harga minyak mentah melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 03 Juni 2026, dengan WTI naik 2,7% ke level US$96,25 per barel, sementara Brent menguat 2,5% ke US$98,35 per barel. Dibandingkan posisi pekan lalu, WTI mencatat rebound lebih kuat sekitar 8,5%, sedangkan Brent naik sekitar 4,3%, menunjukkan bahwa kontrak minyak AS bergerak lebih agresif di tengah meningkatnya risk premium. Kenaikan ini juga membuat minyak tetap menjadi salah satu komoditas energi yang menonjol, mengungguli gas alam yang naik lebih terbatas di kisaran 2%.

Sentimen bullish terutama dipicu oleh memanasnya konflik Timur Tengah dan terhentinya negosiasi AS-Iran, yang kembali mengangkat kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan, khususnya di sekitar Selat Hormuz. Tekanan suplai makin terasa setelah data API menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 6,8 juta barel, jauh lebih besar dari ekspektasi penurunan 3,6 juta barel. Dengan kombinasi risiko geopolitik dan pengetatan stok, trader masih cenderung menjaga bias bullish jangka pendek, meski volatilitas berpotensi tetap tinggi menjelang rilis data resmi persediaan EIA dan perkembangan diplomatik terbaru.

Tembaga Melemah, Pasar Cermati Tekanan China dan Risiko Pasokan GlobalHarga Tembaga bergerak defensif pada perdagangan 2...
28/05/2026

Tembaga Melemah, Pasar Cermati Tekanan China dan Risiko Pasokan Global

Harga Tembaga bergerak defensif pada perdagangan 28 Mei 2026, melemah 0,72% ke level 6,2838. Secara mingguan, harga tembaga relatif stabil jika dibandingkan dengan 21 Mei, hanya turun sekitar 0,16%, namun masih tertinggal sekitar 1,49% dari penutupan akhir pekan lalu di 22 Mei. Tekanan hari ini terutama datang dari kekhawatiran permintaan China setelah data industri yang mengecewakan memicu aksi profit taking dan pelepasan posisi long oleh pelaku pasar.

Meski momentum jangka pendek cenderung melemah, bias fundamental tembaga belum sepenuhnya bearish. Pasar masih mencermati ketatnya pasokan global, peluang arbitrase COMEX-LME, serta risiko tarif AS yang membuat aliran stok tembaga semakin sensitif. Dibanding logam industri lain, tembaga turun lebih dalam daripada zinc yang melemah 0,24%, tetapi masih lebih kuat dibanding aluminium yang terkoreksi 1,40%. Dengan kombinasi koreksi teknikal jangka pendek dan cerita besar dari AI, elektrifikasi, serta keterbatasan suplai, tembaga masih menjadi komoditas yang layak masuk watchlist trader minggu ini.

Emas Menguat Tipis, Investor Tetap Cermati Risiko Inflasi dan The FedEmas menutup perdagangan terakhir jelang 26 April 2...
26/05/2026

Emas Menguat Tipis, Investor Tetap Cermati Risiko Inflasi dan The Fed

Emas menutup perdagangan terakhir jelang 26 April 2026 dengan penguatan tipis, tetapi bias mingguan masih cenderung tertekan. Spot gold naik 0,3% ke US$4.710,57/oz, sementara gold futures ditutup sedikit lebih tinggi di US$4.725,40/oz. Meski ada dukungan dari pelemahan dolar AS, pasar masih berhati-hati karena reli emas tertahan oleh kekhawatiran inflasi dan prospek suku bunga tinggi lebih lama akibat lonjakan harga minyak di tengah ketegangan AS–Iran.

