Terima uang dari seluruh negara

Terima uang dari seluruh negara Penukaran mata uang asing yang masih berlaku akan tetapi tidak diterima oleh money changer

16/02/2020

Utk bantuan, silakan hub :
Wa. 0857-5443-0765
Tlp/sms 0812-9596-4342

15/11/2019

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 15 November 2019
15 Nov 2019, 09:06 WIB - Oleh: Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani


ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (9/10/2018).
Bisnis.com, JAKARTA - Analis PT Monex Investindo Futures Faisyal Faisyal memperkirakan pada perdagangan Jumat (15/11/2019) rupiah kembali terdepresiasi seiring dengan rilis neraca perdagangan yang diprediksi defisit cukup dalam.

Selain itu, pasar juga menanti data PPI AS dan pidato terbaru dari Gubernur The Fed Jerome Powell.

Rupiah ditutup terdepresiasi pada perdagangan Kamis (14/11/2019) seiring dengan pasar yang tengah menjauh dari aset berisiko, termasuk mata uang Garuda.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Kamis (14/11/2019) rupiah ditutup di level Rp14.088 per dolar AS, melemah 0,064% dan menjadi mata uang dengan kinerja terlemah ketiga di antara mata uang Asia.

Adapun, sepanjang tahun berjalan 2019 rupiah masih bergerak menguat 2,14%.

Fasyal mengatakan bahwa pelemahan rupiah didorong oleh faktor eksternal seiring dengan sentimen domestik yang cenderung sepi. Dia mengatakan bahwa pelemahan dipicu oleh ketidakpastian negosiasi dagang antara AS dan China yang kembali bergejolak.

Padahal, dalam beberapa perdagangan terakhir optimisme pasar terhadap damai dagang AS dan China telah meningkat sehingga membantu aset berisiko seperti rupiah.

Berikut laporan pergerakan rupiah sepanjang hari ini secara live di Bisnis.com

09:06 WIB
Pukul 08.58 WIB: Rupiah Menguat 0,14 Persen
Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp14.068 per dolar AS pada pukul 08.59 WIB.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,02 poin atau 0,02 persen ke level 98,143 pada pukul 08.49 WIB

15/11/2019

OMG! Koruptor RI Ini Kembalikan Uang Setinggi Menara Petronas

Tim Detikcom, CNBC Indonesia

NEWS



15 November 2019 08:37





Foto: Kejaksaan Agung (Dhani Irawan/detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kokos Jiang alias Kokos Leo Lim berencana mengembalikan uang yang dikorupsinya sebanyak Rp 477 miliar ke Kejaksaan Agung (Kejagung) siang ini. Bila ditumpuk, maka uang itu bisa setinggi Menara Petronas, bahkan lebih tinggi!

Detikcom menuliskan, Kokos adalah Direktur Utama PT Tansri Madjid Energi (PT TME). Ia mengatur sedemikian rupa agar operasi pengusahaan penambangan batubara agar jatuh kepadanya. Kokos melakukan serangkaian perbuatan yaitu tidak melakukan desk study dan kajian teknis, melakukan pengikatan kerja sama jual-beli batu bara yang masih berupa cadangan serta membuat kerja sama tidak sesuai spesifikasi batu bara yang ditawarkan.

Atas perbuatannya itu, negara merugi hingga Rp 477 miliar. Jaksa yang mengendus patgulipat tersebut kemudian menyidik dan mendudukkan Kokos di kursi pesakitan.

Foto: Kejaksaan Agung (Dhani Irawan/detikcom)

Awalnya, Kokos dihukum bebas oleh Pengadilan Tipikor Jakarta. Jaksa tidak terima dan mengajukan kasasi. Pada tanggal 17 Oktober 2019, MA memvonis Kokos Jiang alias Kokos Leo Lim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

Kokos divonis atas kasus korupsi proyek pengadaan batu bara yang merugikan negara Rp 477 miliar. Kokos dihukum 4 tahun penjara dan Rp 200 juta dan pidana tambahan membayar uang pengganti Rp 477 miliar.

Kokos kemudian ditangkap ditangkap di rumahnya di Jalan TB Simatupang, 71 Ciracas, Jakarta Timur pada 11 November 2019. Setelah hukuman badan dijalani, ia akan mengembalikan uang yang dikorupsinya siang ini.

