Bismillah Cuan

Bismillah Cuan Berbagi informasi tentang peluang cuan di masa sekarang.

06/11/2022

5 Dompet Digital Terpopuler di Indonesia

1. OVO
Salah satu jenis e-wallet yang populer di Indonesia adalah OVO, yang diklaim telah menguasai lebih dari 70 persen transaksi dan pusat perbelanjaan di Indonesia. Pada mulanya, OVO ini dimiliki oleh Lippo Group, namun kini telah bekerja sama dengan Grab. Dompet digital ini juga memiliki beraneka fitur menarik mulai dari pembelanjaan online, transportasi, pesan antar, transfer antar bank, dan lain sebagainya.

2. GoPay
GoPay yang merupakan salah satu layanan yang berada di bawah naungan GoJek, juga menjadi salah satu e-wallet yang sangat populer di Indonesia. Dompet digital yang satu ini sudah mendapatkan izin dari Bank Indonesia, sehingga setiap pengguna tidak perlu lagi mengkhawatirkan atau meragukan keamanannya.

GoPay ini bisa digunakan untuk membayar transaksi transportasi, memesan makanan, membayar tagihan, mengisi pulsa, investasi, hingga membayar jasa pengiriman, dan bahkan ada penawaran promo, diskon, hingga cashback untuk pengguna yang sering menggunakannya.

3. Dana
Dana juga menjadi e-wallet lain yang bisa diandalkan. Dompet digital buatan anak Indonesia ini sudah mendapatkan izin dari Bank Indonesia sebagai Lembaga Keuangan Digital, bahkan Dana telah terhubung dengan data dari pihak Kependudukan dan Catatan Sipil sehingga masa approval menjadi lebih cepat dari dompet digital lainnya.

Menariknya lagi, Dana juga sudah terhubung dengan ATM Bersama dan juga BPJS yang bisa digunakan untuk transaksi dengan scan QR code, transfer uang, dan lain sebagainya dengan sangat mudah.

4. ShopeePay
Shopee juga telah meluncurkan dompet digital, yaitu ShopeePay. Pertumbuhan dompet digital yang satu ini cukup pesat dibandingkan dengan dompet digital lainnya, karena ShopeePay langsung terhubung dengan Shopee selaku marketplace. Menariknya lagi, ShopeePay tidak hanya bisa digunakan untuk membayar tagihan atau belanja di Shopee saja, tapi juga bisa digunakan untuk pembayaran Shopee Food dan lain sebagainya.

5. LinkAja
LinkAja termasuk produk bank digital hasil sinergi dari beberapa perusahaan besar di Indonesia, yaitu Himpunan Bank Milik Negara, Pertamina, dan Telkomsel. Karena banyaknya sinergi pada produk ini, maka tentunya menunjang fitur yang dihadirkan untuk kemudahan transaksi digital penggunanya.

Sumber: https://verihubs.com/

06/11/2022

Resesi merupakan bagian yang tak terhindarkan dari siklus ekonomi negara. Meski berbagai dampak yang disebabkan akibat resesi terdengar begitu menyeramkan, tetapi bukan berarti tidak ada hal lain yang bisa dilakukan untuk menghadapinya.

Lalu, apa yang dilakukan ketika resesi? Berikut beberapa tips yang sudah dirangkum untuk Anda.

1. Mengatur Pengeluaran dengan Baik
Resesi memang belum benar-benar terjadi. Namun, ada baiknya jika kamu mulai mengatur pengeluaranmu mulai dari sekarang. Untuk mengaturnya, mulailah dengan memisahkan antara kebutuhan dan keinginan.

Beberapa hal yang tidak benar-benar dibutuhkan, seperti nongkrong dan liburan bisa dikurangi anggaran atau intensitasnya. Hal ini bertujuan agar kamu memiliki uang lebih yang dapat dialokasikan untuk hal-hal lain, seperti menabung, dana darurat, dan investasi.

2. Mengelola Utang
Jika kamu sudah merasa bahwa jumlah pengeluaran yang sudah kamu lakukan lebih banyak dari pendapatanmu, maka sudah saatnya kamu menghentikan kebiasaan itu. Jumlah pengeluaran yang lebih banyak dari pendapatan akan membuatmu terpaksa untuk berhutang. Utang juga dapat berupa cicilan kartu kredit, pinjaman bank, KPR, dan segala jenis pembiayaan lainnya.

Umumnya, proporsi utang yang baik adalah di bawah 30 persen pendapatanmu setiap bulan. Namun, saat resesi terjadi, usahakan rasio utang terhadap pengeluaranmu hanya sekitar 20 persen. Tips lainnya adalah pastikan membayar utang mulai dari yang berbunga besar terlebih dahulu.

3. Siapkan Dana Darurat
Kamu mungkin sudah menyadari bahwa mempersiapkan dana darurat merupakan hal penting yang harus dilakukan. Namun, tahukah kamu jika dana darurat yang ideal adalah dana yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan selama 3 hingga 6 bulan? Maka dari itu, untuk menghadapi masalah keuangan yang mungkin akan muncul ketika terjadi resesi, siapkan dana darurat mulai dari sekarang.

4. Mulailah Berinvestasi
Saat terjadi resesi, menabung di bank bukanlah opsi yang bisa kamu pilih untuk menyimpan uangmu, karena berpotensi tinggi akan terkena inflasi. Salah satu jenis tabungan jangka panjang yang bisa kamu pilih adalah investasi. Investasi dapat dilakukan di aset minim risiko, seperti deposito, reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, atau obligasi negara ritel.

5. Cari Pendapatan Sampingan
Resesi sangat rentan mengakibatkan berbagai bisnis mengalami kerugian hingga gulung tikar, yang menyebabkan Pemecatan Hubungan Karyawan (PHK) oleh perusahaan. Maka dari itu, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini, kamu perlu mencari cara untuk mencari pendapatan sampingan.

Sumber: https://dailysocial.id/

06/11/2022

Salah satu strategi menghadapi resesi 2023 adalah dengan berinvestasi. Yuk nabung sekarang pake aplikasi bibit, download aplikasinya di Playstore atau Apple Store lalu gunakan kode referal ini ketika pendaftaran agar kamu dapat cashback 25K : INVESTPERTAMABIBIT

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bismillah Cuan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share