17/07/2022
Top News This Week!
•
1. Bank Indonesia memberikan sinyal baru terkait kebijakan suku b**ga acuan, khususnya perihal menyikapi perkembangan inflasi dan juga isu global. Deputi Gubernur BI Juda Agung mengatakan akan tetap mewaspadai tekanan inflasi dan dampaknya terhadap ekspektasi inflasi. Selain itu, Ia mengatakan BI juga siap untuk menyesuaikan suku b**g jika terdapat tanda-tanda inflasi inti yang lebih tinggi lagi.
•
2. Inflasi Amerika Serikat pada bulan Juni kembali meroket. Indeks Harga Konsumen (CPI/IHK) tercatat 9,1% secara tahunan (year on year/yoy) dalam pengumuman Rabu (13/7/2022). Ini menjadi yang tertinggi dalam 41 tahun terakhir. Angka ini juga jauh di atas perkiraan ekonom yang dikumpulkan media dan lembaga, seperti Dow Jones, yaitu 8,8%.
•
3. Putra Haji Isam, pengusaha dari Kalimantan Selatan, bernama Johny Saputra menjadi perhatian publik, khususnya pelaku pasar modal. Di usia 21 tahun, Jhony sudah menjabat posisi penting, yaitu Komisaris Utama, di PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).Nama Jhony naik daun karena Jhonlin Agro, yang merupakan perusahaan ayahnya, menyampaikan rencana untuk melepas saham ke publik lewat penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia. Jhony diketahui menamatkan SMA di Al Azhar Jakarta Pusat, Jakarta Selatan pada 2018.
•
4. Utang Luar Negeri Indonesia pada Mei 2022 kembali menciut. Posisi utang Indonesia pada akhir Mei 2022 tercatat sebesar 406,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp6.094,5 triliun (kurs Rp 15.000/US$). Secara tahunan, utang luar negeri Indonesia pada Mei 2022 terkontraksi 2,6% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 2,0% (yoy).
•
5. Tren penurunan harga minyak sawit mentah masih terus berlanjut hingga menyentuh level terendah lebih dari satu tahun terakhir. Sepanjang pekan ini harga CPO untuk kontrak dua bulan ke depan di Bursa Derivatif Malaysia menurun lebih dari 13% ke harga MYR 3.588/ton. Level tersebut merupakan yang terendah sejak Juni 2021. Jika dilihat dari rekor tertinggi sepanjang masa MYR 8.034/ton yang dicapai pada 2 Maret lalu, harga CPO menurun lebih dari 55%.