"Pelaksanaan eksekusi siang ini pukul 12.30 WIB, setelah salat Jumat," kata Kapuspenkum Kejagung, Dr Mukri kepada detikcom, Jumat (15/11/2019).

Lalu berapa banyak yang cash Rp 477 miliar? Rencananya, Kokos akan mengembalikan dalam pecahan Rp 100 ribu. Berikut ini perhitungan uang pecahan Rp 100 ribu bila ditumpuk:

Rp 10.000.000 = 1 gepok = 1 cm
Rp 100.000.000 =10 gepok= 10 cm
Rp 1.000.000.000 = 100 gepok= 100 cm = 1 meter

Rp 10.000.000.000 = 1.000 gepok = 1.000 cm= 10 meter
Rp 100.000.000.000=10.000 gepok=10.000 cm=100 meter
Rp 477.000.000.000=470.000 gepok= 470.000 cm=470 meter

Lalu seberapa tinggi 470 meter?

Tinggi Menara Eiffer hanya 324 meter. Maka uang Kokos sudah melebihi tinggi Menara Eiffel. Bila dibandingkan dengan Menara Kembar Petronas yaitu 451 meter, uang Kokos pun masih lebih tinggi!

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 13 November 201913 Nov 2019, 12:14 WIB - Oleh: Aprianto Cahyo Nugroho dan...
13/11/2019

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 13 November 2019
13 Nov 2019, 12:14 WIB - Oleh: Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani


ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (9/10/2018).
Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah bergerak melemah dalam perdagangan hari ini, Rabu (13/11/2019), sejalan dengan melemahnya IHSG.

Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot sebelumnya dibuka di zona merah dengan pelemahan 16 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.082 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau lanjut melemah 28 poin atau 0,2 persen ke level Rp14.082 per dolar AS pada pukul 08.13 WIB.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,009 poin atau 0,01 persen ke level 98,300 pada pukul 08.14 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,021 poin atau 0,02 persen ke level 98,330, setelah pada akhir perdagangan Selasa (12/11) ditutup menguat 0,109 poin atau 0,11 persen ke level 98,309.

Meskipun melemah tipis, dolar AS masih bertahan dalam tren positif setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan China semakin dekat tetapi tidak memberikan rincian baru pada negosiasi perdagangan.

Berikut pergerakan rupiah sepanjang hari ini yang dilaporkan secara live di Bisnis.com :
11:45 WIB
Pukul 11.18 WIB: Rupiah Melemah 30 Poin
Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 30 poin atau 0,21 persen ke level Rp14.084 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,014 poin atau 0,01 persen ke level 98,323 pada pukul 11.29 WIB.

10:11 WIB
Pukul 09.59 WIB: Rupiah Melemah 28 Poin
Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 28 poin atau 0,2 persen ke level Rp14.082 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,014 poin atau 0,01 persen ke level 98,323 pada pukul 09.54 WIB.

09:11 WIB
Pukul 08.56 WIB: Rupiah Melemah 25 Poin
Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 25 poin atau 0,18 persen ke level Rp14.079 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,005 poin atau 0,01 persen ke level 98,314 pada pukul 08.50 WIB.

08:23 WIB
Rupiah Dibuka di Zona Merah Hari Ini
Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka di zona merah pada perdagangan hari ini dengan pelemahan 16 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.082 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah hanya 0,004 poin ke level 98,305 pada pukul 08.04 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,021 poin atau 0,02 persen ke level 98,330, setelah pada akhir perdagangan Selasa (12/11) ditutup menguat 0,109 poin atau 0,11 persen ke level 98,309.

Berita terbaru seputar bisnis, ekonomi finansial dan investasi di Indonesia dilengkapi dengan informasi terkini nasional, politik, olahraga, bola dan lifestyle

13/11/2019

Dolar AS Ngamuk, Rupiah Terkapar & Terendah dalam 2 Pekan
Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
MARKET 11 November 2019 17:17


Foto: Muhammad Luthfi Rahman
Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah melemah cukup signifikan melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (11/11/19), setelah mampu mencetak penguatan pada pekan lalu.

