Principal Indonesia

Principal Indonesia Helping you live your best financial lives

20/05/2026

Rupiah melemah sebesar 358 poin ke level 17.353 pada akhir April 2026, dan diperkirakan masih berlanjut hingga kuartal kedua 2026 berakhir. Kondisi ini mendorong Bank Indonesia untuk mengambil langkah defensif, sehingga Penerbitan SRBI menjadi Rp 155,5 triliun pada April 2026. Konsumsi pemerintah melonjak 21,8% year on year dari 4,5% year on year pada kuartal 4 2025, sejalan dengan peningkatan belanja fiskal. Indeks performa obligasi pemerintah Indonesia dalam Rupiah meningkat sebesar 0,79% pada bulan April 2026, dengan penurunan sebesar 1,25% YTD. Rally juga terjadi pada indeks obligasi pemerintah Indonesia dalam USD yang meningkat sebesar 1.67% MTD. Dari sisi saham, Bloomberg mencatat net foreign outflow sebesar 0,99 miliar US Dollar. Stabilisasi pada US Dollar Index, penurunan US Treasury yield, harga energi, serta penguatan pada Rupiah dapat menjadi faktor pendorong untuk rebound teknikal atau potensi perbaikan pada kuartal 3 2026 setelah penurunan yang dalam ini.

Simak selengkapnya dalam ringkasan pasar modal bulan April 2026 berikut ini.

Yuk, mulai bangun dana darurat dari sekarang untuk hidup yang lebih tenang ke depannya. Pelajari perencanaan keuangan & ...
07/05/2026

Yuk, mulai bangun dana darurat dari sekarang untuk hidup yang lebih tenang ke depannya. Pelajari perencanaan keuangan & investasi di principal.co.id

Saatnya market update mingguan dari Principal Indonesia!
04/05/2026

Saatnya market update mingguan dari Principal Indonesia!

Menjadi perempuan mandiri masa kini bukan hanya tentang mimpi besar, tapi juga tentang keputusan finansial yang bijak se...
21/04/2026

Menjadi perempuan mandiri masa kini bukan hanya tentang mimpi besar, tapi juga tentang keputusan finansial yang bijak setiap hari. Mulai dari mengatur pengeluaran, menyiapkan dana darurat,hingga merencanakan masa depan dengan penuh percaya diri. Karena perempuan berdaya adalah mereka yang punya kontrol atas pilihan hidup dan keuangannya.

✨ Selamat Hari Kartini ✨

15/04/2026

Pada Maret 2026, anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN 2026) mencatat defisit sebesar 240 triliun Rupiah. Belanja pemerintah telah mencapai 12,85% dari target (493,8 triliun Rupiah, tingkat inflasi turun menjadi 3,5% YoY, dan PMI tetap berada di level ekspansif di 50,1.
Obligasi pemerintah Indonesia (SUN) dalam Rupiah mengalami tekanan yang cukup signifikan, dengan indeks turun 2,1% secara month-to-date (MTD). Obligasi pemerintah Indonesia dalam USD mencatatkan kinerja yang lebih lemah. Secara valuasi, sovereign risk premium mulai menjadi lebih menarik dibandingkan rata rata historisnya. IHSG terkoreksi sebesar 14.41% dan arus modal asing selama YTD per akhir Maret 2026 mengalami outflows sebesar 32 triliun Rupiah. Salah satu trigger dari outflows tersebut adalah mash tingginya ketidakpastian global khususnya dari sisi energy shock atau uncertainty yang muncul dari geopolitical risk. Simak selengkapnya dalam Monthly Market Summary bulan Maret 2026 berikut.

Address

Revenue Tower, 5th Floor, Jalan Jend Sudirman No. 52-53
Jakarta
12190

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Principal Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Principal Indonesia:

Share