Dari sisi perbandingan, emas masih terlihat lebih defensif dibanding perak. Saat perdagangan berlanjut pada 27 April, Gold Futures turun 1,35%, sedangkan Silver Futures melemah lebih dalam sebesar 2,14%. Ini menunjukkan tekanan jual melanda sektor logam mulia secara luas, tetapi emas masih relatif lebih kuat karena statusnya sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar. See less

Harga Minyak Melemah di Akhir April, Tekanan Dolar AS dan Sentimen Global Membayangi Pasar Energi.Pergerakan minyak ment...
25/05/2026

Harga Minyak Melemah di Akhir April, Tekanan Dolar AS dan Sentimen Global Membayangi Pasar Energi.

Pergerakan minyak mentah pada perdagangan akhir April 2026 masih berada dalam tekanan, dengan WTI turun sekitar 1% dan bergerak lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya seiring meningkatnya sentimen risk-off di pasar global. Penguatan dolar AS serta kekhawatiran terhadap prospek permintaan energi dunia menjadi faktor utama yang membebani harga minyak, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjaga volatilitas pasar tetap tinggi.

Di sisi lain, Brent tetap diperdagangkan pada level premium dibanding WTI dengan spread di kisaran USD5–6 per barel, sementara Indonesian Crude Price (ICP) justru melonjak tajam sepanjang April akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan global. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar energi masih bergerak sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan arah permintaan global dalam jangka pendek.

Harga Kedelai Menguat, Didorong Lonjakan Energi dan Prospek Permintaan GlobalHarga kedelai AS melanjutkan penguatan pada...
22/05/2026

Harga Kedelai Menguat, Didorong Lonjakan Energi dan Prospek Permintaan Global

Harga kedelai AS melanjutkan penguatan pada perdagangan 21 April 2026 dengan kontrak soybean futures naik sekitar 0,54% ke kisaran USD 1.187 per bushel. Pergerakan ini menandai pemulihan setelah tekanan harga pada pekan sebelumnya, didukung oleh kembali menguatnya sentimen di pasar komoditas global serta rebound pada kompleks minyak nabati.

Sentimen positif terutama datang dari lonjakan harga minyak mentah yang meningkatkan prospek permintaan biodiesel berbasis soybean oil, ditambah optimisme terhadap permintaan ekspor dan margin pengolahan yang membaik. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan kenaikan biaya energi global, performa kedelai juga terlihat lebih solid dibanding jagung dan gandum yang masih dibayangi prospek pasokan melimpah serta kondisi cuaca tanam yang relatif kondusif di AS.

Perak Terkoreksi di Tengah Tekanan Global, Namun Tren Penguatan Masih TerjagaHarga perak bergerak volatil pada perdagang...
21/05/2026

Perak Terkoreksi di Tengah Tekanan Global, Namun Tren Penguatan Masih Terjaga

Harga perak bergerak volatil pada perdagangan 20 April 2026 dengan harga terkoreksi ke area USD 79 per troy ounce setelah sebelumnya menyentuh level tinggi mingguan. Tekanan datang dari meningkatnya tensi geopolitik Timur Tengah yang mendorong penguatan dolar AS dan memicu aksi profit taking di pasar logam mulia. Meski demikian, secara mingguan perak masih mencatat penguatan solid, mencerminkan minat investor yang tetap tinggi terhadap aset safe haven dan komoditas berbasis industri.

Di tengah tekanan jangka pendek, prospek perak masih didukung oleh defisit pasokan global serta permintaan industri yang tetap kuat, khususnya dari sektor energi dan teknologi. Dibanding emas, pergerakan perak terlihat lebih agresif dengan volatilitas yang lebih tinggi, menjadikannya salah satu instrumen yang tetap menarik untuk diperhatikan oleh pelaku pasar dalam menghadapi dinamika ekonomi dan geopolitik global saat ini.

Minyak Melemah Tipis, Namun Masih Catat Kenaikan Mingguan Signifikan.Harga minyak mentah bergerak melemah pada perdagang...
20/05/2026

Minyak Melemah Tipis, Namun Masih Catat Kenaikan Mingguan Signifikan.

