17/10/2024
ANALISA EMAS/ XAUUSD HARI INI
Harga Emas Terus Naik Meski Ada Pengaruh dari Penjualan Ritel AS
Harga emas sempat turun setelah data Penjualan Ritel AS dirilis, tapi kemudian kembali naik dan mencapai level tertinggi baru. Kenaikan ini didukung oleh harapan bahwa suku bunga global akan turun karena inflasi mereda.
Emas Kembali Naik Setelah Sempat Melemah
Setelah data Penjualan Ritel AS dirilis, emas (XAU/USD) sempat turun. Penjualan Ritel di AS naik 0,4% pada bulan September, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya naik 0,1%. Data ini membuat Dolar AS menguat, dan karena harga emas biasanya bergerak berlawanan dengan dolar, emas sempat tertekan. Tapi tidak lama kemudian, emas naik lagi dan bahkan mencapai harga tertinggi $2.696.
Alasan Emas Kembali Menguat
Kenaikan harga emas terjadi karena beberapa faktor. Pertama, banyak yang percaya suku bunga di berbagai negara akan turun karena inflasi menurun. Saat suku bunga turun, biaya memegang emas yang tidak menghasilkan bunga jadi lebih murah, sehingga emas jadi pilihan yang lebih menarik bagi investor. Selain itu, ketegangan politik di Timur Tengah juga meningkatkan permintaan emas sebagai aset aman (safe haven).
Bank Sentral Menurunkan Suku Bunga
Beberapa bank sentral, seperti Bank of England (BoE) dan Bank Sentral Eropa (ECB), diperkirakan akan menurunkan suku bunga mereka karena inflasi di negara-negara tersebut sudah turun. Penurunan suku bunga ini mendukung kenaikan harga emas.
Emas Tetap Naik Meski Ada Risiko Koreksi
Meskipun harga emas terus naik, ada kemungkinan harga emas bisa turun sedikit sebelum melanjutkan kenaikannya. Namun, karena tren keseluruhan masih naik, para analis percaya emas akan terus menguat dan bisa mencapai harga $2.700 dalam waktu dekat.