Begitu perdagangan hari ini dibuka, Mata Uang Garuda langsung melemah 0,11% di level Rp 14/025/US$. Selepas itu rupiah sempat memangkas pelemahan hingga stagnan di level Rp 14.010/US$, tetapi pada akhirnya kembali masuk ke zona merah.

Pelemahan rupiah semakin menjadi-jadi memasuki perdagangan tengah hari. Hingga akhir perdagangan rupiah terus tertekan dan menutup pasar di level Rp 14.058/US$ atau melemah 0,34%.

Rupiah bahkan sempat melemah 0,43% ke level Rp 14.070/US$, dan merupakan titik terlemah dalam lebih dari dua pekan terakhir.

Mayoritas mata uang Asia melemah melawan dolar AS pada hari ini. Hingga pukul 16:00 WIB, hanya yen Jepang dan bath Thailand yang mampu menguat masing-masing 0,3% dan 0,1%.

Sementara itu peso Filipina menjadi mata uang terburuk setelah melemah 0,62% disusul dengan won Korea Selatan yang melemah 0,6%. Rupiah yang melemah 0,34% melengkapi tiga besar mata uang Asia yang dengan kinerja terburuk.

Berikut pergerakan dolar AS melawan mata uang utama Asia hari ini.

(BERLANJUT KE HALAMAN 2)

Dolar Perkasa Meski Kesepakatan Dagang AS-China Masih Tak Jelas
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

TAG: rupiah kurs rupiah hari ini dolar as nilai tukar rupiah hari ini usd/idr
SHARE :


ARTIKEL TERKAIT
01:25
News Flash
Rupiah Loyo, BI: Hanya Sementara
MARKET6 bulan yang lalu
01:08
Video
Jaga Kestabilan Rupiah, BI-7 D RRR Diprediksi Sulit
MARKET6 bulan yang lalu

Stella Maris Franchise
PROMOTED
02:59
Video
BI: 2019, Rupiah Lebih Stabil!
MARKET7 bulan yang lalu
03:19
Video
Rupiah Sulit Menuju Level 13.500. Jadi BI Harus Apa?
MARKET8 bulan yang lalu
01:54
Video
Lautan Demo, Rupiah pun Merana
MARKET1 bulan yang lalu

BACA JUGA
Aliran Modal Asing Banjiri RI Hingga Rp 226 T, Rupiah Oke


Buang Dolar, Negara Ini Malah Terjerat Krisis



Sudah Tau Kan? Sekarang Bisa Bayar di Tempat Loh!
Promoted

Pukul 13:00 WIB: Rupiah Masih Lemah di Rp 14.030/US$


Cadangan Devisa RI Naik Tinggi, Rupiah Tetap Tak Bergigi

MARKETMARKET DATAINVESTMENTWATCHLISTNEWSCNBC TVENTREPRENEURTOPIKSYARIAHFOTOTECHVIDEOLIFESTYLEINFOGRAFISOPINIINDEKSPROFIL
Ikuti Kami:


Download aplikasi CNBC Indonesia:

Link To Google PlayLink To App Store
©2019 CNBC Indonesia, A Transmedia Company

Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer

31/10/2019

Dolar AS Tak Betah Berlama-lama di Bawah Rp 14.000
Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
MARKET 31 October 2019 08:25


Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot pagi ini. Bahkan dolar AS sempat didorong ke bawah Rp 14.000, meski tidak lama.

Pada Kamis (31/10/2019), US$ 1 dijual Rp 13.990 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,23% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Namun dolar AS tidak betah berlama-lama berada di bawah Rp 14.000. Pada pukul 08:06 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 14.005 di mana rupiah masih menguat tetapi menipis menjadi 0,12%.

Baca: Berkat The Fed, Rupiah Rasanya Bisa Menguat Hari Ini

Tidak hanya rupiah, sebagian besar mata uang utama Asia juga mampu menguat di hadapan dolar AS. Sejauh ini hanya rupee India dan dolar Taiwan yang masih tertinggal di zona merah.

Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap mata uang utama Asia pada pukul 08:06 WIB:

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 31 Juli 201931 Jul 2019, 09:06 WIB - Oleh: Aprianto Cahyo Nugroho     Bi...
31/07/2019

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 31 Juli 2019

31 Jul 2019, 09:06 WIB - Oleh: Aprianto Cahyo Nugroho





Bisnis/Abdullah AzzamKaryawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Bisnis.com, JAKARTA –Nilai tukar rupiah bergerak di zona hijau terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Rabu (31/7/2019).
Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot bergerak menguat 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp14.025 per dolar AS, setelah dibuka rebound dengan penguatan 8 poin atau 0,06 persen di level Rp14.020 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, terpantau menguat 0,02 poin atau 0,02 persen ke level 98,070 pada pukul 07.59 WIB.
Indeks dolar sebelumnya dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,014 poin atau 0,01 persen ke level 98,036, setelah pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup menguat 0,006 poin atau 0,01 persen ke level 98,050.
Berikut pergerakan rupiah sepanjang hari ini:

09:12 WIB

Pukul 08.47 WIB: Rupiah Menguat 5 Poin

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau menguat 5 poin atau 0,04 persen ke level Rp14.023 per dolar.
Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,06 poin atau 0,01 persen ke level 98,056 pada pukul 08.47 WIB.

08:23 WIB

Rupiah Bergerak Menguat di Awal Perdagangan

Rupiah diprediksi bergerak menguat tipis pascamelemah dalam perdagangan kemarin, Selasa (30/07/2019).
Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan prospek penanaman modal asing (PMA) yang tumbuh meyakinkan, menumbuhkan ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin stabil.
“Pada akhirnya, secara fundamental rupiah akan kembali jadi incaran bagi pelaku pasar,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya.
Selain itu, Ibrahim mengatakan bahwa ketika (PMA) tumbuh, maka akan membuat suplai dolar AS di dalam negeri menjadi relatif tinggi sehingga membuat nilainya menjadi lebih murah terhadap rupiah.
Akibat kuatnya PMA tersebut, Ibrahim mengatakan rupiah sempat bergerak menguat cukup baik mencapai level Rp14.010 per dolar AS. Dia memprediksi rupiah bergerak menguat tipis di kisaran Rp13.996 per dolar AS hingga Rp14.035 per dolar AS pada perdagangan Rabu (31/7/2019).
Analis PT Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan mengatakan
perhatian pasar saat ini masih lebih dominan terhadap keputusan The Fed. Oleh karena itu, dia memperkirakan rupiah masih akan bergerak melemah tetapi terbatas hingga pertemuan The Fed membuahkan hasil.
Pada perdagangan Rabu (31/7/2019), rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp13.950 per dolar AS hingga Rp14.070 per dolar AS.
Rupiah kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (30/7/2019) seiring dengan sikap pasar yang cenderung berhati-hati menanti pertemuan kebijakan oleh The Fed. Namun, realisasi investasi yang dirilis positif berhasil membatasi pelemahan mata uang Garuda.
Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Selasa (30/7/2019), rupiah berada di level Rp14.028 per dolar AS, melemah 0,057 persen atau 8 poin.

Berita terbaru seputar bisnis, ekonomi finansial dan investasi di Indonesia dilengkapi dengan informasi terkini nasional, politik, olahraga, bola dan lifestyle

30/07/2019

Terjun Bebas, Poundsterling di Spot Terlemah Sejak Maret 2017

Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia

MARKET



29 July 2019 20:40





Foto: Poundsterling (REUTERS/Phil Noble)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang poundsterling Inggris terjun bebas di perdagangan pertama pekan ini, Senin (29/7/19) hingga menyentuh level terlemahnya sejak Maret 2017. Semakin menguatnya potensi Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepaktan (no-deal Brexit) membuat poundsterling jeblok.

Pada pukul 19:25 WIB, poundsterling diperdagangkan di level US$ 1,2295 atau melemah 0,68% di pasar spot, melansir Refinitiv.

Mengutip laporan Reuters, hari Minggu kemarin pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson sedang mempersiapkan asumsi Uni Eropa tidak mau bernegosiasi lagi, sehingga mereka mempersiapkan skenario no-deal Brexit pada 31 Oktober nanti. Tanda-tanda bakalan sulitnya Inggris meminta negosiasi ulang sudah terlihat pada pekan lalu.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker memberitahu PM Johnson jika kesepakatan yang telah disetujui pendahulunya (Theresa May) adalah yang terbaik dan satu-satunya perjanjian Brexit. Junkker juga mengatakan Uni Eropa akan menganalisis ide-ide yang diberikan Inggris, asalkan masih dalam satu koridor dengan perjanjian sebelumnya.