Harga minyak mentah bergerak melemah pada perdagangan 19 April 2026 setelah sebelumnya sempat reli tajam dalam beberapa sesi terakhir. Kontrak WTI tercatat turun sekitar 0,28% ke area US$103 per barel, sementara Brent melemah 0,18% ke kisaran US$110 per barel. Meski demikian, secara mingguan harga minyak masih mencatat penguatan lebih dari 7% dibanding pekan sebelumnya akibat tingginya premi risiko geopolitik di pasar energi global.

Pergerakan minyak mentah masih dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya gangguan distribusi melalui Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan global. Di sisi lain, penurunan stok minyak mentah AS serta proyeksi penurunan persediaan global turut menopang harga. Dibandingkan komoditas energi lain, performa minyak mentah masih relatif lebih kuat dibanding gas alam yang bergerak lebih terbatas, sementara Brent tetap diperdagangkan pada level premium terhadap WTI karena sensitivitasnya terhadap risiko pasokan global.

Emas Tertekan, Koreksi Berlanjut di Tengah Kenaikan Yield dan Kekhawatiran Inflasi Global.Harga emas kembali berada dala...
19/05/2026

Emas Tertekan, Koreksi Berlanjut di Tengah Kenaikan Yield dan Kekhawatiran Inflasi Global.

Harga emas kembali berada dalam tekanan pada perdagangan 18 April 2026 setelah pasar merespons lonjakan inflasi global dan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Spot gold bergerak melemah lebih dari 1% dan memperpanjang koreksi mingguan hingga hampir 4%, mencerminkan perubahan sentimen investor terhadap aset safe haven. Penguatan dolar AS turut membebani pergerakan emas karena investor mulai mengalihkan dana ke instrumen berbunga tinggi di tengah ekspektasi suku bunga ketat yang bertahan lebih lama.

Di tengah tekanan tersebut, pasar juga mencermati konflik Timur Tengah yang terus memicu lonjakan harga energi global. Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi sehingga membatasi potensi rebound emas dalam jangka pendek. Sementara itu, logam mulia lain seperti perak, platinum, dan palladium turut bergerak volatil, menandakan sentimen pasar komoditas masih didominasi kehati-hatian investor terhadap risiko geopolitik dan arah kebijakan The Fed.

NASDAQ Menguat 1,28%, Sektor Teknologi Pimpin Reli di Tengah Sentimen Positif Global.NASDAQ Futures melanjutkan reli pos...
18/05/2026

NASDAQ Menguat 1,28%, Sektor Teknologi Pimpin Reli di Tengah Sentimen Positif Global.

NASDAQ Futures melanjutkan reli positif kenaikan 1,28% ke level 26.825,50, sekaligus memperpanjang tren bullish sektor teknologi AS dalam sepekan terakhir. Penguatan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek saham teknologi, terutama yang terkait dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, musim rilis laporan keuangan (earnings) emiten teknologi yang mayoritas lebih baik dari ekspektasi turut menjadi katalis utama, ditambah dengan harapan bahwa tekanan inflasi mulai mereda seiring penurunan harga energi yang memberi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif.

Di sisi lain, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah dibukanya kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz ikut memperkuat sentimen risk-on di pasar global. Kondisi ini mendorong aliran dana kembali ke aset berisiko, khususnya saham teknologi yang menawarkan potensi pertumbuhan lebih tinggi. Dibandingkan indeks utama lainnya seperti Dow Jones dan S&P 500, NASDAQ tetap menjadi outperformer dengan laju kenaikan yang lebih agresif, didukung dominasi saham teknologi berkapitalisasi besar yang terus menarik minat beli investor di tengah ekspektasi pertumbuhan jangka panjang yang solid.

Address

Gold Coast Office Tower, Level 1 Unit C Jalan Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara, Kec. Penjaringan, Kota Jkt Utara
Jakarta
14470

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KAYYA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to KAYYA:

Share