Baca:

Tak Garang Lagi Lawan Dolar, Euro Tinggal Tunggu Nasib

No-deal Brexit merupakan kejadian yang paling ditakuti pelaku pasar di tahun ini. Bank sentral Inggris (Bank of England/BOE) bahkan memprediksi Negeri Ratu Elizabeth ini akan mengalami resesi terburuk sejak perang dunia kedua.

Prediksi dari Morgan Stanley jika poundsterling akan mencapai level paritas (1 poundsterling = 1 dolar AS) kini semakin berpeluang terjadi. Bank investasi global ini mengatakan skenario kurs poundsterling mencapai US$1 sampai US$1,1 akan terjadi jika Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.

Senada dengan Morgan Stanley, HSBC juga memprediksi hal yang sama yakni poundsterling kemungkinan mencapai level terendah sepanjang masa US$ 1,0545 yang disentuh pada Maret 1985.

Baca:

Sabar Gaes! Harga Emas Hari Ini Tak Banyak Gerak

Namun di sisi lain, poundsterling diprediksi akan melesat naik seandainya sikap PM Johnson melunak. Dominic Schnider, kepala forex dan komoditas Asia Pasifik UBS Global Wealth Management, memprediksi sikap Johnson nantinya berubah, dan mempertimbangkan jalan terbaik untuk Inggris.

"Menjadi seorang perdana menteri, semua hal bisa berubah, dan kami pikir adanya sedikit kemungkinan negosiasi Brexit akan diperpanjang lagi" kata Schnider, sebagaimana dikutip CNBC International.

Schnider mengatakan jika Johnson merubah sedikit saja sikapnya, maka akan ada konsekuensi untuk poundsterling.

"Jika pasar mulai sadar probabilitas hard Brexit (no-deal) terus menyusut, saya pikir poundsterling akan menguat kembali. Jadi kemungkinan kita akan melihat poundsterling bergerak ke arah Utara (menguat) di kisaran US$ 1,30 sampai US$ 1,35" tegas Schnider.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 22 Juli 201922 Jul 2019, 09:13 WIB - Oleh: Aprianto Cahyo Nugroho dan Ren...
22/07/2019

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 22 Juli 2019

22 Jul 2019, 09:13 WIB - Oleh: Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani





Bisnis/Abdullah AzzamKaryawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Bisnis.com, JAKARTA –Nilai tukar rupiah bergerak melemah 17 poin atau 0,12 persen ke level Rp13.955 per dolar AS pada pukul 08.08 WIB.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka di zona merah dengan pelemahan 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp13.948 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Jumat (19/7) ditutup menguat 22 poin ke level Rp13.938 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya, terpantau menguat 0,067 poin atau 0,07 persen ke level 97,218 pada pukul 08.00 WIB.
Indeks dolar AS sebelumnya dibuka melemah hanya 0,01 persen atau 0,006 poin ke level 97,145, setelah pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu ditutup menguat 0,357 poin atau 0,37 persen ke level 97,151.
Berikut pergerakan rupiah sepanjang hari ini

10:21 WIB

Pukul 10.06 WIB: Rupiah Melemah 22 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 22 poin atau 0,16 persen ke level Rp13.960 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,028 poin atau 0,03 persen ke level 97,179 pada pukl 09.57 WIB.

09:12 WIB

Pukul 08.55 WIB: Rupiah Melemah 30 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 30 poin atau 0,22 persen ke level Rp13.968 per dolar AS.
Sepanjang pagi ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp13.948 – Rp13.968 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,07 poin atau 0,07 persen ke level 97,221 pada pukl 08.47 WIB.

08:22 WIB

Rupiah Bergerak Melemah pada Awal Perdagangan

Pergerakan rupiah dalam perdagangan hari ini diproyeksikan kembali menguat.
Kepala Strategi Makro Asia di Westpac Banking Singapura Frances Cheung mengatakan bahwa kemungkinan besar stabilitas rupiah akan tetap dipertahankan sehingga membuka jalan pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh BI ketika The Fed juga diperkirakan memangkas suku bunga pada akhir bulan.
“Meskipun perbedaan imbal hasil dengan treasury AS telah menyempit, pasar Indonesia tetap menarik seiring dengan Indonesia mempertahankan aliran masuk obligasinya,” papar Frances seperti dikutip dari Bloomberg.
Di sisi lain, Presiden Federal Reserve New York John Williams mengatakan bahwa lebih baik mengambil tindakan pencegahan daripada menunggu bencana terjadi yang sontak menambahkan kepercayaan diri pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada akhir bulan ini.
Komentar tersebut menghidupkan kembali harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dibandingkan dengan pandangan konsensus sebesar 25 basis poin yang lebih sederhana pada FOMC 30-31 Juli mendatang.
Rupiah mendapatkan keberuntungan berganda sehingga mampu melanjutkan penguatannya pada perdagangan Jumat (19/7/2019).
Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Jumat (19/7/2019) rupiah ditutup di level Rp13.938 per dolar AS, menguat 0,158% atau 23 poin.

Berita terbaru seputar bisnis, ekonomi finansial dan investasi di Indonesia dilengkapi dengan informasi terkini nasional, politik, olahraga, bola dan lifestyle

17/07/2019

Brexit dan Data AS Bikin Rupiah Lesu ke Rp13.946 per Dolar AS
CNN Indonesia
Rabu, 17/07/2019 08:45
Bagikan :
Brexit dan Data AS Bikin Rupiah Lesu ke Rp13.946 per Dolar AS
Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.946 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Rabu (17/7) pagi. Posisi rupiah melemah 0,08 persen dibandingkan penutupan Selasa (16/7) yakni Rp13.936 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,02 persen, ringgit Malaysia melemah 0,06 persen, peso Filipina melemah 0,12 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,28 persen.

Hanya dolar Hong Kong saja yang tercatat menguat terhadap dolar AS dengan nilai 0,03 persen. Di sisi lain, yen Jepang dan baht Thailand sama-sama tak bergerak menghadapi dolar AS.

Lihat juga: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp5.135 Triliun per Mei 2019

Sementara itu, mata uang negara maju seperti dolar Australia dan euro menguat masing-masing sebesar 0,11 persen dan 0,01 persen terhadap dolar AS, sedangkan poundsterling Inggris tidak bergerak terhadap dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah kali ini disebabkan karena sentimen keluarnya Inggris dari Uni Eropa, atau disebut Brexit. Masa depan Brexit bisa menjadi kurang jelas setelah kandidat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sangat anti dengan rencana tersebut.

Tak hanya itu, indeks dolar AS pun menguat gara-gara rilis data ekonomi AS yang positif. Kemarin, Departemen Perdagangan AS merilis data bahwa penjualan ritel pada Juni masih tumbuh 0,4 persen atau di atas ekspektasi yakni 0,1 persen.

Lihat juga: Asumsi Makro Meleset, Sri Mulyani Belum Niat Ubah APBN

Bahkan, kemarin angka pembacaan awal indeks manufaktur terbilang baik. Untuk negara bagian New York, misalnya, indeks manufaktur Juli ada di angka 4,3 atau membaik dari Juni yang minus 8,6.

Data ekonomi AS yang masih bagus ini membuat peluang penurunan suku bunga acuan mengecil, meski probabilitasnya masih sangat tinggi. "Dalam transaksi hari ini rupiah akan ada di dalam range Rp13.885 hingga Rp13.890 per dolar AS," jelas Ibrahim, Rabu (17/7). (glh/agi)

10/07/2019

Forex Sesi Eropa: Ada Sinyal Poundsterling akan Terjun Bebas
Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
MARKET 09 July 2019 16:41

Forex Sesi Eropa: Ada Sinyal Poundsterling akan Terjun Bebas
Foto: Pound Sterling (REUTERS/Leonhard Foeger)
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang poundterling Inggris kembali melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (9/7/19), melanjutkan penurunan dua hari sebelumnya. Bahkan jika dilihat lebih ke belakang, mata uang Inggris ini telah turun dalam lima dari enam perdagangan terakhir.

Selain faktor dolar AS yang sedang perkasa, poundsterling juga tidak dalam kondisi bagus akibat semakin menguatnya kemungkinan terjadi Hard Brexit. Kandidat terkuat Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, sudah berulang kali menyatakan akan membawa Inggris keluar dari Uni Eropa 31 Oktober nanti dengan kesepakatan (Soft Brexit) ataupun tanpa kesepakatan (Hard Brexit).

Selain itu, serangkaian data ekonomi dari Inggris juga kurang bagus belakangan ini, yang berpeluang mengubah sikap Bank Sentral Inggris (Bank of England/BOE) dari Hawkish menjadi dovish. BOE menjadi satu-satunya bank sentral utama dunia yang masih menyatakan akan menaikkan suku bunga secara bertahap dan terbatas jika 31 Oktober nanti terjadi Soft Brexit.

Baca: Kinerja Poundsterling Semester I: Brexit, Brexit, dan Brexit

Namun, data aktivitas bisnis yang bulan Juni berkata lain. Markit pada pekan lalu melaporkan data aktivitas bisnis (sektor manufaktur, konstruksi, dan jasa) Inggris yang semuanya buruk. Angka indeks dari Makit menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawah 50 menunjukkan kontraksi atau penurunan aktivitas, sebaliknya di atas 50 menunjukkan ekspansi atau peningkatan aktivitas.

Pada hari Senin (1/7/19), Markit melaporkan data aktivitas sektor manufaktur sebesar 48,0 di bulan Juni, turun dari bulan sebelumnya 49,4. Kontraksi sektor pengolahan tersebut menjadi yang terdalam sejak Februari 2013.

Masih belum cukup, data sektor konstruksi lebih buruk lagi. Selasa (2/7/19) lalu Markit melaporkan angka indeks sektor konstruksi bulan Juni sebesar 43,1, turun dari bulan sebelumnya 48,6. Rilis tersebut merupakan angka terendah dalam 10 tahun terakhir, atau tepatnya sejak April 2009.

Sementara, data sektor jasa yang dirilis Rabu (3/7/19) sebesar 50,2, menurun dibandingkan bulan Mei sebesar 51,0. Aktivitas sektor jasa tersebut sedikit diambang batas antara ekspansi dan kontraksi.

Semua data tersebut menunjukkan kondisi ekonomi Inggris di kuartal-II tahun ini memburuk, sehingga poundsterling mengalami tekanan. Pada pukul 15:32 WIB, pound diperdagangkan di kisaran US$ 1,2465, mengutip kuotasi MetaTrader 5.

Analisis Teknikal

Forex Sesi Eropa: Ada Sinyal Poundsterling Akan Terjun BebasGrafik: GBP/USD Harian
Sumber: MetaTrader 5

Pada grafik harian, poundsterling yang disimbolkan GBP/USD bergerak di bawah rerata pergerakan (Moving Average/MA) 125 hari (garis biru), dan di kisaran MA 21 hari (garis hijau), serta MA 8 hari (garis merah).

Sementara indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) masih berada di zona negatif yang memberikan gambaran potensi penurunan dalam jangka menengah.

Selain itu poundsterling juga terlihat sudah melewati level kunci US$ 1,2480, jika mengakhiri perdagangan hari ini di bawah level tersebut pound berpeluang besar terus melemah.

Forex Sesi Eropa: Ada Sinyal Poundsterling Akan Terjun BebasGrafik: GBP/USD 30 Menit
Sumber: MetaTrader 5

Pada time frame 30 menit, GBP/USD bergerak di bawah MA 8, 21, tetapi di bawah 125. Indikator Stochastic berada di wilayah jenuh jual (oversold) yang bisa membatas penurunan dalam jangka pendek.

Area US$ 1,2480 menjadi resisten (tahanan atas) terdekat, jika mampu naik melewati level tersebut, pound berpotensi memangkas pelemahan menuju level US$ 1,2515.

Namun, selama tertahan di bawah level US$ 1,2480, pound berpeluang terus melemah ke level US$ 1,2441. Penembusan di bawah level tersebut akan membuka peluang ke area US$ 1,2400.

Address

PLUIT
Jakarta
14440

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+6282113558007

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Terima uang dari seluruh negara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share